Insanity

Insanity (Insânia)

دانلود زیرنویس Indonesian

فصل 1

هماهنگ با نسخه‌های زیر

Insanity S01E05-DSNP-WEBDL
ناشر Sh1Ft3R
𝘋𝘪𝘴𝘯𝘦𝘺 𝘏𝘰𝘵𝘴𝘵𝘢𝘳

برچسب‌ها

webdl
web
WEBDL
تاریخ انتشار: 2022-02-11
تعداد دانلود: 14
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 127 خط.

PEMAKAMAN WHITE MIST

INSANITY

Ayo, Nak. Bangun. Aku tak mau menunggumu sepanjang hari.

Selamat pagi.

Ini.

Ini pukul 6.00 pagi, Camila.

Sudah pagi?

Aku sama sekali belum tidur.

Aku bisa lihat itu. Apa yang terjadi?

Ceritakan versi pendeknya.

Ini sederhana.

Sangat sederhana.

Darah itu milik Lúcia.

Bagaimana aku bisa percaya?

Ini ilmiah, Marques. Percayalah.

Jika buktinya berkata begitu, itu memang darah Lúcia.

Camila, gadis itu kecelakaan di antah-berantah.

Dia kehilangan tangan.

Tangannya yang ada di antah-berantah.

Tapi kita tak tahu di mana tubuh Lúcia.

Ucapanmu tidak masuk akal.

Baik. Sangat kecil kemungkinan seseorang bisa bertahan hidup lama

setelah tangannya putus.

Kecuali orang itu mendapat perawatan medis di lokasi yang sama, benar?

Marques,

laporan toksikologi darahnya menunjukkan jejak antibiotik yang sangat kuat

dan itu sangat langka.

Dengarkan aku.

Kita harus membawa Paula keluar dari klinik itu.

Dia masih hidup.

Aku sudah menduganya.

Kau benar, Paula. Itu adalah darah Lúcia.

Laporan lab juga menunjukkan jejak antibiotik yang sangat kuat.

Dia mungkin disuntik antibiotik setelah kehilangan tangannya.

Aku harus melakukan sesuatu.

Tunggu. Kemarilah.

Terima kasih.

Aku sangat haus. Mulutku sangat kering.

Itu karena obatnya.

Aku tak meminum obatnya, Camila. Aku membuangnya.

Mungkin ada di dalam airnya.

Apa maksudmu?

Aku melihat laporan pengobatan yang kau terima di sini.

Dalam sampel darah yang kau kirim, ada beberapa zat yang tak dilaporkan.

Jika kau tak minum obatnya, antara ada di makanan atau airnya.

- Bajingan keparat. - Tenanglah.

Kita harus berpikir dengan jernih.

Satu kesalahan, dan kita bisa kehilangan kesempatan menyelamatkan Lúcia.

Kita butuh bantuan.

Kau harus bicara dengan Rafael.

Rafael? Rafael bisa apa?

Rafael tak bisa apa-apa. Tapi bagaimana dengan ayahnya?

Tidak.

Dia tak akan mau membantuku sedikit pun, bahkan jika aku memohon.

Sayangnya, kurasa hanya dia orang yang bisa membantu.

Jika dr. Schultz tahu kau ada di sini, aku akan dipecat.

Aku baru mau pergi.

Dan kau harus lakukan pemeriksaan, Paula.

Aku ingin kau tenang.

Aku butuh rokok.

Apa hidup sudah tak lagi penting?

Kematian sudah tak lagi penting.

Kita akan lakukan ini sebagai sebuah tim, ya?

Kita akan lakukan apa?

Kita akan ke bagian yang amat kecil dari otakmu.

- Apa yang akan kita temukan di sana? - Sumber mimpimu.

Maaf mengecewakanmu, Dokter, tapi aku tak pernah ingat mimpiku.

Tapi kau setidaknya pernah bermimpi sekali dan kau tak pernah melupakan mimpi itu.

Aku yakin itu mimpi yang kau pikirkan.

Mimpi yang tak pernah meninggalkanmu.

Mimpi yang merenggut orang terpenting di dalam hidupmu darimu.

Orang tuamu.

Pada hari mereka naik ke pesawat itu.

Ingat? Jika tidak, bisa kulanjutkan.

Aku juga bermimpi bahwa mereka kembali.

Mereka memelukku erat.

Dan mereka tak pernah meninggalkanku lagi, tapi yang kuingat hanya kematian mereka.

Bagaimana dengan Lúcia?

Dia kenapa?

Apa kau pernah memimpikan dia?

Aku bermimpi dia sangat menderita.

Menakjubkan sekali.

Aku berpikir putriku menderita bagimu menakjubkan?

Tidak. Tentu tidak.

Yang menakjubkan adalah energi yang timbul saat kau bicara hal ini.

Energi apa?

Mimpimu, Paula.

Mimpimu melepaskan energi yang amat besar.

Aku melihat semuanya di sini.

Energi ini sangat besar, mustahil bisa menyembunyikannya.

Alam bawah sadarmu luar biasa kuat.

Kenapa kau begitu tertarik dengan mimpiku?

Saat aku menemukannya, kaulah yang pertama tahu.

Tempat ini dulunya lapangan sepak bola.

Saat pandemi menyebar…

para bos menghentikan sepak bola dan tempat ini dijadikan pemakaman.

Jussara datang di dalam peti mati.

Bersama sejumlah orang lainnya.

Aku meminta untuk melihat dia terakhir kalinya, tapi mereka melarang.

Mereka bilang membuka peti mati bisa membahayakan nyawa semua orang.

Pada hari kami menguburnya,

aku meminta agar dijadikan pengurus pemakaman ini.

Dengan begitu, aku bisa lebih dekat dengan Jussara.

Peti matinya datang tanpa henti.

Total ada 210 peti mati yang tersebar di sini.

Dan mereka semua punya satu kesamaan.

Apa itu?

Semuanya kosong.

Dari mana kau tahu itu, Pak?

Aku ingin sekali lihat Jussara terakhir kalinya,

untuk memeluknya, bagaimanapun caranya.

Malam hari, aku datang ke pemakaman ini

dan kugali kuburannya sampai kutemukan peti matinya.

Lalu kubuka, dan di dalamnya kosong.

Jadi, aku melakukan hal yang sama dengan yang lain.

Semuanya kosong.

Lalu mereka mengetahui perbuatanku.

- Siapa yang tahu? - Entahlah.

Dia berada jauh dan menyinari senter ke arahku.

Itu terakhir kalinya aku melihat dalam hidupku.

Kubayar penistaan itu dengan mataku karena telah menodai makam-makam ini.

Kau seorang anak kecil, Paula.

Usiamu sepuluh tahun.

Kau bisa melewati penjaga.

Kau berlari di landasan.

Kau tahu sesuatu yang amat buruk akan terjadi.

- Tidak. - Kenapa?

Insanity subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Insanity

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left