نخستین 200 خط.
Semua peristiwa dan para pelaku di film ini hanyalah fiksi belaka.
A Nikkatsu Corporation Production
BUNUH!
Cerita Asli oleh Goro Fujita Penata Layar: Kaneo Ikegami
Mengapa seorang gangster hatinya kesepian?
Bagai seekor cacing yang terus berkelana...
Dia tak punya teman yang bisa dipercaya sepenuh hati...
Dibintangi oleh:
Tetsuya Watari Chieko Matsubara
Dia genggam belatinya yang hitam dengan erat...
Koji Wada - Fujio Suga Kaneharu Go
Kenji Imai - Goro Mutsumi Hiroshi Kondo - Yoko Takahashi
Jika seseorang bisa...
... membuat kembang jadi mekar saat kematiannya tiba...
Tak lain tak bukan...
... pastilah bunga bakung yang merah.
Sutradara: Keiichi Ozawa
TENHARU TEMPURA
- Selamat datang! - Selamat datang.
- Plum tempura telah siap. - Oke.
Terima kasih sudah menunggu.
- Tolong, dua botol sake. - Baik.
Terima kasih banyak!
Maafkan aku jika salah..,
... benarkah anda Tn. Matsunaga, ketua klan Iriezaki?
Aku Matsunaga.
Siapa kau?
Kau...
Aku mohon, maafkan aku.
Aku mohon! Jangan bunuh aku!
Aku mohon! Tolong!
Ampuni aku.
Ampun!
Di mana dia? Minggir!
Bos.
Keputusan sebagai berikut.
Terdakwa Masamitsu Matsunaga, dihukum...
... tujuh tahun dan enam bulan penjara.
PELABUHAN ZONA INDUSTRI KEIHIN
KANTOR PUSAT 'KANTO TOYU'
BUKAN PERANG ANGGOTA GENG ARGUMENTASI MEMBELA DIRI, DITOLAK
BOS DITUNTUT KARENA PEMBUNUHAN
- Matsunaga akhirnya masuk penjara. - Ya.
Aku tahu, butuh sedikitnya tiga orang untuk membunuhnya..,
... tapi rencana kita berhasil.
Bagaimanapun juga, bukan ide yang buruk.
Kurang dari tiga bulan, wilayah Kawasaki akan kita kuasai.
Bos, apa kau memanggilku?
Okitsu.
Dengarkan.
Aku ingin kau segera melakukan patroli di Kawasaki dengan orang-orangmu.
Ada stasiun kereta api di sini.
Ambil tempatmu di sekitar sini...
... dan hajar bajingan manapun yang masuk dan keluar stasiun.
Kamu tak perlu tau alasannya.
Aku percaya kemampuanmu. Aku mengandalkanmu.
JALUR KERETA API ZONA INDUSTRI KEIHIN
- Kakak. - Ya?
Hei, anak-anak. Ikut kami.
Sialan!
Ini wilayah Iriezaki.
Apa kau tak lihat lambang keluarga ini?
Kau tak bisa lewat hanya dengan lencana tua seperti itu.
Bodoh!
Hei, saudara, ikut dengan kami.
- Kau kerja pada keluarga mana? - Bukan urusanmu.
- Diam dan ikut dengan kami. - Oh, begitukah?
Jika kau mau bagian, ambillah.
Hei, tunggu!
Goro?
Kamu Hanai dari klan Toyu.
- Apa yang kamu lakukan di luar wilayahmu? - Baiklah...
Biarkan dia.
Aku pernah sekali berhutang padanya. Namanya Goro sang pembunuh bayaran.
Tak perlu menyebut "Pembunuh bayaran". Hanya kenangan lama.
Jadi, apa yang kalian inginkan dariku?
Tak ada. Kami membuat kesalahan, itu saja.
- Tolong maafkanlah aku. - Mereka semua salah paham.
Kau mau minum teh?
Aku ingin menjelaskan keadaannya. Mungkin kau bisa membantu kami.
Tidak, terima kasih.
Kau di luar wilayahmu. Aku tahu apa yang sedang terjadi.
Itu bukan urusanku.
Lakukan apa pun yang kau suka.
Tentu saja.
Hei, nona.
Apa kau memanggilku?
Tentu, siapa lagi?
Apa yang bisa kubantu?
Aku butuh pakaian dalam.
Ya?
Pakaian dalam!
Bangunlah. Apa kau mau tidur di sini?
- Apa kamu mau celana dalam atau celana rangkap yang pendek? - Hei...
Jangan terlalu keras!
Yang mana saja.
Kami juga punya pakaian dalam tradisional.
- Fundosi juga bagus, seperti pakaian pegulat sumo. - Oke, aku mau yang itu.
Jangan terlalu formal.
- Yang itu juga bagus. Ambilkan dua buah. - Baik.
- Biarkan aku lewat. - Hei, nona, pakai ini.
Kalian berdua terlalu dekat.
Dasar congkak.
Bagaimana dengan ini?
Terima kasih banyak.
Terima kasih banyak.
- Terima kasih. - Hei, cantik.
- Ya, kakak. Dia menyuruh masuk. - Benar sekali.
Penjaga lift ini ingin memberimu tumpangan.
Kau tahu maksudku?
Kalau kau tak membutuhkan elevatornya, aku akan pergi.
Tunggu.
Jangan tergesa-gesa, nona.
Sepertinya, cukup nyaman.
- Aku akan pencet tombolnya. - Hentikan.
Mengesankan.
Aku akan membuatnya menangis.
Hei, minggir. Aku akan naik.
Apa yang kau lakukan? Siapa kau?
Jangan hiraukan aku. Bukankah ini terlalu pagi untuk berbuat cabul?
- Lihat betapa tampannya dirimu di cermin. - Apa kau bilang?
Kau tak harus berlaku baik pada idiot seperti mereka.
Mereka tak pernah beli apapun. Mereka hanya ingin mencuri.
Itu menurutmu.
Apa kau tak tahu kami anggota Toyu?
Hei, anak muda, mengapa kau tak ikut dengan kami?
Baiklah kalau begitu.
Antar kami ke atap. Aku ingin menerima sambutanmu di bawah matahari.
Lift ini terlalu sempit untuk menunjukkan semangatnya.
Kau bodoh.
Tunggu di sini. Mengerti?
Jangan temui siapa pun.
Hei, kalian.
Aku sedang mendekati gadis itu.
Bisa kalian biarkan saja dia pergi?
Kami akan memberikan uang, kalau kalian mau.
Diam! Hajar dia!
Berhenti.
Tunggu!
Aku akan membunuhmu.
Sebaiknya jangan. Kau akan terluka.
Dengar, ini bukan tempat untuk menunjukkan kebodohanmu.
Kecuali kau ingin hidup singkat.
Aku harap kau puas. Selamat tinggal.
- Emm... - Bodoh!
Kenapa kau tak menungguku di sini?
Apa yang kau lakukan?
Dia terlambat. Aku ingin tahu apa yang terjadi.
Diam dan tunggu saja.
Apa kau bawa senjatamu?
Bodoh! Kau tak mengisi pelurunya. Biar kulihat.
Jangan, kakak.
Ini punyaku. Aku beli dari orang Amerika.
Aku tak akan mengambilnya darimu.
- Berapa banyak peluru yang kau punya? - Tiga.
Kau sangat pelit. Bagaimana kalau kau meleset?
Aku tak akan meleset.
Aku tak akan membuang-buang peluruku.
- Hei! - Ya, pak.
Tenang. Berjaga-jagalah.
Dasar bodoh.
- Satu lagi, orang tua. - Tentu.
Apa kau tahu penginapan yang murah dan bagus di sekitar sini?
Aku akan tinggal di sini selama beberapa hari, mencari pekerjaan.
Biar kulihat dulu...
- Pak tua, aku menagih uang keamanan. - Baik.
- Ini, untuk minggu sekarang. - Oke. Ups!
Pak tua, berikan padanya satu lagi, aku yang bayar.
Maaf.
Aku tak pernah melihatmu di sekitar sini.
Ini wilayah Iriezaki.
Sebaiknya kau tak melakukan kesalahan yang bodoh.
Kesalahan bodoh? Itu alasannya kenapa aku berakhir di sini.
Kau melewatkan kesempatan emas.
Kalau kau punya kenalan di klan Iriezaki, kau bisa dapat pekerjaan dalam waktu singkat.
Terima kasih, tapi aku tak mau berhutang lagi pada siapa pun.
Kau benar. Satu kesalahan dan hidupmu berakhir.
Hei, ada apa?
Kajii tertembak. Semua anggota gang mereka mengepung kami.
- Jadi kau kabur? - Tidak!
Aku mencari bantuan.
- Dasar bodoh! - Apa yang kau lakukan?
Bukankah rekanmu dari klan yang sama? Jika kau meninggalkannya sekarang..,
... kau akan dihukum. Lebih dari sekedar potong jari tangan.
Ikut aku.
Bajingan kalian...
Kenapa kalian tidak bertarung secara adil?
Hei, ada yang datang!
- Lari! - Tunggu!
Hei, tembak dia!
Hei, ayo pergi dari sini!
- Sialan! - Tunggu!
Selamatkan dia dulu.
Kakak!
Kakak! Kakak! Kuatkan dirimu!
Kakak!
Cukup.
Dia tertembak! Kajii tertembak!
- Kakak! - Kakak!
Bertahanlah!
No comments yet. Be the first to leave one.