نخستین 200 خط.
Hei Siri, kirim pesan
ke Cheryl.
Resepsionis depan.
Apa yang ingin kau katakan?
Amos sedang menuju ke sana
untuk menjemputnya, titik.
Tolong teruskan semua panggilan
yang kuterima ke Brady, titik.
Pesanmu untuk Cheryl
resepsionis depan
berbunyi Amos sedang menuju ke sana
untuk menjemputnya.
Tolong teruskan semua panggilan
yang kuterima ke Brady.
Siap dikirim?
Ya.
Baik, sudah terkirim.
Hei, Siri,
bagaimana kau tahu jika kau
melakukan hal yang benar?
Aku tidak yakin mengerti.
Tapi apa yang kau yakini
dari terapi besok pukul 4:45.
benar dan salah?
Hmm.
Aku tidak punya jawaban untuk itu.
Apa kau ingin aku
mencari di web?
Tidak.
Baik, ada hal lain
yang bisa kubantu?
Buatkan pengingat untuk menjemput Kyle
dari terapi besok pukul 4.45.
Baik, aku akan mengingatkanmu.
Hai, agen khusus Deena Helms.
Kau sudah bertemu
Agen McCullough.
Kau bisa memanggilku Amos.
- Uh, agen? - Duduklah bersama kami, Gareth.
Apa kau keberatan menjawab
beberapa pertanyaan?
Bagus, ini tidak akan lama.
Kau dari Tampa, kan?
Jangan terlalu dipikirkan. Jawab ya atau tidak.
Ya.
Berapa usiamu, Gareth?
Dulu aku mengerjakan VFX untuk perusahaan animasi.
Apa pekerjaanmu?
Maaf, apa aku sedang ditahan?
Tidak, sama sekali tidak.
Kami hanya bertanya-tanya,
soal latar belakang.
Kau bekerja di film, kan?
Efek khusus.
Seseorang bilang padaku kau bekerja
di film "Star Wars" baru itu,
apa itu benar?
Siapa yang bilang begitu?
Kenapa tidak kau ceritakan
lebih banyak tentang itu?
Ceritakan tentang pekerjaanmu.
Dulu aku mengerjakan VFX untuk
perusahaan animasi.
Aku sudah mengerjakan setidaknya
20 film berbeda.
Dulu?
Aku lebih fokus
pada rekayasa perangkat lunak
belakangan ini selama bertahun-tahun-
Terdengar membosankan dibanding
pedang cahaya.
Kenapa berhenti?
Aku tidak dibayar dengan baik.
Tapi uang bukan
masalah bagimu.
Maaf?
Efek seperti apa yang kau buat?
Uang bukan masalah bagiku?
- Mari bicara tentang- - Jika uang bukan masalah bagiku
aku tidak akan melamar
untuk hibah kalian.
Aku tidak bermaksud
menyindir apa pun.
Ceritakan efek seperti apa
yang kau buat.
Fokus utamaku adalah
render 3D.
Apa?
- Aktor. - Untuk apa?
Yah, untuk "Star Wars",
itu karena aktor yang
tugasnya kudigitalisasi
tidak bisa
difilmkan secara langsung.
Kenapa?
Karena mereka sudah meninggal.
Apa yang mereka suruh kau lakukan?
Aku merekonstruksi wajah Alec
Guinness sebagai model 3D.
Aku menganalisis rekaman referensi,
lalu menggunakan proses bernama
D-Term untuk menghasilkan
struktur tulang dan ototnya,
yang setelah di-rig membantu
animasinya terasa
lebih alami dan seperti manusia.
D-Term, aku belum pernah mendengar
proses itu sebelumnya.
Karena aku yang menciptakannya.
Jadi kau pada dasarnya menghidupkan
aktor yang sudah mati?
Aku hanya mencoba membuat
karakter CG terlihat
sefotorealistik mungkin sesuai
teknologi saat itu.
Kau tidak merasa itu menyeramkan?
Maaf, apa?
Aku bilang kau tidak merasa
itu menyeramkan?
Yah, kami berusaha sebaik mungkin
melewati lembah uncanny.
Tapi saat otak manusia
menyadari
bahwa ada sesuatu yang sedikit
aneh dan itu tidak masalah-
Bukan, maksudku,
mendigitalkan orang mati.
Demi Tuhan, maksudku, itu,
itu hampir seperti mengubah mayat
seseorang
menjadi boneka, kau tahu?
Membuat mereka melakukan
apa pun yang kau mau.
Bagaimana jika si mendiang
tidak ingin berada di
film sialan lainnya?
Itu sangat mengerikan.
Apa aku gila? Apa itu tidak mengerikan?
Aku rasa studio tidak peduli
apakah itu mengerikan atau tidak.
Dengar, aku tidak pernah bisa
melihat perbedaannya.
Aku selalu bisa. Wajahnya terlihat seperti Play-Doh.
Yah, kami sudah berusaha.
Segera kita tak butuh aktor, kan?
Semua orang akan berbentuk digital.
Tidak, kau masih butuh mereka
untuk pelacakan gerak.
Penampilan manusia tidak bisa
dihasilkan sepenuhnya oleh komputer.
Berapa lama itu akan bertahan?
Beberapa orang mungkin bilang kita
sudah melewati ambang batas itu.
Aku tidak tahu.
Di mana kau sekolah?
- SMA Brooks-DeBartolo. - Dan setelahnya?
Tidak ada?
Bagaimana dengan Columbia?
Bukankah kau kuliah di Columbia?
Tunggu, tidak. Kau putus dari Columbia
setelah berapa semester?
Tiga?
Bjarne Stroustrup bilang
kau anak terpintar
yang pernah ia temui.
Aku tidak tahu siapa dia, tapi
Amos bilang itu hal besar.
Lalu kau pindah ke
Ini adalah gedung ICWL.
menghabiskan waktu sebagai magang,
melamar dan diterima di Cambridge.
Sangat bagus.
Kecuali kau putus
setelah dua tahun.
Terbang kembali ke Amerika,
magang di Palo Alto, lalu Montreal.
Lalu kembali jauh-jauh
ke Inggris,
di mana kau mendapat pekerjaan
menghubungkan ICWL, FBI, NSA,
Pekerjaan kedua di Manchester.
Lalu diterima di Oxford dan hampir
menyelesaikan mastermu
sebelum melewatkan kelulusan
dan pindah kembali ke Florida.
Jika uang adalah masalah,
aku senang kau punya banyak
mil penerbangan.
Aku tidak mendengar pertanyaan.
Seperti apa kehidupan sosialmu?
Kehidupan... apa hubungannya itu-
Jika kau tidak ingin bicara
soal itu, tidak apa-apa.
Kami hanya ingin tahu apa
kau punya teman dan semacamnya.
- Aku punya teman. - Banyak?
- Aku punya teman. - Bisa sebut satu?
- Bisa apa? - Bisa beri tahu kami nama
satu saja temanmu?
Steve. - Steve. Steve siapa?
No comments yet. Be the first to leave one.