نخستین 200 خط.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"Lee Young Eun"
"Park Ha Na"
"Choi Jung Won, Kim Dong Jun"
"Park Chan Hwan, Yang Mi Kyeong"
"Im Chae Moo, Lee Jong Nam, Kim Do Yeon"
"Nam Neung Mi, Hwang Hwa Sun, Lee Jun Young"
"Bae Seul Ki, Min Ye Ji, Park Ha Joon, Lim Ji Kyu"
"Still Loving You"
"Episode 45"
Hai, Semuanya.
Halo. - Halo.
Aku membawa pangsit buatanku. - Kedengarannya lezat.
Duduklah. - Baiklah.
Permisi.
Sedang apa wanita tua itu di sini?
Kamu, bukan?
Tidak kusangka akan melihatmu di tempat ini.
Apa-apaan kamu?
Jangan mempermalukan dirimu.
Lepaskan aku. Ayolah, jangan begini.
Permisi.
Ya, ada apa?
Nenek mengenal dia?
Ya, begitulah.
Tunggu sebentar. Tunggu.
Dia bekerja sukarela di sini?
Tidak.
Pengadilan memerintahkan dia melakukan pelayanan masyarakat.
Pengadilan? Dia dari pengadilan?
Tidak, dia bukan dari pengadilan.
Ya, Bu.
Aku mengantarkan Nenek dan sekarang mau pulang. Baiklah.
Anda baik-baik saja?
Astaga. Aku nyaris terluka.
Perhatikan jalanmu.
Neneknya Bit Na?
Apa?
Tempat ini pasti penuh kesialan.
Di sini seperti ladang ranjau.
Kamu melihat apa?
Kenapa? Kamu berharap aku sudah mati?
Anda sama sekali belum berubah.
Kamu pasti tidak tahu,
tapi orang mati saat mereka berubah.
Kenapa dia datang dari sana?
Apa mungkin dia bertemu dengan Nenek?
Seluruh keluargaku membantuku membuat ini.
Ini dia.
Ini, rasanya akan lebih enak
jika kamu menambahkan pangsit pada tteokguk.
Terima kasih banyak. - Kalian sudah bekerja keras.
Hai, masuklah.
Jas ini tampak mahal sekali.
Kamu membelinya?
Sebenarnya...
Aku mengerti. Kamu tidak perlu memberitahuku.
Benarkah? - Ya.
Kamu mendapatkannya dari keluarga yang mempekerjakanmu, bukan?
Ya.
Jangan merasa malu.
Tampaknya seperti baru. Siapa peduli jika itu bekas?
Itu cara yang bagus untuk berhemat.
Aku mengemas beberapa hidangan untuk liburan.
Bawalah ini pulang.
Tidak perlu repot-repot.
Apa gunanya teman? Kita harus saling membantu.
Terima kasih.
Kuharap kamu menikmatinya.
Apa tahun ini akan penuh kesialan?
Kenapa aku mengalami semua ini di awal tahun?
Ini sulit dipercaya. Sungguh sulit dipercaya.
Kenapa aku harus melakukan pekerjaan sukarela?
Kenapa wanita tua itu muncul ke mana pun aku pergi?
Dia terkadang muncul tiba-tiba untuk mempermalukanku.
Perlukah dilakukan pengusiran roh jahat?
Aku mencium bau minyak.
Bu Lee! - Ya?
Jangan memakai minyak banyak-banyak.
Aku merasa mual karena baunya.
Aku memakai ventilator.
Kurasa baunya berasal dari Nyonya.
Apa? Kenapa aku berbau seperti ini?
Nyonya perlu apa? - Tinggalkan aku.
Tinggalkan aku!
Aku sakit kepala.
Dasar wanita jahat itu...
Dia dahulu jahat sekali
dan akhirnya harus ke pengadilan.
Dia pantas mendapatkan itu. Sangat pantas.
Sudah delapan tahun aku tidak merasa sesenang ini.
Dia pasti berada di sana untuk pekerjaan sukarela.
Baiklah. Aku akan memberi
wanita tua jahat itu pelajaran.
Nenek. - Ya, kenapa?
Aku
ingin tahu apakah Nenek akan terus melakukan pekerjaan sukarela.
Nenek harus melakukannya selama masih mampu
karena nenek sudah bergabung dengan kelompok itu.
Kenapa?
Aku hanya mencemaskan Nenek.
Nenek sudah tua dan menderita artritis.
Sebaiknya Nenek berhenti. Aku tidak mau Nenek sakit.
Nenek sangat sehat. Jangan mencemaskan nenek.
Bagaimana jika dia bertemu dengan neneknya Bit Na?
Seandainya aku bisa memberitahunya.
Lebih baik jika dia tidak tahu.
Bukankah akan lebih baik jika Nenek mencari hobi?
Nenek senang melakukan itu.
Nenek bersenang-senang belakangan ini.
Nanti akan menjadi lebih baik lagi.
Nenek tidak bisa berhenti.
Jangan khawatir.
Apa ibumu pergi?
Ya, ke penatu.
Seharusnya dia beristirahat saat hari libur.
Benar.
Beristirahatlah, Nenek. - Baiklah.
Dia tidak akan bertemu dengan neneknya Bit Na, bukan?
Hai, Yoon Soo Ho.
"Hai, Yoon Soo Ho."
Bukankah merepotkan memanggilku dengan nama lengkap setiap waktu?
Panggil saja aku Soo Ho.
Apa kamu menelepon untuk bertengkar?
Kenapa aku mau bertengkar dengan orang yang kusukai?
Aku akan menutup telepon.
Tunggu sebentar. Jangan ditutup. Halo? Eun Soo?
Ada apa?
Kamu melakukan apa saja hari ini?
Kamu tadi sudah menelepon untuk menanyakan itu.
Aku memasak untuk Tahun Baru.
Bagaimana denganmu?
Aku juga. Sekarang aku berbau minyak.
Kamu memasak?
Sebenarnya aku pria yang mencintai keluarga.
Pria yang memasak sedang populer saat ini, bukan?
Pria yang memasak itu seksi.
Aku tahu.
Karena itu aku tidak bisa menemuimu
meskipun aku ingin.
Kenapa mendatangi rumah orang lain saat Tahun Baru?
Seharusnya kamu menghabiskan waktu bersama keluargamu.
Tapi aku merindukanmu.
Berhenti berkata begitu atau kututup teleponnya.
Tunggu sebentar.
Aku mau ke rumahmu besok.
Jadi, tunggulah aku. Ya?
Halo? Yoon Soo Ho!
Soo Hyun dan Soo Ho, kemarilah untuk memberi hormat.
Semuanya, kalian sudah bekerja keras selama setahun terakhir ini.
Teruslah menjadi rajin, tulus, dan jujur di tahun baru ini.
Jangan lupakan itu. Mengerti?
Ya, Ayah. - Ya, Ayah.
Ibu harap kalian semua sehat selalu.
Kesehatan adalah hal yang terpenting dalam hidup.
Soo Hyun, Soo Ho, ibu mendoakan kesuksesan karier kalian.
Soo Min, terlepas dari yang lainnya, ibu berharap kamu menemui jodohmu.
Bit Na, ibu harap kamu akan segera memberi kita kabar baik.
Apa?
Maksudnya dia berharap kamu segera punya bayi.
Kami baru saja menikah.
Banyak orang langsung hamil saat bulan madu.
Benar juga. Kalian tidak pergi berbulan madu.
Ayah, karena tahun baru sudah tiba,
apa aku akan mendapat kenaikan gaji?
Dengan gaji magang, aku tidak bisa membelikan Ayah hadiah tahun baru.
Bisa-bisanya kamu minta naik gaji padahal belum lama bekerja?
Gajimu akan dinaikkan saat menjadi karyawan tetap. Bekerja keraslah.
Ayah.
Upacara peringatan sudah selesai dan kami sudah mengucapkan selamat.
Bolehkah kami pergi ke rumah ayahku sekarang?
Ke rumah ayahmu? - Benar. Kamu harus pergi.
Karena kamu anak tunggal, ayah dan nenekmu
pasti kesepian setelah kamu menikah.
Pergilah. Sampaikan salam ayah kepada keluargamu.
Ya, Ayah. Soo Hyun, ayo kita pergi sekarang.
Baiklah.
Tunggu sebentar. Aku akan berganti baju.
Kenapa kamu harus berganti baju? Kamu tampak cantik memakainya.
Roknya terlalu panjang. Ini tidak nyaman.
Dia tampak bersemangat sekali mengunjungi keluarganya.
Omong-omong, banyak sekali piring yang harus dicuci di dapur.
Siapa yang akan melakukan itu?
Kamu saja.
Itu tidak adil.
Biar aku saja. Ibu, beristirahatlah sekarang.
Seandainya setiap liburan Tahun Baru bisa seperti hari ini.
Aku terkejut. Kukira kamu akan memarahiku.
Aku tidak memarahimu karena ini Tahun Baru.
Bu, maukah Ibu memberiku uang saku jika aku memberi hormat kepada Ibu?
Aku memerlukan uang.
Astaga. Bersikaplah dewasa.
Nona Baik Hati! - Nona Cantik!
Selamat Tahun Baru. - Selamat Tahun Baru.
Manis sekali.
Terima kasih.
Aku mendoakan yang terbaik untuk kalian di tahun baru ini.
Selamat Tahun Baru, Ayah. - Selamat Tahun Baru, Ayah.
Terima kasih. Ayah mendoakan yang terbaik untuk tahun baru ini.
No comments yet. Be the first to leave one.