نخستین 200 خط.
"Episode 94"
Bukankah ini salon ibu Chae Rin?
Ya.
Kenapa Bibi membawaku kemari?
Wanita yang berdiri di sana
adalah ibumu.
Apa kamu terkejut?
Kamu sudah kenal dia.
Ini tidak mungkin.
Bagaimana mungkin dia ibuku?
Aku mengerti perasaanmu.
Ini memang sulit dipercaya.
Aku tidak percaya.
Bang Wool. Hei, Bang Wool.
Sepertinya aku mendengar suara Gang Ja.
Bang Wool.
Bang Wool.
Bibi keliru.
Dia bukan ibuku.
Dia ibumu. Aku yakin.
Aku melihat dia melahirkanmu.
Apa maksud Bibi?
Bibi bilang Bibi tidak tahu siapa ibuku.
Aku berbohong.
Jujur saja, Jang Ho, aku, dan ibumu dahulu
dianggap sebagai tiga serdadu di panti asuhan kami.
Kalau begitu,
Bibi tahu semua tentang ibuku sejak awal?
Maaf aku tidak pernah menceritakannya.
Aku harus menyembunyikannya karena kupikir
kamu akan terpukul jika mendengar kamu ditelantarkan sejak lahir.
Karena itu ayahku juga merahasiakan ini seumur hidupnya.
Aku ingin melupakan masa lalu begitu meyakinkan ibumu
untuk bertemu denganmu.
Kurasa dia menolak untuk bertemu denganku.
Young Sook juga merasa sangat bersalah padamu.
Tapi kurasa dia ingin mempertahankan keutuhan keluarganya saat ini.
Apa namanya
Young Sook?
Apa nama lengkapnya?
Na Young Sook.
Na Young Sook.
Apa dia tahu aku putrinya?
Dia tidak tahu.
Kamu, Pak Dirut, dan Chae Rin saling kenal.
Bagaimana mungkin kukatakan padanya?
Baiklah.
Bang Wool, aku akan mengantarmu ke restoran.
Tidak usah.
Aku ingin pergi sendiri.
Ya, ampun.
Dia pasti terkejut. Dia tampak sangat pucat.
Young Sook jahat.
Terima kasih. - Sampai jumpa.
Halo. Ada yang bisa kubantu?
Apa Bang Wool sudah tiba di sana?
Belum. Tadi dia keluar dengan Bibi, bukan?
Seharusnya dia sudah sampai. Dia pasti jalan-jalan.
Apa terjadi sesuatu?
Ada hal buruk terjadi terkait ibunya.
Apa Bang Wool
bertemu ibunya?
Apa tadi aku mengatakan sesuatu?
Aku sudah tahu Bang Wool mencari ibunya.
Kudengar ibunya tidak ingin bertemu dia.
Kurasa Bang Wool menceritakan semuanya kepadamu.
Bang Wool dan kamu pasti benar-benar bersahabat baik
karena dia menceritakan semuanya kepadamu.
Ya, Bibi pun bisa ceritakan padaku.
Tapi, aku tidak bisa cerita karena Bang Wool belum cerita padamu.
Tolong hubungi dan temukan dia.
Baiklah.
Panggilan Anda dialihkan ke kotak suara otomatis...
Joo Sung. - Ya?
Bisakah kamu mengurus bagian kasir?
Baiklah.
Panggilan Anda dialihkan ke...
Kamu ibu tunggal yang tidak berpendidikan.
Kamu bahkan tidak mempunyai orang tua.
Tidak satu pun dalam dirimu yang bisa diterima oleh Pimpinan.
Tapi berani sekali kamu mendekati Pak Dirut.
Nona Eun.
Kamu tidak pantas jadi seorang ibu.
Semakin aku memperhatikanmu,
semakin aku tahu bahwa kamu tidak memiliki kasih seorang ibu.
Jujur saja, aku membencimu
karena kamu menyakiti putriku, Chae Rin.
Kuharap
kamu menghilang dari kehidupan dia dan Pak Dirut.
Uji rasa saus akan diadakan di restoran terdekat.
Akan mudah untuk pergi ke sana setelah rapat.
Lalu bagaimana dengan saus itu?
Apa Nona Eun akan membuatnya di restoran itu?
Tidak. Dia akan mengirim sausnya ke restoran.
Itu terlalu rumit.
Lebih baik mencobanya di restoran Pak Kang saja.
Nona Eun akan merasa canggung bertemu denganmu dan aku.
Lagi pula, Pimpinan tidak akan suka jika dia tahu nanti.
Ini urusan bisnis. Jangan dijadikan urusan pribadi.
Itu harus dilakukan di restoran tempat si pengembang bekerja.
Kita ikuti prinsip itu dan melakukannya di sana.
Baik. Akan kuurus sesuai arahanmu.
Bang Wool.
Apa kamu sakit?
Kamu tampak sangat pucat dan tidak bisa konsentrasi.
Aku mau istirahat dulu.
Kamu baik-baik saja?
Bagaimana, ya?
Bang Wool.
Aku baru dihubungi kantor pusat.
Mereka ingin para eksekutif menguji rasa di sini. Apa itu bisa?
Benarkah?
Jika itu yang mereka inginkan, aku akan melakukannya.
Bos, kamu harus menyusul dia.
Kurasa dia sakit. Tadi dia hampir pingsan.
Bang Wool, kamu baik-baik saja?
Joo Sung bilang kamu nyaris pingsan.
Aku baik-baik saja. Jangan khawatirkan aku.
Jika merasa kurang sehat, sebaiknya kamu pulang cepat.
Pak Dirut, aku sudah memberikan ginseng merah pada Bang Wool.
Kenapa dia lakukan ini padaku?
Itu SMS apa?
Bisakah kamu membantuku?
Bagus. Masuklah.
Aku menunggumu.
Kenapa Anda ingin bertemu aku?
Duduklah.
Nona Eun ingin aku mengembalikan ini pada Anda.
Apa ini?
Itu ginseng merah yang Anda berikan padanya melalui Bibi Cheon.
Apa Bang Wool tahu kalau ini dariku?
Bibi salah mengirim SMS yang seharusnya untuk Anda.
Kenapa dia membuat kesalahan itu?
Bang Wool pasti sangat marah.
Dia menyuruhmu mengembalikannya padaku.
Nona Eun tidak ingin bertemu Anda
jika bukan urusan pekerjaan.
Kumohon,
jangan ganggu Nona Eun.
Pak Kang.
Permisi.
Alat pelacak?
Anda tidak tahu? Kukira ini mobil perusahaan.
Biasanya mobil perusahaan memiliki alat pelacak.
Ini bukan mobil perusahaan.
Di mana alat itu?
Anda lihat ini? Ini alatnya.
Bagaimana cara kerjanya?
Siapa pun yang menginstal ini bisa mengatur area yang diinginkan.
Saat mobil bergerak di luar area, sebuah pesan akan terkirim.
Berarti
siapa pun yang menginstalnya akan tahu ke mana mobil ini pergi.
Tentu saja.
Dia mungkin bisa langsung mengetahuinya.
Apa dia menginstalnya?
Apa dia memantauku?
Omong-omong,
apa kamu ke Kantor Polisi Gangnam tadi sore?
Ya, ampun.
Tunggu.
Kamu pergi ke mana?
Ada masalah dengan mobil. Kutinggalkan mobil itu di bengkel.
Kenapa kamu lakukan itu tanpa memberitahuku?
Apa dia ragu
tentang aku dan Jang Ho?
Tidak bisa dipercaya.
Bang Wool.
Bisa kamu kemari?
Apa ada kabar tentang ibumu?
Tidak, tidak ada.
Sudahlah. Jika dia tahu sesuatu, dia pasti akan memberi tahu kita.
Dia sangat tidak sabar.
Ini sudah beberapa dekade. Itu tidak akan mudah.
Ibu sudah memintamu menyuruh kolegamu menayangkan kisahnya.
Itu tidak perlu.
Ibu, itu sebuah bentuk permohonan.
Ada banyak kisah orang-orang
yang mencari orang tua mereka di Korea dan di dunia.
Tahukah Ibu berapa lama mereka menunggu hal itu?
Karena itu ibu menyuruhmu melakukannya.
Berhentilah membahas aturan-aturan pada ibumu.
Dia selalu memihak orang lain.
Dia selalu mengutamakan orang lain.
Ya, ampun.
Ibu kandungmu sangat tidak pengertian.
Kenapa dia tidak ingin bertemu denganmu selama 30 tahun?
Saat kamu bilang kamu mendaftarkan DNA-mu,
ibu kira kamu akan mudah menemukannya
karena dia pasti sudah mendaftarkan DNA-nya.
Aku permisi ke kamar.
Berhentilah membahas itu. Kamu menyakiti perasaannya.
Ayah merahasiakan karena tidak mau aku tahu bahwa aku ditelantarkan.
Seharusnya dia bilang saja padaku agar hidupku lebih ringan.
Itu pasti sangat sulit baginya.
Maafkan aku.
Tadinya aku ingin mengirim SMS itu pada Anda, tapi aku salah.
Bang Wool meneleponku dan meributkan hal itu.
Apa dia juga memarahi Anda?
Bibi tidak sengaja. Mau bagaimana lagi?
Astaga.
No comments yet. Be the first to leave one.