نخستین 200 خط.
"Episode 26"
Ini Park Woo Hyuk.
Tolong ke kantor polisi yang waktu itu.
Ada apa?
Aku sedang menuju ke sana, jadi, bergegaslah.
Kenapa dia selalu mengusikku?
Kenapa dia tidak ada, padahal dia yang meneleponku?
Ponselku. Pasti di mobil.
Ada apa? Kenapa menyuruhku datang?
Pencopet itu tertangkap.
Apa?
Duduk yang tegak.
Aku Eun Bang Wool yang ditelepon. - Ya.
Kamu bilang kamu melihat dia mencopet, bukan?
Ya, dia orangnya.
Dompetnya ditemukan oleh seorang petugas kebersihan.
Orang yang kehilangan dompetnya juga melaporkan.
Kami juga sudah mendapatkan pernyataan darinya.
Kenapa kamu bisa tidak tahu malu?
Apa tidak cukup kamu berpura-pura tidak bersalah?
Kenapa kamu mengambil 50.000 dolar itu?
Tenanglah.
Kembalikan uang itu. Kembalikan semuanya.
Tidak ada padaku.
Apa?
Bagaimana bisa?
Dia kehilangan uangnya karena berjudi dan tertangkap
saat mencopet lagi.
Dia kehilangan semuanya?
Tidak mungkin.
Kamu baik-baik saja?
Karena itu, aku meneleponmu
sebagai saksi karena kamu ada hari itu.
Silakan duduk.
Kamu melihat dia di pasar, bukan?
Nona Eun.
"Han Chae Rin"
Nomor yang Anda tuju...
Ada apa? Kenapa dia tidak mengangkat?
Apa dia pingsan di suatu tempat?
Terima kasih sudah menunggu.
Terima kasih. Aku menyukainya seperti biasa.
Bu, ini jadwal tata riasnya.
Terima kasih. - Tolong diperiksa.
Jika kalian butuh tata rias, Nona Shin bisa datang.
Walaupun kalian harus datang jika ingin menata rambut kalian.
Aku tidak enak meminta Nona Shin datang.
Tidak apa-apa. Aku tidak keberatan.
Kamu yakin?
Aku suka riasanmu.
Terima kasih.
Anak-anak pasti sedang di bandara.
Chae Rin pintar mengarahkan Woo Hyuk.
Dia tidak akan mau ke Hong Kong untuk makan malam jika untuk aku.
Dia pasti melakukan kesalahan sampai ke sana untuk menebusnya.
Itu tidak seperti Woo Hyuk.
Dia biasanya langsung menolak semua gadis setelah kencan buta.
Kali ini, sepertinya dia sudah menemukan yang cocok.
Kudengar Pak Dirut mengajarkan Chae Rin panjat tebing.
Apa mereka sudah melakukan hobi bersama?
Kudengar kamu belajar musikal. Apakah itu gelar S2-mu?
Aku hanya ke akademi.
Itu hanya hobi.
Ya, Chae Rin.
Halo, pukul berapa Woo Hyuk pergi? Apa dia terlambat?
Seharusnya dia sudah sampai.
Dia belum sampai di sana?
Sepertinya jalanan macet.
Coba telepon dia.
Sebenarnya, tidak diangkat.
Benarkah? Aneh.
Coba kutelepon dia.
Mereka belum bertemu?
Belum.
Kenapa dia tidak mengangkat telepon?
Apa Woo Hyuk pingsan lagi?
Dia sudah minum obatnya hari ini?
Diamlah.
Tunggulah sebentar lagi. Aku yakin tidak ada apa-apa.
Cepat hubungi Pak Kang.
Ini aku. Aku tidak bisa menghubungi Woo Hyuk.
Coba cari tahu di mana dia sekarang.
Kukira Anda pergi.
Bagaimana aku bisa pergi? Kamu menangis seperti itu.
Kenapa kamu kesal sekali?
Aku kesal dan geram.
Dia bilang dia kehilangan 50.000 dolarnya.
Dia bohong. Pasti disembunyikan di suatu tempat.
Tunggu.
Kamu menangis karena uang itu?
Aku senang sekali saat menerima telepon.
Aku senang aku bisa membuktikan bahwa aku benar.
Aku berlari seperti orang gila berharap 50.000 dolar itu kembali.
Entah butuh berapa tahun aku bisa mengumpulkan 25.000 dolar.
Aku bisa menghasilkan itu dengan membuat satu menu.
Siapa yang menjamin aku bisa membuat menu yang cukup populer?
Menghasilkan 5.000 dolar saja sudah sulit.
Aku sedih harus membatalkan rekening tabungan yang masih tiga bulan lagi.
Kamu sangat putus asa.
Aku tidak akan mengikuti pencopet jika aku punya rencana.
Aku menyesalinya berkali-kali setiap hari.
Seharusnya kubiarkan saja. Kenapa aku selalu seperti ini?
Aku juga membenci diriku karena itu.
Jangan takut. Percaya dirilah.
Kamu punya indra perasa yang tajam dan hasrat untuk makanan.
Cobalah dahulu.
Lalu kita bicarakan tentang uang nanti. Ya?
Ibu harus bagaimana?
Byeol menunggumu untuk menonton drama.
Bu, cepatlah pulang!
Ibu batal ke pernikahan dan mengajak Byeol ke teater.
Baiklah, sampai bertemu di teater.
Dia tidak bisa pulang?
Dia baru saja dari kantor polisi.
Mereka akan terlambat jika dia harus ke sini dahulu.
Kamu harus pergi ke pernikahan itu sendiri.
Bibiku akan sangat marah.
Byeol.
Bagaimana jika kita ke acara pernikahan bersama
daripada ke teater?
Aku ingin melihat pertunjukan.
Aku mau ke sana. Ya?
Aku ingin menonton pertunjukan. - Baiklah.
Bagaimana ini?
Aku menemukan Pak Dirut.
Aku baru saja mengirimkan pesan teks kepada Anda lokasinya.
Baiklah.
Sang Cheol.
Ya?
Kamu sedang apa?
Aku sedang ada pekerjaan.
Kamu tidak sibuk, bukan? - Tidak. Ada apa?
Ayah ingin meminta bantuan.
Aku menemukan Woo Hyuk.
Aku akan mengirimimu alamatnya. Temui aku di sana.
Baik, Bu Pimpinan.
"Anda menerima panggilan dari Woo Hyuk"
Bu, Woo Hyuk meneleponku.
Aku akan menelepon Anda nanti.
Kamu di mana? Kenapa tidak menjawab teleponnya?
Kamu tidak sakit, bukan?
Pesanlah minuman dahulu.
Apa karena Nona Eun lagi?
Kenapa dia selalu membuatmu terlibat masalah?
Itu bukan masalah. Kasus pencopetan itu sudah selesai.
Kamu tahu berapa banyak kerugian kita gara-gara dia?
Tiket pesawat dan pemesanan hotel menjadi tidak terpakai.
Itu semua karena kita ingin menghemat biaya saus.
Itu terjadi karena berjalan salah.
Apa pun itu,
aku terus mengecewakanmu. Maafkan aku.
Aku sangat kesal.
Kita tidak bisa ke Hong Kong, tapi kita bisa melakukan apa saja.
Aku akan memaafkan karena kamu tidak berniat begitu.
Terima kasih.
Jujur saja, aku bersyukur kamu di sini.
Aku sangat khawatir karena kamu tidak menjawab teleponku.
Kukira kamu pingsan di suatu tempat.
Karena sudah melihatmu aman, aku lega.
Dia bekerja paruh waktu di pertunjukan drama anak-anak?
Itu yang kudengar. Tidak kusangka naskahnya mendapat investasi.
Naskahnya memang sangat bagus.
Pertunjukan seperti ini harus ditampilkan di panggung.
Bukankah seharusnya kita membantu?
Kamu tahu di mana dia bekerja?
Pak.
Kenapa kamu ke sini?
Astaga, kamu berkeringat.
Astaga.
Kamu demam.
Ya ampun.
Apa kamu bekerja padahal sedang sakit?
Astaga, aku merasa tidak enak. - Hentikanlah.
Tidak apa-apa. Kalian pergilah.
Bersiaplah untuk sesi foto. Waktumu 15 menit.
Jangan pergi. Kamu tidak bisa bekerja seperti ini.
Mereka tidak akan membayarku jika aku tidak ikut sesi foto.
Tetap di sini dan tidurlah sebentar. Kubangunkan kamu 10 menit lagi.
Jangan bergerak. - Ya ampun.
Ayo kita berfoto saat ibumu datang, ya?
Byeol!
Ibu!
Kenapa Ibu lama sekali?
Pasti menyenangkan jika Ibu menonton pertunjukan bersama kami.
Itu sangat menyenangkan.
Maafkan ibu, Byeol.
Kamu bergembira bersama Paman? - Ya.
Kamu pasti bosan menunggu di luar.
Aku kemari secepat mungkin, tapi masih terlambat 20 menit.
Terima kasih, Sang Cheol.
Pemainnya keluar!
Ayo berfoto, Bu.
Itu Pak Kang.
Siapa wanita itu?
Apakah dia keponakannya?
Bolehkah kami berfoto denganmu?
Byeol, berdiri di sana.
Satu, dua, tiga.
Siapa itu?
Sepertinya sangat ramai karena ini akhir pekan.
No comments yet. Be the first to leave one.