نخستین 200 خط.
Satu. Dua. Tiga.
Empat. Lima.
Enam. Tujuh. Delapan.
Sembilan. Sepuluh.
Camille, Emma! Samakan!
Kumohon Tuhan, semoga dia pria yang tepat.
Kumohon Tuhan, semoga dia pria yang tepat.
Kumohon Tuhan, semoga dia pria yang tepat.
Emma...
...ketika ibumu meninggal, aku menangis.
Aku tak tahu bagaimana caranya membesarkan anak kecil.
Babi? Ya.
Tapi kau, dengan semua ide yang ada di kepalamu, aku harus membesarkanmu.
Charles, kau pria yang baik.
Dan dokter yang baik.
Ibu Emma akan tenang jika aku tulus menikahinya.
Ini hadiah pernikahan kesukaan ibumu.
Tolong jangan sampai melupakan kami.
Untuk kesehatan.
Ini Henriette./ Nyonya.
Maukah kau membantu kami membawa semua ini?
Tentu. Biar aku saja, Nyonya./ Terima kasih.
Ada apa, Sayang?
Jangan takut.
Aku harus melepaskan gaunku.
Aku tak bisa melepaskannya sendiri.
Maaf.
Tidurlah, Sayang. Aku tak mau membangunkanmu.
Tetaplah bersamaku.
Seorang pasienlah yang harus menghabiskan waktu di kasur, bukan dokter.
Tapi semua dokter itu suami juga, bukan?
Hanya ketika malam hari, Sayang.
Nikmati harimu.
Makanannya indah, Nyonya.
Terima kasih.
Apa itu untuk dimakan?/ Tentu.
Kau pasti melewati sore hari membuat ini.
Kau seharusnya jangan merepotkan dirimu.
Henriette selalu cepat mengambil buah dari kebun.
Apa itu yang lebih kau mau?
Itu kebiasaan yang sederhana.
Ambilkan buah.
Ada pasien yang belum sembuh hari ini?
Ada penyakit yang aneh?
Penyakit aneh?
Ketika pagi, seorang pasien harus mengeluarkan darah.
Jadi, aku memakai lintah.
Istrinya... membuatkanku jamur dadar yang lezat untuk makan siang.
Oh, lalu ya, ketika sore, ada pasien yang memiliki penyakit aneh.
Aku memeriksa pot kencingnya dua kali, tapi itu masih jadi sebuah misteri.
Nyonya? Tuan Lheureux ada di sini untuk menemuimu.
Oh, seperti yang orang bilang, cantik sekali.
Baik sekali dirimu, tapi aku harus minta maaf.
Tak layak bagiku menerimamu sebagai tamu dengan rambutku yang kusut ini.
Tidak, tidak. Maafkan aku kalau kau jadi malu.
Aku sungguh tak mau menunggu lama untuk menemuimu.
Aku diberitahu bahwa kau adalah wanita yang hebat dalam memilih, dan...
...akulah pria yang melayani wanita sepertimu itu.
Terserah padamu, aku akan menyediakan segalanya.
Aku ke Rouen setidaknya dua kali seminggu.
Benarkah?/ Ya, aku memiliki hubungan dengan:...
..."Trois Frères", "La Barbe d'Or", "Le Grand Sauvage".
Apapun yang kau mau. Novel romantis, coklat, permen.
Lihat ini.
Indah sekali, bukan?/ Ya.
Berapa yang kau mau?
Oh, tak bisa dulu. Aku baru saja datang.
Dan ini, ini... terbuat dari mutiara.
Diukir di kerawang oleh narapidana Barat.
Indah sekali.
Oh, tapi ini terlalu cepat.
Aku mau menunjukkanmu sesuatu.
Hadiah pernikahan dari ayahku.
Indah sekali.
Ada banyak yang harus kita bagi.
Ini, benda yang harus kau miliki.
Ini tenunan dari Aljazair...
...tapi sutranya, entahlah, dari sutra kualitas tinggi.
Sentuhlah, sentuhlah.
Kau pemilih yang hebat sekali!/ Terima kasih.
Malaikat.
Lihatlah. Lihatlah kelap-kelip ini.
Hampir seperti emas. Ini bagai bintang ketika malam, bukan?
Berapa?/ Takkan mahal.
Ini indah, sungguh, tapi ini terlalu cepat.
Aku bahkan belum membicarakan ini pada Charles.
Baiklah, baiklah. Aku paham. Aku akan memberimu majalah mode...
...dan buku kain.
Jangan hiraukan harganya. Aku bisa memberikanmu beberapa.
Bisa dicicil. Aku tahu Charles senang menyicilnya.
Bisa dicicil?
Ya, itu artinya kau bisa membayarnya kapanpun kau mau.
Ini. Indah, bukan?
Maison Lheureux. Dia menjual butik di rumahnya sendiri.
Ini akhir dari desanya.
Kemarilah.
Oh, aku sebaiknya memperkenalkanmu pada Homais.
Dia ahli kimia lokal kami. Dia bekerja di sekitar sini.
Lihatlah bulan apa ini?
Emma! Akhirnya kau kemari juga! Kau cantik sekali.
Selamat datang di Yonville.
Temanku... Tuan Homais, dan Tuan Binet, pemungut pajak kami.
Dan Tuan Leon Dupuis, petugas hukum kami.
Tak heran Nyonya ke sini sejak perjalananmu kemari.
Pindah kemari itu membuatku terhibur.
Aku selalu merasa bosan tinggal di satu tempat.
Aku setuju denganmu.
Bukan aku. Aku senang memakai sandalku dan berada di dekat perapian setiap malam.
Charles, tak ada yang lebih menyenangkan dari menjelajah.
Kau tak bilang kalau kau malah terpaksa duduk terus untuk bekerja.
Kau salah. Aku akan membicarakan yang lain. Tahun lalu, aku berada di Swiss.
Kau tak bisa membayangkan besarnya lembah, atau keindahan danaunya.
Itu membuatku jadi semangat. Aku...
Emma, jangan samakan profesi Leon dengan hatinya.
Dia mungkin memang hanya petugas hukum,...
...tapi di dalam lubuk hatinya dialah pria romantis terakhir di seluruh Prancis.
Oh, tidak, tidak. Ini tak bercanda. Aku cukup yakin itu.
Beberapa hari yang lalu, aku mendengarnya menyanyikan...
...The Guardian Angel di kamarnya, dan dia sungguh menjiwai lagu itu.
Tak ada yang bisa menyenangkan jiwaku selain musik.
Jangan kau juga, Emma! Aku mau kau jadi orang yang bijaksana.
Aku mau menanyakanmu sesuatu./ Benarkah?
Aku mau menunjukkanmu sesuatu di dapur.
Tuan-tuan, jika tak keberatan?
Tuan Binet, bisakah kau mengambilkan rotinya?
Hippolyte ini bekerja di restoran, siang dan malam, membersihkan meja.
Dan dia melakukan semua ini dengan memiliki halangan.
Bukan begitu, Hippolyte? Tunjukkan Nyonya kakimu.
Lihat? Itu mengerikan, bukan?
Maafkan aku.
Emma,...
...sebagai pendukung kemajuan, sudah tugasku menjadikan kota ini yang terdepan.
Itu sebabnya aku butuh kau yakinkan Charles untuk mengoperasi pria malang ini.
Akulah yang harus diyakinkan dulu./ Ini untuk kebaikanmu!
Nyonya, bagaimana menurutmu?
Aku takut aku tak berwenang memberitahu Charles.
Tidak. Tidak, lupakan persetujuan dan pengandaian.
Takkan beresiko, hanya keuntungan.
Kesuksesan.
Pertolongan pasti. Menormalkan pasien.
Tapi yang tak kalah penting, popularitas akan diperoleh dokter bedah.
Segala yang kau katakan itu menarik juga.
Tapi keputusannya tak ada padaku, itu tergantung Charles.
Oh, baiklah.
Tapi kau setidaknya akan membantuku meyakinkannya, bukan?
Kita lihat saja nanti.
Bagus.
Aku belum punya waktu merawat kebun.
Kebunnya akan jadi indah sekali.
Aku yang akan merawatnya.
Kau tak mau ada kolam ikan, mungkin di sini?
Kau punya banyak waktu mewujudkan keinginanmu itu. Sebaiknya masuk sekarang.
Tentunya, itu untuk kebahagiaanmu juga.
Ya. Tapi jangan sekarang, dan jangan ketika dingin begini.
Baik, satu lagi.
Ini yang terburuknya.
Ya. Ya, perlihatkan.
Sebagian sudah selesai.
Tenanglah. Kupikir bagus untuk menutupinya sekarang.
Tidak, tapi itu sekalinya kau berhasil mengoperasi.
Diagramnya rinci sekali.
Ya, kau takkan melihat yang seperti itu, aku yakin itu.
Mereka menggunakan tangan di sini.
Kita semua harus paham kepentingan untuk masa depan dari mesin ini.
Ini adalah simbol dari industri. Ini sebuah prestasi dari mesin.
Perhatikan kalau treadmillnya memberikan keteraturan gerak pada kudanya.
Ini dia, ini dia!
Tapi bentuk dari mesin ini tampak tak menyamankan kudanya.
Kapan hewannya beristirahat?
Seharusnya ada dua kuda yang bergiliran.
Kupikir setiap kota memiliki hiburannya sendiri.
Apa ini hiburan kita?
Di sini bukan di Paris.
Kau pernah ke sana?/ Ya.
Di sana lebih baik dari yang bisa kau bayangkan.
Di sana memperbarui setiap indramu.
Tak ada yang seperti itu di Yonville.
Maaf. Seharusnya aku tak berkata begitu. Kau baru saja datang, dan...
...jujur saja, tak ada yang memberi makan jiwaku di sini kecuali pikiranku sendiri.
Aku merasa bersalah berkata begitu.
Tidak. Rasa bersalah takkan memberimu apapun.
Ketika aku dikirim ke biara untuk pendidikanku,...
...aku memiliki rasa hormat pada... wanita berwajah pucat...
...dengan rosario dan keyakinan mereka.
Aku mau menjadi seperti mereka, tapi tak bisa.
Aku membingungkan diri agar sumpah itu tak terjadi.
Ketika bersyahadat, aku bahkan membuat dosa.
Tidak, waktu itu aku malu.
Aku hanya mau emosi, bukan kedislipinan.
Biarawati yang baik bilang berhenti menunggu panggilanku dan menyuruhku...
...untuk membaca novel romantis dan memenuhi hasrat dari hatiku.
Mereka membuatku muak,...
...tapi setelah itu aku sadar kalau rasa bersalahku telah menjauhiku...
...dari kebahagiaan yang layak kudapatkan.
Dan apa kau sudah menemukan kebahagiaanmu itu di sini?
Maafkan aku. Aku tak mendengarmu masuk.
Charles sedang mengunjungi pasien./ Aku kemari bukan untuk bertemu Charles.
Benarkah?
Apa ada yang bisa kubantu kau sebagai tamuku?
Tak ada. Aku... Kuharap kau mau menemaniku jalan.
No comments yet. Be the first to leave one.