نخستین 157 خط.
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ku merasa kesal sendiri
taigi meibun ni shibirekirashita
di dalam pusaran kegelapan
kujuu no yami to gou no uzu no naka
inilah awal kesepian itu datang
hajimari ni kodoku ha tsukimono sa
bahkan bila musuh hancurkan dinding ini dan masuk
shimensoka demo kabe wo buchiyabure
angin jadi tertarik ke arah itu
kitaihazure kazamuki kakimawase
magma yang mengalir akhirnya bergerak cepat
kasoku shite yuku Magma no kodou
pastikanlah dan terus maju
tashikamete susume
terdengar suara panggilan dari Dewa Kematian
niyatsuita shinigami no yobu koe ga suru
apa kau masih percaya pada dirimu sendiri?
Do you believe yourself?
kuingin lihat awal dan tujuan akhir tersebut
boku ha hajimatta eikou no Goal wo mitai no sa
berlian pedang milikku bersinar
Shiny Sword My Diamond
bersinar karena kesedihan dan keinginan
kanashimi to negai no kesshoutai ni
kita ingin capai tujuan kita masing-masing di tiap cahaya itu
bokura shimei wo chikau sorezore no hikari wo mezashiteku
ku kan terus bangkit hingga saatnya tiba
nando datte tachiagatte boku ha kyou made kitan da
dan inilah saatnya untuk pastikan hal itu
It's Time ikko no inori ga kakumei no kakushou
jadi bersinarlah
saa kagayake
Keberangkatan
Keberangkatan
Keberangkatan
Keberangkatan
Keberangkatan
Keberangkatan
Keberangkatan
Keberangkatan
Keberangkatan
Keberangkatan
Keberangkatan
Keberangkatan
Keberangkatan
Keberangkatan
Keberangkatan
Keberangkatan
Keberangkatan
Keberangkatan
Keberangkatan
Keberangkatan
Keberangkatan
Keberangkatan
Eugeo.
Eh, Eugeo, jangan panik begitu!
Pas hitungan ketiga, kita akan tabrakkan diri ke mereka.
Lalu matikan api unggunnya.
Ya.
Jangan sampai kehilangan tanaman ini.
Pas apinya mati, langsung ambil pedang yang ada di tanah.
Biar aku urus yang paling besar itu.
Ketika sedang kulawan, tolong jauhkan yang lainnya dariku.
Tapi aku belum pernah bertarung pakai pedang sebelumnya!
Cara pakainya mirip kapak kok, ayo!
Satu...
Dua...
Tiga!
Eugeo!
Halau saja tiap mereka mendekat!
Tetap saja sulit.
Begitu, ya. Mereka ternyata tak suka pada cahaya ini.
Jadi, kau benar-benar serius akan menantangku, Ugachi sang pembunuh reptil ini?
Bukan hanya menantang, tapi aku akan kalahkanmu!
Sword Skill:
Sharp Nail!
Kirito, kau tak apa-apa?
Rasanya sakit sekali.
Di dunia virtual, mustahil bisa merasa sakit begini!
Bocah putih Ium bangsat!
Beraninya kau tebas lenganku!
Takkan kubiarkan! Takkan kubiarkan kau!
Rasa hina ini, takkan hilang sampai aku bisa koyakkan dirimu dengan gigiku sendiri!
Aku takut.
Tapi aku harus bergerak!
Kalau tidak, maka kejadian seperti Alice akan terulang lagi.
Matilah!
Kirito!
Kali ini...
...akulah...
...yang akan lindungimu!
Eugeo, larilah!
Eugeo!
Eugeo.
Eugeo.
Bertahanlah! Eugeo!
Saat kecil, kita sudah saling berjanji, 'kan?
Aku, kau, dan Alice.
Kita lahir di hari yang sama, dan akan mati di saat yang sama juga.
Kali ini...
...akan kutepati itu.
Benar. Aku sendiri juga gagal tepati janji itu, tapi...
Matilah!
Jangan sok kau, bocah putih Ium bangsat!
Aku bukanlah seorang Ium!
Aku Kirito sang Pendekar Pedang!
Memangnya kenapa?
Dia juga mungkin termasuk Fluctlight Buatan.
Tapi,
aku tak bisa kalah begitu saja di sini!
Sword Skill:
Sonic Leap!
Kepala ketua kalian sudah kutebas.
Kalau ada yang masih mau melawan, silakan maju!
Kalau tak ada, segera kembalilah ke Tanah Kegelapan!
Bertahanlah!
Selka! Tolong sadarlah!
Kirito? Apa itu kau, Kirito?
Ya, kami datang untuk menolongmu. Kau tak apa-apa?
Ya, aku baik-baik saja.
Ada apa?
Eugeo terluka parah.
Jadi...
Mustahil.
Luka seperti ini...
Kemampuan Seni Mulia milikku takkan cukup.
Sekalipun mustahil, tetap harus dicoba.
Kau ini adiknya Alice, 'kan?
Aku takkan bisa menyamai kakak.
Yang bisa kusembuhkan paling hanya goresan kecil.
Eugeo datang untuk menolongmu, Selka. Bukan Alice!
Dia datang demi kau seorang!
Memakai Seni Penyembuh biasa akan makan waktu lama.
Jadi, harus coba pakai Seni Mulia yang bertingkat tinggi.
Kirito, aku akan butuhkan bantuanmu.
Baiklah. Katakan saja, akan kulakukan.
Berikan tangan kirimu.
Kalau sampai gagal, nyawa kita berdua mungkin akan berada dalam bahaya.
Kau sudah siap, 'kan?
Kalau itu terjadi, pertaruhkan saja nyawaku seorang.
Aku siap kapan pun.
System Call.
Transfer Human Unit Durability.
Right Hand Self to Left.
Jadi, nyawaku dan nyawa Selka dikirim ke Eugeo?
Kirito? Kau masih tak apa-apa, 'kan?
Tak masalah, kok.
Terus. Terus kirimkan nyawaku ke Eugeo.
Kirito, Eugeo, aku akan nantikan kalian, sampai kapan pun itu.
Kunantikan di puncak Katedral Sentral.
Aku akan selalu menanti kalian berdua.
Kau...
Kirito?
Lima puluh!
Bagaimana kondisi lukamu, Eugeo?
Ya, setelah istirahat satu hari penuh, aku langsung sembuh total.
No comments yet. Be the first to leave one.