نخستین 172 خط.
..:: Diterjemahkan oleh _ ::..
..:: Diterjemahkan oleh I_ ::..
..:: Diterjemahkan oleh I ::..
..:: Diterjemahkan oleh I_ ::..
..:: Diterjemahkan oleh Ib ::..
..:: Diterjemahkan oleh Ib_ ::..
..:: Diterjemahkan oleh Ib ::..
..:: Diterjemahkan oleh Ib_ ::..
..:: Diterjemahkan oleh Ibr ::..
..:: Diterjemahkan oleh Ibr_ ::..
..:: Diterjemahkan oleh Ibr ::..
..:: Diterjemahkan oleh Ibr_ ::..
..:: Diterjemahkan oleh Ibra ::..
..:: Diterjemahkan oleh Ibra_ ::..
..:: Diterjemahkan oleh Ibra ::..
..:: Diterjemahkan oleh Ibra_ ::..
..:: Diterjemahkan oleh Ibrai_ ::..
..:: Diterjemahkan oleh Ibra_ ::..
..:: Diterjemahkan oleh Ibra ::..
..:: Diterjemahkan oleh Ibrah_ ::..
..:: Diterjemahkan oleh Ibrahi_ ::..
..:: Diterjemahkan oleh Ibrahi ::..
..:: Diterjemahkan oleh Ibrahi_ ::..
..:: Diterjemahkan oleh Ibrahim_ ::..
..:: Diterjemahkan oleh Ibrahim ::..
..:: Diterjemahkan oleh Ibrahim_ ::..
..:: Diterjemahkan oleh IbrahimK_ ::..
..:: Diterjemahkan oleh IbrahimKh_ ::..
..:: Diterjemahkan oleh IbrahimKh ::..
..:: Diterjemahkan oleh IbrahimKh_ ::..
..:: Diterjemahkan oleh IbrahimKh ::..
..:: Diterjemahkan oleh IbrahimKh ::..
IDFL™ Member Tapi bukan Subscrew
Season 03 Eps.03 The Break Up
Lihat, kunci untuk membobol pintu...
...adalah sabar... Ah, sial, aku menjatuhkan...
Bisakah kau... Ambilkan saja.
Berikan itu! Bagus.
Lihat, saat kubilang.. klik!
Aku tahu, seperti itu, terbuka.
Baik, jika kalian mau manahan...aah!
Ow! Sialan!
Bisakah kalian... oof!
Jika kalian mau mie,
...mampirlah pada jam kerja.
Oh, kau bercanda? Gary!
Aku sedang di bagian dimana putri duyung...
...jatuh cinta pada bocah itu.
Kita tidak membicarakan putri duyung.
Kita bicara tentang tugasmu menghabisi mereka. Lihat!
- Lihat? Dia. - Hai.
Sial, Gary. Lihat, tugas ini sudah cukup sulit tanpa...
Mencoba merusak pintu sementara ada kunci dibawah keset?
- Uh, maaf mengganggu... - Tidak, tahan, kawan.
Dengar, kau tahu, Gary? Aku muak dan lelah...
dengan sikap sok tahumu, dan kalimat indahmu,
dan bacaanmu.... dengan matamu!
Kau preman buaya terburuk.
Yeah... Kalian banyak berbicara, jadi...
Jangan, jangan pergi. Aku mau kalian mendengar ini.
- Oh, ya? - Fung...
Aku lelah dengan semua cercaanmu.
Rasa kurang pedulimu...
Apa lagi?
Dan pengucapanmu yang salah pada namaku.
- Apa? - Yang benar "Gah-ri."
- "Gah-ri"! - Oh, ya, Gah-ri?
Jadi, kupikir aku punya solusi untuk masalahmu.
- Aku juga. Aku berhenti! - Kau dipecat!
- Aku berhenti. - Kau dipecat.
- Tidak, Aku berhenti. - Kau tidak bisa berhenti,
- Karena kau dipecat. - Aku dipecat?
- Tidak, kau dipecat. - Tidak, bagaimana bisa? Aku pemimpinnya.
Um.. aku akan maju dan melawan kalian sekarang.
Hah? Oh! Ya ampun... Maafkan aku, sungguh.
Semuanya, selain Gary... Serang!
- Ups. - Apa?
Ow!
Semuanya, selain Gary... Mundur!
Hei, terimakasih untuk...
Kenapa kita tidak masuk untuk... segelas teh?
Kuharap aku bisa.
Tapi jangan biarkan ini menghentikan, kalian tahu...
Mau kemana? Kau tidak bisa meninggalkanku...
- ...dengan buaya ini. - Maaf, Ayah. Aku ada ronda malam.
Ini penting, kau tahu, aku...
Pendekar Naga, Aku tahu, aku tahu.
Tn. Celana Besar selalu punya hal penting untuk dikerjakan.
Terimakasih sudah memahami.
Uh, senang bertemu denganmu, Gah-ri.
Kau juga. Uh, dah, Ayah!
Dua, tiga...
Ayah! Ayah...
Gah-ri?
- Ayah, sedang apa Gah-ri di belakang sini? - Belakang mana? Dia tidak pernah pergi.
Jujurlah, meskipun aku ini buronan negara.
Kau membiarkannya memasak sup? Di dapurmu?
Dengan centongmu? Kau bahkan tidak mengijinkanku menyentuhnya.
Ini fantastis. Kau benar-benar alami, Gah-ri. Alami.
Dia mempunyai kaldu di darahnya, dan mie dalam jiwanya.
Aku tidak yakin. Suapi aku.
- Tambahkan garam. - Oh, saran bagus.
Aku selalu menerima kritik yang membangun.
Tidak seperti cercaan yang kudapat dari Fung.
Tenanglah.
Kenapa kau tidak istirahat,
- ...dan menunggu di salah satu meja? - Trims, Tn. Ping.
Aku tidak tahu apa yang harus dilakukan tanpamu.
Oh, Gah-ri.
Ayah, mengapa kau membiarkannya bekerja denganmu?
- Dia itu Preman Buaya. - Pernah. Dulunya.
Dulunya itu kemarin!
Sekarang kau membolehkannya menyentuh centongmu.
Gah-ri sudah berubah, Po.
Dan kau terlihat cukup tenang saat meninggalkanku sendiri...
...bersamanya semalam, jadi kau bisa melakukan tugasmu.
Oh, baiklah, dia sedang bingung, jadi kupikir dia akan...baik-baik saja.
Tapi jangan pikir aku tidak...
...mengawasinya, karena akan kuawasi.
Setelah aku... ow!
Aku senang kau menikmati dagingnya.
Beritahu aku jika ada sesuatu,
...apapun, yang bisa kulakukan untuk kalian.
Baiklah, bisakah kau menyarankan menu?
- Oh, kau tahu seberapa enaknya... - Aku bicara pada Gah-ri.
- Oh. Maaf. - Aku sangat merekomendasikan bola-bola kelapa .
- Oh, tapi pinggangku. - Ny. Yoon, kalau aku boleh jujur,
...kau terlihat langsing dan seksi.
Akan kubawakan pesanannya. Hanya antara kita berdua.
Oh, kau.
Tadi itu menu paling mahal,
...dan telah terjual lima hari ini.
Aku tidak yakin bisa bekerja tanpanya.
Hebat.
Ayah! Ayah!
- Apa, Po? Ada apa? - Apa yang terjadi dengan kamarku?
Oh, Gah-ri sedikit menatanya saat dia pindah kesini.
Menurutku ini terlihat lebih baik.
- Ventilasinya terasa luas. - Gah-ri pindah ke kamarku?
Uh, nak. Kau 'kan tinggal di kuil Jade.
- Aku tidak berpikir kau akan... - Dimana Action Figure -ku?
Wow. Dia membungkusnya.
Dan melipatnya. Dan mengenyamnya.
Yah, ini bagus. Kupikir...
...Gah-ri benar-benar merubah hidupnya
Yah, dia tidak mencuri apapun minggu ini.
- Mengagumkan sekali. - Aku senang kau juga menyukai Gah-ri, Po...
...karena ada yang mau kukatakan padamu.
Aku mengadopsinya.
Ayah? Ayah!
- Ayah, bisakah kita bicarakan ini? - Uh, Po. Kita bisa bicarakan nanti.
Sejak saudaramu tiba disini,
...Aku tidak bisa berpaling dari para konsumen.
Sini, biar kubantu... Ayah.
- Oh, Po, kau tahu aku... - Maaf mengganggu,
...tapi jika kita tidak membereskan mejanya,
...kita tidak akan siap untuk rombongan makan malam.
Dia benar-benar pekerja keras.
Oke, dengar semuanya.
Berhubung si tukang-tidak-tahu-terimakasih Gary pergi,
...jadi aku membutuhkan kaki tangan baru.
Kaki tangan tersebut...
- Baiklah. Jadi ini yang... - Um, apa itu tak-tahu-terimakasih?
Oke, baiklah. Kau tahu, itu seperti... um, oke...
...itu semacam seseorang yang tidak tahu terimakasih. Paham? Itu dia.
- Jadi dari yang kulihat... - Apakah itu akan jadi tak-tahu-terimakasih ?
Ngomong-ngomong. Aku, mendesain sebuah skenario...
...untuk mengetes reaksi kalian dibawah tekanan, jadi..
...Skenario!
Baiklah, kalian baru saja keluar dari toko...
Kalian baru saja merampok, oke?
Saat kalian melihat dua sosok dibawah cahaya rembulan...
No comments yet. Be the first to leave one.