نخستین 200 خط.
Diproduksi oleh KIRIN PRODUCTIONS
Tiang infusnya disana, berbaringlah jika sudah siap.
Uh, baik.
Tapi aku tidak...
Oh, Aku akan membantumu.
Lewat sini.
Terima kasih.
- Kau sendirian malam ini? - Ini hari terakhirku jadi...
Tunggu sebentar.
Sebelah mana?
Lutut kanan.
Lutut kanan. Biar kutarik celananya.
Kau sudah lama berenang?
Ya?
Grafiknya menjelaskan kalau kau berolahraga.
Oh, benar. Saat kau tua.
Tidak banyak pilihan yang dapat kau pilih dengan lutut lemahmu.
Panasnya akan segera terasa.
Oke.
Kakimu sangat cantik.
Mungkinkah itu karena berenang?
Tidak ada yang bisa menebak usiamu dari belakang.
Berapa, seberapa lama lagi?
Maaf jika aku membuatmu tidak nyaman.
Oh, Aku hanya penasaran. Ngomong-ngomong aku harus pergi.
Aku mengerti.
Sembilan menit lagi.
Maaf karena sudah membuatmu bekerja di hari minggu.
Kerja tetaplah kerja.
Dan kau tidak keliatan tua sama sekali.
Kenapa kau tertawa?
Aku ingat pernah mengatakan kebohongan yang serupa pada orang tua.
Itu tidak bohong.
An Old Lady
Kenapa kau keluar sendirian? Aku bisa membantumu membawanya.
Atau jangan-jangan kau ingin memberitahuku untuk berenang tanpamu?
Dasar kau!
Aku hampir saja mengecewakanmu.
Apa maksudmu?
Aku hampir memutuskan untuk melewatkan hari ini untuk menjemputmu lebih awal.
Jalanmu jadi begitu cepat.
- Apa kau mencari sesuatu? - Ya, tapi aku akan menyusulmu.
Astaga.
Aku tidak percaya sedang bicara dengan seorang penyair puisi.
Aku penasaran dimana bukunya.
Itu tatakan kesukaanku.
Jadi dokter bilang tidak perlu ada penanganan lebih lanjut?
Benar.
Kukira mereka sehebat yang orang katakan.
Aku masuk dulu, Pak Han.
Dengar.
Bisakah kau berhenti memanggilku Pak Nam?
Apa kau lebih suka dipanggil Pak Bos?
Toko Buku Sarang
Halo, pak!
Oh, halo.
Bukankah kita kehabisan pasta gigi?
Punyaku belum habis.
Tuan Nam, apa kau sudah makan obatmu?
Ah, Aku lupa.
Benar-benar seorang fashionista.
Apa?
Kaus kakimu.
bukankah umumnya kaus kaki fashionista sejati itu tidak seragam?
Kaus kaki usang diatas tali jemuran.
Mentari bersinar di tetesan air matanya.
Dari puisimu.
Oh.
Siap untuk pulang?
Aku tidak tahu kau membaca buku-ku.
Kau yakin tidak mau ke UGD?
Ya.
Kau juga tidak banyak makan. Apa kau merasa ada yang sakit?
Aku merasa baikkan sekarang. Tidurlah.
Kubuatkan kau teh madu.
Kemarilah dan minum.
Pergelangan tanganmu kenapa?
Seorang perawat canggung saat menyuntikan jarum.
Oh, astaga.
Ingat saat aku membuatkan ramyeon untukmu?
Saat aku masih menjadi perawatmu di rumah sakit.
Jika saat itu kita ketahuan oleh perawat itu, aku bisa dipecat.
Dan kita takkan ada disini.
Aku akan melacakmu.
Membujukmu untuk bekerja di toko buku milikku.
Kenapa kau berfikir begitu?
Pak Nam.
Kupikir aku harus melaporkan perawatnya ke polisi.
Kenapa?
Apa karena dia canggung menggunakan jarum?
Kau mau ikut denganku?
Bagaimana kalau membaca sesuatu?
Kenapa kau memulai bisnis toko buku?
Bukankah perpustakaan lebih bagus untuk membaca? Kau mampu melakukannya.
Saat itu Ibunya Hyeon-su.
Kutanya mana yang dia suka.
Menjadi pemilik usaha ayam goreng, restoran atau toko buku.
Dia memilih toko buku.
Dia sangat mengenalmu. Dia tahu bakat apa yang tidak kau punya.
Aku suka nama tempatnya.
Toko Buku Sarang?
Itu nama pemiliknya sebelumnya.
Nomor 358?
Tolong formulirmu?
Apa?
Ada formulir di sebelah sana.
Serahkanlah kemari setelah kau mengisinya
Tapi kami sudah lama menunggu.
Datanglah langsung padaku. Akan kuambilkan untukmu
Terima kasih.
Permisi!
Apa anda korbannya?
Ya, aku.
Kalau begitu kau perlu mengisi laporan pengaduannya sendiri.
Baik.
Bisa kau ambilkan aku sesuatu yang hangat untuk di minum?
Tentu.
Kau mau minum apa?
Sesuatu yang hangat.
Jenis Kejahatan: cth. Pemerkosaan.
Hei.
Ada apa?
Sudah selesai.
Sudah?
Jadi sekarang apa?
Seorang detektif akan menangani kasus ini dan menelponku.
Menelponmu?
Hari ini? secara langsung?
Aku mengerti.
Pernikahan muridmu minggu ini, Kurasa aku harus melewatkannya.
Kenapa?
Apa karena Hyeon-su?
Jangan hiraukan dia.
Itu akan membuatku tidak nyaman.
Mari potong rambutmu.
Kau harus tampak bersih dan rapi untuk acara itu.
Baiklah.
Kau bisa melakukannya?
Kau memotong rambutku saat aku masih menjadi pasienmu.
Kau akan menjadi seorang guru dan seorang penghulu.
Kita harus menyewa seorang profesional.
Dan kau tidak ingat namanya?
Dua orang melapor untuk bekerja pada malam itu.
Seorang siswi perawat dan seorang fisioterapis.
Hmm.
Sebagian besar perawat bekerja di lantai dasar.
Ini dia fisioterapis-nya.
Lee Joong-ho, Dia mendapat shift kerja hingga besok siang.
Ah.
Apa?
Kau mengenali namanya?
- Pria ini punya catatan kriminal? - Tidak pak.
Apa, lahir pada 1984?
Berapa umurnya?
Umurnya 29 tahun, tahun ini.
Bajingan gila.
Dia sebenarnya adalah seorang asisten perawat.
Sebagian dari mereka ditugaskan sebagai ahli fisioterapis.
Kepala perawat bilang dia merupakan salah satu staf yang paling ramah.
Omong kosong. Keramahannya sudah melebihi batas.
Permisi?
Apa menurutmu itu pantas?
Itu salah besar.
Dan Pak Nam.
Apa hubungan anda dengan si pelapor?
Sepertinya kalian bukan suami istri.
Apa hubungannya dengan kasus ini?
Sepertinya kau mempunyai peran sebagai walinya.
- Pak Nam sudah... - Kami tinggal bersama.
Aku mengerti.
Sekian untuk hari ini.
Akan kuhubungi lagi setelah mendapatkan pernyataaan dari staf dan Pak Lee.
Ayo pergi sekarang. Dia sedang bertugas?
Ya, dia sedang bertugas.
Tunggu!
Pak Nam sudah lama mengajar dan punya banyak kenalan disini.
Ya, tentu.
Karena ini bukan kasus pembunuhan, maka takkan ada reka adegan.
Tolong siapkan mobilnya.
Baik, pak.
Apa kau punya barang bukti?
seperti pakaian dalam dengan sperma?
Ya, aku punya.
Nikmatilah waktumu.
Jangan tunggu aku. Aku akan naik bus.
Aku akan tunggu disini.
Ini!
Bajingan itu pelakunya, kan?!
Kau membuatku sakit.
Maaf.
Ini akan membaik.
Pergilah dan buka tokonya.
Kita harus buka tepat waktu atau akan mendapat keluhan.
Berjanjilah kau akan langsung pulang dan beristirahat.
Ngomong-ngomong...
Apa ada anggota keluargamu yang harus tahu soal ini?
Tidak.
Hai, nyonya.
Dalam perjalanan keluar? Sepertinya aku tidak melihatmu di kolam?
Sepertinya kau tidak sedang mencari pelatih.
No comments yet. Be the first to leave one.