هماهنگ با نسخه‌های زیر

편편의점 샛별이 Backstreet Rookie S01E06 WEB-DL [Pahe in]
ناشر Zizzz
Ep 06 (BEBAS IKLAN) Durasi 59:52 | Cocok untuk yang download di pahe.ph (pahe.in) resolusi 480p

برچسب‌ها

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
تاریخ انتشار: 2020-08-14
تعداد دانلود: 27
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

[Dia bukan sekadar pekerja paruh waktu bagi kami Dia jimat keberuntungan kami]

Cabang Shinseong-dong, Jongno-gu. Ini tempatnya.

Apakah dia tidak apa-apa?

Apa dia mati? Kenapa kau memukul kepalanya?

- Ayo lari. Cepat! - Sial!

Kamera CCTV tak merekam kita, 'kan?

Tidak mungkin.

- Melelahkan. - Kenapa kau memukul kepalanya?

- Kau menyuruhku memukulnya dengan keras. - Terserah. Ayo kita pergi.

Tidak ada CCTV di sekitar sini, 'kan?

Bodo amat! Ayo kita pergi.

- Ayo. - Terserah.

Tunggu.

Hei! Saet-byul!

Saet-byul! Jung Saet-byul!

Sadarlah, Saet-byul!

Hei!

Kau baik-baik saja? Apa yang terjadi?

Apa? Apa maksudmu?

Kau tak ingat? Kau pingsan di sini.

Aku sedang membersihkan meja

dan kepalaku...

Kepalamu? Kepalamu kenapa?

- Kepalamu sakit? - Perutku!

Perutmu sakit?

Kau baik-baik saja? Bagaimana sakitnya?

Halo, apa ini layanan darurat? Aku menelepon dari toserba.

Dia menderita acute appendicitis, biasanya disingkat AA.

Apa penyakitnya serius?

- Bisa beri tahu aku apa itu? - Sakit!

Itu artinya usus buntunya

mengalami peradangan.

- Dia menderita radang usus buntu? - Ya.

Kau bisa mengatakannya dari awal.

Kau tampak tak asing.

- Aku? - Ya.

Aku sering mendengarnya.

Sakit!

Kepalanya yang dipukul,

tapi kenapa usus buntunya yang kambuh?

Ada benjolan kecil di kepalanya. Aku akan melakukan pindai CT untuk itu.

Pokoknya dia menderita radang usus buntu.

Perawat,

- bersiap untuk operasi. - Baik, Dokter.

Apa? Operasi? Tidak!

Saet-byul, kau menderita radang usus buntu.

Kepalamu terbentur, tapi kau menderita radang usus buntu. Kau baik-baik saja?

Di mana usus buntunya? Kenapa sakit sekali?

Tentu saja sakit. Ini radang usus buntu. Kau harus dioperasi.

Kenapa setelah kepalamu dipukul, kau menderita radang usus buntu?

Siapa yang menelepon selarut ini?

Halo?

Apa?

Saet-byul?

Astaga. Aku akan ke sana sekarang.

Astaga,

seharusnya aku lebih memperhatikan saat dia bilang perutnya sakit.

Bangun.

Bangun. Kita harus pergi ke toserba.

Ayo, cepat.

Aku pernah melihat anak-anak ini.

Di mana?

Mereka mengganggu pacarku di bar.

Tapi tunggu,

Saet-byul yang menyelamatkan pacarku saat itu.

Mereka kembali untuk balas dendam?

Mungkin saja.

Kau yakin itu gadis-gadis ini?

Mereka memakai tudung dan masker. Jadi, wajah mereka tak jelas.

Aku yakin itu mereka.

Aku bertemu mereka saat mereka kabur.

Aku melihat wajah mereka saat tudung mereka dicopot.

Wajah mereka sangat unik. Jadi, aku ingat. Itu mereka.

Kalau begitu, kita periksa kamera CCTV di sekitar toserba.

- Aku pamit. - Terima kasih.

Ya, Ibu?

Operasi Saet-byul berjalan lancar.

Kini dia di bangsal.

Syukurlah.

Kau akan datang ke rumah sakit?

Ya, tunggu aku. Aku akan segera ke sana.

Kurasa beginilah rasanya digendong.

Aku juga digendong.

[Yeon-joo, aku sungguh terpaksa menggendongnya saat itu.]

Saet-byul,

kau baik-baik saja?

- Pak Choi, - Ya?

Aku mau ke kamar mandi.

Gendong aku.

Apa? Gendong? Tidak.

Tidak. Pokoknya tidak.

Aku pasien! Tolong gendong aku.

Tidak, masa bodoh kau pasien.

Tidak! Aku takkan pernah melakukan itu lagi.

Aku takkan pernah menggendongmu lagi.

Aku sudah tidak tahan! Tolonglah!

Tidak, aku sungguh tak bisa!

Pokoknya tidak.

Hei! Kau... Hei!

Turun!

Turunlah!

Astaga!

Yeon-joo?

Sudah kubilang aku tak mau digendong.

Apa? Kau yang memintaku!

Yeon-joo, aku tak berniat menggendongnya. Hanya saja...

Tidak apa-apa. Aku memahamimu, Dae-hyun.

Tidak apa-apa?

Kuharap kau juga akan memahamiku.

Tentu saja. Aku selalu memahamimu.

Aku membawa seseorang untuk menggendongmu.

Aku? Siapa?

Tasmu?

Ini...

Kau tahu ini apa?

Darah!

- Maafkan aku, Dae-hyun. - Astaga.

Jantungku...

Astaga.

Tidak, masuklah.

Kembali ke tubuh.

Tidak, ini tak mungkin.

Yeon-joo, apa aku sudah mati?

Dae-hyun,

naik ke punggungku.

Tidak.

- Ya, begitu. - Tidak!

- Bagus. Ayo. - Tidak!

Yeon-joo, bantu aku. Aku tak mau pergi.

Tidak mau!

Astaga, tidak mau!

Kau tidak mau apa?

Saet-byul,

apa aku baik-baik saja?

Kau tak enak badan?

Kau seharusnya bertanya apa aku baik-baik saja. Aku yang dioperasi.

Aku bermimpi.

- Kau bermimpi? - Ya.

Kau ingat apa yang terjadi kemarin? Kau baik-baik saja?

Ya. Siapa yang memukul kepalaku?

Aku melaporkan ini ke polisi.

Jadi, mereka akan menangkap mereka.

Menurutmu kenapa aku menderita radang usus buntu?

Entahlah. Tanyakan saja kepada usus buntumu.

Kurasa kau tak bisa bertanya lagi karena usus buntumu sudah hilang.

- Bagaimana dengan toserba? - Jangan khawatir.

Pikirkan dirimu sendiri agar cepat sembuh.

Aku tak bisa seperti itu.

Aku tak mau merepotkanmu.

Ini sama sekali tak nyaman.

Kau terluka saat bekerja di tokoku.

Aku akan membayarmu dua kali lipat dan membayar biaya rumah sakitmu.

- Sungguh? - Tentu saja.

Kau takkan menarik ucapanmu, 'kan?

Tentu saja. Aku hebat, 'kan?

Luar biasa!

Ini seperti liburan impian bagiku.

Kurasa ini liburan rumah sakit.

Apa kepalamu baik-baik saja?

- Ada benjolan kecil di kepalamu. - Benjolan?

Kurasa sudah hilang. Aku baik-baik saja.

Hasil pindai CT-nya baik-baik saja, jadi, itu bagus,

tapi ini menarik. Tengkorakmu seperti helm.

Apa ini anti peluru? Boleh kusentuh?

Jika kau di sini, siapa yang menjaga toserba?

Sudah ada yang bersenang-senang di tokoku.

Apa?

Kakakku.

Selamat datang, Pak.

Ini kali pertamaku

melihat wanita yang cantik pekan ini.

Tidak mungkin.

Ada banyak wanita cantik di Paris.

Mataku hanya bisa melihat

satu wanita.

Nona?

Sayang!

Aku sangat merindukanmu! Sayangku!

Tunggu.

Bagaimana kau bisa begitu cantik hanya dalam sepekan?

- Sayang, - Ya?

Kita tak bisa melakukan ini di sini. Dae-hyun akan segera kembali.

Cepat.

- Di sini. - Ini cukup besar.

Tunggu. Ini belum kedaluwarsa.

Tidak apa-apa, akan segera kedaluwarsa.

Bagaimana kau tahu aku ingin susu hari ini?

Anak yang manis!

Kau belum pernah mencoba ini, 'kan?

- Bungkus ini juga. - Astaga.

Aku suka ini.

- Sudah penuh. - Tutup!

Kau di sini, Kakak Ipar.

Lama tak bertemu, Dae-hyun.

Kopermu tampak sangat berat.

Aku baru kembali dari Paris. Jadi, koperku sangat berat.

- Paris? - Ya.

Paris. Ya.

- Banyak tas bermerek. - Tas desainer?

- Benar. - Chanel.

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left