نخستین 198 خط.
Sampai kapan aku harus jadi 'mantan penulis hantu?'
Jika kau berhenti jadi 'mantan penulis hantu',
tak akan ada orang yang mau membeli novelmu.
Aku menulis sebuah novel.
Kami tak bisa menerbitkan novelmu.
Kau sudah tak bisa menulis lagi, kan?
Aku berikan ini kepadamu.
Apa ini?
Itu adalah data dari novel terbaruku.
Lagipula sudah tak ada penerbit lagi
yang mau menerbitkan novelku.
Aku baca naskahmu, sensei.
Kuharap itu membantu.
Tidak.
Sayang sekali... Apakah itu membosankan?
Apakah menurutmu aku harus memakainya menggunakan namaku?
Kurasa kau tak akan melakukannya.
Tapi akan lucu jika kau melakukannya.
Lucu?
Menurutmu tidak?
Jadi...
Apa kau mampu menulis...
novelmu sendiri?
Tidak.
Ini pasti sulit bagimu.
Sebenarnya, aku kemari untuk mengembalikan ini kepadamu, tapi
aku akan putuskan apa yang akan kulakukan dengan ini sekarang.
Aku yakin kau tak keberatan...
karena kau sudah berikan ini padaku.
Aku pergi dulu.
Siapa pembaca di dalam pikiranmu saat kau menulis?
Untuk novelnya...
Siapa pembaca di dalam pikiranmu saat kau menulis novel?
Para pembaca novelku.
Pembaca yang banyak jumlahnya yang tak kau tahu wajahnya?
Iya.
Itulah sebabnya...
Tulisanmu sepertinya untuk menyanjung para pembaca.
Menyanjung?
Itu cukup menarik untuk dibaca, tapi ada sesuatu yang hilang.
"Kepala Editor mengagumkan yang memimpin masa depan industri penerbitan".
"Dia memberi angin segar yang mengubah iklim perusahaan yang konservatif".
Kepala Editor, ini sangat hebat! Anda diliput sebanyak 4 halaman artikel berwarna.
Mungkin mereka tak punya bahan lain untuk ditulis.
Hei kalian, apa kalian sudah baca ini?
Belum./Belum.
Pastikan kalian baca komentarnya Kepala Editor.
Dan juga... Ada naskah untuk penghargaan penulis pendatang baru...
Periksa ini semua, oke?
Baik.
Baca semuanya, oke?
Kawahara-san.
Kenapa hari ini kau kemari?
Aku punya sebuah janji dengan Kepala Editor Kanzaki.
Dengan Kepala Editor?
Ini adalah naskahnya Touno-sensei...
Maukah anda membacanya?
Untuk apa?
Aku ingin anda menerbitkannya.
Kau kan sudah tahu kalau ini...
Dia sudah menipu masyarakat dengan menggunakan seorang penulis hantu dan
menyebabkan kerusakan serius di industri penerbitan. Tak akan ada yg mau membantu dia untuk bangkit kembali.
Lagipula, itu hanya akan membuat sedih para pembaca.
Setelah membaca novel ini...
Aku tak bisa bergerak sebentar.
Jantungku bergetar.
Ini akan terbuang sia-sia jika tak diterbitkan.
Tapi, kami tak menerbitkannya, karena kami tak bisa.
Aku mengerti.
Meskipun begitu,
anda tetap harus membacanya.
Permisi.
Kawahara-san?
Bagaimana perkembangan naskahmu?
Aku masih belum bisa kembali menulis.
Aku minta maaf.
Baiklah.
Aku akan beritahu mereka untuk menunda jadwal penerbitannya.
Aku gagal sebagai seorang profesional, iyakan?
Tidak, aku yang gagal sebagai seorang editor.
Tahu kalau kau tak bisa menulis,
aku tetap menekanmu dengan kata-kata kasarku.
Aku benar-benar minta maaf.
Sama sekali tidak.
Umm... Apa kau masih tetap berhubungan kontak dengan Touno-sensei?
Oda-san... Jika kau baca novelnya Sensei,
aku yakin kau akan merasakan hal yang sama.
Kau sudah memaafkan Touno-sensei?
Aku tidak menaruh dendam dengan hasil karyanya.
[Kanzaki Yuji - Kepala Editor mengagumkan yang memimpin masa depan industri penerbitan]
[Dia memberi angin segar yang mengubah iklim perusahaan yang konservatif]
Masuk.
Maaf sudah mengganggu.
Ada apa?
Maaf, tapi
aku ingin bicara dengan anda, Direktur Pelaksana Senior.
Aku tahu kita tak bisa menerbitkan karya Touno sensei,
Tetapi... Apakah ada jalan lain untuk melakukan itu?
Kita hanya akan mengambil resiko jika kita menerbitkan novelnya sekarang.
Bagaimana caramu untuk menghasilkan keuntungan?
Aku ingin mengajukan rencana kalau kita biarkan dia menulis novel bersama dengan Kawahara Yuki.
Menulis bersama?
Iya.
Kolaborasi antara seorang mantan "Ratu Sastra" dan penulis hantunya...
Akan menciptakan sebuah sensasi dan pasti menguntungkan.
Apakah kau mengkonsultasikan hal ini dengan Kanzaki?
Tidak.
Bagaimana menurut anda?
Aku minta maaf kepadamu, bahkan dengan ide menulis bersama.
kami tak bisa menerbitkan novelnya Touno Risa.
Ini, aku punya naskah Touno Risa
yang masih belum diterbitkan.
Ibu bisa membacanya kalau ibu mau.
Novelnya siapa ini?
Touno Risa.
Novel jenis apa yang dia tulis?
Hah?
Touno Risa...
Ibu tidak tahu?
Aku tidak tahu.
Iya.
Aku Oda, dari penerbit Shunpo.
Aku ingin membicarakan sesuatu dengan anda.
Bisakah kita bertemu besok?
Terima kasih sudah datang.
Aku tak menyangka kau akan telpon aku.
Aku juga tak mengira akan bertemu lagi dengan anda.
Lalu kenapa kau ingin bertemu denganku?
Aku membaca "Dear My Love."
Itu sangat brilian!
Tetapi... Kami tak bisa menerbitkannya di perusahaan kami.
Apa yang ingin kau bicarakan?
Maukah anda menerbitkan novel kembali?
Bukankah tadi kau bilang kau tak bisa menerbitkan novelku?
Bagaimana kalau menulis bersama dengan Kawahara-san?
Apa maksudmu?
Penerbit yang terkenal tak bisa menerbitkan novel anda.
Jadi, kenapa kita tak menerbitkan buku anda melalui penerbit swasta yang lebih kecil?
Omong kosong macam apa ini?
Aku yakin ini akan menjadi hit!
Mungkin orang akan membelinya karena penasaran.
Jika bukunya laku, sudah jelas itu adalah sebuah keberhasilan.
Penerbit akan mencari anda, jika mereka sadar anda menguntungkan.
Jika isi novelnya sangat berharga,
anda akan kembali memikat para pembaca anda lagi.
Sensei, kumohon.
Sensei, kau bilang... novelku memuji-muji.
Jadi, aku menyadari sesuatu.
Di masa lalu... bukannya pembaca yang wajahnya tidak aku tahu,
aku biasa menulis untuk pembaca yang bisa aku gambarkan.
Misalnya... keluargaku dan pacarku.
dan yang lebih dari segalanya... kamu, sensei.
Aku ingin kau membaca dan
memuji novelku.
Karena itulah aku menulis.
Aku ingin menulis untukmu.
Aku minta tolong kepadamu, kumohon.
Nanti judulnya harus...
"My False Life."
Novelnya mungkin akan membuat orang mengira seperti saat aku menjadikanmu seorang penulis hantu.
Di satu sisi... Itu adalah novel pengakuan.
Kita akan membuatnya seperti itu, tapi sebenarnya nanti akan jadi sebuah drama manusia yang mendalam.
Ada dua sisi dalam cerita ini.
Yang satu akan jadi sudut pandangmu.
Yang lainnya dariku. Ceritanya akan menjadi seperti itu.
Bagaimana menurutmu?
Bagus!
[Untuk memulainya, kehidupanku bukanlah milikku]
[Aku ingin memulai kembali kehidupanku dari awal]
[Aku harus berhenti sebelum semuanya jadi tak terkendali]
[Kukira dia tak akan menjadi sebuah ancaman]
[Mereka bilang padaku aku tak bisa menerbitkan novel dengan namaku]
[Sebagai seorang penulis, sangat membahagiakan bisa mengekspresikan diri sendiri]
[Hanya sensei yang bisa menghapus ketakutanku, sejak kami berbagi pemikiran yang sama]
[Aku menempelkan pipiku ke lantai dan mempermalukan diriku sendiri]
[Orang yang paling kubenci di dunia ini adalah diriku sendiri]
Aku selalu menyesali jalan hidupku yang salah.
Tanpa kebohongan apapun,
Aku ingin menjalani hidupku dengan kejujuran...
Dan menjadi diriku sendiri.
Ghostwriter Episode Terakhir
Aku yakinkan padamu kalau novel ini akan laris.
Bagaimana kalau kita terbitkan 10 ribu kopi untuk edisi pertamanya?
Kami biasanya menerbitkan hanya sebanyak ratusan kopi untuk kalangan penerbit kecil.
10 ribu kopi mungkin pengecualian yang terlalu tinggi, tapi
dengan nama anda, kurasa ini akan laku.
Aku bertaruh publik akan ingin melihat
apa yang ditulis oleh wanita yang ternoda ini...
Kawahara-san.
Mengenai naskah yang seharusnya kau tulis...
Aku akan segera menulisnya.
Aku sekarang baik-baik saja.
Baiklah, terima kasih.
Touno-sensei, aku ingin minta tolong.
Aku menerbitkan sebuah novel.
Benarkah? Dari penerbit Shunpo?
Bukan, dari penerbit Bunsei, dengan uangku sendiri.
Dengan uangmu sendiri?
No comments yet. Be the first to leave one.