نخستین 200 خط.
KEKASIH WITOON, TERSANGKA KASUS NARKOBA, DITEMUKAN TEWAS
SAAT PENANGKAPAN, DIA TAK SENGAJA JATUH DARI GEDUNG DAN TERTUSUK PASAK
AIYADA
Halo, Sayang. Ada apa?
Ada apa?
- Di mana kau? - Kenapa?
Di mana kau sekarang?
Aku di sekitar sini.
Aku keluar untuk makan.
Kau baik-baik saja? Aku akan segera ke sana.
Apa ada masalah?
Saat Witoon ditangkap,
ayahku tak sengaja menewaskan kekasihnya.
Kurasa dia akan balas dendam padaku.
Dia ingin aku juga merasakan sakitnya kehilangan orang yang kusayangi,
tapi dia tak ingin membunuhku.
Kalau begitu, siapa targetnya?
Orang paling penting bagiku.
Begitu rupanya.
Aku tahu
siapa orang itu.
Aku mengerti.
Kau tak perlu khawatir.
Ada pos pemeriksaan polisi di dekat sini.
Tetaplah di sana. Aku segera ke sana.
Baiklah.
Apa aku penting baginya?
PAK PAYTAI
Bisakah kalian ke tempat Aiyada sekarang?
Kenapa sekarang?
Lakukan saja perintahku.
Apa?
Kakakmu harus menderita sepertiku
akibat perbuatan ayah kalian.
Kau yakin
dia ingin membunuhmu dan kakakmu?
Mungkin targetnya
bukan kakakmu.
Dia ingin orang yang dicintai kakakmu
dibunuh secara brutal.
Dia ingin melihat kakakmu.
hidup menderita seumur hidupnya.
Yang kakakku cintai?
Kau salah orang.
- Ada apa? - Hei, di mana kau?
Aku di pos pemeriksaan polisi. Kenapa?
Tunggu di sana. Aku datang.
Aiyada, masalahnya,
Tanwa mencemaskan keselamatanmu,
jadi, dia meminta kami melindungimu.
Di mana dia sekarang?
Entahlah. Dia berlari keluar dan pergi.
Kututup sekarang.
TANWA
Angkatlah.
NAKORN
- Nakorn. - Ya, Aiyada.
Tolong lacak ponsel Tanwa sekarang.
Apa ada masalah?
Jangan tanyakan itu sekarang. Lakukan saja perintahku.
Baiklah.
Di mana kau?
Kau menghancurkan hidupku.
Kau membunuh kekasihku.
- Kau. - Tidak.
Kau.
Kemarilah.
Bangun.
Kau.
Kau.
Kau mau mati?
Kau.
Bangun.
Aku masih bersenang-senang.
Witoon mencoba membantu kekasihnya kabur.
Itu menyebabkan kecelakaan saat penangkapannya.
Kekasihnya jatuh dari ketinggian
dan tewas tertusuk pasak logam.
Kau bisa menyusul istriku di akhirat.
Bangun.
Berhenti.
Kau tepat waktu.
Kau akan melihat orang yang kau cintai mati di depanmu.
Kau akan menyadari
betapa sakit rasanya.
Kau salah.
Aku ingin lihat
caramu membunuhnya.
Kau serius?
Ayahku berbuat salah padamu.
Nyawa
dibalas nyawa.
Wajar kau membalas dendam seperti ini.
Namun, jika kau berniat
membuatku menderita
dengan membunuh adikku,
itu
akan sia-sia.
Kau sayang adikmu, 'kan?
Ya, 'kan?
Kami terpisah sejak kecil.
Kau berharap aku dekat dengannya?
Jika kau ingin adikmu mati,
aku bisa bantu.
Aku bisa mengabulkannya.
Jangan!
Kukira kau tak menyayanginya.
Dia tak menyayangimu.
Bukankah kau ingin adikmu mati?
Lepaskan saja.
Lepaskan.
Jadi, adikmu bisa mati seperti maumu.
Lepaskan.
Lepaskan.
Sial.
Kalian tampak saling menyayangi.
Aku akan membunuh kalian berdua.
Jangan.
Lepaskan!
Kau akan mati seperti istriku.
- Tidak! - Lepaskan.
Tidak.
Meena.
Mundur.
Jika tidak, tembakan berikutnya
akan mengenai kepalamu.
Angkat tangan.
Angkat kedua tanganmu.
Meena.
Aiyada.
Bagaimana?
Semua baik-baik saja.
Namun, aku tak tahu di mana pelakunya.
Ayo, panggil bala bantuan dan cari dia.
Baik.
Tolong tunggu di luar.
Dokter, pasien terus berdarah.
Dokter, tekanan darahnya terus menurun.
- Lakukan RJP! - Baik.
Lebih dari 140.
IGD
Aku ingin lihat
caramu membunuhnya.
Kau sayang adikmu, 'kan?
Ya, 'kan?
Kami terpisah sejak kecil.
Kau berharap aku dekat dengannya?
IGD
Witoon kabur.
Omong-omong,
bagaimana keadaan adikmu?
Dengar.
Aku pulang dan melihat foto-foto saat aku menguntitmu.
Aku melihat dia di setiap foto setiap kali kau kembali.
Tidak mungkin kebetulan, 'kan?
Aku menebak dia adikmu.
Selama ini,
dia memperhatikanku.
Kau tidak terluka, 'kan?
Aku baik-baik saja.
Bagaimana
dengan adikmu? Bagaimana keadaannya?
Dokter bilang lukanya parah.
Kita lihat saja setelah operasi.
Dengar.
Dia akan baik-baik saja.
Aiyada.
Ternyata kau.
Inspektur.
Bagaimana pencariannya?
Kau sudah menemukannya?
Belum.
Namun, pasukan dikerahkan untuk mencari dia.
Begitu rupanya.
Baguslah.
Bisa beri tahu aku
apa yang terjadi?
Kau baik-baik saja?
Inspektur.
Aku mau berhenti menjadi polisi.
Kenapa?
Karena aku harus
menangkap adiknya suatu hari nanti.
Kau bisa cerita kepadaku.
Tidak apa-apa.
Kurasa aku hanya agak lelah.
Aku mengerti.
Aku yakin akan membaik
setelah istirahat sejenak.
Aiyada.
Kau polisi yang hebat.
Kau punya keberanian
dan tekad untuk menjalankan tugasmu.
Sikap itu mengagumkan.
Kapan pun
kau merasa sedih,
aku akan selalu menyemangatimu.
Aku tahu
mungkin aku
tidak banyak membantu.
No comments yet. Be the first to leave one.