نخستین 200 خط.
Kenapa tak terbuka?
Siapa?
Rupanya kau di rumah.
Aku dari kantor real estat. Tolong buka pintunya.
Apa-apaan ini?
- Kenapa kau mencoba membuka… - Aku tak tahu kau di rumah.
Kupikir rumah sedang kosong, jadi, aku coba masukan sandi lama.
Kau sedang bercanda?
Kau tiba-tiba datang larut malam dan mencoba masuk.
Bagaimana bisa begitu?
Ayolah. Sudah kubilang, aku salah. Jangan begitu.
Aku sudah bicara dengan pemilik rumah. Katanya kau harus segera pindah.
Aku tak peduli. Tak bisa kubukakan jika kau tiba-tiba datang begini.
Lain kali, hubungi aku dulu sebelum datang.
Kebanyakan orang hanya punya waktu setelah bekerja
dan saat itulah mereka lihat-lihat rumah.
Jika kau tak mau bekerja sama,
kau hanya akan menunda pindahanmu.
Aku bisa menunjukkannya apartemen lain.
Aku bersama klienku
dan tak bisa bicara lama-lama. Bagaimana? Kau mau aku pergi?
Pengantin baru tinggal di sini sebelumnya.
Lalu, mereka membeli rumah dan pindah dari sini.
Kualitas bahan yang dipakai cukup bagus, jadi, tak ada yang perlu diperbaiki.
- Ini kamar tidur utama. Ayo. - Baik.
Tunggu.
Bersih karena gadis ini tinggal sendirian. Tak ada yang perlu diperbaiki.
- Begitu? - Ya.
Tak begitu!
- Aku tak tinggal sendirian! - Baiklah.
Terima kasih. Kami akan menghubungimu.
Ayo.
Aku mau melarikan diri
sebelum tertangkap.
Aku tak mengerti.
Katanya dia tak mau melarikan diri.
EPISODE 7 BAUT TERBUKA
HONGJIK
Sudah saatnya…
Bersih karena gadis ini tinggal sendirian.
Apa dia baru saja memungut sampah?
Kurasa begitu.
Halo, Bu Kim.
- Halo. - Halo.
Benar. Ini hari pembuangan sampah.
- Astaga. Benar juga. - Astaga. Aku harus buang sampah lagi.
Astaga. Kenapa kau tak sekalian buka bar?
Suamiku selalu minum miras saat makan malam.
Aku muak mendengarnya. Itu tak baik untuk kesehatan.
Kau bisa hamil anak kedua dalam waktu dekat.
Jangan sampai terjadi. Penderitaanku baru saja berakhir.
- Itu malapetaka. - Aduh.
Kau masih diet belakangan ini?
Aku mau menghilangkan lemak perut, tapi ternyata tak mudah.
Itu karena kau sangat baik dan ramah.
Kau harus galak dan sensitif untuk menurunkan berat badan.
Lihatlah wanita dari Unit 506. Dia kurus sekali.
Kurasa kau benar.
Kau sungguh rajin.
Hei.
Kau sudah tahu kami, 'kan?
Kami adalah anggota Asosiasi Perempuan.
Ya.
Baik.
Ada banyak hal yang harus dilakukan oleh Asosiasi Perempuan.
Jika kami tak mengawasi tempat daur ulang,
orang-orang pasti membuang sampah sembarangan.
Kami harus memperhatikan keamanan apartemen.
Kami memungut puntung rokok saat hujan
supaya air tak menggenang.
Kami juga awasi tempat parkir.
- Dan adakan bazar. - Rapat penghuni juga.
Benar.
Lalu?
Itu…
Biasanya aku tak minta sembarang orang untuk bekerja bersamaku.
Namun, di rapat kemarin, kau terlihat
sangat tertarik dengan masa depan apartemen kita.
Tak kusangka kau sangat proaktif.
Jadi, aku memutuskan
bahwa kau bisa bergabung dengan Asosiasi Perempuan.
Aku tak bisa melakukannya.
Apa?
Kenapa begitu?
Aku akan segera pindah.
Astaga.
Dia akan pindah?
- Halo. - Hei.
Tunggu. Kau yakin semua itu plastik?
- Astaga. - Tidak.
Ya ampun!
Singkirkan ini. Astaga!
Astaga!
Jika masih ada sisa makanan, harus dibuang ke tempat sampah biasa.
Cepat ambil kembali.
- Astaga. - Atau kau harus mencucinya.
Apa-apaan ini?
Aku sengaja pesan makanan supaya tak perlu mencuci piring.
- Aku sangat sibuk. - Jangan konyol.
Kau bahkan tak punya pekerjaan.
Cepat ambil lagi semuanya.
- Astaga. - Astaga. Bagaimana ini?
Omong-omong,
kenapa Unit 506 tiba-tiba pindah?
Entahlah. Bagaimana aku bisa tahu?
Kenapa kau tak tahu?
Kalian berdua selalu bersama.
Kalian tampak makin dekat setelah bertengkar.
Kau pasti akan kesepian karena tak ada teman bertengkar.
Kesepian apanya?
Aku senang karena tak ada yang akan menggangguku lagi.
Jika kau senang, kenapa cemberut begitu?
Omong-omong, kenapa Unit 506 ambil sepatu yang sudah dibuang?
Mungkin dia menyukainya.
Sepatu putih?
- Bebercak warna-warni? - Ya.
- Dengan bantalan udara? - Ya.
Itu punyaku.
Apa?
Bukankah kau membuangnya?
Tidak.
Aku tak membuangnya.
Tak sengaja terbuang.
Meski aku membuangnya,
dia tak bisa mengambilnya begitu saja.
Dia benar-benar aneh.
Menyebalkan sekali.
Tak bisa begini. Aku harus memarahinya.
Ada apa dengannya?
Astaga.
Dia terlihat bersemangat untuk bertengkar dengannya.
Sayang!
Biar aku yang buka pintu!
Sayang.
Sudah kubilang, simpan sepatumu di pinggir.
Ada berapa kekasih yang kau punya?
Maaf sudah mengganggu kencanmu. Aku ingin mengambil kembali sepatu
yang kau ambil. Tolong kembalikan kepadaku.
Itu. Ada di sebelah sana. Berikan kepadaku.
Itu milikku.
Kau sudah membuangnya.
Hei.
Meski sudah dibuang, aku bisa berubah pikiran
dan mengambilnya kembali.
Lagi pula,
jika aku tahu kau akan mengambilnya, aku tak akan membuangnya.
Jangan keras kepala. Cepat kembalikan sepatuku.
Ada di sebelah sana. Cepat berikan kepadaku. Cepat.
Seharusnya tak seperti ini.
Ayo cepat.
Kau pikir ini pelatihan militer?
- Periksa gadis itu. - Aku sedang memakainya!
Kau tak apa-apa? Bangunlah.
- Bu, bangunlah. - Apa?
- Kancingkan. - Kau tahu sekarang ada di mana?
Aku tak tahu.
Sebanyak apa kau mencekokinya sampai begini?
Sudah kubilang, kami saling mencintai.
Pasang kekasih apa yang mabuk seperti…
- Hei. Bawa dia pergi. - Baik, Pak.
Lepaskan. Aku bisa jalan sendiri.
- Halo. - Hei, aku menemukan produk Yang.
Apa?
Bagaimana ini?
Sekarang, kau mengunci dirimu sendiri.
Sialan. Kenapa tiba-tiba begini?
Sial.
Apa tadi?
Ada apa? Kau tak bisa membukanya?
Entahlah. Aku mengganti sandi dan pintunya tak mau terbuka.
Kenapa tak bisa?
Aduh.
Gunakanlah otak kirimu.
Ini membuatku gila.
010-0128-4550 TUKANG KUNCI
Halo. Kami mengganti sandi dan kurasa ada yang tak beres.
Pintu tak mau terbuka.
Apartemen Hongjik.
Kira-kira dua jam?
Baiklah. Tolong ke sini.
Gedung 105, Unit 506.
Baik. Terima kasih.
Katanya dia bisa membukakan pintu.
Dia akan datang dalam dua jam, jadi, tunggulah.
Padahal aku sudah mengikuti instruksi.
Kau pasti salah menekan tombol.
Aku pergi dulu.
Omong-omong,
kau akan menunggu di sana?
Ya.
Aku tak bisa ke mana-mana. Ponsel dan dompetku ada di dalam.
Kau bisa menunggu di rumahku jika mau.
Kebetulan aku ada urusan di luar.
Lupakanlah jika tak mau.
Sandinya 2345 dan bintang.
RUANG INTEROGASI
Orang-orang dari kantor pusat akan datang untuk membawanya.
Ayolah. Hanya sepuluh menit… Tidak, cukup lima menit.
Kuselesaikan dalam lima menit. Tunggu di sini. Lihat dari sini.
Aku sudah memberitahumu semuanya.
No comments yet. Be the first to leave one.