نخستین 200 خط.
"Episode 101"
Ayah harus masuk. - Baiklah.
Ayah, ini aku.
Halo, Mo Ah.
Tolong jangan terkejut dengan ucapanku.
Ayah tidak boleh pergi memancing sekarang.
Kenapa kamu mengatakan itu?
Do Hoon
bukan putra kandung Ayah.
Aku tahu ini sulit dipercaya, tapi itulah kenyataannya.
Aku akan mengatakan alasannya secara langsung.
Ayah sudah siap untuk berangkat?
Aku sibuk, kita bicara lagi nanti.
Ayah, aku mohon. Ayah!
Ayo pergi. - Tentu.
Ayah.
Bagaimana keadaan Mo Ah akhir-akhir ini?
Ayah yakin dia masih berduka atas kematian Jae Min.
Tentu saja.
Apa maksudnya ini? Kamu membuat ayahku takut.
Aku minta maaf, Pak.
Aku ingin bergabung dengan Bapak.
Aku ahli memancing di malam hari.
Kita akan pergi bersama kapan-kapan.
"Jung Mo Ah"
Telepon Ayah berdering. - Apa?
Ayah lupa punya rencana lain.
Bisakah kita memancing lain kali saja?
Ya.
Tentu saja.
"Laporan Tes DNA"
Kenapa kamu sampai melakukan tes DNA?
Kami menemukan kebenarannya.
Maaf karena kami tidak meminta persetujuan Bapak.
Aku tidak akan memaafkanmu jika ini hasil rekayasa.
Jika ini rencana untuk membalas kami karena kematian Jae Min,
katakan padaku sekarang juga.
Mo Ah, apa ini idemu?
Pertama kamu merekayasa buku harian Jae Min untuk memfitnah adikku,
dan sekarang kamu melakukan ini.
Apa yang terjadi denganmu?
Ayah,
aku tahu ini sulit dipercaya, tapi itu kenyataannya.
Ayah tidak percaya padamu.
Ayah akan menanyai Do Hoon. Ayah akan menanyai Tae Jin.
Dia tidak akan berbohong padaku.
Adik Bapak sudah tahu yang sebenarnya.
Apa? Dia sudah tahu?
Benar. Dia yang memulai semua ini.
Tidak mungkin. Dia tidak akan melakukannya.
Ayah, jangan beri tahu mereka bahwa Ayah tahu yang sebenarnya.
Kenapa tidak?
Ayah harus menanyai Do Hoon dan Tae Jin apa yang terjadi.
Jika Ayah melakukannya,
saham yang Ibu berikan pada Do Hoon mungkin hilang selamanya.
Beri aku waktu,
dan aku akan mengembalikannya ke tangan Ayah lagi.
Yang aku minta dari Ayah adalah kesabaran.
Tae Hak cukup terlambat.
Apa yang akan kamu lakukan
jika dia mengetahuinya?
Paman memiliki rencana lain?
Tidak punya.
Kita akan dapat masalah jika ayahmu tahu.
Bagaimana kabarmu? - Ayah sudah pulang.
Do Hoon bukan putramu.
Adikmu yang mengatur semua ini.
Apa yang sedang kalian bicarakan?
Apa?
Kami khawatir karena kamu terlambat.
Kalau begitu, selamat malam.
Sayang, tolong berikan sahammu kepada Do Hoon.
Setidaknya pilih dia di rapat umum berikutnya.
Dia pasti terpilih jika kamu mau mendukungnya.
Maafkan ibu.
Semua ini salah ibu.
Ibu yang harus disalahkan.
Seandainya ibu...
Seandainya ibu tidak kehilanganmu bertahun-tahun yang lalu,
kamu tidak akan...
Apa kamu ragu karena Tae Jin?
Aku bingung kenapa kamu tidak bisa mengutamakan putramu.
Apa Do Hoon meminta sahammu secara pribadi?
Tidak, tentu saja tidak.
Aku tahu bahwa Tae Jin mengumpulkan kekuatan dan membeli saham.
Siapa yang memberitahumu?
Do Hoon.
Itu sebabnya aku menyerahkan sahamku.
Aku jadi teringat. Aku melupakan obatmu.
Istriku yang malang.
Bagaimana dengan kecelakaan memancing di malam hari?
Kamu seharusnya memberi tahu CEO Shin.
Aku tidak ingin dia makin menderita.
Selama ini, dia percaya bahwa Do Hoon putra kandungnya.
Aku tahu.
Dia senang bisa melakukan perjalanan pertama bersama putranya.
Sekarang setelah dia tahu, mari kita bantu dia menghadapinya.
Aku tidak bisa.
Kalau begitu aku hanya membantu ibu.
Masih terlalu dini untuk itu.
Sayang,
bisakah kamu memberikan nama panggilan untuk cucu kita?
Aku suka itu.
Aku yakin bayi kami juga menginginkannya.
Tidak usah.
Seharusnya ayahmu yang menamainya.
Sayang, jangan seperti itu.
Aku tahu kamu menantikannya setelah kamu pensiun.
Aku jadi teringat. Aku ingin rapat umum diadakan lebih cepat.
Kenapa begitu? - Aku sudah memikirkannya,
daripada membiarkan pemegang saham menunjuk CEO baru,
aku harus berpartisipasi dalam prosesnya.
Akhirnya, kamu memakai akal sehatmu.
Tidak bisakah Ayah tetap mengelolanya?
Nam Koo dan Mo Ah ada di sana, jadi, Ayah juga seharusnya di sana.
Ayah tidak bisa menyerahkannya kepada para penjahat.
Kenapa kamu bicara begitu?
Memangnya siapa penjahatnya?
Itu adalah...
Apa aku benar-benar harus mengatakannya?
Pokoknya, laksanakan saja.
Tentu saja.
Aku rasa darah lebih kental daripada air.
Do Hoon, selamat telah menjadi CEO baru.
Apa?
Kamu memberi tahu CEO Shin bahwa Do Hoon bukan putranya?
Ya. - Apa dia memercayaimu?
Dia tidak akan dengan mudah memercayaimu.
Awalnya dia tidak percaya, tapi Nam Koo meyakinkannya.
Apa yang akan terjadi pada Do Hoon sekarang?
Bukankah itu sudah jelas? Dia kembali menjadi yatim piatu.
Aku mengasihani Do Hoon, juga Nyonya Hong.
Jangan konyol.
Dia harus lebih menderita mengingat perbuatannya kepada Mo Ah.
Sedang apa kamu di kantorku?
Kamu masih selamat berarti Ayah masih tidak tahu.
Aku bicara tentang memancing. - Bukankah Nam Koo memberitahumu?
Kami hendak pergi memancing.
Anggap ini sebagai peringatan untukmu.
Jika kamu melakukan sesuatu yang seperti ini lagi,
aku akan memberi tahu ayah dan ibumu.
Raut wajahnya pasti menakjubkan.
Sebenarnya, lebih menyeramkan jika Young Hwa mengetahuinya.
Dia putri Anggota Parlemen Cha.
Apa kamu mencoba menyiksaku perlahan-lahan?
Tidak jika kamu menyerahkan saham ibumu.
"Shin Do Hoon"
Terima kasih.
Aku akan menggunakannya dengan baik.
Bapak baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Aku terus berutang budi kepadamu, bukan?
Ini saham ibu.
"Sertifikat Suksesi Saham"
Dia memberikannya kepadamu dengan mudah,
yang berarti bahwa ucapanmu memang benar.
Astaga, anak malang itu.
Kamu harus menyimpan ini.
Lebih baik begini karena aku tidak tahu Tae Jin dengan siapa.
Mungkin terlalu berisiko mengonfrontasi Tae Jin tentang ini.
Tidak apa-apa.
Aku mengenalnya dengan baik.
Ini semua karena putranya yang telah meninggal.
Dia akan menghentikan ini begitu aku menyuruhnya.
Kapan Bapak akan memberi tahu istri Bapak?
Ini akan membuat istriku merasa hancur.
Aku akan beri tahu istriku setelah kuurus semuanya.
Setelah pemeriksaan kesehatan, mintalah makanan lezat pada Do Hoon.
Baik. Ibu harus ikut dengan kami nanti.
Ibu sibuk karena suksesinya, jadi, mungkin lain kali saja.
Aku akan pergi kalau begitu.
Tidak ada yang menghalangi Do Hoon menjadi CEO sekarang.
Cucuku pasti pembawa keberuntungan.
Ibu tidak peduli dengan komentar itu,
tapi ibu peduli dengan Nam Hui yang diperlakukan dengan buruk.
Apa yang harus ibu katakan padanya?
Dia sangat menyukai Chun Soo.
Ibu, aku berangkat kerja.
Nam Hui, tunggu.
Maukah kamu berhenti bekerja di restoran?
Baik.
Kamu sungguh bisa berhenti? Chun Soo akan datang mencarimu.
Aku tidak peduli. Aku tidak akan melakukan yang ibu larang.
Ini bukan karena ibu tidak menyukainya.
Sudahlah. Kamu harus berangkat bekerja.
Aku akan pergi kalau begitu.
Tidak bisa mengatakan kepadanya membuatku gila.
Apa tidak ada yang akan membantu kami?
Aku heran dengan kalian semua.
Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mengubah pikiran ibumu.
Apa kamu ingin bantuanku?
Aku akan menerima apa pun. Apa yang bisa kamu lakukan?
Aku ingin tahu apa ini benar-benar akan membantu.
Begini...
Sudahlah, lupakan saja.
Kamu harus tahu bahwa kami pergi ke rumah Nam Hui.
Apa?
Sial.
"Selamat atas pernikahannya"
Biarkan aku memotongnya untukmu.
No comments yet. Be the first to leave one.