نخستین 200 خط.
Naruto, Hinata, selamat atas pernikahan kalian!
Eh?
Oh!
Sedang apa kau, Sai?
Mana ucapan selamatmu?
Ya, kurasa aku tak bisa mengucapkannya dengan baik.
Kau kan mantan anggota Tim 7?
Kau harus melakukannya!
Naruto, Hinata, selamat atas pernikahan kalian!
Kata-katamu kaku banget, lo.
Naruto, Hinata, selamat atas pernikahan kalian!
Aduh, lebih natural, dong!
Sudah kubilang, aku tak bisa mengucapkannya dengan baik.
Naruto, Hinata!
Semoga rumah tangga kalian bahagia, bahagia, dan bahagia selalu!
Kak Lee, kau terlalu dekat.
Kalau kau yang bilang, malah tak terdengar seperti ucapan selamat.
Sepertinya ada yang kurang!
Guru Guy!
Lee.
Pikirkan bagaimana caranya agar pesan yang penuh semangat bisa tembus lensa kamera itu
dan sampai kepada Naruto dan Hinata
saat pesanmu diputar nanti.
Kita perlu semacam simbol sebagai latarnya.
Aku tahu, matahari terbit!
Matahari yang terbit dari cakrawala
menandakan awal dari kehidupan rumah tangga mereka!
Sampaikan pesanmu dengan latar matahari terbit di belakangnya,
maka makna pesanmu yang penuh semangat itu akan meningkat tiga kali lipat!
Jangan dianggap serius, ya.
Hai, Naruto, Hinata, apa kabar?
Ucapan macam apa itu?
Tentu saja mereka sehat-sehat saja.
Hoi, kalian jangan ikut omong, dong!
Jreng, jreng!
Hoi, Naruto, Hinata!
Bagaimana kabar kalian?
Apa-apaan kau, Kiba?
Jangan mengganggu!
Apa tak ada satu pun teman kak Naruto
Kudengar kau sedang buat
yang bisa berikan
video ucapan selamat pernikahan!
ucapan selamat yang benar, ya?
Aku sudah keliling desa mencarimu!
Ah, Naruto, Hinata, selamat atas pernikahan kalian.
Guru Iruka, Guru terlalu gugup!
Maaf, maaf, aku kurang lihai untuk urusan seperti ini.
Katakan saja apa yang Guru rasakan sekarang.
Kalau dia dengar gurunya bicara dengan tulus,
kak Naruto pasti akan menangis!
Gurunya?
Kau terlalu berlebihan.
Baiklah, ayo cepat berikan ucapan selamat yang tulus!
Ah, anu...
Sekarang aku tak bisa berpikir, bisa kita lakukan nanti saja?
Akhirnya Naruto menikah.
apa gerangan yang bisa sinari hati yang kosong?
kara no kokoro wo terasu mono wa nani?
cahaya kan terus berteriak sampai tak tampak lagi
sakebi tsuzukeru hikari todoku made
jatuh melalui celah-celah menuju kegelapan
Falling through the cracks kurayami he ochiteku
ZainuddinAri
mempersembahkan
ZainuddinAri
mempersembahkan
takkan pernah kulepaskan tanganku darimu
anata no sono te wo zettai hanasanai
ceritakan kisah hidupmu karena kita masih setengah jalan
Tell me the story of your life mada michi no tochuu
ku takkan pernah menyerah 'tuk dapatkanmu
anata wo watashi ha zettai akiramenai
dorongan yang tak terkendali, kehidupan adalah wujud cinta
osaerarenai shoudou nanigenai hibi ha aijyou
ke mana pun angin yang sama berembus, selalu terdengar suaramu
natsukashii kaze ni furimukeba itsudemo anata no koe ga suru yo
meski diam terlalu lama ambil langkah, lebih baik daripada melarikan diri
Underdog ha Wander around mawari michi shitemo nigeru yori mashi yo
bila kau tak percaya pada dirimu, lalu siapa yang kan percaya padamu?
jibun de jibun wo shinjirare nakucha dare wo shinjiru no?
ulurkan tanganmu menggapai cahaya
hikari ni sono te kazase
bersinar melalui awan menuju kegelapan
Shining through the clouds kurayami he ochiteku
takkan pernah kulepaskan tanganku darimu
anata no sono te wo zettai hanasanai
katakan padaku mengenai impian abadimu
Tell me what is on your mind hateshinai yume wo
kita kan menggapainya dan jangan menyerah
oikake bokura ha zettai akiramenai
menghadapai dunia tanpa jawaban kita seperti kalah, tapi
kotae no nai jinsei ni kujike sou ni naru kedo
Jangan menyerah! Teruskan! Balikkan arahnya!
Don’t give it up! Keep it up! Turn it upside down!
hati kita tetap terhubung walaupun terpisah jauh
kokoro ha tsunagatteru yo tatoe tooku hanaretemo
karena itulah kita harus tetap hidup
tomo ni tomo ni ikiteyukou
Pernikahan Naruto
m 0 0 l 0 -20 l -20 0 l 0 20 l 20 0 l 0 -20
Naruto, Hinata.
Naruto, Hinata!
Selamat atas pernikahan kalian.
Kata-kataku memang terlalu kaku, ya?
Guru Iruka!
Gawat!
Lihat apa yang sudah mereka lakukan pada monumen peringatan!
Apa yang harus kita lakukan?
Sudahlah.
Guru Sadoru, kau kan baru saja jadi seorang guru,
jadi aku mengerti betapa menyebalkannya hal ini.
Tapi, ini hanya masalah kecil.
Hoi!
Tsukune, Sansho, Mibuna!
Jadi, ini memang perbuatan kalian!
Kenapa Guru tahu kami ada di sini?
Aku sudah tahu apa yang kalian pikirkan.
Kami hanya bermain petak umpat!
Jangan tuduh kami sebagai pelakunya!
Jangan bohong!
Aku yakin kalian suka lihat Guru Sadoru dalam kesulitan, 'kan?
Tidak!
Guru tak punya bukti, jadi jangan langsung tuduh kami!
Begitu, ya.
Jadi, bukan kalian yang coret patung ini, ya?
Untuk sebuah kejahilan, coret-coretan itu kelihatannya cukup bagus.
Jadi, aku yakin itu pasti ulah kalian.
Wah, Guru memang pengamat yang hebat!
Jujur saja, aku sangat bangga melihatnya!
Hus!
Kalian harus membersihkannya sampai bersih!
Baik.
Hebat sekali, Guru Iruka!
Dibandingkan dengan kejahilan Naruto, yang mereka lakukan masih bisa dianggap lucu.
Naruto?
Maksudmu, Naruto Uzumaki?
Apa Guru Iruka yang mengajarnya?
Ya, bisa dibilang begitu.
Itu tak mungkin!
Naruto Uzumaki itu Naruto Uzumaki yang sangat terkenal, 'kan?
Dia berada di dunia yang berbeda dengan kita!
Mana mungkin gurunya
hanya guru biasa seperti Guru Iruka!
Guru biasa, katanya?
Paling guru hanya coba semangati kami
dengan mengatakan kalau Naruto Uzumaki itu nakal pas kecilnya,
agar kami yang nakal jadi giat belajar, 'kan?
Kalau guru ingin berikan nasihat, langsung saja katakan pada kami.
Be-Begitu.
Kalau begitu,
sambil aku nasihati kalian, bersihkan halaman dan toilet sekolah!
Lah?
Tak adil!
"Aku memang yang mengajari Naruto."
Meski begitu, para murid takkan memercayainya.
Di mata anak-anak, Naruto sekarang adalah pahlawan mereka.
Oh, di sana!
Guru Iruka, Anda punya waktu sebentar?
Ya?
Wakil kepsek?
Aku?
Anda sudah lama mengajar di sini.
Anda pun juga disukai oleh guru-guru yang lain.
Itu pekerjaan yang cocok untuk Anda.
Tn. Kakashi, saya bawakan Anda teh.
Bisa tidak, tak memanggilku dengan panggilan "Tuan"?
Apa ada masalah?
Wajah Anda terlihat gelisah.
Tolong jangan terlalu formal padaku.
Aku tak terbiasa.
Itu lo, tanggal untuk pernikahan Naruto dan Hinata sudah diputuskan, bukan?
Aku sedang pikirkan cara agar semuanya dapat menghadirinya.
Begitu.
Kalau semuanya hadir pada pernikahannya,
kita takkan bisa jalankan misi pada hari itu.
Kalau ada keadaaan darurat, kita tak bisa lakukan apa-apa.
Kebanyakan teman dekat mereka saat ini sudah Jonin, 'kan?
Kalau semuanya tak bisa bekerja, bisa gawat nantinya.
Naruto, lama tak bertemu.
Kudengar kau akan menikah.
Oh ya,
Hokage sebelumnya, kak Tsunade,
punya aturan di situasi genting seperti ini.
"Pertama: Kalau ada pernikahan di antara para ninja,
semua hadiah dari para ninja akan dinilai
untuk tentukan siapa yang bisa menghadirinya." Begitu.
Apa-apaan itu?
Itu pasti hanya bercanda.
Kedengarannya memang seperti bercanda, tapi itu tertulis di sini.
Kau benar.
Tapi kalau seperti ini, ini seperti eleminasi seseorang sesuai ukuran hadiahnya.
Mungkin memang begitu, tapi itu sudah aturannya.
Aturan yang batasi pertemanan seperti itu
takkan diterima oleh semua orang.
Aku nanti bisa disebut Hokage terburuk sepanjang sejarah.
Aku mengerti perasaan Anda,
tapi yang lebih penting adalah penuhi tanggung jawab Anda sebagai Hokage.
Selamat datang.
Aku pesan ramen.
No comments yet. Be the first to leave one.