هماهنگ با نسخه‌های زیر

Thong EK The Herbal Master (2019) Complete 1080p NF WEB-DL DDP2 0 x264 - DEEP [Indonesian Subtitle] [Ep1-Ep7]
ناشر nortwing
[Ep1-Ep7] 25.000 fps Thong EK The Herbal Master (2019) Complete 1080p NF WEB-DL DDP2.0 x264 - DEEP [Indonesian Subtitle].[Ep1-Ep7]

برچسب‌ها

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
1080
تاریخ انتشار: 2019-10-09
تعداد دانلود: 9
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

Aku bersedia

mengorbankan nyawaku demi negara kita.

Namun, aku tak boleh mati

sebelum menumpahkan darah kalian

di tanah ini

demi balas dendam!

Kau yang terakhir.

Ayo bertarung!

Tunggu. Aku guru pedangmu.

Bukankah seharusnya kau menghormatiku?

Ayolah.

Bertarung saja, ya? Ayo!

Perang Burma-Siam sudah lama berlalu.

Negara kita kini damai.

Kenapa kau mau belajar pertarungan pedang dan bela diri?

Aku merasa kasihan pada murid lain.

Kau mengalahkan mereka.

Bagaimana jika suatu hari

musuh menyerang kita?

Kita harus bersiap untuk itu!

Berhenti bicara. Ayo bertarung!

Cukup. Mari kita akhiri.

Jika ayahmu tahu

kau belajar pertarungan pedang denganku,

tamatlah riwayat kita.

Pergilah! Pulang!

"Pulang"?

Chaba! Kau lupa aku gurumu?

Gurumu!

Hentikan!

Hei, Chaba!

Anak-anak.

Bagus.

Teruslah bekerja keras.

Jemur semuanya setelah selesai dipotong.

- Baik. - Bagus.

Bagaimana denganku? Haruskah aku menampinya?

Tentu saja!

Bagaimana denganku?

Kau lambat dibandingkan teman-temanmu.

Kau sudah melakukan itu selama tiga hari.

Setelah ini selesai, haluskan dengan baik.

Baik.

Kurasa cucumu yang terbaik, 'kan?

Apa? Thong Ek yang terbaik?

Tidak, dia bodoh.

Dia tak pernah ingat semua yang kuberi tahu.

Kau sungguh bodoh, Thong Ek?

Yang benar saja.

Aku hanya perlu diajari sekali dan akan mengingatnya.

Kenapa Kakek bilang aku tak ingat?

Kubilang kau tak boleh keluar dan bermain.

Apa kau ingat itu?

Bukan itu yang sedang kita bicarakan.

Astaga. Thong Ek, kau sungguh bodoh.

Kau pelupa, tak seperti aku dan Toon.

Kalian berdua juga bodoh.

Kalian semua sama.

Chaba.

Chaba.

Di mana putriku?

- Rampoey. - Ya?

Kau tahu di mana Chaba?

Soal itu...

Dia di halaman belakang memetik bunga.

Rampoey.

Kau akan menjadi remaja beberapa tahun lagi.

Kenapa kau masih bermain dengan jangkrik?

Bukankah ibumu mengajarkan cara bersikap?

Memang, tapi aku tak terlalu paham,

tak seperti Perm.

Perm sangat menawan.

Kuharap dia putraku.

Mungkin. Hanya saja Yeuan yang melahirkannya.

Kau membicarakanku?

Aku hanya memuji putramu.

Putraku tampan sekali.

Bahkan Patung David pun tak sebanding dengan ketampanan putraku.

Tutup matamu.

Untuk apa?

Jika kau tutup matamu,

aku akan mengajakmu melihat gadis cantik.

- Kau harusnya bilang. - Ya.

Apa ini?

Anuma.

Kalau yang ini?

Ceplukan.

- Benar. - Benar.

- Apa ini? - Capparis micracantha.

Anting-anting.

Patikan kebo.

- Kesumba keling. - Astaga.

Hei, Thong Ek.

Apa kau tahu semua herba yang ada?

Toon.

Beri dia ini.

Baik. Hei.

Berikan tanganmu.

Astaga.

Hei.

Kenapa kau menendangku?

Kau memberiku kotoran anjing kering.

- Kotoran anjing? - Ya.

- Piek! - Apa?

- Astaga. - Piek!

- Aku hanya iseng. - Piek!

Tahan. Berhenti!

Ayo bahas hal lain.

Mau asapi lebah untuk ambil madu?

Tangkap aku jika bisa.

Dang.

Masuk ke rumah. Sudah gelap.

- Cepatlah. - Sudah gelap.

Hei, tunggu aku!

Sayang,

aku takut sekali sekarang.

Para hantu itu selalu mengganggu.

Mereka bisa datang ke rumah kita suatu hari nanti.

Ayolah, Saiyood.

Jangan takut.

Aku akan potong kepala mereka

jika mereka muncul.

Jangan takut, Sayang.

Aku tak takut apa pun karena ada kau di sisiku.

- Hantu! - Bukan! Ini aku, Yeuan.

- Astaga. - Saiyood.

Boleh aku tidur denganmu? Aku takut hantu.

Kemarilah, Yeuan.

- Aku juga takut pada mereka. - Tunggu.

Di mana Baron?

Apa?

Dia di sini.

Tunggu. Apa?

Dia di mana?

- Di mana? - Di mana?

Sayang?

Lord Kasikambamroong, apa yang kau lakukan di sana?

Ada yang jatuh.

Jadi, aku mengambilnya.

Kupikir kau begitu kaget sampai jatuh dari tempat tidur.

Yang benar saja, Yeuan.

Pria sejati sepertiku tak takut hantu.

Tidurlah di sini.

- Baik. - Kemarilah, Yeuan.

Bunyi apa itu?

Itu pasti Pop yang sedang memburu ayam.

Pop?

- Hei. - Astaga.

Kau mau ke mana?

Lord Kasikambamroong!

Kuncinya yang mana?

- Lord Kasikambamroong. - Apa ?

Kenapa kau tak tunggu kami?

Apa kau lupa kau suami kami?

Kau seharusnya menjaga kami.

Aku sedang mencari kunci untuk membuka ruang suci.

Kenapa kau menguncinya?

Aku takut ada pencuri datang dan mengambil semua jimat.

- Kuncinya yang mana? - Berikan padaku. Kubantu.

Cepatlah.

- Itu... - Saiyood.

- Apa? - Biar aku saja.

Baiklah.

Syukurlah.

Itu mudah sekali.

Kurasa kalian berdua sudah agak tua.

Itu alasan penglihatan kalian tak bagus.

Ya...

Memiliki istri muda sepertimu

sungguh sebuah anugerah.

Apa itu anugerah?

Kaulah anugerah

Astaga!

Ini bukan waktunya saling menggoda.

Kita harus bersembunyi dari hantu.

- Kau benar. - Aku lebih dahulu.

Cepatlah.

Chaba!

Chaba!

Ada apa?

Aku mau buang air kecil.

Selarut ini?

Di mana pispotnya?

Kau ambil semua untuk berlatih pedang.

Sungguh? Kau benar.

Ayo ke toilet.

Baik.

- Tenang, Kawan. - Apa ada hantu di hutan?

Jangan takut.

Hantu adalah manusia yang mati,

dan manusia adalah hantu yang belum mati.

Manusia dan hantu itu sama.

Jaga mulutmu, Piek.

Jangan berani-berani kabur jika hantu muncul.

Jika hantu datang dan memakan kita

saat tidur,

kita akan mati dan membusuk di sini,

di tengah hutan.

Aku seharusnya tak ikut dengan kalian.

Toon. Jangan takut pada hantu. Takutlah pada harimau.

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left