نخستین 184 خط.
Bismillahirrahmanirrahim.
Omar "Umar bin Khattab" Episode 21
Mohon untuk tidak memperjualbelikan subtitle ini.
Omar "Umar bin Khattab"
Episode 21
Berhenti. berhenti.
Aku telah membunuh Musailamah al Kadzab.
Alhamdulillah.
Aku telah membunuh Musailamah al Kadzab
Dengan ini, aku bunuh sebaik-baik orang, Hamzah bin Abdul Muthalib.
Dan dengan ini pula, aku bunuh orang yang paling jelek, Musailamah.
Apakah setelah hari ini bisa aku lewati...
...tanpa ada ejekan bahwa aku pembunuh Hamzah.
Pertama kali yang dibunuh dari kalangan Arab, akan tetapi kita kalah...
...hingga akhirnya Khalid perintah orang-orang yang hebat untuk...
...menyerang setiap daerah, dan Alhamdulillah dapat ditaklukkan.
Alhamdulillah.
Dan aku menyaksikan wahai Khalifah, bahwa Khalid bersungguh-sungguh...
...dan bersabar untuk mati syahid, dan akhirnya mendapatkan juga.
Hingga kita memujinya. " Allah, Allah, wahai Khalid.
Kau adalah panglima kita, tidak semestinya engkau didahului...
...dan jika dia benar dan dihina oleh pengikutnya, dia selalu bilang...
...aku tidak tahu apa yang mereka ucapkan...
...dan aku benar-benar melihatnya penyabar, dan dia selalu berkata...
...aku takut jika umat Islam kalah, jika saja yang dikatakan mati Syahid...
...adalah mereka yang terdepan ketika menghadapi musuh...
...maka Khalid-lah orang yang pertama mati syahid.
Apa yang dilakukan oleh pamanmu, Zaid Ibn Khattab?
Dia minta agar mati syahid, dan Allah pun mengabulkannya.
Zaid tewas, dan kau masih hidup?
Apa kau tidak malu padaku?
Dia memohon kepada Allah agar mati syahid, dan dikabulkannya...
...sedangkan aku ingin juga, tetapi tidak dikabulkan.
Semoga Allah memberi rahmat kepada Zaid Ibn Khattab.
Dia mendahuluiku dengan dua kebaikan, Islam dan mati syahid.
Dia semangat sekali ketika perang, dan membunuh al-Rajjal ibn Anfawah...
...panglima Musailamah.
Demi Allah, aku tidak akan melupakan dia selamanya.
Dan berharap agar bisa bertemu dengannya di surganya Rasulullah SAW, Insya Allah.
Demi Allah, dari dulu dia baik sekali, dan selalu menepati janji...
...dan dia selalu mengalah.
Aku kejam sedangkan dia penyayang.
Abdullah.
Dia mati syahid pada perang Yamamah?
Kenapa kau menangis, Abu Jandal?
Padahal saudaramu telah mati syahid, Insya Allah...
...dan di sana pasti ada teman yang lebih baik...
...dan hidupnya pasti lebih baik daripada hidup kita.
Seharusnya kita yang harus menangis terhadap diri kita...
...karena hanya Allah yang tahu bagaimana sisa hidup kita.
Tapi kita tahu apa yang harus kita lakukan, ayahku.
Dia selalu yang pertama mengajak kepada kebaikan...
...dan dia selalu melakukan apa yang dia yakini...
...dia selalu cepat melakukan apapun yang dia tahu...
Ayahku, mengapa kita masih menetap di Mekkah?
Padahal mereka sudah menuju Madinah atas perintah Khalifah.
Aku bertekad untuk tinggal di sana...
...sampai Khalifah mengirimku ntuk berjihad ke mana saja dia inginkan...
...sampai aku bertemu saudaraku...
Aku akan ikut denganmu Abu Jandal...
...dan ikut anakku, Abdullah. Semoga Allah menyayanginya.
Akhirnya, Abu Jandal, apa yang aku katakan...
...bahwa aku bebas dari ikatan ayah.../ Betul.
Akhirnya, aku bebas dari belenggu ayah.
Aku terbebas dari belenggu ayah.
Abu Bakar, perang Yamamah telah menjadikan...
...banyak penghafal Qur'an terbunuh.
Dan aku takut jika para penghafal Qur'an gugur di peperangan semuanya.
Menurutku, kau harus perintahkan untuk mengumpulkan Qur'an...
...dalam satu Mushaf karena sekarang masih tercecer di pelepah kurma,...
...tulang dan di dada para penghafal Qur'an.
Bagaimana kita melakukan sesuatu yang tak pernah dilakukan Rasulllah SAW?
Allah sudah berjanji untuk menjaganya, maka dimudahkannya bagi hambanya...
...untuk mencari apa yang dimaksud Al-Qur'an.
Dan terus terang, hal ini selalu mengganggu pikiranku...
...sejak ada kabar bahwa perang Yamamah...
...telah banyak menelan korban para penghafal Qur'an...
...hingga Allah menunjukkan hal ini padaku.
Ya, ini sangat baik. Lakukanlah Abu Bakr.
Ide yang sangat bagus.
Ini bagus dan lebih berhati-hati./ Kepada siapa kita percayakan tugas ini?
Zaid Ibn Tsabit, dia seorang pemuda yang cerdas dan dapat dipercaya...
...dia juga penulis wahyu Rasulullah.
Assalamualaikum, Umar Ibn Khattab./ Waalaikumasalam.
Bagaiman kau dengan Islam saat ini, wahai Uyainah?/ Muslim, alhamdulillah.
Atas anugerah Allah, zaman kegelapan telah lewat.
Bagaimana dengan teman lamamu?/ Maksudnya, Tulaihan al-Asadi?
Aku dengar dia mundur dari kabilah Al-Kalb, dan kembali memeluk Islam.
Dan juga meninggalkan ilmu sihirnya?
Dia dengan sihir itu sebenarnya hanya sebagai perantara...
...untuk mencapai maksud, tetapi tidak berhasil.
Akhirnya mencari kebenaran hingga menemuiku.
Lalu, ada apa ini?/Kami ingin kau menjadi saksi ini...
...seperti perintah Abu Bakar./ Apa ini?
Aku dan sahabatku al-Aqra ibn Habs, menghadap Khalifah Rasulullah...
...dan kami mengatakan bahwa ada tanah yang tidak ada tanaman...
...dan juga tidak dimanfaatkan.
Bagaiman jika kau memberikan kepada kami untuk ditanami.
Siapa tahu Allah akan memberi manfaat sesudahnya.
Dia sudah musyawarah dengan orang-orang yang ada di sana.
Dan mereka semua setuju, kemudian menulis surat ini.
Dan menunjukkan kepada para kaum.
Namun dia berkata tidak sempurna tanpa ada saksi dari Umar...
...inilah tujuan kami menemuimu.
Khalifah sudah menyetujuinya?
Coba kulihat dulu?
Ada apa, Ibn Khattab?
Apa yang kau lakukan? Ini tulisan Khalifah.
Bukankah dia bilang tidak bisa, kecuali dengan kesaksianku?
Demi Allah, aku tidak rela. Kembalilah!
Apa yang telah kau lakukan untuk Islam sehingga kau pantas...
...diberi sebidang tanah sebagai kekayaanmu?
Bukankah kau tahu Rasulullah memberi rampasan perang setelah perang Hunain?
Rasulullah melakukannya, karena ingin mengambil hati orang Islam...
...karena Islam saat itu masih lemah.
Sekarang Islam telah jaya.
Pergilah, dan lakukan yang terbaik.
Allah tidak akan memeliharamu jika melihatmu sedikit ketika kekurangan.
Dan menjadi banyak ketika berharta.
Demi Allah, kau keras dan berhati kasar.
Kami akan mengadukannya kepada Khalifah Rasulullah.
Kau yang menjadi Khalifah atau Umar?
Apa yang kau katakan?
Dia, apabila ia bersaksi dan setuju.
Beritahu aku tentang tanah yang kau berikan kepada kedua orang ini.
Tanah kepunyaanmu sendiri, atau milik orang Islam?
Kepunyaan semua orang Islam./ Siapa yang memberimu hak untuk...
...memberikannya hanya kepada dua orang ini, bukan semua umat Islam?
Aku sudah musyawarah dengan mereka semua dan setuju dengan hal ini.
Apa kau sudah bermusyawarah dengan semua orang Islam dan mereka setuju?
Demi Allah, mereka semua pemilik tanah itu.
Seperti yang sudah aku katakan padamu, kau lebih kuat dariku...
...akan tetapi kau memaksaku untu menerima tanggung jawab ini...
...dan kau menolak untuk dibebani.
Alhamdulillah, aku memilih orang yang tepat dan lebih baik dariku...
...dan sebaik-baik manusia setelah Rasul, Abu Bakar al-Siddiq.
Ini surat dari Muthanna ibn Harithah Syaibani...
...dan kita semua tahu bagaimana beraninya dia...
...di sisi al-Alaa ibn al-Hadrami melawan orang murtad Bahrain.
Padahal dia adalah penduduk sana.
Dan setelah selesai memerangi orang murtad disana, dia tidak berhenti.
Dia mengejar orang-orang Persia yang membantu orang-orang murtad.
Kemudian menyerangnya hingga memasuki wilayah mereka dan mencapai dua sungai.
Dijla dan Furat.
Kemudian dia mendirikan perkemahan di perbatasan Iraq...
...supaya tidak diserang oleh tentara Persia dan sekutu-sekutunya...
...Arab dan Iraq.
Dia lakukan semua ini atas inisiatif sendiri.
Dan dalam surat ini, dia berkata jika ia ditunjuk sebagai Gubernur...
...oleh pengikutnya dan mereka berbatasan dengan Persia...
...dia akan menjaga wilayah itu.
Bagaimana menurut kalian semua?
Orang ini adalah sebaik-baiknya manusia, sejauh yang aku tahu.
Dia bukan orang biasa dan nasabnya tidak diketahui...
...dia juga yang sudah mendapatkan reputasi yang baik di wilayahnya...
...aku yakin, dia ingin mendapatkan posisi ini bukan demi duniawi...
...karena dia adalah pemimpin bagi para pengikutnya.
Dia ingin mendapatkannya agar diakui oleh Khalifah...
...dan selanjutnya, dia dapat mengajak orang-orang untuk perang bersamanya.
Dia juga bisa mendapatkan bala bantuan darimu untuk melawan musuh-musuh kita.
Orang-orang Persia tidak akan meninggalkan sendirian...
...dengan apa yang mereka lakukan di perbatasan Iraq.
Akan tetapi mereka bersekongkol dengan para sekutunya.
Jika bahaya ini dibuat oleh Muthanna, dan jika mereka takut kehilangan...
...tanahnya dekat Hirah, mereka akan menemui musuhnya...
...dan tidak ada kekuatan.
Untuk melawan Persia, kita tidak bisa...
...hanya mengandalkan penggerebekan dan pertempuran...
...kita harus meraih mereka dan mengalahkannya sampai mundur...
...ke wilayah mereka seperti Rasulullah SAW.
Betul sekali wahai Khalifah, ini adalah ideku.
Dan sekarang adalah saatnya, semua orang Arab tunduk...
...dengan aturan Islam.
Tentara-tentara kira sudah sangat ahli dalam perang...
...dan belum pernah ada yang sehebat ini sebelum Islam.
Jika orang-orang Arab ingin melawan Persia...
...maka ikatan diantara mereka akan kuat seperti bangunan yang kokoh.
Dan mereka akan saling melupakan keluhan dan balas dendam diantara mereka.
Kalau ingin melakukannya, maka sekaranglah waktunya.
Ketika kalian menerima suratku ini, bertolaklah ke arah Iraq...
...dan masuklah dari arah barat, dan mulailah dari Al-Ubullah.
Bersatulah dan berdoalah kepada Allah.
Kalau mereka tidak merespon, ambillah jizyah dari mereka...
...kalau mereka menolaknya, perangilah mereka...
No comments yet. Be the first to leave one.