نخستین 200 خط.
- Sebelumnya di Dig... - Kurasa kita sudah menemukan si pembunuh.
Bukan dia pelakunya. Kau mengikuti petunjuk yang salah.
Kau pernah mendengar Orde Moria?
Mereka perkumpulan rahasia.
Simbol yang ada di jurnalnya Emma,
pernah muncul pada kasus orang hilang di Yerusalem.
Warga Amerika, 21 tahun. Gregory Donaldson.
Dia mengukir simbol itu pada dadanya.
Aku tidak tahu ini apa, atau untuk membuka apa.
Tapi aku tahu Greg takkan mau mereka sampai memilikinya.
- Apa itu? - Kasusmu.
Tersangkamu itu akan ditemukan mati di dalam selnya.
Dia bukan orang kita.
Dia sangat berbahaya.
Dia orang Eseni.
Kenapa kau membawaku keluar dari kamp?
Untuk melindungimu.
Aku mau Josh kembali.
Aku akan melaporkan semuanya.
Kami akan bunuh Charlie.
Ini lebih besar dari kau dan aku.
Apa itu adzan?
Kita berada di bawah Kubah Sakhrah,
Aku melepasmu dari posisimu.
Pesawatmu akan berangkat tiga jam lagi.
Supir akan mengantarmu kembali ke hotel untuk berkemas, kemudian ke bandara.
Agen Connelly!
Bagaimana dia?
Sedang tidur.
Masukkan dia ke pengawasan bunuh diri.
Aku bukannya butuh izin untuk itu?
Kau tidak dengar?
Kubilang, masukkan ke pengawasan bunuh diri.
Ini Debbie.
Yeah.
Baik.
Oke.
Siapa yang kau telpon?
Pastur Billingham.
Dia setuju melepas Charlie.
Meski ada syaratnya.
Dia mau aku kembali.
Kau harus lakukan keinginan mereka, Debbie.
Mereka tak akan menyakitiku.
Bukan itu masalahnya, Josh.
Mereka itu orang jahat.
Kau tidak pantas bersama mereka.
Lagian aku sudah menjanjikanmu awal yang baru. Aku tak bisa menyerahkanmu begitu saja.
Jadi, apa yang akan kita lakukan?
Aku sudah mengatur pertemuan di gurun.
Jaraknya 10 mil dari sini.
Billingham akan membawa Charlie kesana.
Oke, kalau begitu ayo kesana.
Yeah, pasti.
Tapi sebelumnya kita belanja dulu.
Oh...
Pulang juga akhirnya.
Yang bisa membunuhku cuma lembaran kerja di kantor.
Well, syukurlah kau sudah pulang.
Kita kedatangan tamu.
Ibuku lagi?
Tidak setragis itu.
Bukankah harusnya kau sudah separuh jalan menuju Amerika sekarang?
Rencanaku berubah.
Golan Cohen...
perkenalkan Emma Wilson.
Astaga.
Semuanya hanya tipuan.
Sandiwara.
Beberapa minggu lalu, aku bertemu seorang pria di suatu restoran
yang bertanya apa aku mau mendapat sedikit uang tambahan.
Dia membuatnya seolah terdengar biasa saja.
Seperti semacam keisengan atau lelucon belaka.
Dia ingin aku mendapatkan perhatianmu.
- Aku? - Dia menyuruhku harus berkata apa,
bagaimana harus bersikap,
memberiku kalimat tertentu untuk digunakan.
Bahkan memintaku mengecat merah rambutku.
Malam itu,
setelah aku berpisah denganmu, aku menemui pria yang membayarku itu.
Aku kira dia akan memberiku uang.
Tapi dia malah mencengkramku dan melemparku ke dalam mobil.
Mereka membawaku ke suatu bangungan.
Tepatnya dingin. Dipenuhi tikus.
Ini. Minumlah.
Ambil nafas.
Setiap hari, kupikir aku akan mati.
Jadi aku mengucapkan selamat tinggal kepada semua orang dalam hati.
Orangtuaku, teman-temanku, orang-orang yang kusayang...
Dan kemudian pagi ini,
aku mendengar pembicaraan mereka yang akhirnya memutuskan untuk membunuhku.
Jadi...
Aku berpura-pura sakit.
Dan saat salah satu penjaga mendekat,
Aku mencabik wajahnya.
Saat mereka memintamu untuk mengecat merah rambutmu,
mereka mengatakan alasannya?
Yang kutahu hanyalah, ada kenalanmu yang memberikan informasi itu pada mereka.
Aah... yeah!
Liat. Hei, ada apa?
- Kau sudah dengar? - Apa?
Peter Connelly tidak naik ke pesawat.
Apa? Kok bisa?
Dia mengecoh para penjaga saat berada di hotelnya.
Ya Tuhan.
- Kau sudah menyebar berita itu? - Aku ingin tanya kau dulu.
Jadinya belum. Takut kau tidak mau ada yang...
Tidak, baguslah. Kau sudah benar.
Sebelum dia meninggalkan Konsulat,
dia memintaku untuk melacak ini.
Dia ingin aku melihat kunci yang ditemukannya.
Dia pikir kunci ini mungkin ada kaitannya dengan kasus Emma Wilson.
Yeah, terus?
Ternyata ini kunci sebuah kotak penyimpanan di bank Tel Aviv Credit Union di jalan Hillel.
Mungkin bisa membantu kita menemukan dimana dia berada.
Oh, aku tahu harus memulai dari mana.
Sedikit lagi...
Tahan, satu lagi.
Sip.
Oh.
Nanti akan kubawa ini ke lab, minta mereka melakukan tes DNA.
Pada malam kita bertemu,
kau menyelipkan sebuah batu ke kantongku.
Kenapa?
Karena mereka menyuruhku melakukannya.
Mereka tidak mengatakan alasannya.
Dan Yussef Khalid berada di dalam apartemenmu.
Bagimana dia bisa tahu...
Karena kau tidak mengikutinya kesana. Dia membimbingmu kesana.
Apapun itu yang sedang terjadi, kau punya peran besar di dalamnya.
Pria yang membayarmu ini... kau masih bisa mengenalinya?
Siapa?
- Lynn Monahan. - Sial.
Kemari.
Peter Connelly harusnya sudah di dalam pesawat sekarang ini.
Dia tidak ikut lepas landas.
Tidak mengejutkan.
Dia tampak sedikit terobsesi dengan kasus ini.
Sedikit, hah?
Mm-hmm.
Dan bukan cuma kasusnya.
Tapi pada sang korban juga.
Dia masih di Yerusalem.
Well, mau dimanapun dia berada, kasus itu sudah ditutup.
- Hmm. - Kau sudah lihat sendiri.
Tersangka sudah mengaku.
Apapun yang Peter Connelly pikirkan, hanya Peter Connelly yang tahu.
Jadi dia belum menghubungimu?
Tidak, kami belum berdamai kemarin.
Well, jika dia menghubungimu, beritahu aku.
Kalau aku gak mau?
Baik. Berikan ini padanya.
Apa ini?
Itu informasi yang diinginkannya terkait sebuah kotak penyimpanan.
Berlokasi di bank Tel Aviv Credit Union di Yafo.
Sampai ketemu.
Dia takkan berhenti sampai menemukanmu.
Kita perlu pergi ke basement itu
sebelum kehilangan petunjuk siapa yang melakukan ini.
Kau bisa mengingat jalan kembali kesana?
Aku bisa coba.
Jadi apa semua orang boleh kemari dan membawa pulang semua ini?
Semua orang yang membelinya dengan uang.
Apa kita punya uang?
Well, untuk itulah kau dibutuhkan.
Kemari. Yeah, disini.
Kau lihat jam disana itu?
Tepat semenit dari sekarang, aku mau kau berteriak.
Sekencang-kencangnya.
Melebihi teriakan yang pernah kau lakukan.
Kau bisa melakukannya?
Bisa kucoba.
Josh...
Kita adalah tim, kau dan aku.
- Ada apa? - Aaah!
Kau terluka?
- Kau kemari dengan seseorang? - Aah!
Anaknya siapa ini?
- Aah! - Bawa dia ke kantor.
Jangan pikirkan.
Bagaimana?
Tempat itu rasanya familiar.
Yang mana?
Kurasa aku keluar di sekitar belokan situ.
Dari sini?
Kau yakin?
- Aman. - Aman.
Aku dirantai di dinding itu.
Rasanya cukup lama aku berbaring di alas itu
dan makan dari ember itu.
Lihat ini.
Kita ditinggalin hadiah perpisahan.
Akan kubawa ini ke lab, bersama dengan sekaan kuku tadi.
Ada pecahan kaca disini.
Ada darahnya.
Darahku.
Begitulah caraku kabur.
Coba lihat.
Riasan.
Untuk membuatku terlihat seperti sudah mati.
No comments yet. Be the first to leave one.