نخستین 200 خط.
Kau menjual seorang wanita dari kediaman Batiatus.
Tanda dari majikannya di pundak.
Di mana dia?
Kita akan menemukannya dan menghabisi siapapun yang menghalangi.
Kita buat orang2 Roma berlumuran darah karena menjadikan kita anjingnya.
Spartacus adalah musuh kita bersama.
Manusia punya sifat berkhianat.
Apa yg membuatmu yakin akan menang??
Karena dewapun menginginkannya.
Semoga dewa memberkatimu.
Hanya ada satu tempat bagi seekor binatang yang sudah tak memiliki kehormatan.
Kau.
Aku datang membawa hadiah.
Yang bisa membawamu pada Spartacus.
SPARTACUS "PEMBALASAN"
"YANG LEBIH BAIK"
Penterjemah : -- Ikang (KLEBENGAN) -- Resynced for BluRay by: enjumpz
Hentikan rengekanmu!
Tahan dirimu.
Jadi itu alasan kau disini, ya? Karena tak pernah patuh?
Bebaskan diri kalian.
Strategimu hebat juga. Menusuk dari belakang.
Permulaan yang baik.
Aku harap terus begitu.
Aku mencari wanita bernaman Naevia.
Dia dipindahkan dari satu rumah ke rumah lain sebelum Batiatus tewas.
Batiatus?
Kau Spartacus?!
Aku Crixus.
Spartacus berdiri dibelakangku.
Wanita yang dia cari sangat cantik.
Ada tanda majikannya di pundaknya.
Dia dibawa....
Spartacus bilang aku akan terbiasa dengan pedang.
Memang tidak mudah merenggut nyawa seseorang.
Tapi tidak bagi orang2 Romawi keparat.
Kau tetap di sini dengannya. Akan kubantu kau setelah--
Gadis itul...
Naevia...
Aku melihatnya...
Katakan.
Beri aku kuda dan jgn membunuhku.
Bicara.
Mereka bisa jadi tambahan./Bukan itu tujuanku/ Kita pasti bisa menemukannya.
Kau sudah sering mengatakannya tapi dewa tak pernah mengabulkannya.
Prajurit itu mengaku kenal dengan kekasihmu.
Apa yg dia katakan?
Bicaralah!./ Mati
Naevia telah tewas.
Aku tak percaya dia tewas.
Sekali lagi dewa menunjukkan amarahnya.
Aku tak pernah menyukai dia.
Tapi aku turut sedih melihatnya begitu.
Bagaimana dia tewas?
Naevia dikirim ke Lucania demi ambisi Batiatus.
Dia tewas di penambangan?
Dia terluka parah dan tdk mendapat mengobatan yang layak.
Kematian adalah sebuah kebaikan daripada menjalani takdir yang seperti itu.
Kebaikan hanya bagi yang pergi.
Dia tak mau buka mulut. Ini bantuan yg mau kau beri untukku?
Sebuah patung yang berdarah?
Oenomaus merasa dirinya orang terhormat.
Rasa sakit takkan membuatnya mengkhianati teman2nya.
Aku sangat mengenalnya.
Serahkan padaku..../ Buang pikiranmu itu. Aku belum lupa....
...seperti apa tabiatmu, budak.
Dan bagaimana kau membantu Batiatus untuk menyeretku ke tempat ini.
Aku hanya mengikuti perintah majikanku, dan takkan menolak sedikitpun.
Seperti aku akan setia padamu untuk menghabisi Spartacus.
Kau bicara tentang kesetiaan padaku.
Tapi tanda dari Batiatus itu mengingkarinya.
Kutukan yg menempel dikulit.
Kehinaan yang akan berubah jadi kehormatan.
Buktikan.
Dan kita lihat apakah kau memang bisa berguna.
Keinginanmu...
Adalah kewajibanku.
Kau harus bersabar.
Dewa takkan membiarkan Oenomaus menghina kita dgn tutup mulutnya.
Ketidakpercayaanku tak hanya pada dewa.
Tapi juga pada pembawa pesannya.
Ini dia orang hebatnya.
Syukurlah akhirnya kau tahu kami ada di sini.
Maaf, aku tak mendengar kedatanganmu.
Aku yang salah.
Terlalu bahagia bertemu ayah dan mendengarkan cerita Varinius tentang Romawi.
Ini istri sang Lanista itu?
Orang yg dibicarakan di luaran sana?
Lucretia.
Mendapatimu selamat merupakan berkah dari Olympus.
Aku hanya pesuruhnya yang hina.
Kau terlau merendah.
Selamat dari kengerian seperti akan membuat Jupiter mempertimbangkan berharganya dirimu.
Varinius akan mengadakan pertandingan.
Pertandingan?
Olahraga berdarah selama dua minggu!
Menghilangkan kegelisahan warga akan Spartacus yang belum juga tertangkap.
Akan menjadi pertunjukan hebat.
Jika ditambah orang-orangmu dalam pembukaan.
Ditambah kehadiran Lucretia di balkon utama akan menenangkan warga.
Sebuah kehormatan. Aku akan senang sekali membantunya.
Tidak seperti yang terjadi di daerah selatan.
Apa mereka mendekati keberhasilan?
Atau Spartacus masih mengelabui mereka seperti yang kudengar terjadi di pasar?
Mungkin orang2 Seppius bisa turut serta di pertandingan tersebut.
Semua tahu kau cukup berkuasa atas mereka.
Orang2 Seppius tidak mewakili Roma, seperti juga milikmu.
Hidangkan anggur untuk Varinius dan temani dia menikmati pemandangan kota.
Aku tidak perlu membantahnya.
Mari. Aku akan menjamu dengan baik.
Varinius sangat dihormati di dewan.
Pertimbangkan itu sebelum lain kali kau mengeluarkan kata-kata.
Apa aku tak setara dengannya?./ Hanya di gelarmu saja.
Bagi mereka kau hanya bocah yang belum bisa cebok sendiri.
Menunjukkan rasa hormat sesama pejabat akan menghapus keraguan mereka.
Tak hanya dikalangan dewan.
Capua, ada di utara.
Posisi kita sekarang di sini.
Di utaranya, Vesuvius.
Tempat yg bagus untuk berkemah.
Kita bisa menyerang ke Pompeii, di selatan.
Atau Neapolis di barat laut.
Kapal tahanan sering berlabuh disini.
Menjual mereka untuk dijadikan budak.
Seperti yang terjadi padaku dan saudaraku.
Aku dibawa dari Adriatic ke pesisir timur. Aku mengenal Neapolis sedikit.
Mereka yg dibawa adalah para petarung?
Ditangkap dalam perang orang lain.
Musuh2 Romawi akan mudah direkrut.
Cukup beralasan, bagus.
Aku akan bicara pada pada Crixus.
Untuk apa?
Dia orang Gaul./ Mereka orang tak berguna.
Mereka setengah dari kita dan jelas dibutuhkan saat menyerang Neapolis.
Dia butuh pengalih perhatian dari meratapi nasib buruknya.
Bagaimana kau bertahan?
Setelah wanita yang kau cintai direnggut selamanya?
Awalnya aku tak sekuat itu.
Aku hanya tulang dan daging yang tak lagi memiliki detak jantung.
Kita akan membuatnya berdetak lagi dgn darah orang2 Romawi.
Samudra darahpun takkan bisa menghapus apa yang telah kulakukan.
Apa yang telah kau lakukan?
Aku sengaja memikat Naevia dan mengabaikan risikonya.
Apa yang akan dilakukan Lucretia jika...
...tahu kami mengkhianatinya.
Naevia meninggalkan dunia ini akibat hasrat pribadiku.
Bukan kita yang menentukan mencintai siapa.
Cinta yang mendatangi setiap insan.
Dan merengkuhnya hingga tak tersisa.
Kehampaan bisa menjadi senjata.
Berapa banyak lagi yang senasib dengan Naevia?
Tanpa harapan akan cinta dan sentuhan kehangatan?
Kita bersama-sama bisa menghancurkan cengkraman di leher...
Sudah sering aku mendengar ini.
Biarkan aku sendiri.
Dia adalah jiwa yang bercahaya.
Tapi tetap mati sebagai budak.
Seperti halnya istriku.
Aku takkan biarkan itu terjadi lagi.
Hanya karena pria yang mampu membuat perbedaan hanya berdiam diri.
Belati yang menancap di dadanya telah melemahkan semangatnya
Kita semua pernah berkorban.
Sekarang giliran Crixus./ Aku bicara padanya...
Ucapanmu hanya akan semakin membuatnya terluka.
Jika tahu yang sebenarnya...
Aku tak ingin kau dan yang lainnya mati sia-sia.
Ayo.
Masih ada perencanaan yg hrs kita buat untuk Neapolis.
Tatapan kosong itu.
Aku pernah melihatnya.
Saat kau di Lubang itu menanti kematian.
Kau merindukannya?
Itukah yg kau cari disitu, lari dari kehormatan?
Pikiran yang membawa Oenomaus yg perkasa ke dalam kegelapan dunia bawah?
Mengkhianati tempat yang menyelamatkanmu dari tempat itu?
Persaudaraan yg membuat hasil pelatihanmu sbg Doctore menjadi pengkhiatan dan pembunuhan?
Atau karena Ashur selamat darimu?
Tak begitu penting.
Mari lupakan masa lalu dan bersiap untuk masa depan yang lebih pasti.
Tidak.
Kau harus memohon.
Kau harus buka mulut.
Kau haus akan air?
Agar tak mati?
Biarkan lidahmu berucap dan keinginanmu akan terpenuhi.
Beritahu dimana Spartacus dan cecunguknya bisa ditemukan.
Mereka mengkhianati semua kebenaran yang kau yakini.
Kau tak berutang apapun pada mereka.
Bicaralah keparat!
Baiklah.
Tetap saja diam.
Tetap hidup. Dalam penderitaan.
Setiap hari.
Hanya ada Ashur yang akan menghiburmu.
Seperti yang dulu pernah kau lakukan padaku di sini.
Kau seharusnya memberitahuku kedatangan mereka.
Aku tadi sedikit terlena.
Mereka hanya sebentar.
Cukup bagi ayahmu untuk mencekikku.
Semua akan terlupakan saat kau persembahkan orangmu.
No comments yet. Be the first to leave one.