スライム倒して300年、知らないうちにレベルMAXになってました
نخستین 200 خط.
Guru, ceritakan kisah cinta, dong!
Tidak punya.
Masa? Pasti ada kalau hidup selama 300 tahun.
Aku bilang tidak punya.
Saya sangat mendambakan kisah cinta karena masih muda.
Memangnya berapa usiamu?
Tujuh belas tahun...
ditambah 2.500 bulan.
Lebih dari 200 tahun, dong!
Untuk ras elf, usia segitu masih belia.
Falfa, Shalsha, apa kalian punya orang yang disukai?
Falfa sayang Mama!
Shalsha juga sama.
Putri-putriku!
Bukan begitu maksud saya.
Maaf membuat kalian menunggu.
Laika, terima kasih!
Mari... selamat makan!
Maaf, Nona Azusa!
Saya akan pulang kampung.
Inilah saatnya aku bisa hidup santai!
Aku hanya ingin menikmatinya tanpa diganggu siapa pun!
Masalah selalu saja berdatangan, tetapi aku tidak akan menyerah!
Sampai aku bisa merebut kembali hidupku yang tenteram!
"Tanpa Sadar Levelku Mentok Setelah Membasmi Slime Selama 300 Tahun"
Namun ketika aku ingin hidup damai, kekacauan datang silih berganti.
Laika, kamu ingin pergi dari rumah ini?
Falfa akan kesepian.
Shalsha juga.
Laika, apa kamu tidak puas dengan kehidupan kita?
Bukan begitu.
Meskipun hubungan kita guru dan murid, tapi aku menganggap kalian di sini keluarga.
Jadi, tolong jangan pergi!
Maksud saya bukan begitu.
Saya ingin pulang sementara untuk menghadiri pernikahan Kakak.
Eh? Pernikahan?
Jika berkenan, apa kalian mau hadir?
Akhirnya kisah cinta!
Begitulah ceritanya.
Kami menuju Gunung Berapi Rocco, kampung halaman Laika.
Pemandangan yang indah, 'kan, Halkara?
Puk, puk, keluarkan.
Puk, puk, muntahkan semuanya.
Ugh, lega rasanya.
Kamu baik-baik saja? Jangan dipaksakan.
Guru sungguh baik hati.
Saya rela kalau Guru mencium saya.
Aku yang ogah.
Semuanya, sebentar lagi sampai.
Itulah Gunung Berapi Rocco.
Di sinilah tempat akad nikahnya.
Uwah! Naganya banyak sekali!
Secara biologi, mereka disebut Naga Merah.
Dikategorikan ke dalam ras naga, bukan monster.
Ayunda Laika, selamat datang.
Sayap Ayunda hari ini pun tampak menawan.
Yang terpenting bukanlah sayap, tetapi apa yang akan kita kuasai.
Ayunda Laika memang luar biasa!
Kenapa pembicaraannya terdengar seperti sekolah putri kaya?
Maaf, Nona Azusa. Mereka junior saya di akademi perempuan.
Junior di akademi!?
- Ayunda! - Ayunda!
Mari saya perkenalkan keluarga saya.
Mereka semua besar!
Iya, ukuran raksasa.
Usahakan jangan berjalan di atas piring.
Maaf, maaf! Saya bukan makanan!
Saya pulang.
Ayah, Ibu.
Laika, selamat datang.
Akhirnya kamu pulang, putriku.
Ayah yang ceria, ya.
Ayah, jangan di depan tamu!
Aduh, maaf.
Kami sudah mendengarnya dari putri kami.
Apa dia merepotkan Anda?
Tidak, justru saya yang telah terbantu.
Laika!
Kakak!
Kamu juga hadir, ya.
Ini kakakku dan pengantin jantannya.
Saya Leila, kakak Laika.
Selamat atas pernikahan kalian.
Bagaimana ceritanya kalian bisa jatuh cinta?
Masih saja tanya kisah cinta.
Dia adalah teman masa kecil dari adik jantanku.
Kami memutuskan menikah setelah terpisah selama 80 tahun.
Terpisah 80 tahun!?
Hari ini tampak damai.
Aku harap bisa selesai tanpa masalah.
Apa ada yang Anda cemaskan?
Ada.
Hubungan tiap-tiap suku naga tidaklah rukun.
Sering ada kasus suku lain menyerang ketika pesta pernikahan.
Pertanda tidak baik nih.
Sudah kuduga mereka datang.
Naga Biru!
Semburan es!?
Mereka Naga Biru yang tinggal di wilayah Heint.
Naga-naga tanpa tata krama yang gemar menyembur es.
Hei, suku Naga Merah, aku dengar ada pernikahan.
Karena kami sebal, kami datang mengacau!
Namanya adalah Flatorte.
Naga betina yang dijuluki sebagai si Ratu Pengacau.
Terdengar menjengkelkan.
Padahal baru berusia 300 tahun, tapi sudah menikah.
Aku saja yang 400 tahun masih jomlo!
Alasannya terlalu sepele!
Kami tidak hanya mengacau di tempat ini.
Ada kelompok lain yang mengacau di gunung berapi juga.
Tempat itu akan kami bekukan!
Ayah.
Kalau begini, tidak ada pilihan lagi.
Semuanya maju!
Falfa takut, Mama.
Lebih baik menjauh dari sini.
Tenang saja, serahkan pada mama.
Halkara, ayo lari!
Kamu ngapain!?
Almarhum kakek saya bilang harus pura-pura mati kalau bertemu naga.
Tidak jadi, deh!
Mama!
Merunduk!
Ayo bergegas!
Flatorte, tidak akan kubiarkan kau mengamuk lebih dari ini!
Diam kau, Laika!
Kau tidak lupa takdir kita sebagai sesama naga, 'kan?
Baik, bersiaplah!
Dengan senang hati.
Kita akan baik-baik saja di sini.
Laika sedang berjuang.
Muridku memang hebat.
Aku memang kesal,
tapi ini adalah masalah antarsuku.
Orang luar tidak pantas ikut campur.
Kalian teman-teman suku Naga Merah, benar?
Kalau iya, memang kenapa?
Kami akan merusak pernikahan ini dengan melukai kalian!
Mama!
Bunda!
Kalau mau datang mengacau,
jangan membuat takut anak-anak kecil!
Mama keren!
Shalsha kagum.
Halkara, bawa Falfa dan Shalsha untuk bersembunyi.
Baik, Guru, saya mengerti.
Aku memang tidak sadar kalau levelku mentok,
tapi demi melindungi keluargaku,
aku akan menggunakan kekuatan ini sepuasku.
Laika, kamu bisa?
Mau bagaimanapun, lawan kita terlalu banyak.
Apa!?
Ini...
Nona Azusa!
Kurang ajar!
Apa!?
Teman-teman, sembur!
Awas!
Apa!?
Dia mengalahkan naga sebanyak itu sendirian?
Nona Azusa, di belakang Anda ada Flatorte!
Siapa kau sebenarnya?
Bagaimana bisa manusia bisa menang adu fisik dengan naga?
"Roma tidak dibangun dalam semalam."
Roma?
Artinya, kesuksesan memerlukan proses yang lama!
Sialan!
Aku akan membekukanmu!
Ampun, sama seperti menasihati orang bodoh!
Terima ini!
Panas!
Hantaman Tumit Puan Sihir!
Masih mau lanjut?
Mohon ampun!
Nona Azusa!
Semuanya, Nona Azusa telah mengalahkan mereka!
Inilah kekuatan Puan Sihir Penara!
Hidup Puan Sihir Penara!
Laika, jangan senang dulu.
Mereka bilang ada kelompok yang menyerang gunung berapi.
Nona Azusa, naiklah ke punggung saya.
Ya.
Berhubung di kota ini ada pemandian air panas,
saya jadi khawatir kalau ada turis yang terlibat.
Sekilas tidak terlihat ada tanda-tanda pertempuran.
Baguslah kalau tidak terjadi apa-apa.
Saya ingin pernikahan Kakak menjadi kenangan indah.
Tenang saja. Mari kita selesaikan.
Agar pernikahan kakakmu bisa dilanjutkan.
Iya.
Ada apa?
Nona Azusa.
Ini, 'kan...
Naga Biru?
Tenaga mereka diserap dan diperlemah.
Sihir yang cukup licik.
Rupanya kalian.
Kebetulan sekali bertemu di sini.
Beelzebub!?
Kenapa kamu ada di sini?
No comments yet. Be the first to leave one.