نخستین 200 خط.
Mau kemana, Nae?!
Berhenti! Dengarkan ketika aku sedang bicara!
Apa kau berharap akan menjadi selebriti setelah kamu lulus?!
Lihatlah?!
Bahkan kau tidak pernah mendengarkanku, Ma!
Kalau begitu katakan padaku apa yang akan kau lakukan setelah lulus?
Apa kau tau berapa banyak orang menganggur diluar sana?!
Yang juga berebut pekerjaan denganmu? Kau dulu mengutamakan Sains dan sekarang mau pindah ke DKV?
Apa kau ingin gagal ?
Aku tidak mau belajar farmasi.
Apa kau tau untuk siapa aku membuka farmasi ini?
Berhentilah berpikir kalau aku masih berhutang padamu, Ma!
-Kalau kau tidak suka mungkin seharusnya kau keluar saja! -Kau melewati batas, Nae.
Mama saja tidak bahagia, apa mama mau aku tidak bahagia sepertimu?!
-Kau keterlaluan, Nae! -Oh, benarkah?
Mama bahkan tidak tau kalau aku sudah lelah hidupku diatur olehmu.
Aku sudah muak dengan semua ini!
Aku tidak mau ada disekitarmu lagi!
Nae! Nae!
Aku mau jujur.
Aku mungkin akan lebih bahagia jika Ayah ada disini.
Halo,
Ma,
Kau dimana? Kenapa hpmu mati? Kenapa gak menjawab teleponku?
Kau tau, kau membuatku khawatir?
Aku mungkin tidak bisa kembali dan bertemu denganmu lagi.
Aku yang kau bicarakan?
Apa yang ingin kau katakan padaku? Aku tidak mengerti.
Kalau kau marah atau apapun itu, bisakah kita membicarakannya dirumah?
Jangan bicara seperti itu padaku!
Jagalah dirimu, Ma.
Nae!
Jangan seperti ini, sayang!
Akan ku berikan, Akan ku berikan apapun yang kau minta!
Nae!
Kau dengar aku?!
Yakin?
Tolong pulanglah!
Pulanglah dan kita bisa bicarakan ini!
Oke, aku akan segera pulang.
Aku harus fokus ke ujianku.
Nae!
Nae! Nae!
Halo!
Nae!
Apa yang Mamamu katakan?
Dia benar-benar percaya.
Panggilan Tak Diharapkan
Halo?
Halo juga.
Ada yang bisa saya bantu?
Apa ini Ple?
Tidak ada yang bernama Ple disini.
Kau belum mau tidur kan?
Hah?!
Aku didepan rumahmu sekarang.
Aku ingin tau apa yang sedang kau lakukan.
Ya. aku percaya itu!
Dasar mesum! Kalau berani coba telepon lagi dan kau akan tau akibatnya.
Kalau berani coba telepon lagi dan kau akan tau akibatnya. Aku akan memotong lehermu dengan golok. Sebaiknya hati-hati.
Kau beruntung memanggil telepon rumahnya sehingga nomor telepon ini tidak terlihat. Kalau tidak kau sudah mati.
Itu menyebalkan!
Nae, gantian.
Sekarang giliranmu.
Lanjutkan!
5.
4.
7.
6.
-1 -8.
Jadi 1 atau 8 dulu?
1 kemudian 8.
Kau bisa memilih angka terakhirnya.
Halo,
Halo,
Apa ini Ben?
Kamu kapan pulang? Nenek menunggumu.
Mungkin aku tidak bisa pulang sekarang, Nek.
Halo,
Halo,
Dia tidak menjawab.
Aku pikir Nenek itu...
... terkejut dan meninggal!
Ben tidak pulang kerumah!
Nenek yang malang.
Ini, Mamamu telepon.
Bukankah dia akan paranoid jika kau melakukan itu?
Kenapa?
Serius.
Aku tidak pernah bilang kalau aku mau bunuh diri.
Jika dia melakukannya itu masalahnya. Akan kuladeni.
Pikirkan itu! Kenapa kau belajar selama 10 tahun jika ibumu memaksamu dibidang yang dia inginkan?
Apa kau tidak berpikir kalau itu berlebihan?
Nae, kau baik di sekolah jadi kau punya banyak pilihan. Dengan itu akan banyak masalah yang datang.
Lihat aku!
Aku tidak punya masalah apapun sejak aku pergi ke universitas.
Dan kita disini hanya untuk bersenang-senang.
Jadi jika kau berlebihan lebih baik kau turun dari kasur.
Turun sini, Nae!
Gap, ini giliranmu!
-Aku? -Ya!
Oh, sudah 14 panggilan tak terjawab dari Mamamu. keterlaluan kau!
Diew, teleponmu bunyi.
Jawab aja dan bilang suruh telepon lagi nanti.
Halo, Telepon lagi nanti!
Nae!
Ma?
Apa kau baik-baik saja?
Apa maksudnya?
Bagaimana kau bisa tau nomor ini?
Kau menelpon hpku memakai nomor ini.
Hah?
Hei, kenapa kau tidak pulang jadi kita bisa bicarakan?
Kau menangis dan tidak mau memberitahu aku apa yang salah.
Tunggu, tunggu, tunggu..
Apa yang kau bicarakan?
Menangis?
Aku tidak menelponmu, Ma.
Aku baru bangun ketika kau menelponku.
Apa maksudmu kau tidak menelponku?
Kita tadi bicara lewat telepon. Dan kau memakai nomor ini ketika menelponku.
Mungkin kau salah dan itu suara orang lain?
Apa kau bercanda?
Bagaimana mungkin aku tidak mengenali suaramu?
Bagaimana bisa kamu menelepon ku tadi, kalau kamu baru saja bangun?!
Kita bicarakan ini nanti, Ma.
Apa ?
Apa kau menelpon Mamaku?
Aku serius ini!
Nomormu muncul di hpnya.
Bagaimnana bisa?
Apa kau sedang bermain- main?!
Nae, Aku juga baru bangun
Aku bahkan tidak punya nomer Mamamu!
Mau kemana kau?
Mau pulang.
Kenapa baru bilang sekarang?
Karena kau bilang mau menginap disini, jadi aku tidak memberitahumu.
Kalau kau masih mau menginap, kutinggalkan kuncinya padamu.
Jadi kemana saja kau tadi?
Aku pergi ke bawah,
Katanya saat teleponmu memanggil,
Orang-orang di apartemen ini tidak tahu nomor teleponmu.
Jadi bagaimana bisa Mamaku mengetahuinya.
Nae,
Sudah jangan dipikirkan.
Atau kurasa kau tadi malam mengigau dan menelponnya.
Sudah.... Sudah tidak ada alasan lagi untuk kau mengurusi hal sepele seperti ini.
Ujianmu dua hari lagi, tidak ada lagi waktu untuk memikirkannya.
Ini kuncinya.
Aku keluar.
Jaga kamarku jangan diberantakin.
Sudah ya.
Diew
Teleponmu berbunyi.
Jawab saja!
Kenapa mama belum tidur?
Nae, kau harus menghentikan kejahilanmu!
Apa lagi, Ma?!
Kau menelpon ku dengan histeris, dan tidak mengatakan apa-apa.
Ada apa denganmu?
Terserahlah, Ma!
Aku tidak menelponmu.
Kau menelpon dari telepon di ruanganmu!
Ma!
Bagaimana bisa aku menelponmu kalau a---?!
Aku benar-benar tidak menelponmu, Ma.
Bisakah kau berhenti berbohong kepadaku?
Kalau bukan kau yang menelpon, terus siapa lagi?
Atau kau mau bilang kalau itu teman-teman jahil yang bersamamu?
Aku tidak tau, oke?!
Sudah kukatakan aku tak pernah menelponmu, jadi aku ya tak pernah menelponmu!
Kenapa kau tak pernah mendengarkanku?!
Halo?
Halo!
Kenapa kau mengirimkanku file ini?
Apakah kau berpikir ada sesuatu aneh yang terjadi?
Kau yang aneh..
Manusia normal apa yang mengirimkan video tentang dirinya yang sedang tidur kepada temannya?
Oh, aku penasaran mengenai sesuatu.
Aku tidak habis pikir, itu bukanlah kasur yang kecil,
Tapi kenapa kau hanya tidur di sisi itu?
Kecuali... ...ada seseorang yang tidur di sebelahmu.
Hoi, Nae!
Jangan diam saja, kawan!
Aku hanya bercanda!
-Halo? -Halo?
-Ada yang bisa saya bantu? -Ada yang bisa saya bantu?
-Diew tidak disini, dia pulang. -Diew tidak disini, dia pulang.
-Diew tidak disini, aku akan menutupnya. -Diew tidak disini, aku akan menutupnya.
Halo?!
Hallo,.. Bisakah kau kesini sekarang?!
Apakah ada seseorang yang menggunakan nomer ini untuk telepon jahil
Like, apakah ada anak kecil yang mengganggumu?
Kenapa kau memanggil nomer ini?
Apakah ada seseorang bernama Ben?
Tidak ada! kau salah nomer!
Oke, selanjutnya.
Heii, Nae .. Kalau kau diganggu oleh hantu, kenapa kau tidak mengunjungi kuil saja ?
Kita sudah mengatakan kalau kita tidak ingat.
No comments yet. Be the first to leave one.