نخستین 200 خط.
Ini ruangan kesukaanku.
Aku menyukainya,
karena aku bisa membayangkan kaca ini menghilang, dan aku berada di luar.
EVERYTHING EVERYTHING
Diterjemahkan Oleh Arkab S. Prior
Aku tidak pernah keluar rumah.
Aku tidak keluar selama 17 tahun.
Jika kulakukan, aku mati.
Maaf karena terdengar menyedihkan.
Sinar itu membuat pakaianku steril.
Aku memiliki 100 baju berwarna putih.
Itu adalah seragamku.
Ada ruangan tertutup di sekeliling pintu depan.
Ruangan itu kedap udara.
Tak ada yang bisa masuk saat pintunya dibuka.
Bukannya aku tak ingin keluar rumah.
Aku tak bisa.
Sedikit virus bisa membunuhku. Rasanya seperti aku alergi pada segalanya.
Yang aku makan, yang aku sentuh, semuanya memiliki konsekuensi.
Aku mengidap SCID.
Sistem kekebalan tubuhku payah.
Gambar ini akan menjelaskan.
Dalam setiap tetesan darah ada sel spesial bernama limfosit.
Beberapa limfosit sangat bagus dalam melawan hal-hal jahat,
seperti virus dan bakteri.
Tapi aku mengidap SCID,
limfositku lebih sedikit dari jumlah yang seharusnya.
Dan limfositku,
tidak terlalu bagus dalam melawan hal jahat.
Ibuku mengikut sertakan aku dalam sebuah kelompok dukungan.
Beberapa dari mereka benar-benar sakit.
Sisanya mengalami masalah dalam interaksi sosial.
Setidaknya aku memiliki internet.
Aku berlatih.
Aku membaca begitu banyak buku.
Saat selesai, aku menulis review singkat.
Aku mengikuti kelas arsitektur secara onlline.
Setiap aku membuat rancangan baru, kuletakkan astronot di dalamnya.
Aku bisa terhubung dengannya.
Aku merasa seperti astronot, terdampar di luar angkasa.
Setiap hari tak ada perbedaan.
Mungkin hari ini akan berbeda.
Keluar dari truk, Olly.
Hai.
Jika kau ingin memiliki penyakit
yang mengharuskan seseorang memeriksamu secara terus menerus,
cocok sekali jika ibumu adalah seorang dokter.
Aku didiagnosa SCID awal sekali.
Ibuku mengetahuinya setelah aku mengalami delapan infeksi pendengaran,
dan dua kali pneumonia.
Berat badanku tak mau bertambah.
Kebanyakan anak hanya bisa bertahan selama dua tahun.
Dokter Whittier.
Hari ini aku ulang tahun.
Aku 18 tahun.
Tapi itu tak ada artinya.
Wajah inilah yang biasanya dilihat pasien Ibu,
tidak ramah, dan penuh kekhawatiran.
Aku penasaran apakah mereka menyukainya.
Karena aku menyukainya.
Ibu tak perlu mengambil hari libur.
Aku selalu mengambil hari libur.
Apa yang ingin kau lakukan?
Seperti biasanya.
Spatlit...
Apa yang benar?
- Spotlight. - Tidak, bukan itu.
Ibu payah dalam permainan ini.
Karena permainan ini sangat aneh.
Tapi Ibu yang selalu ingin bermain.
Ini permainan favorit Ayahmu.
Apakah Ayah mengalahkan Ibu juga?
Yeah.
Kadang dia membiarkan Ibu menang.
- Aku tidak bisa melakukannya. - Kenapa?
Karena aku mencintaimu.
Lupakan saja!
Tak bisa.
Aku mengerti.
Tetap disini.
Jangan datang ke pernikahan.
Aku akan datang.
Kau tak boleh datang.
Hai.
Um, Ibuku mengirimkan kue. Tak terlalu bagus sebenarnya.
Ini hanya kebiasaan yang Ibuku lakukan saat kami pindah rumah.
Dia meminta kami mengantarkan kue ke tetangga, jadi...
Ini sebenarnya lebih seperti, uh, permintaan maaf daripada perkenalan.
Maaf untuk apa?
Karena telah pindah kesini.
Oh, itu tak apa.
Sebenarnya, aku tak bisa menerimanya.
Kenapa?
Ini rumit.
Tapi tolong sampaikan terimakasihku ke Ibumu,
dan selamat datang ke daerah ini.
Apa putrimu di rumah?
Jadi, itu alasanmu datang.
- Bukan alasanku. - Yeah, benar. Yep.
Dia tidak di rumah.
Untukmu saja kuenya.
Oh, baiklah. Pakai kuenya untuk topi.
Hati-hati.
Madeline, kau ingin menyelesaikan filmnya?
Aku ingin tahu seperti apa rasa kue itu.
Rasanya kering.
Kau tak akan menyesali apapun.
Bukan apapun, tapi semuanya.
Hanya beberapa orang yang tahu keberadaanku.
Ibuku, Perawatku, Carla dan putrinya, Rosa.
Aku tak ingat kapan Carla tak ada.
Dia bekerja disini selama 15 tahun.
Kadang, aku mengira dia terjebak disini bersamakku.
- Pagi, Carla. - Mmm-hmm.
Feliz cumpleaños.
Terimakasih!
Terimakasih banyak.
Ooh, una nota.
Rasanya mengerikan.
Turut berduka cita untuk kuenya.
Namaku Maddy Whitter, siapa namamu?
Hai, Olly.
Hai, Maddy.
Kuberitahu diriku untuk tidak membalas pesan Olly.
Tapi aku membalasnya. Secepat mungkin.
Apa kau seorang tahanan rumah?
Kenapa kau berpikir begitu?
Karena aku tak pernah melihatmu keluar satu kalipun.
Um...
Aku bukan tahanan rumah, tapi aku tak bisa keluar rumah.
Sangat misterius.
Apa kau hantu?
Sialnya aku jika tetanggaku ternyata sudah mati.
Aku, 98% masih hidup.
Hmm.
Jadi, kenapa? Karena seorang pria? Kau dikurung?
Oh, astaga. Bagaimana jika begitu?
Aku akan kebingungan.
Kenapa?
Kau memiliki pacar?
Tidak. Aku tak punya pacar, dan aku tidak sedang hamil.
Apa kau mengira aku sedang hamil?
Yeah, sepertinya.
Akan sangat aneh jika aku mendekati seorang gadis yang hamil, jadi..
Benar.
Kau tak ingin tahu aku memiliki pacar atau tidak?
Tidak.
Aku terluka.
Rasanya agak sakit.
Jadi, kau pindah darimana?
Boston, tapi aku berasal dari New York.
Aku ingin kembali kesana.
Aku ingin bekerja di toko roti di New York.
Kau tahu, seperti film Nicolas Cage, Moonstruck?
Bukan.
"Lupakan saja!"
Itu adegan dalam filmnya.
Yeah, aku tahu.
Baiklah, ayo bermain. Fast Five Favorites.
- Oke? - Oke..
Buku, kata, warna, sifat buruk, orang.
Um... Okay. Baiklah. Um...
Jadi, kurasa...
Ayolah. Mengetik dengan cepat. Jangan dipikirkan.
Okay. Baiklah. The Little Prince.
- Uxorious. - Ooh.
- Aquamarine. - Hmm.
Aku tak memiliki sifat buruk.
Dan Ibuku.
Oh, ayolah. Semua orang memiliki sifat buruk.
Berapa sifat burukmu?
Cukup banyak untuk memilih yang terbaik.
- Giliranmu. - Baik.
- Lord of the Flies. - Uh-huh.
- Macabre. - Okay.
Hitam.
Uh, pencuri kecil.
Dan Adikku.
Lord of the Flies?
Jadi, kau menyedihkan.
Sudah kubilang aku tampak menyedihkan dari luar.
Benar.
Apakah orangtuamu masih bersama?
Um, Ayahku sudah meninggal,
jadi, tidak.
Oh.
Whoa, ini sunggung canggung. Aku tidak tahu kenapa begitu...
- Seharusnya aku tidak bertanya. - Tak apa, um...
Ayahku meninggal karena kecelakaan mobil bersama saudaraku.
Aku turut berduka.
Kau tidak sekolah di SF Valley?
Tidak, aku tidak pergi sekolah.
Aku sekolah online.
Kenapa?
Aku sakit.
Oh, apa kau sekarat?
Saat ini tidak.
Secepatnya?
Jika aku keluar rumah, yeah, mungkin.
Kenapa?
No comments yet. Be the first to leave one.