نخستین 200 خط.
KEPADA SITUS NONTON STREAMING, MOHON TAK MERUBAH APAPUN KONTEN SUB INI
HARUS MENGUNGSI KE FASILITAS BAWAH TANAH ATAU SEJENISNYA SETELAH ADA PERINGATAN SERANGAN NUKLIR.
SETELAH 2 MINGGU, AKTIFITAS RUTIN BISA DILANJUTKAN SAAT TINGKAT RADIOAKTIF TURUN SAMPAI 1/1.000.
~ Instruksi Nasional untuk Serangan Nuklir & Radioaktif Korea - Badan Keselamatan Bencana Nasional
PAN-GYO Area Pemukiman Mewah
Sekilas berita untuk pengumuman secara nasional bila ada sebuah peluncuran tak dikenal.
Diduga sebuah rudal balistik udara terlihat oleh pihak militer siang ini sekitar jam 1:05.
Obyek peluncuran tak dikenal itu saat ini terbang ke selatan menuju area ibukota.
Seluruh warga dihimbau untuk mengikuti Instruksi Nasional dari Serangan Nuklir.
Dimana koper-kopernya? Koper!
Kenapa tak kau taruh barang ditempatnya?
Kamu ngomong apaan?
Kau membawanya katamu kau ke Thailand minggu depan untuk main golf.
Sialan!
Aku kembali sebentar lagi.
Memang kau mau kemana? / Aku harus temui Minho.
Jangan sekarang!
Tapi Minho dan aku sudah janjian ketemu di institut dan pergi bareng dari sana.
Sudah jangan banyak omong, kemasi barangmu sekarang!
Kita tak punya waktu, cepetan!
Jiseon! Cepat jalan!
Oh, ya!
Jiseon! Mau kemana? / Charger-ku!
Jiseon!
Jiseon! Ayo sini!
Cepat!
Sayang! Lihat!
Minggir!
Kalian berdua, kemarilah! Bantu aku!
Kamu mau apa? / Nutup biar cayaha tak masuk, bukan begitu!
Kalian pegangi disini.
terjemahan broth3rmax
Kalian tak apa-apa?
Hayeon! / Jiseon!
HARI 1
Kau tak apa-apa, Jiseon?
Bu, apa kita bakal mati?
Jiseon, jangan ngomong begitu.
Tanganmu,
kau tak apa-apa?
Aduh sialan.
Sepertinya di luar tak ada apa-apa...
Tapi nanti kita ke dokter saja.
Listriknya mati?
Kita mesti bagaimana?
Tak apa, Jiseon.
Kita aman selama ada disini.
Apa maksudmu "aman"?
Bagaimana dengan orang lain?
Apa mereka semua mati?
Apa itu memang bom nuklir?
Apa kita sudah diserang nuklir?
Ayah, bicaralah!
Apa yang terjadi?
Apa yang sebenarnya terjadi?
Jiseon.
Kamu harus tenang.
Apa maksudnya ini?
Baca ini.
Aku juga terima.
Kamu ketinggalan ponsel lagi? Dasar.
Apa?
Koper yang isinya baju... / Kau tak membawanya?
Sialan... / Gawat!
Sini kulihat.
Pesan Peringatan Darurat: "Kau harus mengungsi ke ruang bawah tanah atau semacamnya setelah ada peringatan serangan nuklir."
Setelah 2 minggu, aktifitas rutin bisa dilanjutkan saat tingkat radioaktif turun sampai 1/1000."
Hey, dengar. Kita jalani saja cuma 2 minggu kok.
Setelah itu kita boleh keluar.
Pemerintah tak akan bohong ngirim pesat darurat.
Serangan nuklir...
Lalu apa semua orang mati?
Sulit dipercaya.
Kok bisa semua berakhir begitu saja?
Tak ada yang berakhir. Tak ada yang perlu dicemaskan.
Kau nanti bisa sekolah dan ketemu teman-temanmu lagi.
Bagaimana dengan kakek dan nenek?
Ibu! Halo? Bisa dengar?
Ya, kurang begitu jelas, kayaknya...
Kami baik-baik saja...
Kami berada di rubanah-nya rumah.
Syukurlah, senang mendengarnya.
Ayahmu dan aku di pengungsian di kantor komunikasi.
Syukurlah! Semua keluarga selamat...
Aku penasaran apa di sana ada orang lain juga?
Apa ibu sudah bawa barang-barang?
Apa? Suaranya...
Disini listriknya padam dan...
Ibu, Tunggu sebentar...
Nenek tak apa-apa? Dan kakek juga?
Kaukah ini, Jiseon?
Kakiku sakit...
Jungsook... Ya, tadi itu...
cukup mengejutkan tidak? / Dongbaek, kamu tak apa-apa?
Akan kujaga Hayeon dan Jiseon...
Halo?
Bisa dengar?
Kenapa terputus?
Sudah tak tersambung lagi...
Tapi bukankah harusnya tak nyambung setelah bom nuklir meledak?
Bagaimana telponnya bisa nyambung?
Ada beberapa pusat kendali di seluruh negara ini.
Mungkin masih berfungsi sebentar saja.
Sama kayak mereka back-up data kalau-kalau terjadi apa-apa.
Bisa tidak kita ke pengungsian sekarang kayak yang lainnya?
Disini pengap.
Ayah, lakukan sesuatu!
Jiseon, yang benar saja. Kenapa kau menyarankan keluar sekarang?
Ada radiasi dimana-mana.
Masih ada meskipun tak bisa dilihat.
Kakek dan nenek baik-baik saja.
Maka kita bertahan disini saja selama 2 minggu.
Tidak, aku tak mau!
Akan kuperiksa ada apa saja di rubanah kita ini.
Apa itu?
Bahan TOEIC bahasa Inggris saat aku kuliah.
Kamu masih belum membuangnya?
Kenapa telepon berfungsi sedang radio tidak?
Aku tak tahu. Mungkin stasiun radionya hancur.
Dengan bonus SPEKTAKULER Daftar sekarang di r e c e h o k i . n e t
Daftar sekarang di RECEHOKI. NET Main bersama RECEH88 & menangkan ratusan juta rupiah!
Ayah...
Ayah...
Aku kebelet pipis.
Apa? / Kubilang kebelet pipis...
Um... begitu ya...
Apa kau tak ingat waktu kamu masih bayi?
Cuma kamu yang makai itu. Siapa lagi?
Ayah.
Ya? / Senternya.
Oh ya.
Jangan lihat. Ibu juga, aku serius.
Buang ke saluran pembuangan kalau sudah selesai.
Kamu beli perlengkapan kamping seharga ribuan dolar dan menyombongkannya,
yang akhirnya cuma untuk pergi kamping sekali atau dua kali setahun, bukan begitu?
Hanya sekarang saja semua itu bisa berguna...
Apa anggapanmu cuma begitu?
Aku membelinya bukan cuma dipakai buat diriku sendiri...
Kamu selalu kerjakan dan menikmati semua buat dirimu.
Apa keluargamu pernah kau ajak bepergian?
Tiap akhir pekan, kamu cuma pergi main golf.
Apa yang kau perbuat untuk keluargamu?
Rencana minggu depan pergi golf ke Thailand bersama para CEO perusahaan eksekutif otomotif...
Kemungkinan aku tak bisa pergi...
Apa? Kamu bercanda?
Main golf, dengkulmu.
Kamu sungguh mau lakukan itu dalam kondisi begini?
Kau kira orang lain tak ada kerjaan?
Aku juga harus mulai latihan pertunjukan minggu depan.
Pertunjukan?
Kau tak pernah cerita.
Memang sudah.
Kau saja tak mau dengarkan, itu sebabnya kau tak tahu.
Aku bilang padamu 2 minggu lalu.
Aku muak dengan semua ini...
kalian sudah bertengkarnya.
Bisa tidak ngobrol biasa tanpa berdebat?
Karena ayahmu itu belum dewasa.
Sudahlah. Apa kalian harus bersikap begitu sekarang?
Ayahmu itu selalu saja bikin jengkel.
Memang aku salah apa?
Sudahlah...
HARI 2
Kayaknya sudah mendidih...
Coba masukkan sekarang.
Jangan!
Kenapa?
Memang, kita tinggalkan tempat ini beberapa hari lagi...
Tapi... air masih sangat penting saat ini.
Kita harus bisa sehemat mungkin.
Baik.
Tapi sekali ini saja tak apa.
Bu! Rasanya keasinan.
Jiseon, hemat air, seperti kata ayahmu.
Makan sedikit lagi.
Cerobohnya kamu...
Hayeon!
Hayeon!
Hayeon!
...kau di rumah?
Kau di rumah?
Hayeon! Kau ada di rumah?
Hayeon! Ini aku, ibunya Sangme.
Suara ibunya Sangme. / Shh. Diam.
Aku tak bisa hubungi Sangme dan juga suamiku.
Apa boleh aku masuk kalau ada di dalam?
Aku takut di rumah sendirian...
Ibu ngapain? Kita bukakan pintu buat dia.
Sebentar!
Hayeon, biarkan aku masuk kalau kau ada di dalam.
Ayah serius?
Hayeon! Buka pintu kalau kau di dalam!
Lepaskan aku. Aku mau bukakan pintu. / Dengar, Jiseon.
Kubilang lepaskan!
Jangan ke sana!
Brengsek!
Kubilang lepaskan! Lepaskan aku!
Lepaskan aku! / Biarkan dia pergi!
Jangan ke sana! / Tidak!
Kau bisa mati kalau ke sana!
No comments yet. Be the first to leave one.