نخستین 200 خط.
Danny, beri aku ledakan sekarang!
Siap, Komandan!
Komando Udara, ini Eagle 3.
Danny!
Berapa banyak granat yang kau punya untuk peluncur itu?
- Satu. - Isi!
Ada serangan!
Aku aman.
20 meter di belakang ada perlindungan lebih baik.
Bergeraklah saat kuberi aba-aba.
Tapi, Komandan, kurasa kita harus pergi bersama.
Albie, diamlah.
Siap, Komandan!
Danny, tembak ke posisi lamamu!
Menembak!
Tiga, dua, satu!
Bergerak!
Sial!
Sial!
Kau pasti bercanda.
Jalurmu aman, jadi hujani mereka.
Satu orang kita terluka.
Hei, apa-apaan itu tadi?
Orang-orang itu tadi gila sekali.
Kalian tidak perlu terlalu semangat setiap kali
kita ditembaki, tahu?
Si veteran itu merasa dirinya hebat.
Tadi itu terlalu dekat, kawan.
Itu saja yang kukatakan.
- Danny, senjatamu. - Tunggu sebentar.
Baiklah.
Aku ingin makan es krim seember,
tapi di mana aku bisa dapat?
Kawan, dulu aku suka lagu itu.
Bisa kau diam?
Kenapa kau jadi brengsek?
Kau masuk militer, kau akan melayani bersama orang brengsek.
Tak ada gunanya menangis.
Kau suka militer, Letnan?
Ya.
Aku suka melayani di militer rasis ini
untuk negara rasis ini.
- Militer tidak rasis, Carson. - Kau tahu, Danny?
Kau makin bodoh saja setiap hari.
Aku jauh lebih pintar dari orang pintar, paham?
Baiklah.
Orang pintar adalah orang paling bodoh yang kutemui.
Benar begitu, Hino?
Persetan kau, Danny.
Kau mau mencoba?
Mungkin saja.
Kurasa itu tidak akan berakhir baik untukmu,
bung.
Benarkah?
Apa...?
Hampir basah.
Taktik yang menarik, Hino.
Apa yang kau makan, kawan?
Kenapa kau pergi, hah?
Aku tak akan mengobati kalian yang bodoh ini.
Mau ke mana kau, brengsek?
Kau hanya perlu mengobatinya.
Simpan senjatamu.
Aku mau tidur.
Kau terluka dan tak bilang pada petugas medis?
Aku harus melaporkanmu.
Mau kubiarkan orang yang benar-benar tahu
apa yang dia lakukan memeriksamu?
Baiklah.
Sudah kuberi bius lokal, jadi tenanglah.
Ini bukan apa-apa.
Hanya luka luar.
Aku mengerti, Komandan. - Terima kasih.
Dalam dunia yang sempurna, tak ada yang perlu tahu
bahwa Kapten terluka, paham?
- Ya. - Aku baik-baik saja.
Aku butuh kau menemuiku di tempat Kolonel.
Sial, Albie, apa yang kau lakukan?
Aku tidak melakukan apa pun.
Dokumenku sudah keluar.
Kau serius?
Kolonel bilang aku punya lima menit untuk ke sana.
Akhirnya!
Ngomong-ngomong, kalau kau mengganggu waktu tidurku lagi,
ada harganya.
Aku tahu, Komandan.
Bisa kita pergi?
Ya.
Silakan.
Komandan, apa pengarahan diubah?
Tidak, kita baik-baik saja.
Danny, sudah kau bersihkan karburator itu?
Ada banyak pasir di dalamnya.
Bilah kipas hampir patah.
Tapi tak akan terjadi hari ini.
Ada apa, Komandan?
Albie dan aku akan menemui Kolonel sebentar.
Apa yang kau lakukan?
Kalau mereka mengeluarkan Berto dari pasukan, aku akan menembak Kolonel.
Tak ada yang akan menembak Kolonel.
Aku tak akan pergi tanpa petugas medis.
Aku infanteri.
Aku hanya medis sampingan, jadi jangan tertembak
saat aku sedang tidak bertugas, brengsek.
Komandan?
Albie, kita lihat nanti.
Kau menjual morfin di internet, kan?
Apa yang kau lakukan, brengsek?
Aku tidak melakukan apa pun.
Dokumenku sudah keluar, kawan.
- Sudah kau dapat? - Ya.
Benar-benar sudah dapat?
Tuan-tuan, kehadiran kalian tidak diperlukan lagi.
Bertindaklah dengan semestinya.
Dan aku serius kali ini.
Albie, ayo.
Dia serius kali ini!
Dia bicara padamu.
- Kolonel. - Kapten.
Bagus.
Angkat tangan kananmu.
Tunggu, Kolonel.
Hal yang lain juga sudah beres?
Ya, itu juga sudah beres.
Angkat tangan kananmu, ulangi setelah aku.
"Saya menyatakan dengan sumpah."
"Saya menyatakan dengan sumpah."
"Bahwa saya akan mendukung dan membela"
"Konstitusi dan hukum Amerika Serikat."
"Bahwa saya akan mendukung dan membela Konstitusi dan hukum"
"Amerika Serikat."
"Terhadap semua musuh, asing maupun domestik."
"Terhadap semua musuh, asing maupun domestik."
"Tanpa keraguan mental"
"atau tujuan untuk menghindar."
"Tanpa keraguan mental"
"atau tujuan untuk menghindar."
"Semoga Tuhan menolong saya."
"Semoga Tuhan menolong saya."
Terima kasih, Kolonel. - Sama-sama.
Selamat, kau layak mendapatkannya.
Itu Castillo si warga negara?
Itu dia?
Terima kasih, Ray.
Lihat?
Sesekali, semuanya berjalan lancar.
Bersenang-senanglah dengan pasukanmu di sana.
Terima kasih.
Hei, hei, hei.
Dengar, dengar, dengar.
Kalian siap naik pesawat?
Apa?
Aku akan menikah, kawan.
- Tidak. - Kita semua dapat cuti.
Benarkah, Kapten?
Ya Tuhan.
Kalian semua ikut.
Liburan, brengsek! - Omong kosong.
Kolonel sudah mengizinkan.
Kapten akan jadi pendampingku.
Dia tidak bohong.
- Sial. - Sungguh?
Benar sekali.
Kalian mau datang ke pernikahanku atau tidak?
Maksudku, aku tidak punya pilihan lain.
- Ya! - Aku sayang padamu, kawan.
Aku harus meneleponnya.
- Telepon, telepon. - Senang bertemu denganmu.
Bisa kupakai ini?
Alberto?
Karena kau bicara dengan orang Amerika.
Aku warga negara, Isabella.
Cutiku dimajukan.
Kita akan menikah.
Dan setelah menikah, ke Amerika dengan paspor AS.
Alberto!
Tentu saja.
Tentu saja.
Sampai jumpa, istriku.
Minggu-minggu ini terasa sangat lambat.
Bayangkan punya rumah sendiri di pangkalan.
Kurasa kau akan menyukainya di sana.
Ada berita lagi?
Apa yang lebih baik dari itu?
Akan kuberitahu nanti.
Baiklah.
Aku mencintaimu.
Aku mencintaimu.
Aku mencintaimu.
Isabella!
Isabella!
Satu penerbangan lagi.
Alberto!
Ini semua MRE, makanan kering.
Senang bertemu denganmu.
Senang bertemu denganmu.
Hai.
Ini adik laki-lakiku, Miguel.
Hei.
Itu Hino, dan Kapten.
No comments yet. Be the first to leave one.