نخستین 200 خط.
Di sana kau rupanya.
Kau terlambat. Padahal aku punya sekolah untuk dikelola.
Ada hal yang lebih penting.
Selalu ada yang lebih penting bagimu, bukan?
Selalu darurat.
Sudah dimulai.
Mereka bahkan belum di Brakebills.
Aku tahu. Bawa mereka ke sana.
Berdoalah mereka memiliki kemampuan...
...sebelum dia mendapat cara menemukan mereka.
Kemampuan berpikirmu ...
...kita memiliki sedikit saja kendali atas semua hal...
...selalu membuatku takjub.
Bukan itu.
Aku harus mencoba.
Kita.
Dengar, ini tanggung jawabmu.
Kau harus mempersiapkan mereka. Mereka masih bayi.
Mereka tak tahu apa-apa.
Khususnya dia.
Akan aku lakukan semampuku, dan kau tahu ini.
Aku paham.
Ini,...
...untuk berjaga-jaga.
Kau masih mengawasi anak kita, 'kan?
- Ya. - Bagus...
- Tidak terlalu. - Kenapa tidak?
Di mana dia?
Trik yang bagus.
Aku yakin kau terkenal di pesta-pesta.
Jadi,...
...menurutmu kau sudah siap.
- Sudah. - Kenapa?
Aku merasa lebih baik.
Saat masuk, kau berkata tak bisa konsentrasi,...
...makan, dan bangun dari ranjang.
Kau berkata perasaan tak cocok di mana pun menguasaimu.
Bukan kecepatan tangan jika kau hendak menggunakan CGI.
Maaf, itu penghinaan bagi siapa pun yang pernah melakukan...
...sulap jarak dekat apa pun, jadi...
Juga kau orang yang paling tak berguna yang pernah ada.
Lalu sekarang, kau sudah merasa lebih baik?
Ini versi asli, versi Denmark, ini lebih kelam.
Seratus kali lebih bagus karena orang Denmark,...
...mereka memiliki jiwa yang gelap.
- Maksudku, aku paham. - Paham...
Kau adalah anak-anak, seluruh kehidupan menantimu,...
...dan kau memiliki gagasan tentang apa itu hidup....
Juga...
...apa yang bisa dicapai.
Tapi pada akhirnya kau akan melepaskan semuanya.
Jadi, itu yang akan aku lakukan.
Itulah yang kulakukan.
Itu bagian dari menjadi dewasa.
Menjual koleksi buku komik dan bersikap serius.
Kau akan segera lulus.
Kemudian?
Aku akan wawancara untuk pasca-sarjana hari Selasa. Yale.
Quentin, aku sangat menyarankan perawatan lebih lanjut.
Dengar, aku tak pernah mengancam diriku sendiri atau orang lain.
Jadi, kau tak bisa memaksaku untuk tetap di sini.
Benar?
Si kembar Chatwin dan kakak mereka...
...telah dikirim ke pedesaan.
Sejak muda,...
...Martin Chatwin memiliki sifat yang murung.
Untuk memerangi kemurungannya,...
...dia akan menghilangkan dirinya ke dalam cerita-cerita keajaiban.
Sehingga dia tahu akan kesulitan meyakinkan...
...kakak dan adiknya bahwa ini bukanlah khayalan.
Rupert, terluka saat perang...
...dan Chatwin pertama yang menyingkirkan masa kanak-kanak.
Lalu Jane, si skeptis dalam keluarga.
Ini adalah Fillory.
Sebuah negeri sihir.
Rupert, Martin! Lihatlah ini!
Martin berpikir mereka membutuhkan Fillory,...
...tapi tidak, Fillory yang membutuhkan mereka.
Di sinilah cerita kami dimulai.
Tapi ingatlah...
...petualangan ini bukan dongeng anak-anak belaka.
Ke mana dia pergi?
Wanita dengan celana pendek pelangi?
Dia baru saja pergi.
Lalu?
Bukan tipeku.
Dia memakai kaus unicorn .
Dia sudah jelas suka fantasi. Tapi apa yang kau tahu?
Kau membaca kisah fantasi yang tak jelas,...
...dan dia di luar sana.
Sejujurnya, 73 gadis sepertinya...
...menunggumu selesai membaca buku...
...yang sudah kau baca 800 kali, dan keluar dari kamarmu.
Aku hendak keluar. Hanya saja ini edisi pertama,...
...dan aku melihatnya untuk kali terakhir...
...sebelum kujual di eBay.
Maaf, apa ini percakapan serius?
Haruskah aku duduk?
Aku menghubungimu sepanjang akhir pekan.
Ke mana kau pergi?
Aku di tempat ayahku.
Aku mengalami kecemasan mempersiapkan wawancara,...
...dan aku pergi...
...ke perbukitan ajaib di Jersey.
Jangan menghakimi.
Takkan pernah.
Astaga.
Kekasihku. Temanku.
- Apa kau tak punya sopan santun? - Sedikit pun tidak.
Luar biasa. Tiga arah!
Tidak!
Baiklah, kita harus membuat dirimu siap.
- Ini saatnya, Quentin. Sekarang. - Aku masih mabuk.
Hanya saja... Baiklah, kau tahu? Lupakanlah.
- Ini hanya wawancara alumni. - Benar.
- Ini hanya Yale. - Benar, tak seperti Ivy.
Sejujurnya, mereka mungkin merekrut orang yang sadar untuk filsafat.
Untuk filsafat, "kesadaran" itu merugikan.
- Jadi, aku sudah siap. - Kau sangat siap.
- Kau bisa pergi. - Hei.
Aku malaikat pelindung masa depanmu, Coldwater.
Siapkan dirimu.
Baik, Bu.
Halo?
Aku Quentin Coldwater untuk wawancara pasca-sarjana?
Aku tak percaya ini.
Sial!
Dia sudah tewas.
Hanya dengan melihatnya, dia benar-benar...
- Maaf? - Kenapa? Kau yang membunuhnya?
Tidak. Astaga.
Aku bercanda.
Bisa kami pergi sekarang?
Ayo.
Tunggu!
Kurasa dia meninggalkan sesuatu untukmu.
Q, ayo, mari pergi.
Lihatlah ini.
Fillory dan Further, Buku Keenam, The Magicians.
- Lihatlah tanggalnya, 1952. - Baiklah, ayo.
Ada lima buku F illory , Julia. Lima.
Ya, aku tahu, Quentin. Semua orang tahu.
Selalu ada rumor buku keenamnya menghilang.
Ya, dan itu hanya rumor konyol di papan pesan penggemar berat.
- Ayolah, jangan naif. - Mungkin, tapi mungkin ini...
Ini proyek seni istimewa yang dirancang orang yang mati tadi?
Karena kau menulis esai penerimaanmu berdasar kejayaan Fillory? Mustahil.
- Yang benar saja, Q. - Ayolah. Bagaimana jika...
Tidak, kau harus berhenti!
Berhenti apa?
Kau tak bisa benar-benar melupakannya, ya?
Apa yang terjadi dengan melupakan Fillory?
Kau dahulu menyukai Fillory.
Ya, benar.
- Aku menyukainya... - Kau yang membuatku suka, Julia!
Aku belajar trik sulap agar bisa mengimbangimu.
Itu adalah cerita kita.
Ya, itu cerita kita, juga omong kosong menyenangkan, konyol, dan culun,...
...dan membuat kita lulus SMA.
Jadi, aku orang culun yang konyol?
- Aku tidak mengatakan itu... - Sepertinya tak mengganggumu...
...hingga kau bertemu James.
Aku tahu kau di mana sepanjang akhir pekan.
Di rumah sakit.
Tidak.
Kau merasa seperti waktu itu.
Hidup ini keras. Semua orang berobat.
Tidak, hidup sudah benar-benar dimulai.
Dengar, aku hanya berkata kau sangat andal dalam banyak hal.
Pilihlah sesuatu.
Kumohon.
Mulailah menjalani hidupmu.
Aku harus pergi menemui James.
Aku menyayangimu. Hubungi aku, mengerti?
Bagus.
Quentin Coldwater?
Aku Eliot.
Kau terlambat.
Ikut aku.
Baiklah. Hei...
- Di mana aku? - Upstate New York.
Upstate ? Tapi aku tadi...
Hei.
Baiklah, tempat apa ini?
Universitas Brakebills.
Kau diberi tawaran ujian awal untuk masuk ke program pasca-sarjana.
Apa aku berhalusinasi?
Jika itu benar, bagaimana bertanya padaku bisa membantu?
Cepatlah, atau kau akan melewatkannya.
Terlambat!
Silakan duduk.
Selamat datang.
Kau bisa panggil aku sebagai Dekan.
Aku tahu kalian punya pertanyaan.
Semua akan dijawab pada waktunya.
Sekarang tugas kalian...
...hanyalah lulus dari tes di hadapan kalian.
Mulai.
Maaf.
Aku tahu itu.
No comments yet. Be the first to leave one.