نخستین 200 خط.
Beraninya kamu membodohiku.
Apa yang terjadi?
Tenanglah. Aku sudah membantu Paman, bukan?
Aku sudah jelaskan
bahwa kakakku tidak boleh diganggu.
Sudah kukatakan bahwa dia seperti ayahku sendiri.
Berani-beraninya kamu mencoba membunuhnya?
Apa maksud Paman?
Aku akan membunuhmu.
Berani-beraninya bedebah sepertimu mencoba membodohiku.
Mati kamu!
Kamu yang membodohiku.
Aku menjadi CEO seperti yang Paman inginkan.
Lagi pula, sejak kapan Paman memiliki hati nurani?
Tujuan kita adalah menjalani kehidupan yang baik.
Kamu bilang "kita"?
Ya, kita. Putraku meninggal, Paman tahu itu.
Jae Min meninggal seperti putra Paman.
Lalu Ayah menyuruhku pergi ke AS.
Apakah Paman bisa menerimanya?
Paman tidak terima, itu sebabnya Paman merencanakan semua ini.
Aku menyesalinya.
Saat itu aku kalut. Aku tidak bermaksud menyakiti Ayah.
Saat aku sadar, semua sudah terlambat.
Aku tidak bisa menyerah.
Bagaimana bisa kulepaskan hidup ini jika hidupku selama ini menyedihkan?
Aku harus melakukan sesuatu!
Kamu sudah selesai bicara?
Aku tidak bisa membiarkanmu melakukan ini demi kebaikan kakakmu.
Lepaskan aku. Lepaskan!
Cukup.
Kakakmu memercayaimu sampai akhir.
Sekarang terserah padamu untuk meminta pengampunannya.
Tetap saja,
aku tidak bisa membiarkannya mendampingi kakakku.
Aku saja sebagai gantinya.
Apa kamu Shin Tae Jin?
Kami dari kantor kejaksaan.
Apa kamu mengenalnya?
Kamu ditahan atas penghasutan untuk melakukan pembunuhan.
Lihatlah perbuatanmu. Aku seharusnya menjadi sekutumu.
Aku lebih baik mati daripada mencoba menyakiti kakakku.
Bicaralah sesukamu saat interogasi karena aku tidak tahu apa-apa.
Apa dia benar-benar tidak tahu?
Ya. Do Hoon bertindak atas kehendaknya sendiri.
Sudahlah. Dia pantas menerimanya karena memberiku anak palsu.
Aku sudah membicarakannya dengan sopir truk pendingin,
jadi, kamu hanya perlu bersaksi.
Pergilah kalau begitu.
Kamu mengenal Kim Dong Jin.
Dia bersaksi bahwa
kamu menyuruh dia untuk mengunci Jung Mo Ah di sebuah truk pendingin.
Dia bohong. Aku tidak memberikan perintah apa pun.
Sudah kubilang aku tidak mau,
tapi dia memaksaku.
Apa kamu mengenalku?
Aku belum pernah bertemu denganmu.
Jangan mengulur-ulur waktu.
Apa dia orangnya atau bukan?
Begini...
Dia orangnya.
Dia yang mengurungku di truk pendingin.
Siapa yang menyelamatkanmu?
Jika dia mengurungmu, kamu seharusnya sudah mati.
Apakah Do Hoon?
Orang yang juga bertanggung jawab atas kematian Jae Min?
Pria ini menyelamatkanku.
Dia juga meminta maaf atas apa yang telah dilakukannya.
Do Hoon yang seharusnya kamu kejar, bukan aku.
Apa kamu sebodoh itu?
Tanpa aku, dia akan menguasai perusahaan itu.
Aku akan mengurusnya dengan caraku sendiri.
Yang perlu kamu khawatirkan adalah dirimu sendiri.
Bagaimana hasilnya?
Semuanya sudah berakhir sekarang.
Kamu tidak boleh lengah.
Karena berkomplot dengan Pak Shin, dia selalu bisa mengubah ceritanya.
Situasinya akan sama jika aku tidak mengubah ceritaku.
Apa pun yang terjadi, aku tidak akan mengubah ceritaku.
Tidak mudah bagi Pak Shin untuk lolos dari situasi ini.
Kamu hebat.
Siapa yang memberitahunya tentang kecelakaan itu?
Apakah Mo Ah atau Ibu?
Sia-sia saja Tae Jin menghantam kepalanya.
Kalau saja aku memanggil jaksa beberapa saat kemudian.
Terima kasih
telah menyingkirkan Paman untukku.
Tae Jin memberitahuku
bahwa kamu yang menabrak ayahmu.
Soal itu? Itu bohong.
Jangan bilang Ibu percaya padanya.
Tentu tidak.
Omong-omong, apa kamu ingat bagaimana tangan Nam Koo terluka?
Ada apa? Nam Koo!
Kamu baik-baik saja?
Kenapa Ibu tiba-tiba mengungkitnya?
Di mana orang yang kamu sewa?
Ibu yakin kamu tahu.
Kenapa Ibu bertanya?
Bukankah sudah jelas? Ini untuk memfitnah Tae Jin.
Kita sudah cukup berhasil.
Lagi pula, aku ingin mengakhirinya.
Ibulah yang bersikeras tidak melanjutkannya.
Tanpa Tae Jin yang membantumu, kamu akan kehilangan perusahaan itu.
Tunggu dan lihat saja. Kamu juga akan segera ditangkap.
Ayo. Sekarang giliranmu.
Nenek, cepatlah.
Ibu, apa itu giliran kita?
Kamu harus mainkan kartu ini. - Diamlah.
Apa ini giliranku? - Ya.
Ucapkan selamat tinggal pada kesempatanmu untuk menang!
Kamu menarik kartu yang sama. - Tidak.
Ini semua karena kamu.
Maafkan aku.
Ini.
Halo, Bu. - Hai.
Apa Ibu menang?
Sebaliknya. Kamu harus mengisi kembali uangnya.
Jangan khawatir.
Nam Hui adalah jimat keberuntungan, jadi, dia akan memenangkan uangnya.
Aku yakin itu. Mainkan kartu ini.
Yang ini?
Tidak!
Maafkan aku. Lain kali, mainkan ini.
Apa nama tengahmu "sial"?
Tahukah kamu berapa kali aku kalah karena kamu?
Ibu, mainkan kartu Ibu sendiri.
Sejak kapan Ibu mendengarkannya?
Dia mulai menang pada awalnya berkat Nam Hui.
Benar. Dengarkan saja menantumu.
Dia bukan menantuku.
Bukan!
Tapi tadi aku menang.
Nam Hui, percuma saja menawarkan bantuan dalam permainan itu.
Aku tidak tahu.
Begitu rupanya.
Mungkinkah dia bisa membawa kesialan lagi?
Kenapa aku memainkan kartu itu?
Astaga.
Mendapatkan wanita yang tepat dalam keluarga
itulah yang membawa ketenteraman.
Ibu terlalu berlebihan hanya karena kehilangan sedikit uang.
Apa?
Konon permainan kartu menguji keberuntunganmu.
Memiliki kesialan seperti itu
tidak ada gunanya bagi keluarga ini,
dan dia memang pembawa sial.
Apa kamu ingin aku membawakanmu keberuntungan?
Bagaimana? - Keluargaku punya jimat.
Kamu bisa mengubah keberuntunganmu dengan mengenakan itu.
Kalung Nam Koo? Jangan, simpanlah di tempatnya.
Ibumu akan memarahimu.
Aku bisa membawakannya dan mengembalikannya setelah itu.
Dia membutuhkannya.
Aku tidak percaya kamu mengatakan itu kepadaku.
Sulit dipercaya.
"Rumah Sakit Hankuk"
Apa?
Paman mengunci Mo Ah di truk pendingin?
Sopirnya mengaku.
Mo Ah, apa ini benar?
Apa paman benar-benar melakukan ini?
Kurasa begitu. Bagaimana dia tega melakukan hal seperti itu?
Dia beruntung aku menyaksikannya atau dia pasti sudah mati.
Bukankah begitu?
Kalau begitu apa kamu orang yang menyelamatkannya?
Sepertinya aku tidak ingat.
Aku bersaksi bahwa pengemudinya berubah pikiran dan membebaskanku.
Benarkah kamu yang menyelamatkanku?
Aku rasa kamu harus bersaksi lagi.
Pak Shin menunggumu.
Jangan beri tahu orang-orang bahwa kamu menyelamatkanku.
Sejujurnya, aku lebih baik mati hari itu.
Apa kamu memberi tahu pamanku tentang kecelakaan itu?
Sayang sekali dia tidak mencabikmu.
Aku lengah. Lain kali, beri tahu aku dahulu.
Jika bukan karena Nam Koo, aku mungkin sudah mati.
Terima kasih, Nam Koo.
Aku tahu aku menyukaimu karena suatu alasan.
Hentikan, karena aku menyesal menyelamatkanmu.
Jong Dae, ini aku.
Nam Koo, aku menemukannya.
Aku menemukan wanita yang menolong putra CEO Shin.
Benarkah? Baiklah, aku akan pergi ke sana.
Apa rencana kalian sekarang?
Itu bukan urusanmu.
Jika ini mengarah pada sesuatu, aku pasti akan memberitahumu.
Jong Dae memberiku alamat ini.
Di sanalah wanita itu tinggal bersama putrinya.
Apa ada yang ingat keluarga yang tinggal di sini 28 tahun lalu?
Ada yang bisa kubantu?
Kecelakaan mobil 28 tahun yang lalu?
Yang benar saja.
Aku memiliki begitu banyak penyewa selama bertahun-tahun.
Dia seorang wanita dengan putri berusia 10 tahun.
Tolong coba kamu ingat.
Gadis dan anak laki-laki tiga tahun mengalami kecelakaan mobil di sini.
Dua anak?
Astaga. Aku ingat.
Mereka tinggal di basemen.
No comments yet. Be the first to leave one.