نخستین 200 خط.
School 2021 Episode 7
Cepat, cepat, cepat!!
Cepetan!
Hey...
Ji Won.
Hah?
Kenapa?
Hei, Jin Ji Won, sudah kubilang jangan pulang telat---
Oh...
Anu, ini mungkin kelihatan aneh, tapi...
Ada apa?
Sedang apa kau di sini?
Young Joo, ini ada alasannya...
Ada sesuatu...
yang mau kubicarakan padamu.
Besok kita bicarakan.
Aku pergi.
Kenapa?
Apa yang terjadi?
Young Joo bawain itu untukku.
Ah~ Kenapa sih kamu keluar di waktu yang tidak tepat?
Kalau mau membawanya,
- harusnya kasih tahu aku. - Gak tauk ah!!
Gak tahu lagi harus gimana.
- Minggir! - Hah?
Oh, ya.
[Episode 7: Kamu membencinya, tapi dia menyukaimu?]
Diterjemahkan oleh "Sekolah Online Team"
Instagram @nungstagram_ @cliffedgesubs & @chanjun_00
Oh, gimana ini?
Astaga!
Oh, astaga. Gimana ini? Ottoke?
Aigoo!
Taruh sini.
Berat banget kampret!
Gimana caranya Jung Young Joo bawa ini ke sini?
Dia bawa pake motornya.
Benar juga.
Enakeun dipake duduk.
Duduk sini, ini 'kan punyamu.
Hey...
Ini punyaku? 'Kan kita bikinnya barengan?
Benar, punya kita...
tapi kenapa kamu malah repot-repot bawa bangku ini sendirian?
Gimana aku harus jelasin semuanya ke Young Joo?
Gimana apanya?
Jelasin aja yang sejujurnya ke dia.
Kamu gak keberatan?
Dari SMK Nulji?
Ya, apa ada masalah?
Tidak. Tidak sama sekali.
Sekolahmu tidak ada urusannya dengan bekerja paruh waktu.
Jadi, kamu ingin melakukan pekerjaan ini sambil les?
Sedang persiapan kuliah?
Ya.
Ooh, gitu.
Tapi kelas kami kebanyakan untuk persiapan SBMPTN.
Kalau dari SMK Nulji,
bukankah seharusnya kamu mempersiapkan berkarir sesuai jurusanmu?
Kesimpulannya, bukankah lebih baik kamu pentingkan saja nilai rapotmu?
Ada kampus yang aku incar,
tapi sepertinya akan sulit masuk ke sana kalau cuma mengandalkan nilai rapotku.
Oh, begitu?
Yang jelas, kamu luar biasa.
Untuk lesmu sendiri, kamu bisa ikut kelas manapun sesukamu,
selama itu tidak mengganggu pekerjaanmu,
karena kamu juga akan membantu para pengajar.
Dan pegawai tetap di sini bisa menyerahkan sisa pekerjaannya padamu.
Baik. Terima kasih. Aku akan bekerja keras.
Dan juga...
Setelah pulang sekolah, kamu langsung ke sini, 'kan?
Ya.
Kami tidak mau kamu pakai seragam untuk kerja paruh waktu, tapi...
Oh, aku akan datang dengan pakaian biasa.
Kamu bisa?
Maaf, ya.
Karena kamu ikut les dengan yang lain,
tidak perlu repot menjawab
kenapa murid SMK juga ikut belajar.
Ya, aku paham maksud Anda.
Tidak apa-apa.
Belajar giat hari ini.
Sampai jumpa di rumah.
Bekal makanannya lupa dibawa.
- Sampai ketemu lagi. - Sampai jumpa.
Sampai jumpa lagi.
Kemarin kamu kaget, ya?
Ya. Dikit.
Begini, sekarang Ki Joon tinggal di lantai dua rumahku.
- Sebenarnya Ki Joon--- - Gak...
gak usah dilanjut.
Seperti katamu, pasti ada alasannya.
Gak usah jelasin. Aku juga gak terlalu kepo.
Oh...
Oke!
Lalu...
Oh, iya. Kemarin mau ngobrol apa?
Oh, anu...
Setelah perlombaan pertukangan, aku menerima tawaran dari seseorang.
Apa?
Aku juga gak begitu tertarik sih,
tapi mana tahu kamu tertarik.
Makanya aku kembali semalam, untuk tanyakan itu padamu.
Tawaran apa?
Ada apa?
Bisa kita bicara sebentar?
Aku bukan orang jahat, jadi jangan takut.
[Wakil Direktur Baro Furniture, Jo Jae Min]
Benar, 'kan?
Identitasku sudah terbukti,
jadi yang kukatakan sekarang ini adalah fakta.
Kami mencari murid SMK di perusahaan kami.
Lebih jelasnya...
kami membina pengrajin kayu masa depan untuk berkontribusi pada dunia.
Itulah yang kami coba lakukan.
Tapi sederhananya,
kami ingin menghemat uang dan meningkatkan image perusahaan.
Begitulah.
Apa hubungannya denganku?
Astaga, kamu ini.
Kamu orangnya gak sabaran, sama sepertiku.
Nah...
Lihat nih!
[Proyek Donasi Bakat Untuk Remaja Bersama Baro Furniture, Ayo Bermain dengan Kayu]
Ini seperti proyek sosial yang menggunakan pertukangan.
Kami mengumpulkan sepuluh tim murid-murid SMK dari seluruh negeri
dan berkontribusi pada kota tempatmu tinggal dengan memanfaatkan pertukangan.
Kami juga akan memberi sedikit bayaran.
Dan tergantung pada hasil kegiatan, kami bisa berikan penghargaan juga.
Kalau mau melamar di perusahaan kami, kamu akan dapat keuntungan.
Urusan soal mereka mau bekerja di perusahaan kami itu tidak penting.
Tapi...
kenapa Anda bilang padaku?
Aku tidak mahir dalam menjalankan perusahaan,
tapi aku tergila-gila dengan pertukangan.
Kulihat-lihat kamu ini punya bakat yang langka.
Ayo kita kerja sama.
Karena aku memilihmu,
aku pastikan akan mendukung timmu.
Kalau begitu...
minta nomor WA-nya dong!
Jadi, kamu kasih nomormu ke dia?
Kagak!
Apa ini? Bentar ya.
[Proyek Donasi Bakat Untuk Remaja Bersama Baro Furniture, Ayo Bermain dengan Kayu]
Beneran loh!
Kayaknya menarik!
Sudah kuduga kamu bakal bilang gitu.
Kalau kamu mau, aku bisa melakukannya denganmu...
Hayuk! Kuy kuy kuy!!!
Tapi aku gak ahli ngumpulin anak-anak buat gabung jadi kelompok.
Jadi maksudmu, aku yang harus ngumpulin mereka, gitu?
Iya, maksudnya itu.
Itu sih aku ahlinya!
Cool!!
Proyek yang disponsori perusahaan?
Bagus tuh. Kesempatan bagus.
Beneran nih, kamu gak tertarik?
Oh, apa ini akan menghambatmu masuk kuliah?
Aku mulai kerja paruh waktu di tempat les persiapan SBMPTN di pusat kota.
Aku bekerja di sana,
sambil belajar juga.
Oh, gitu.
Pasti kamu bakal sibuk.
Mulai hari ini, aku ke arah sini.
Karena tempatku kerja, arahnya ke sini.
Oooh.
Baguslah.
Kita gak perlu berkeliling lagi.
Selama ini kamu pasti capek.
Aku cuma asal ngomong.
Becanda kali, jangan kaku gitu ah!
Pergilah. Sampai besok.
Kamu mau ke mana?
Ini restoran keluargaku.
Oooh.
Kalau kamu lapar, makan dulu sebelum pergi.
Gak usah. Lain waktu saja.
Aku pergi dulu.
Ya.
Baro Furniture?
Bukankah tempat itu terkenal?
Masa sih?
Kurasa aku pernah dengar sebelumnya.
Wow, jadi anak Ibu akan bekerja di sana?
Bukan gitu maksudnya...
Kalau lancar sih ya mungkin akan ada kesempatan.
Tentu saja, Young Joo pasti hebat!
Kamu dapat penghargaan di perlombaan.
Dan kamu belajar banyak dari ayahmu.
Ibu.
"Anakku yang terbaik." Dimulai dengan kalimat itu lagi.
Oh, iya. Tadi kita dapat pesanan jumlah banyak.
120 baris kimbab untuk hari Senin.
Senin?
Harusnya bilang tidak bisa, itu 'kan hari persidangan.
Buat apa?
Aku bisa pergi sendiri. Ada Bapak pengacara juga.
Tapi tetap saja...
Aku ikut.
No comments yet. Be the first to leave one.