200 ensimmäistä riviä.
Air itu hidup.
Sekali kau menyelam, dia segera mengeluarkan taring-taringnya dan menyerang.
Tapi tak perlu takut.
Jangan menolak air.
Luruskan jemarimu menuju permukaan
dan ukir sebuah celah.
Kemudian geser tubuhmu melewati celah tersebut.
Gerakan tangan, kepala dan dadamu...
Cara berenangnya selalu terlihat lembut ya.
Iya, kayak lumba-lumba!
Itu...?
Matsuoka Rin-kun.
Dia baru pindah ke kelas kita minggu lalu.
Memang tidak ada yang bisa menandingimu saat di dalam air, Haru-chan.
Hentikan memanggilku dengan tambahan -chan.
Tadi itu keren banget, Nanase-kun!
Aku juga ingin berenang sepertimu!
Sesuai perkataan banyak orang, kau cepat.
Waktumu?
Aku gak peduli sama waktuku.
Itu juga seperti yang banyak dibilang orang.
Nah, Nanase.
Apa kau mau
ikutan relay sama aku di turnamen selanjutnya?
Aku hanya suka gaya bebas.
Benar, aku gak peduli sama kecepatan waktu berenang.
Yang terpenting adalah bisa merasakan air.
Dengan kulit, mata, hatiku...
Kemudian aku tak akan pernah ragu.
Percaya diri sendiri.
Jangan menolak air.
Sambutlah.
Kami saling menerima satu sama lain.
Gitu deh...
Dulu aku kepikiran hal lucu semacam itu.
Almarhum nenek pernah menasehatiku...
10 tahun anak ajaib.
15 tahun anak jenius.
Setelah 20 tahun, kau hanya seorang manusia biasa.
Aku akan jadi manusia biasa dalam tiga tahun lagi.
Hah...
Aku pengen cepet jadi orang biasa...
IDFL Subcrew @HerrySis
Reuni di Starting Block!
Selamat pagi, Nenek Tamura.
Selamat pagi, Makoto-chan.
Ini, bawalah.
Ah, terima kasih.
Aku berangkat dulu!
Hati-hati di jalan.
Pagi.
Mau gimana lagi deh...
Permisi...
Sudah kuduga, di sini.
Aku masuk ya.
Pagi, Haru-chan.
Sudah kubilang jangan pakai embel-embel -chan.
Pakai baju renang di bak mandi lagi?!
Biarin.
Telat lho.
Seharusnya aku yang bilang begitu.
He, kenapa kamu bakar ikan?
Aku belum sarapan.
Terus itu pakai apron di baju renang.
Gak dingin apa?
Aku gak mau baju renangku kena minyak.
Roti bakar sama ikan?
Terus?
Kenapa kamu jemput aku?
Soalnya kemarin kamu gak ada waktu pertemuan pembukaan.
Kan sudah kutelepon kalo aku sakit.
Terus, udah tahu di kelas apa?
Haru dan aku satu kelas lagi lho.
Kelas 1.
Terus wali-kelas kita adalah bu guru baru itu.
Anak-anak sudah kasih panggilan ke dia.
Dia mengajar sastra klasik,
tapi dia sedikit aneh.
Perlu segera lebih hangat sedikit biar aku bisa berenang di lautan.
Semoga laut segera lebih hangat agar kau bisa berenang.
Tadokoro Junichi-kun.
Ada.
Tezuka Kaori-san.
Ada.
Nanase Haruka
Anu...
Nanase Haruka-san.
Aku sering salah dikira cewek.
Bu guru, Haruka itu cowok.
Walah, iya!
Maaf, Nanase-kun.
Jangan khawatir.
Kemarin kamu gak masuk, ya 'kan?
Wali-kelasmu yang baru, aku Amakata Miho.
Salam kenal.
Aku dengar Bu guru Ama-chan dari daerah sini.
Dia kuliah di Tokyo dan dapat kerja di sana,
tapi pulang kampung karena impiannya tidak tercapai.
Impiannya apa?
Tauk deh, musik kali.
Masa' kita musti belajar dari wanita
yang impiannya bukan jadi guru sih?!
Pengen pulang.
Makan siang...
Mau makan di atap?
Orang ini harus cepetan sadar.
Gou, ngapain sih?! Cepetan!
Tunggu dulu!
Sama jangan panggil aku Gou!
Maaf!
Aku gak bawa makan siang.
Mau beli sesuatu?
Atau mau minta ini aja?
Cumi.
Haru-chan! Mako-chan!
Lama gak ketemu!
Aku juga masuk di SMU Iwatobi.
Mako-chan?
Haru-chan?
Nagisa?!
Sudah berapa tahun coba?
Kayaknya aku gak lihat kamu lagi setelah klub berenang ditutup.
Iya, karena aku pindah sekolah.
Banyak pohon sakura di sebelah kolam!
Bukannya ada pohon-pohon sakura di sebelah kolam
di SD kalian, Haru-chan?
Makanya, bisa berhenti panggil -chan gak?
Tapi kan Haru-chan itu namanya Haru-chan.
Tapi kolam itu sudah tua dan tidak terpakai.
Gak ada klub berenang lagi.
Terus, kalian berenangnya di mana?
Aku berhenti ikut lomba renang.
HE?!
Kenapa? Kenapa?
Padahal aku udah senang bisa berenang lagi sama Haru-chan di SMU!
Kita bukan anak kecil lagi.
Banyak hal yang udah gak kayak dulu lagi.
Haru-chan...
Ah, biarpun sudah berhenti ikut lomba renang,
tapi tetap cinta air kok.
Haru mah gak bisa hidup tanpa berada di air.
Pas musim panas, dia berenang di laut,
terus tadi pagi aja dia nyebur di bak mandi.
Terus apa hubungannya sama berenang?
Itu kan artinya dia cuman suka berendam.
Ha! Gimana kalo klub onsen aja?
Ayo bikin klub onsen!
Aku gak betah panasnya.
Nagisa gak berubah dikit pun.
Jangan gitu dong!
Ogah.
Yaudah, lalu...
Gak mau.
Aku belum bilang apa-apa.
Ah~ Mustinya aku beli yang samaan denganmu.
Eh, udah tahu belum?
Klub berenang di SD kita dulu katanya segera dirobohkan.
Makanya, sebelum itu, mau ke sana gak?
Untuk menggali itu?
Iya!
Malam-malam kesana diam-diam...
Pergi sendiri saja sana.
Jangan bilang begitu dong!
Haru-chan ikut juga yuk.
Enggak mau.
Menurutmu gak seru?
Gak seru.
Ikut aja untuk menghiburnya.
Ogah, bikin repot aja.
Tapi di sana ada kolam renangnya lho.
Kolamnya lebih gede dari bak mandi.
Asyiknya...
Haru-chan sekarang tinggal sendirian?
Ibunya ikut Ayahnya saat pindah kerja.
He? Ikan lagi?
Kalo gak mau juga gak apa.
Kelihatannya enak.
Haru-chan masaknya selalu jago.
Tapi, apa ini gak apa-apa?
Bukannya tadi sudah sepakat?
Apa kamu takut?
Bukan itu.
Apa gak apa hanya kita bertiga yang menggalinya?
Mau gimana lagi.
Soalnya Rin-chan udah gak di Jepang lagi.
Aku... tidak akan masuk SMP di sini.
Eh? Maksudmu apa, Rin?
Aku akan pergi ke Australia.
Australia itu di luar negeri?
Yak. Aku akan ke sekolah renang.
Apa tujuanmu?
Aku ingin jadi juara renang Olimpiade.
Kenapa gak bilang sama kami?
Relay-nya gimana?
Aku tetap ikut relay.
Aku akan berangkat sehari setelah turnamen.
Jadi ini akan jadi terakhir kalinya kita berempat berenang bersama.
Aku hanya berenang gaya bebas.
Itu sebabnya kamu harus ikutan relay.
Ini kesempatan terakhir kita.
No comments yet. Be the first to leave one.