200 ensimmäistä riviä.
Episode 2
- In Ha menyanyikannya dengan baik, kan? - Ya.
Kau selalu memperhatikan In Ha saja.
Kapan aku begitu?
Lempar!
Hei!
Berhenti!
Baiklah!
Sudah lama aku tidak berlatih. Aku haus.
- Aku! - Aku juga!
- Haruskah kita pergi bersama? - Tidak, aku saja.
Aku ikut denganmu, Dong Wook!
Oh, apa itu?
- Selamat Datang. - In Ha!
Ayo kita mainkan ini.
- Baiklah. - Mari! Mari!
Tulis nama orang yang kau cintai di buku sketsa di sana.
Kemudian jika kau berhasil mengenai jantung ini, cintamu bersama orang itu akan terwujud.
Kau juga akan mendapatkan boneka ini.
Jadi siapa namamu?
Baek Hye Jung.
Nn. Baek Hye Jung. Tunggu sebentar.
Bukan seperti itu. Aku hanya ingin bonekanya saja.
Aku suka boneka binatang.
- Kau hanya ingin bonekanya saja, kan? - Ya.
Yeah!
Baiklah, silahkan pilih salah satu.
Gadis yang satunya lagi harus bermain juga.
Ya, Yoon Hee. Minta In Su bermain untukmu.
Siapa namamu?
Kim Yoon Hee.
Kim Yoon Hee. Tunggu sebentar.
Ini kesempatan keduamu.
Apa yang salah? Kok tidak kena?
Ini tembakan terakhirmu. Berusahalah lebih keras.
Lupakan saja.
Sedang apa?
Hei, apa itu?
Menembak panah Cupid.
- Hei, lihat? - Apa?
In Ha memenangkan ini untukku.
Lihat pria ini.
Dia inginkan semua cinta untuk dirinya sendiri saat aku tidak ada.
Kau tidak boleh seperti itu.
Itu punya Yoon Hee, kan? Berikan padaku.
Aku pemanah yang hebat.
Biar aku saja.
Oh! Cukup baik.
Kau hebat.
Apa maksudnya ini? Apakah dia benar-benar serius?
Dia benar-benar menyukainya!
Siapa?
Hah? Bukan siapa-siapa. Kau mau minum?
Sake! Yay!
Baiklah!
Bersulang!
Kenapa begitu?
Itu curang.
Curang itu menyenangkan.
Lee Dong Wook, kaulah orangnya.
- Telapak kuda - telapak beruang - Telapak beruang - telapak sapi,
Telapaki Kuda...
Aku akan ajukan pertanyaan.
Kau ingat kapan kau ucapkan ini?
Alasan kau tidak melukis potret adalah kau hanya ingin melukis orang yang kau cintai.
In Ha pernah berkata seperti itu?
Apakah kau masih memegang aturan itu?
Baiklah kalau begitu.
Aku akan menanti gadis yang akan kau lukis itu.
Soju - 4!
Kenapa aku?
Silahkan bertanya!
Apa bedanya Yoon Hee dengan gadis-gadis lain yang kau kencani?
Yeah!
Itu pertanyaan bagus. Jawab dia.
Karena hatiku.
Apa?
Aku serius kali ini.
Apa? Tidakkah kau lihat aku serius kali ini?
Entahlah.
Aku rasa kau katakan hal yang sama pada gadis lain.
Hei! Kau mabuk?
Baiklah.
Kelihatannya kau sangat serius.
Kau bahkan berbicara seperti ini,
"Cinta berarti tidak pernah berkata maaf."
"Cinta datangnya dari hati."
"Karena datangnya dari hati, kau tidak perlu mengucapkannya."
Hye Jung.
Oh...
Sebenarnya, In Ha yang katakan itu padaku.
Hah? Benarkah?
Yoon Hee bilang dia menyukaimu karena kau mengatakan itu.
Bagaimana ini?
Berarti Yoon Hee sebenarnya menyukai apa yang dikatakan In Ha.
Itu kembang api.
Wah... bagus sekali.
Benar-benar cantik.
Aku lebih suka melihat yang lain.
Hei, kau tahu berapa besar biayanya?
Aku letakkan tas ku dulu di sini.
Kau bisa berdansa?
Aku pernah melihatnya, tapi tidak kusangka kau suka berdansa.
Karena aku suka pasangannya. Ayo.
In Ha!
Aku mau pergi duluan.
Ini malam yang menyenangkan. Aku rasa aku akan mengajaknya berkencan.
Doakan aku sukses! Sukses?
Yeah.
Aku ingin katakakan padanya jangan pergi.
Saat itu,
Aku tahu bagaimanapun juga aku tidak bisa menahan diri.
Di sini, Yoon Hee!
Yoon Hee!
Separah apa sih? Kenapa kita tidak bisa masuk?
Mana kutahu!
Seharusnya dia serahkan saja pada Dong Wook! Kenapa dia yang meluncur?
Aku sangat frustrasi. Aku mau pergi mencari udara segar.
Aku juga tidak tahan di sini.
Yang lainnya mana?
Dia sudah selesai diperiksa. Masuklah.
Biar aku cari mereka.
Hei, orang sakit! Coba tenangkan Yoon Hee.
Aku rasa dia masih shock.
Mereka bilang aku pasti sembuh jika aku tetap memakai ini.
Kau mau menggambar sesuatu?
Kau tetap saja tidak tertawa.
Maaf.
Saat kau terluka, aku kira keadaanmu benar-benar parah.
Orangtuaku meninggal saat mencoba menyelamatkanku dalam kecelakaan mobil.
Maaf. Aku tidak tahu.
In Ha! Kau baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Mereka bilang aku akan sembuh dalam dua minggu.
Kenapa kau melompat tadi?
Terima kasih.
In Ha. Bukankah ada yang ingin kau sampaikan padaku?
Tentang apa?
Sesuatu yang ingin kau ceritakan pada teman sekamarmu.
Seperti masalah cewek?
Atau... masalah cewek?
Jika bukan itu, berarti masalah cewek?
Hei, tentang masalah hati yang tidak bisa kau bicarakan di sana...
Apa yang kalian lakukan?
Kenapa kau datang ke sini bukannya pulang ke rumah besarmu?
Kenapa tidak?
Aku mengantar Yoon Hee pulang, dan aku segera datang ke sini.
Bagaimana keadaanmu?
Maaf, kau seharusnya mengajak dia kencan malam ini.
Bagaimana bisa disaat temanku sedang terluka.
Aku bisa lakukan itu nanti.
Maaf.
Aku sangat tersentuh, hingga aku hampir menangis!
Jangan meminta maaf lagi!
Ok, In Ha?
Diam kau.
Ini In Sook!
Dan lagu selanjutnya adalah...
Ayolah! Itu memalukan.
Berhenti berteriak!
Astaga...
Bagaimana dengan In Ha?
Kurang baik. Dia tidak bisa makan dengan baik. Dia sulit memakai baju.
Aku yang memakaikannya baju.
Gitar yang dipesan In Ha tiba hari ini.
Dia bahkan tidak bisa memainkannya. Sungguh disayangkan.
In Sook! Yang kau buat itu tidak ada hubungannya denganku, kan?
Ding Dong Dang
Kata orang jika kau membuat menara batang korek api 100 tingkat, keinginanmu akan terkabul.
Keinginanmu tidak ada hubungannya denganku, kan?
Ding dong dang!
Ini untuk kita agar saling mencintai.
1, 10, 100.
Oh tidak!
Ada yang membutuhkan korek api?
Ini dia!
Kau sangat kejam!
Itu kejam!
Apa? Dia terlalu nekat!
Itu bahkan menakutkan. Dia seperti sapi!
Tanganmu sudah mendingan?
Ya.
Aku rasa dengan keadaan begitu kau jadi sulit memakai sumpit.
Jadi aku buatkan ini, agar kau bisa makan memakai tangan.
Kim Bab.
Aku harus pergi ke suatu tempat.
Oh... Benarkah?
Baiklah kalau begitu.
Aku harap kau cepat sembuh.
Umm... Yoon Hee.
Kau punya waktu?
Apa?
Aku butuh bantuanmu.
Hei, ini yang terakhir.
Kondisinya bagus.
Kenapa kau membawa pacarmu kemari?
Dia bukan pacarku. Dia hanya teman.
Terserahlah.
Yoon Hee. Ayo ke sini.
Apa?
No comments yet. Be the first to leave one.