200 ensimmäistä riviä.
- Ya, sudah kutulis nomorku. - Tentu.
Smita ji. Halo.
Aku Kunnu Panjwani.
Temanku Jass...
Maksudku Jasswinder Ahuja, akan segera tiba.
- Dia akan segera tiba. - Baik.
Tapi istrinya, Baani Ahuja, sudah ada di sini.
Dia sudah masuk?
- Ya, Bu. - Baik.
Tunggu dulu, Dok.
Ada yang penting ingin kukatakan.
Memperbaiki hubungan mereka
akan membuatmu gila.
- Aku... akan kulihat nanti. - Tangani dengan hati-hati.
- Semoga berhasil. - Baik.
Puji Tuhan.
Maaf, aku terlambat.
Tidak apa-apa. Silakan masuk.
Terima kasih.
Tidak bisakah kau tunggu lima menit lagi?
Tadi aku sedang parkir...
Apa kau mau minum?
- Mari mulai. - Kopi...
Baiklah.
Tuan dan Nyonya Ahuja.
Sudah berapa lama kalian menikah?
1825 hari. 1825 malam.
Baik, itu... wow! Itu sekitar lima tahun.
Biasanya suami tidak ingat hari jadi mereka.
Dan dia ingat jumlah hari dan malamnya.
Itu luar biasa.
- Nyonya Ahuja. - Ya?
Kapan terakhir kali
kalian berdua saling sepakat?
Saat kami memutuskan untuk menikah.
Oh! Selama itu?
Apa kalian saling mencintai?
Aku mencintainya.
Aku juga mencintaimu, Baani.
Tapi apa gunanya?
Cinta saja tidak cukup baginya.
Siang malam dia hanya ingin berhubungan fisik.
Apa masalahnya dengan itu?
- Itu hakku. - Hati-hati, Tuan Ahuja.
Ini istri yang sedang kita bicarakan.
Bukan tanah yang kau klaim kepemilikannya.
- Bukan, bukan itu maksudku. - Tidak, Tuan Ahuja.
Nyonya Ahuja...
Silakan lanjutkan.
Siang malam, pagi sampai petang...
Dia hanya terpaku pada satu hal-
"Aku ingin bercinta. Ayo lakukan. Ranjang memanggil kita, Sayang. Ayo."
Tapi apa kau pernah mendengarkan?
Smita ji, ranjang gandaku hidup melajang.
Satu-satunya aksi yang terjadi hanya saat gempa.
Apa kau mengerti?
Tidak, kau tidak mengerti.
Aku tidak menyangkalnya, Bu. Aku ingin bercinta.
Bercinta sepenuhnya dengan istriku.
Tapi bukan karena cinta, demi bayi!
Bayi. Bayi. Bayi.
Maaf. Beri aku waktu sebentar.
Aku aman. Jangan khawatir.
Boleh aku?
Aku tidak putus asa memenuhi hasratku.
Aku hanya ingin anak kecil lucu di pelukanku.
Kau tidak mengerti... ibuku terus menekanku.
Orang di kampung pikir, aku printer yang kehabisan tinta.
Apa yang harus kukatakan pada mereka?
Dengar, Bu, ini biologi dasar
bayi hanya akan lahir jika kita melakukan sesuatu.
Lalu apa yang kulakukan? Membelah diri?
Cukup, Jass!
- Cukup, baiklah. - Aku...
Dengar. Aku tidak pernah bilang tidak ingin anak.
Tapi aku sangat yakin tidak menginginkannya sekarang.
Dan asal kau tahu, ini tidak berhasil.
Aku selesai denganmu.
- Baani. Baani. Baani. - Tolong, jangan sentuh aku.
- Aku tidak menyerangmu. - Nyonya Ahuja...
- Apa yang sudah kau lakukan? - Aku?
- Kau memperburuk keadaan? - Aku?
Aku tidak akan membayar.
- Apa yang terjadi? - Jangan bayar dia.
- Apa aku harus membayarnya? - Baani.
- Apa yang sudah kau lakukan? - Aku?
Kau memperburuk keadaan.
Sudah kuperingatkan kau...
Memperbaiki hubungan mereka akan membuatmu gila.
Jass. Jangan melompat. Jass, tolong.
Baani. Berhenti sebentar.
Apa yang kau lakukan?
Ke mana kau pergi tanpaku?
Kau lupa kalau kita tinggal di alamat yang sama.
Kita tidak butuh konselor pernikahan.
Hubungan kita tidak sedang bermasalah.
Ini hanya kesalahpahaman, Sayang.
- Baani. Baani. Apa yang kau lakukan? - "Cinta itu emas, cinta itu perak..."
Suami itu seperti Tuhan, kau tidak boleh membiarkan mereka tergantung.
Turun, Jass.
Ingat lagu ini?
- "Saat kau muda, cinta akan datang." - Turun!"
"Saat kau muda..."
Biarkan aku masuk, Baani. Anak kita nanti bisa terlindas.
- Jass. - Sayang padamu.
Aku membencimu!
"Saat kau muda, cinta akan datang."
Pelan-pelan, topiku bisa jatuh.
Pemandangan yang indah.
- Hei, hati-hati. - Baani, hati-hati.
- Ya Tuhan! - Dengar, Baani...
Apa-apaan... Baani.
Apa kau buta?
Gadis naik mobil, melaju tinggi.
Halo, Nyonya. Tolong...
Baani, apa kau akan mundur?
Kami tidak akan memindahkan mobil kami, Tuan.
Apa kau lahir dengan sikap ini, atau memesannya di Amazon?
Pindahkan mobilnya, atau kau pulang dalam peti mati.
Oh... serius.
Ngomong-ngomong, kau yang membawa pembawa peti mati.
Dan aku tidak pernah mundur, begitu juga mobilku.
Lagipula, aku punya banyak waktu, suasananya bagus.
Biar kuputar musik... online.
Siapa pria ini?
"Ini emas..."
"Saat kau muda, cinta akan datang."
Sampai jumpa, Gadis-gadis.
- Sampai jumpa. Sayang kalian, Gadis-gadis. - Dah.
Ikuti Insta-ku. @Boyintheyellowcar.
- Ayo. - Siap?
- Mari pergi. - Baani, apa kau serius?
Ayo, Baani.
Apa yang kau lakukan?
Apa kau sudah gila?
Apa kalian sudah gila?
Aku memintamu untuk mencintaiku...
Gadis itu menghancurkan mobilku.
Tapi aku tidak marah.
Kenapa aku senang?
Wow, luar biasa. Luar biasa. Cantik.
Dia lucu sekali.
Mood-ku bagus! Aku sedang bersemangat.
Indah. Wow.
Indah. Cantik.
- Cantik. - Hei, permisi.
Kau tidak bisa melihat bulan tanpa menyingkirkan awan.
Aku suka senyum itu.
Hei, Kunnu!
Paman.
- Kemarilah. - Aku datang.
- Aku datang, Sayang. - Sayang gundulmu!
Di mana temanmu?
Persiapan pernikahan sudah siap.
Para tamu sudah di sini.
Di mana dia?
- Fotografer utama harusnya sudah di sini. - Paman...
Tenang saja. Lihat ke sana.
Ke mana kau melihat? Jass kita ada di sini!
Bagus. Ayo, Jass.
"Semua orang tahu aku yang terburuk. Siapa aku tanpa kebiasaan burukku?"
"Kebiasaanku. Kebiasaan burukku."
"Sayang, itulah cinta bagiku. Hal terbaik datang bertiga."
"Mungkin bagimu ramai. Tapi bagiku ini teman yang baik."
Wow. Cantik.
Beraninya mereka mengusir orang Inggris.
Bawa mereka kembali.
"Semua orang tahu aku yang terburuk. Siapa aku tanpa kebiasaan burukku?"
Berapa banyak lagi yang kau mau?
Foto.
- Kau bisa ambil beberapa juga. - Pria pelit.
Ayah pengantin wanita sedang marah.
- Berapa lama aku harus menutupi kesalahanmu? - Sedikit lagi saja.
Pria gila.
- Rozario. - Ya, Sayang.
Biar kuambil fotomu di air.
Ambil foto yang bagus?
Rencana Tuhan. Wow.
Halo ji.
Ingat aku?
- Kau! - Jangan panggil 'kau'...
Aku punya nama. Jass Ahuja.
Aku fotografer pernikahan.
Pertemuan pertama adalah kebetulan.
Kali kedua, itu kehendak Tuhan.
Jangan berdiri saja. Terus memotret.
Minggir. Aku akan memotretnya.
Ini tugasku.
- Hei... - Lihat aku, tolong.
Dagu turun... sedikit. Bagus. Cantik. Wajah yang indah.
Wow...
Ini pertama kalinya kupotret gadis tercantik kedua.
Aku sangat hebat.
Dan siapa yang pertama?
Itu kau! Tapi hanya saat kau tersenyum.
- Baani, ayo. Bersiaplah. - Baani. Ayo pergi.
- Kita terlambat. - Aku akan ganti baju.
Lalu ambil foto sebanyak yang kau mau.
Kau tidak perlu berdandan.
Kau terlihat manis bahkan di foto KTP-mu.
No comments yet. Be the first to leave one.