200 ensimmäistä riviä.
Terima kasih, khususnya kepada Tuan Ramesh Taurani
NEW DELHI — 20.30.
Ayah, mau tambah nasi?
Itu enak. Tapi, sudah cukup untukku. Tanyakan padanya.
Terima kasih, aku sudah kenyang.
Kenapa anak-anak belum tidur?
Sampai jumpa jam 7 besok pagi. Kita akan jalan bersama.
Ya, Ayah.
- Datanglah tepat waktu. - Ya.
Cobra One pada Eagle One. Apa kau siap?
Hotel Lotus.
Siap, Cobra One.
Berdasarkan informasi, dia duduk di kursi depan.
Dia bisa datang kapan saja.
Masih belum.
Tapi, aku bisa mencium baunya.
Farid Haqqani.
Sang penjual Jihad.
Pidatonya sudah memikat banyak pemuda tidak bersalah...
...untuk meninggalkan negara mereka dan bergabung dengan Jihad.
Mereka jadi terobsesi dengan ide mati sebagai martir.
Penjelasannya tentang surga bahkan memikat lelaki sepertiku.
ltulah kenapa kita harus membungkamnya.
Sebelum dia semakin memikat banyak orang, kirim dia ke surga.
Kami melihatnya, Cobra One.
Farid Haqqani. Itu dia.
Eagle One. Tembak!
Siap, Cobra One.
Tembak sebelum dia menaikkan jendela anti-peluru.
Jendelanya tidak menggangguku...
...tidak juga senjata ini.
Tidak ada yang menggangguku. Tidak juga dirinya.
Tembak! Sial!
Hotel Lotus.
Yash Raj Films MEMPERSEMBAHKAN
PERANG
Dia menodongkan senjata pada Farid Haqqani.
Ya, Nyonya.
Katakan jika aku benar, Kolonel.
Tembakan sudah dilepaskan, tidak pada Haqqani di Syria...
...tapi di sini di New Delhi pada analis senior kita V.K. Naidu.
Apa yang terjadi, Kolonel Luthra?
Kabir membelot, Nyonya.
Dia bergabung dengan musuh.
Siapa?
Haqqani? Jaesh? Rizwan Ilyasi?
Menteri Pertahanan Sherna Patel
Siapa target di Syria?
Kami semua melihat target.
Siapa yang mengarahkan senjata?
Kabir memasang senjata dan kamera diam-diam tiga hari sebelumnya.
Kami mengamati Haqqani...
...ketika dia menembak Naidu, pada saat yang bersamaan.
Bagaimana mungkin aku melaporkan ini pada Perdana Menteri...
...tanpa terdengar seperti seorang idiot?
Nyonya, itu semua yang kutahu.
Bunuh dia.
Kita harus mencarinya sebelum dia membuat pergerakan lain.
Kau selalu berkata bahwa Kabir adalah yang terbaik.
Pasti ada seseorang yang lebih cerdas darinya.
Valleta, Malta
Ini uangmu, Oslav. Di mana barangku?
Tangkap dia!
Kolonel.
Aku sudah menangkap Oslav dan gengnya.
Mereka tak akan memasok narkotika ke India lagi.
Sebenarnya, mereka menghentikan semua transaksi obat terlarang.
Baik, Pak. Saya menuju ke sana.
Hai.
Sedang dalam perbaikan
Ini daftar rumah perlindungan.
Kabir memiliki tujuh paspor.
Tapi, dia tidak menggunakan satu pun untuk kembali masuk ke India.
Kami memeriksa semua penerbangan dari Turki ke Delhi.
Siapa yang menjamin dia akan datang menggunakan paspor India?
Atau terbang dari Turki?
Setuju. Tapi, aku tahu dia sudah kembali ke Delhi.
Jadi, di mana dia?
Kau lupa pertanyaan kuncinya, Kolonel.
"Mengapa?"
Pria yang melatih kita semua dan membunuh banyak pengkhianat...
...mengapa dia menjadi pengkhianat?
Ayo cari tahu.
Saini, cari dia!
Laporkan hanya padaku.
Ya, Pak.
Apa ada masalah?
Ya, Kolonel, mengapa Saini?
Tidak ada yang mengenal Kabir lebih baik dari aku.
Khalid, dia akan tahu kau mencarinya.
Tentu, kita mencarinya.
Dia tahu itu.
Tuan, aku tahu bagaimana cara pikirnya.
Aku tahu seluruh pergerakannya. Aku mengerti dia.
- Kau menyayanginya, Khalid. - Tak lebih dari cintaku pada negara.
Jika kau menemukannya...
...apa kau bisa menembaknya?
Bisa, Pak.
Jika motifnya...
Seperti yang kutakutkan, Khalid.
Bagaimana jika kau tak pernah menemukan apa motifnya?
Bapak bisa memegang perkataanku, Kolonel.
Aku akan melukainya, lalu menginterogasinya.
Dua tahun lalu...
Katakan kau bercanda, Kolonel.
Ini rekam jejaknya selama dua tahun.
Dia ada di atas sana bersama petugas lain.
Jadi?
Kabir, ini adalah unitmu.
Putuskan orang yang kau ingin ada didalam timmu...
...dan bagaimana melatih mereka.
Perbincangan kita selesai, Pak?
Aku ingin kau membuat keputusan akhir.
Jadi aku harus menerima keputusanmu.
Kabir...
Khalid sudah menunjukkan dia yang terbaik dalam situasi apa pun.
Jadi kenapa kau tak menginginkan dia dalam misimu?
Bukan hanya karena satu alasan... ada dua alasan.
Pengkhianat ayah Khalid, Mayor Abdul Rahmani, menembakku.
Aku berhasil selamat.
Sahabat dan rekanku...
...yang berdiri di antara Rahmani dan aku...
...tidak bisa diselamatkan.
Jadi aku menembak mata kiri ayahmu.
Dan hanya untuk memastikan...
...aku menembak mata kanannya juga.
Jadi dengan segala hormat, Kolonel...
...kenapa kau berpikir aku akan mengizinkan anak pengkhianat...
...mendekatiku dengan senjata di tangannya?
Mohon izin bicara, Pak?
Silakan, Khalid.
Ayahku seorang pengkhianat.
Tapi bagaimana kami bisa mengetahuinya?
Ibuku mencurigainya.
Dia memberikan informasi pada pasukan.
Itulah kenapa kau memiliki bekas luka di tubuhmu...
...yang tidak tertutup kain apa pun.
Nama ayahku berhubungan denganku.
Tapi, aku juga anak ibuku.
Dia mengorbankan suaminya demi negara.
Ibuku tak sedikit pun menyesalinya.
Tinggalkan kami, Letnan.
Baik, Pak.
Ayahnya seorang pengkhianat.
Tapi, anaknya sangat berprestasi.
Bisa kau bayangkan betapa dia sudah sangat bekerja keras?
Dia sangat berani.
Dia bersikeras menghapus noda di nama keluarganya.
Dia tahu kau menembak ayahnya Mayor Rahmani.
Tapi, dia tetap mendaftar.
Dia mau kau melatihnya...
...untuk membuktikan dia berbeda dengan ayahnya.
Orang hanya satu kali mencoba bermain dengan api, Kabir.
Tapi prajurit ini bersedia melakukannya setiap hari.
Jadi, sekarang terserah kau.
Kau diterima.
Tapi, kau berada di ujung tanduk.
Satu kesalahan saja dan...
Semoga beruntung.
Kau berada di neraka sekarang.
Jammu, 2009.
Kolkata, 2013.
Surat, 2015. Dan Hyderabad, 2017.
Ada satu otak di balik semua penyerangan ini.
Rizwan Ilyasi.
Musuh nomor satu India.
Negara kita adalah target utamanya.
Tapi, di mata dunia, dia hanya seorang pengusaha.
Kita berusaha keras meyakinkan komunitas internasional...
...bahwa dia itu teroris global.
Tapi, dia pintar.
Dia tahu bagaimana menutupi jejaknya.
Di acara perayaan AI 215 tahun lalu, 193 orang India...
...dan 53 pendatang dibunuh.
Satu orang ditetapkan bertanggung jawab;
Basheer Hassib.
Komandan militer pemberontak di Irak.
Bagaimana dia terhubung dengan Rizwan Ilyasi?
Mereka tidak punya AK47 hingga saat ini...
...jadi siapa yang memberi mereka misil anti-pesawat?
Dia.
Rizwan Ilyasi.
Ini adalah misi kita.
Rizwan Ilyasi.
Selama lima tahun aku berusaha terus melacaknya.
Sekarang aku akan menyerang, aku bisa membunuh...
...atau terbunuh.
Artinya...
...jika ada yang mengacaukan misi ini dengan cara apa pun...
...aku akan menganggapnya serangan personal.
Apa sudah jelas?
Ya, Pak!
Jika kita dapatkan Basheer dan bukti hubungannya dengan Ilyasi...
...tak ada negara yang akan melindunginya.
Kita akan memancing dia keluar dari persembunyiannya.
Samakan jam di 08:09.
Sekarang.
Tikrit, Irak.
Misi kita sederhana.
Kita akan memasuki area terkontrol ISIS...
No comments yet. Be the first to leave one.