Vantage Point

Vantage Point

Lataa Indonesian -tekstitys

Julkaisutiedot

Vantage Point 2008 720p BluRay x264 800MB-Pahe in
Kommentaari bgage
Enjoy! (BluRay 01:30:05)

Tunnisteet

BluRay
x264
720p
720
Julkaistu: 2022-06-07
Lataukset: 195
Kuulovammaisille: No

Indonesian tekstityksen esikatselu

200 ensimmäistä riviä.

Salamanca, Spanyol

Selamat pagi, Amerika.

Sekarang sudah jam 12 siang di Salamanca, Spanyol.

Sebentar lagi, para pemimpin dunia dari lebih 150 negara...

berkumpul di Plaza Mayor...

untuk mendaftar ke strategi kontra teroris baru Presiden Ashton.

Sejak 11 September, lebih dari 4.500 orang terbunuh...

dalam kenaikan teror global.

Para korban tidak akan dilupakan...

karena hari ini, dunia bersatu untuk menentang aksi kekerasan ini.

Kita mungkin berada di ambang kesepakatan bersejarah...

antara pemimpin Barat dan Arab.

Dinas rahasia dalam siaga penuh di Salamanca...

dari tempat siaran langsung disana bersama reporter kami Angine Jones.

Saya berada di dalam Plaza Mayor di Salamanca, Spanyol.

Di mana masyarakat berkumpul untuk pembukaan...

yang pasti merupakan KTT bersejarah.

Sudah lama, Presiden Ashton bekerja...

bersama para pemimpin dari lima benua...

untuk membentuk aliansi terobosan baru dalam perang melawan teror.

Dan pada hari ini...

Para pemimpin Barat dan Arab akan bertemu pertama kali...

untuk meresmikan koalisi baru...

yang dirancang untuk selamanya...

menghambat terorisme internasional.

- Tampilkan dia. - Bersiap ke Mark.

- Bagaimana dengan suasana disana? - Sebagian besar, penuh harapan.

Semua orang di sini sangat bersimpati kepada mereka...

yang kehilangan orang terkasih dalam pengeboman baru-baru ini.

Saya sempat berbicara dengan delegasi...

Apa yang dia lakukan?

mengambil garis keras, menunjukkan bahwa kebijakan luar negeri AS...

Kevin, matikan suaranya.

harus bertanggung jawab untuk kejadian baru-baru ini.

Terima kasih, Angie.

- Angie, apa-apan itu? - Tidak semua orang menyukai kita.

Serahkan opini pada seorang ahli untuk memberikan pendapatnya.

Aku tak masalah kena sensor. Aku yakin masyarakat AS menyukainya.

- Sudahlah Angie. Santai saja. - Mengerti.

Galeri.

- Bruce. - Ya.

- Apa itu tadi? Tetap pada skrip. - Sudah kuberitahu. Ingin memberitahunya?

- Baiklah. - Baik.

- Siapa di kamera dua? - Kamera dua Luis.

Kamera dua, kau bisa pindah?

Kita mau meliput KTT, bukan para pengunjuk rasa.

Seperti sedang melatih anjing bodoh.

Baik semuanya, Presiden segera tiba.

Saat dia tiba, semua menyorotnya. Semua kamera harap bersiap.

Kamera tiga, melebar. Kamera empat, tetap di sana.

Kevin, bantu urus. Aku kewalahan.

Kamera lima, iring-iringan mobil.

Kamera tujuh, konsentrasi. Tetap berada dekat Presiden.

Baik, pak.

Sudah bagus.

Perbesar, kamera lima. Bagus.

- Bukankah itu? - Itu Thomas Barnes.

Kenapa kita tak tahu dia di sini? Sial, Grace. Mestinya kita tahu.

Aku tidak...

- Kevin, cari arsipnya. - Tolong cari arsipnya.

Presiden mendekati Plaza. Semua kamera bersiap.

Angie, bersiap dalam 20 detik.

Ingat, kita di sini mau meliput KTT, bukan unjuk rasa.

- Tapi ada berita lain. - Aku tidak peduli.

Kecuali pengunjuk rasa membakar diri, kita tidak akan meliputnya.

- Kevin, sudah dapat? - Sudah.

Coba lihat.

Baru setahun kemarin. Aku tak percaya dia sudah kembali bertugas.

Jika hanya kita yang memiliki ini...

Dia takkan bicara. Tahun lalu ada Hill, dan yang menyelamatkan Reagan.

- McCarthy. - Mereka semua.

Kisah kepahlawanan. Barnes tidak suka dengan hal semacam itu.

Itu dulu.

Sangat disayangkan. Pasti akan jadi kisah hebat. Tidak ada waktu mengerjakannya.

Itu dulu dan ini sekarang, mengerti? Kita urus saja berita kita.

Oke, bersiap ke grafis.

Kamera lima, sorot sendiri.

- Kita sambut walikota. - Tiga, empat, bersiap di podium.

Tiga melebar, empat medekat. Awali dari pemimpin dan akhiri dengan walikota.

- Terima kasih banyak sudah hadir. - Kamera tiga, mundur

Benar. Kamera enam, bersiap. Kita akan berpindah padamu.

Benar. Sudah bagus.

- Dua, sorot penonton. - Pidato De Soto berakhir dalam semenit.

Kamera lima, cari tampilan lain. Itu bagus.

Angie, saat pidato selesai, siapkan materi 15 detik untuk penutup.

- Buat sederhana. - Maksudmu materi bodoh?

Lupakan saja, Angie. Ayolah.

Astaga.

...saya memberikan anda kota...

Lima detik lagi. Siapkan grafis.

KTT ini bisa menjadi momen penentu...

Mundurkan, empat, tiga...

Astaga.

Presiden tampaknya telah ditembak.

- Sial. - Saya mendengar dua tembakan...

- dan Presiden roboh. - Siapa orang itu?

Apa yang dilakukannya?

Kamera lima, sorot terus pria itu. Yang lain, sorot Presiden.

Kamera tiga, tetap sorot Presiden.

Benar begitu. Tetap sorot.

Ini gila.

- Kamera tiga, lebih berusaha. - Aku tidak diizinkan lewat.

Jangan cari alasan. Cari cara.

- Apa itu? - Sepertinya terjadi ledakan...

Kamera empat, berbalik. Cari tahu apa itu tadi.

Kevin, mulai putar. Kita harus kirim semua yang kita dapat.

- Bruce. - Kirim VTs 1 sampai 7 di monitorku.

Oke, Angie, kau akan tampil. Bersiap.

Kita siaran langsung, Angie. Sekarang.

Beri aku waktu, Rex. Bisa?

Sial. Suruh Mark menunda.

Aku tahu saat ini kondisi kacau.

Tapi kau harus laporkan apa yang sedang terjadi disana.

- Baik. - Fokuslah.

Angie? Ceritakan pada kami apa yang sedang kau lihat.

- Tarik nafas panjang. Mulai. - Presiden Amerika Serikat...

tertembak. Terdengar beberapa kali tembakan.

Tampaknya juga ada bom yang meledak di luar Plaza.

Masyarakat berlari ketakutan...

Astaga!

Mark?

Mark, kau harus ambil alih.

Sepertinya ada ledakan besar...

Astaga. Angie!

Saat ini, asap dari ledakan...

untungnya menutupi banyaknya jumlah korban.

Pasti banyak orang yang tewas dan terluka.

- Angie. - Ini sungguh mengerikan.

Ayo nak, bangunlah.

Bangun.

Kevin, hentikan siarannya.

Matikan!

23 menit sebelumnya

Selamat pagi, Amerika.

Sekarang sudah jam 12 siang di Salamanca, Spanyol.

Sebentar lagi, para pemimpin dunia dari lebih 150 negara...

Sudah waktunya.

untuk mendaftar ke strategi kontra teroris baru Presiden Ashton.

Sejak 11 September, lebih dari 4.500 orang terbunuh...

terbunuh dalam kenaikan teror global.

Para korban tidak akan dilupakan, karena hari ini...

dunia bersatu untuk menentang aksi kekerasan ini.

Kita mungkin berada di ambang kesepakatan bersejarah...

antara pemimpin Barat dan Arab.

Dinas rahasia dalam siaga penuh...

Semua tim, disini Kontrol.

- Iring-iringan semenit lagi tiba. - Mengerti.

- Lantai 4B, aman. - Baik, Kontrol.

Itu sebelum dia tertembak.

- Dia depresi berat. - Enam bulan lalu.

Dia tidak seperti dulu lagi. Beri dia kesempatan.

Seberapa mungkin dia mengacau begitu bertugas?

Menurutku 50:50.

Kita jadi pergi?

Bapak Presiden.

Semua tim, disini Kontrol. Eagle dalam perjalanan.

Bagaimana dengan suasana disana, Angie?

Sebagian besar, penuh harapan.

Semua orang di sini sangat bersimpati kepada mereka...

yang kehilangan orang terkasih dalam pengeboman baru-baru ini.

Terima kasih.

Untuk apa?

Untuk mengajakku bertugas.

Jangan berterima kasih dulu.

Bapak Presiden.

Kita sampai.

Baik, pak.

Bayi yang cantik.

Terima kasih.

Terima kasih banyak.

Hari yang indah.

Hei! Jatuhkan.

Jangan sekarang.

- Tim Michael beri laporan. - Dari atas semua aman.

- Selatan? - Ya semua aman.

Presiden Henry Ashton.

Selamat datang. Terima kasih banyak sudah datang.

Ini hari yang menakjubkan.

Hari ini, kita membuat sejarah.

Bapak Presiden, sesama anggota Uni Eropa...

sahabat kita dari Afrika, Timur Tengah...

Presiden Ashton, seluruh warga di dunia...

suatu kehormatan besar mengundang kalian semua ke kota kecil kami.

Dengan hati yang sedih...

kita harus bertemu dalam duka...

bagi mereka yang kehilangan orang terkasih dalam pengeboman baru-baru ini.

Paviliun belakang semestinya sudah dikosongkan.

Diterima. Sudah kosong.

Aku melihat tirai berkibar di lantai dua.

Jendela ke tujuh dari kiri.

- Diterima. Kami cek ulang. - Harapan dunia...

di tangan kita.

Jangan sampai kita mengecewakan mereka.

Karena kini kita tidak bisa...

selamanya membiarkan kejahatan...

mengalahkan harapan akan hari esok yang lebih baik.

Hanya kipas angin yang dibiarkan menyala. Akan kami matikan.

Oleh karena itu, saya memberikan anda kota, hati dan harapan saya.

Barnes!

Barnes!

More Indonesian subtitles for Vantage Point

Kommentit

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left