Julkaisutiedot

사임당 빛의 일기-Saimdang:Light's Diary E09-DSS Indo
Kommentaari DSS_Indo
Damn!SuperSub >> ngesub.com ║Follow>>Twitter : @Dssindo║ LIKE : facebook.com/DamnSuperSubIndo

Tunnisteet

other
Julkaistu: 2017-02-24
Lataukset: 31
Kuulovammaisille: No

Indonesian tekstityksen esikatselu

200 ensimmäistä riviä.

Dia tak memenuhi kriteria.

Kalau kita lakukan ini bagaimana?

- Apa? - Ujian.

Ujian? Maksudnya

Yang pertama menarik pegangan laci dialah yang lulus.

Kita harus membuat ujian yang lebih baik untuk membuat keputusan.

Kami sudah menyiapkannya

tapi soal tesnya bocor.

Anda tahu itu?

Tambah jatah kelas izinkan kedua murid ini masuk.

Aku mendengar sesuatu yang aneh.

Bagaimana bisa dia dapat dukungannya Hwi Seong Gun?

Hwi Seong Gun... dukungan?

Saimdang: Light's Diary

=Episode 9=-

Ada apa Anda kemari?

D

Da

Dam

Damn

Damn!

Damn! S

Damn! Su

Damn! Sup

Damn! Super

Damn! Super

Damn! Super S

Damn! Super Su

Damn! Super Sub

Damn! Super Sub

Damn! Super Sub I

Damn! Super Sub In

Damn! Super Sub Ind

Damn! Super Sub Indo

Damn! Super Sub Indon

Damn! Super Sub Indone

Damn! Super Sub Indones

Damn! Super Sub Indonesi

Damn! Super Sub Indonesia

Diterjemahkan oleh : -- if ab ee --

Kau mau bicara apa?

Aku mau semuanya jelas.

Katakan saja.

Aku tidak bisa menerima bantuanmu.

Aku tak tahu apa yang kaumaksud.

Aku tak tahu apa yang kau pikirkan saat membantuku.

Tapi, aku tidak mau ada salah paham.

Gyosu bilang, amat disayangkan bila anak itu tak sekolah.

Aku hanya membantu.

Benar begitu?

Kau sungguh tidak tahu dia anakku?

Masalahnya apa?

Aku setuju akan menyumbang jungbu hakdang.

Kau akan membiarkan kesempatan itu hanya karena anakmu?

Aku akan tanya dari sudut pandang yang berbeda.

Pernah kau memikirkkan bagaimana perasaan putramu?

Dari yang kudengar dia anak yang cerdas.

Dia sangat ingin belajar sampai menyelinap ke sini untuk belajar.

Pengetahuannya lebih luas dari anak-anak di Jungbu Hakdang.

Masuk akal menghalangi impian anak itu karena masa lalu kita?

Dia dilahirkan oleh ibu yang kekurangan.

Jadi aku akan menjalani hidupku untuk menebusnya.

Aku yang akan bayar biaya sekolah anakku.

Aku permisi.

Hwi Seong Gun...

Jangan pikirkan masalah lain perhatikan saja yang ada di sekitarmu.

Kau sangat hebat, ya?

Kau benar-benar Saimdang.

Sama sekali tidak berubah.

Tak berubah sedikitpun.

Aku setuju menyumbang untuk Jungbu Hakdang.

Kau mau melewatkan kesempatan itu hanya karena anakmu?

Pernah kau berfikir bagaimana perasaan anakmu?

Aku harus bagaimana?

Eomeoni.

Ada suara kayu di perapian.

Suara patah, tak-tak-tak.

Ini pohon yang kita lihat saat tamasya waktu itu.

Suara pohon?

Jelas terdengar suara pohon.

Suara pohon. Pohon mulberi?

Pohon mulberi, yang dipakai untuk membuat kertas?

Hyang?

Iya. Ada apa Assi?

Dari mana kau dapat kayu ini?

Terakhir saat kita ke tanah itu...

=Pabrik Kertas Woonpyeongsa=-

Ini Goryeoji yang hanya bisa kudengar itu?

Seon-nim!

Berapa harganya?

1 nyang perlembarnya.

Aku bisa membuat kertas dan menjualnya.

Benar.

Temboknya kokoh.

Cukup dibersihkan sedikit.

-= Man Deuk: Pembuat kertas =- Dibersihkan sedikit bagaimana?

Sepertinya harus diubah semuanya.

Wadah kayu untuk menyiapkan kertasnya bisa ditruh sana.

Kita bisa tambah sedikit di sini.

Kita bisa membuat tempat untuk mengeringkan kertasnya.

Wah, itu tidaklah mudah.

Kemarilah.

Tungku perapian dan gentongnya masih di sini, jadi kita biaa merebus mulberinya di sini.

Anda mau apa dengan perabotan yang Anda butuhkan?

Anda kira membuat kertas itu kerjaan main-main?

Hyang.

Iya, Assi.

Aku tak tahu apa yang kaupikirkan saat membantuku.

Tapi, aku tidak mau ada salah paham.

Dia dilahirkan oleh Ibu yang kekurangan.

Jadi aku akan menjalani kehidupanku untuk menebusnya.

Aku akan membayar biaya sekolah putraku.

Wow, nampaknya pohon pinusnya hidup.

Kalian tak merasakannya?

Beliau benar-benar hebat!

Naeuri, Naeuri.

Aku melihat ribuan kupu-kupu di pohonnya!

Anda tidak ada duanya di Solgo!

Oh, Naeuri!

Namaku Lee Mong Ryong.

Boleh aku menyentuh tangan penuh bakat itu sekali saja?

Hanya satu kali.

Hari ini samchon keren sekali. Kita harus minum.

Kau sendirian saja. Aku sudah capek.

Kenapa kau seperti ini lagi?

Sebentar semangat, sebentar muram, semangat lagi--

Ini mengenai orang yang kukenal.

- Saha? - Yang pernah kuceritakan sebelumnya.

Orang yang patah hati dengan seorang wanita.

Ah, yang kauceritakan tempo hari?

Iya.

Barusan mereka bertemu.

Si wanita kehidupannya tak begitu baik.

Jadi, dia diam-diam membantunya.

Eh, ternyata si wanita tahu.

- Terus? - Apa wanita itu tak berlebihan?

Kalau tidak ada perasaan lagi, kenapa dia marah? Terima saja bantuannya.

Temanmu itu jelas sekali.

Dia pasti pamer, seperti samchon.

Tidak! Aku tidak...

Oh, bukan kau?

Tidak, bukan aku. Temanku sangat sopan.

Lagian, dia sudah tidak tertarik pada wanita itu.

Kondisi keuangannya jelek dan punya banyak anak.

Anak? Berapa banyak?

Dua? Tidak, tiga.

- Tiga? - Bukan, empat.

Empat? Apa? Sudah lupakan saja.

- Iya kan? - Tentu saja.

Makanya!

Iya, empat. Wow!

Makanya?

="4" dan "makanya" terdengar sama=-

Bukan itu maksudku.

Hei, samchon!

Kami melubanginya karena Anda bilang sangat penting untuk mencampur.

Apa hebatnya membuat lubang? Puing-puingnya masih ada.

Kita harus menyaring, jadi kubuatkan saringan kain.

Anda tidak punya peralatan yang memadai.

Kita punya pisau, dan ini juga.

Kita punya bambu dan keranjang ini.

Sebentar, sebentar, sebentar.

Anda main-main?

Kita main permaianan anak-anak?

Tidak mungkin bisa.

Bagaimanapun juga untuk membuat kertas, Anda perlu blinds.

Bambu menghancurkan biang kertasnya bisa dipakai kok.

Aku sudah punya kerai bambu.

Ini dibuat dari Ojuk.

Kubawa dari Pyeongchon Utara di Gangneun.

Kalau diayam rapat, lebih dari cukup, kan?

Anda memintaku membuat kertas dengan peralatan dapur ini?

Aku memproduksi kertas di Jojiseo!

Beraninya wanita meremehkan kemampuanku?

Ini penghinaan namanya.

Apa ada hukum yang mengatakan wanita tidak dibolehkan membuat kertas?

Aku tak mau mendengarnya. Tidak sudi aku kerja di sini.

Cari saja orang lain.

Ini baru pertama kalinya untukku, jadi aku tidak punya banyak.

Kalau ada yang salah tolong katakan padaku.

Akan segera kuperbaiki.

Emak satu ini cantik amat.

Segera memperbaiki itu sikap yang salah.

Masuk akal apa?

Anda kira bisa segera memperbaikinya?

Bagaimana bisa Anda menganggap membuat kertas itu mudah?

Aku tak bisa kerja dengan wanita yang ceroboh.

Tak bakalan!

Separuh keuntungan akan kubagi denganmu.

Assi.

Aku janji.

Keuntungannya separuh-separuh.

Pohon mulberinya bagaimana?

Memangnya Anda punya pohon mulberi?

Apa kabar?

Apa kabar?

Hei!

Apa kabar! Senang sekali bertemu Anda.

Benar sekali. Namamu siapa ya?

Aku Hyun Ryong, Lee Hyun Ryong.

Saimdang: Memoir of Colors (Saimdang: Light's Diary / Saimdang, Bitui Ilgi / 사임당 빛의 일기) subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Saimdang: Memoir of Colors (Saimdang: Light's Diary / Saimdang, Bitui Ilgi / 사임당 빛의 일기)

Kommentit

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left