175 ensimmäistä riviä.
Kau minta berapa?
Tak ada, ambil saja yang kau mau.
Aku tak mau memenuhi tempat ini dengan barang lama.
Itu inti dari tempat baru ini,
aku ingin memperbarui diriku.
Mulai saat ini, segalanya akan berbeda.
Halo, ini TI, kau sudah mencoba mematikan dan menghidupkannya lagi?
Aku berhasil! Aku diterima!
- Tidak! - Ada apa?
Aku diterima! Aku melamar dan mereka menerima!
Siapa yang menerima?
Kau bicara apa? Moss, kau gemetar!
Minta huruf konsonan.
- Huruf B. - Juga satu vokal.
Terakhir, huruf A.
Inilah jam hitung mundurnya.
Baiklah, coba lihat hasilnya. Jeremy?
- Enam. - Maurice?
Sembilan.
Jeremy, apa kata enam hurufmu?
- Tenant (penyewa). - Maurice?
Sebenarnya ini sudah satu kata, Tnetennba.
Benarkah?
Bisa kau pakaikan dalam kalimat?
Selamat pagi, itu Tnetennba yang menyenangkan.
Ada yang mengingatkanku, Ely, kau belum mendapat satu kata
kurang dari delapan huruf, cukup luar biasa.
Kau tampaknya tengah menuju
untuk menang Poci Teh Countdown itu.
Jangan tersinggung, Jeremy.
- Siapa kau? - Mau jendelamu kubersihkan?
- Apa? - Aku tidak melihat.
Apa? Aku tak mengerti.
- Sudah, Sobat. - Tidak!
Abaikan aku...
Berhenti membersihkan jendelaku!
Aku mau ke toilet.
Entah apa yang kau katakan.
- Aku membersihkan jendela itu... - Ya.
Baiklah.
- Aku tak mengerti - Terima kasih banyak.
- omonganmu. - Boleh kutinggal sepedaku
- selama beberapa menit? - Baiklah.
Baiklah, sampai jumpa.
Kau mau apa?
Kenapa membawa masuk sepedamu?
Apa? Tidak! Kau mau ke mana?
Kau mau ke mana?
Kenapa sepedamu ada padaku?
Lalu saat pergi, dia meninggalkan semua barangnya di apartemenku.
- Barang apa? - Semua peralatan pembersih jendela,
tangga, sepeda, dan semuanya.
- Masih di sana! - Di apartemenmu?
-Ya, dia tak pernah kembali. - Bagaimana dia bisa masuk?
Dia sangat meyakinkan.
Kurasa.
Aku tak tahu cara menghubungi orang ini.
Barangnya berserakan di koridorku.
Aku harus mulai memasang ini.
"Apa Ini Sepedamu? Bawa Sepedamu"
Ibuku selalu berkata, jangan pernah membuka pintu.
Apa maksudmu?
Pintu yang tak dibuka adalah pintu bahagia.
Jadi, kami tak pernah membuka bila ada yang mengetuk pintu kami.
- Apa? Jadi, kalian diam saja? - Ya.
Jadi, bel pintu berbunyi dan kalian diam saja
- sampai orangnya pergi? - Ya.
Bagaimana kalau itu penting atau kabar baik?
Ini London, Jen. Bukan orang membawa kue!
Kecuali kue itu terbuat dari kotoran anjing dan pisau!
Sampai nanti.
Aku akan tidur di rapat kepala bagian.
Kukira kau mencoba menghindarinya.
Tak sering aku bisa berkata ada darurat RAM.
Halo?
Ya?
- Halo. Boleh aku masuk? - Kenapa?
- Apa? - Kenapa kau ingin masuk?
Bukankah ini rapat kepala bagian?
Setiap Senin dan Jumat? Atau sudah berubah?
Tidak, itu benar.
Kau melewatkan beberapa rapat, ya?
Ya, ada darurat RAM. Kantor punya terlalu banyak RAM.
Sifat rapat ini sudah berubah
dan tak akan adil bagimu,
banyak ketinggalan harus dikejar.
- Baiklah! - Terima kasih, Jen!
Mereka tak menginginkanku.
Mereka tak menginginkanku di rapat Senin-Jumat!
Kukira kau benci rapat-rapat itu.
Aku memang benci rapat itu
sampai mereka tak ingin aku di rapat itu.
Kini aku suka rapat-rapat itu.
- Lima menit, Tn. Moss. - Terima kasih, Phil.
Penggemar biskuit mini. Kau memang penuh kejutan.
Tolong jangan sampai aku mencegahmu. Aku suka pria berselera makan.
Itu yang membawamu sejauh ini.
- Maaf, apa aku mengenalmu? - Aku disebut Prime.
Dulu aku pernah punya nama lain, tapi sudah tak kupakai.
Harold Tong.
Benar. Aku menang Tahun ke-16 Countdown.
Ya, akulah yang menang Poci Teh Countdown ke-16.
Poci teh yang kita dambakan. Kau juga mendambakannya.
Matamu mengkhianatimu.
Dia punya semangat.
Tapi apa kau punya semangat untuk menjadi sang juara,
aku ingin tahu?
Kau mau berfoto bersama atau apa?
Aku datang hanya untuk memberimu ini.
Apa ini?
Roy?
Astaga, Alistair!
- Lama tak bertemu! - Ya.
Deb, Roy dan aku dulu teman kuliah.
Ya. Kau tampak hebat!
Terima kasih.
- Apa pekerjaanmu sekarang? - Pekerjaanku?
Pertanyaan besar. Aku kepala penulis untuk permainan Shotgun.
- Kau tahu Shotgun? - Ya!
Benarkah? Aku selalu bermain Shotgun.
- Permainan hebat. - Terima kasih.
Keren sekali.
- Kau menang penghargaan, 'kan? - Ya.
- Sampai jumpa, Roy. - Ya.
Jangan tanya pekerjaanku, dasar angkuh.
Maaf, aku tak yakin ada di tempat yang benar.
Kau di tempat yang benar, Tn. Moss. Selamat datang di Eight Plus.
Kau datang!
- Aku senang. - Itu Roger Black.
Itu Steven Pawlin.
Kau tahu para mantan pemenang Countdown.
Kenapa mereka ada di sini?
Bagi orang yang bisa menambah, mengurangi, mengalikan
dan membagi banyak angka untuk mendapat satu angka lain,
kau tak terlalu pintar membuat kesimpulan, ya?
Inilah Eight Plus!
Klub eksklusif bagi sedikit orang berbakat
yang melewati delapan episode Countdown.
Kau anggota terbaru kami.
Menyenangkan, ya?
Terima kasih sudah memberitahuku, Linda. Baiklah.
Sampai jumpa.
Apa kau tak gusar, Roy, sebagai anggota bagian TI ini,
bahwa aku, kepalamu, tak diwakili di rapat Senin-Jumat?
Tak peduli.
Tetanggaku baru menelepon.
Ternyata si aneh pencuci jendela dari Celoteh Barat,
kini tak akan bisa mengambil peralatan pembersih jendelanya.
- Kenapa tidak? - Dia ditabrak mobil atau apa.
Sialnya aku!
Seharusnya kau tak setuju menyimpan untuknya sejak awal.
Terima kasih, Jen. Sangat membantu.
Saran yang sangat bagus. Tepat itulah yang akan kulakukan.
Di masa lalu! Saat terjadi lagi, minggu lalu.
Harus kukembalikan padanya! Tak bisa ada di koridorku saja!
Tidak peduli!
Tidak!
Tidak! Alistair! Aku bukan pembersih jendela!
Alistair!
Alistair!
Aku bukan pembersih jendela.
Aku bukan pembersih jendela! Alistair!
Aku bukan pembersih jendela!
Baiklah, hal aneh terjadi di ruangan itu.
Mereka memakai mantel kamar.
- Roy, dengarkan aku. - Aku tak harus mendengarkanmu.
Aku tak menikah denganmu.
Aku sedang banyak pikiran, Jen.
Orang ini mengira aku pembersih jendela.
Orang yang dulu teman kuliahku.
Dia punya pekerjaan dan pacar hebat,
dan dia mengira aku pembersih jendela.
- Pembersih jendela! - Apa salahnya?
Itu profesi mulia.
Bila profesimu sebelumnya adalah pembersih testikel!
No comments yet. Be the first to leave one.