200 ensimmäistä riviä.
Hentikan, Kang Ma Roo!
Kau bukan dokter! Hentikan!
Dia mengancam keselamatan keluargaku...
Dan dia menerima 1 Milyar Won.
Diterjemahkan oleh : Sue Valentino & CalVter
Episode 4
Terima kasih.
Kau ingin aku mengatakannya seperti itu, kan?
Sampai jumpa.
Mari kita bertemu lagi.
Tiba-tiba aku jadi penasaran padamu.
Mari kita bertemu lagi.
Mari kita bertemu besok dan lusa.
Itu artinya "ya" atau "tidak"?
Jam berapa kita bertemu besok?
Apa begitu kita bangun?
Kau dimana setelah bangun?
Apa yang membuatmu berpikir begitu keras?
Apa harus kubiarkan calon pengantin jatuh hingga hidungnya patah?
Jadi pernikahannya bisa dibatalkan.
Aku salah.
Kubiarkan kesempatan itu hilang.
Aku belum hidup selama itu, tapi...
Kau lihat, masalahnya adalah...
Ketika kau menganggapnya terlalu mudah...
...dan segalanya mengalir dengan caramu...
...dan kau melompat sangat jauh sambil bersiul...
Pada suatu titik, kau tersandung dan menemukan bahwa ada sesuatu yang salah.
Terutama jika melibatkan motif kotor dan tak jujur.
Tampaknya kau sudah setengah jalan menuju tujuanmu.
Maksudku jangan gegabah hanya karena perjalananmu mulus.
Sebagai pejuang keadilan, kau kira aku hanya akan tinggal diam melihatmu?
Seberapa baik kau mengenal pria itu?
Bagaimana kau bisa bertemu pria yang mengantarmu pulang kemarin?
Apa kau bahkan mengenalnya?
Sejak kapan kau begitu mempedulikan kehidupan pribadiku?
Apa kau mulai berlagak seperti seorang isteri sekarang?
Betapa menjijikkannya dirimu?
Seberapa jauh hubunganmu dengan pria itu?
Kau sudah lihat semuanya.
Aku masih berusaha menarik perhatiannya.
Apa kau tahu pria seperti apa dia?
Apa yang kau ketahui tentang dia?
Bagaimana kau tahu dan berapa banyak yang kau tahu?
Kau tak tahu, kan?
Lalu, apa kau mengenalnya dengan baik?
Kau cukup mengenalnya hingga...
...kau emosi dan kesabaranmu hilang.
Astaga, kau tak tertarik padanya, kan?
Dia masih muda dan tak bisa disangkal dia tampan juga.
Tampaknya dia bukan pria yang baik.
Begitukah?
Dia tahu siapa dirimu, kan?
Dia tahu siapa dirimu dan mendekatimu.
Aku tahu tipe seperti itu.
Tipe seperti itu...
Aku tahu, contohnya... orang seperti Han Jae Hee?
Apa kau mau terus-terusan sinis seperti itu?
Kalau begitu aku akan memasang wajah serius dan memberitahumu.
Walaupun dia mendekatiku karena tahu siapa diriku...
Aku tak peduli.
Kau sudah mengalaminya.
Apa yang kutakutkan? Aku Suh Eun Gee.
Aku pergi duluan.
Kau yang akan terluka.
Kau akan terluka dan menangis, bodoh!
- Ma Roo! - Masuklah.
Ada apa?
Maafkan aku.
Maaf kenapa?
Seharusnya aku tak pergi menemui ibuku.
Akhirnya kau dipukuli dan terluka.
Kenapa aku selalu saja tak berguna bagimu?
Benar.
Apa aku memang tak berguna?
- Kau sendiri yang bilang begitu. - Mengejutkan!
Kakak seperti apa kau?
Kenapa aku tak berguna?
Kadang aku mencuci bajumu.
Kadang aku memasak untukmu.
Kadang aku bersih-bersih untukmu.
Kukira aku yang paling sering memasak, mencuci, dan bersih-bersih.
Itu sebabnya aku bilang kadang... 'sometimes.'
Tunggu!
Kau hampir mati karena berkelahi dengan anjing gila sewaktu SMA.
Aku menyelamatkanmu dengan melempar sepotong sosis.
- Benarkah? - Apa kau sudah pikun?
Ada lagi.
Saat kau kuliah kedokteran...
Gadis penguntit itu tahu tentang dirimu dan Jae Hee.
Dia ingin memaksamu melompat bersama ke sungai Han.
Aku membujuknya dengan tiket konser Shinwha-ku yang berharga.
Benar. Aku ingat itu.
Jika aku mulai menceritakan semua pengorbanan yang kulakukan untuk dirimu...
Aku masih akan membicarakannya saat puteramu sudah masuk TK.
Baiklah! Terima kasih, Kang Choco!
Aku selamat, berkat dirimu.
Sampai ketemu nanti.
Kumohon pilihlah aku. Terima kasih.
- Nomor urut 96! - Ya!
Halo. Apa kabar?
Namaku Kang Choco dari Jungrung.
Kenapa kau tak mulai saja?
Maaf, akan kucoba sekali lagi.
Saat aku gugup, aku kehilangan suaraku.
Mohon beri aku kesempatan sekali lagi.
Peserta lainnya menunggu.
Kurasa sudah cukup.
Gadis kecil, kau mau mendengarku bernyanyi?
Hanya saja aku tak bisa bernyanyi dengan baik di depan orang banyak.
Tapi aku yang disebut Mariah Carey dari Timur.
Para juri tak bisa menunggu...
Tapi saat aku bernyanyi, orang-orang bisa pingsan.
- Kau mau mendengarku bernyanyi? - Ya.
Aku nomor urut 96, Kang Choco dari Jungrung.
Lihat? Dihadapanmu, Aku bisa bernyanyi dengan baik, kan?
Tidak, aku bukan gadis gila.
Permisi, nyonya.
Kau memanggilku?
Ya, ada yang ingin kutanyakan.
Silahkan, tanyalah.
Sudah berapa lama anda tinggal di sini?
Kurang lebih 20 puluh tahun.
- Kenapa kau tanyakan itu? - Itu bagus!
Apa anda pernah melihat wanita ini?
- Sepertinya tidak. - Bisa anda lihat lebih seksama?
Bukankah dia pernah tinggal di sini?
Sudah kulihat dengan seksama, tapi...
Aku belum pernah melihatnya.
Kurasa dia tak tinggal di lingkungan sini.
Begitu.
Seperti yang anda duga, Pengacara Park memeriksanya sendiri.
Kurasa dia tak mencurigaiku.
Dia masih curiga pada Kang Ma Roo...
...dan dia ingin memeriksanya sendiri.
Tentang tempat lahir nyonya atau alamat sebelumnya...
Aku membuat sebuah dokumen dan menyerahkannya padanya.
Sudah ada kesepakatan dengan para tetangga.
Aku sudah memberi kompensasi yang layak atas kerja mereka.
Anda tak perlu mengkhawatirkan itu.
Sudah sejak lama...
...kau mulai menyukai Han Jae Hee bahkan sebelum presiden menyukaiku.
Boleh aku naik lift ini denganmu? Yang lainnya penuh.
Maaf, ini khusus eksekutif.
- Bisa anda keluar dan naik yang satunya lagi? - Kenapa kau tak membiarkan aku naik yang ini?
Lift ini hampir kosong.
- Apa anda seorang eksekutif? - Ya.
Kudengar Tae San adalah sebuah perusahaan dimana semua pekerja adalah pemilik.
Apa itu omong kosong saja?
Disaat lift bahkan mendiskriminasi orang...
Pemilik apanya?
Permisi.
Aku reporter muda, Han Jae Hee dari HBS.
Aku di sini bersama kru untuk mewawancarai presiden.
Tentang insiden lift ini...
Ini dengan jelas menunjukkan kemunafikan, kepalsuan, dan kelalaian manajemen perusahaan.
Tak apa menulis tentang ini, kan?
Tadi kau bilang siapa namamu?
Han Jae Hee, reporter muda dari HBS.
Han Jae Hee...
Presiden datang.
Direktur Suh dan Jae Hee mungkin sudah di hotel.
- Mereka pergi berolahraga pagi ini. - Ya, tuan.
Min Young!
Ya, silahkan saja.
Tentang ibu Eun Suk...
Menurutmu wanita seperti apa dia?
Aku tak mengerti maksud anda.
Apa dia bisa dipercaya?
Kenapa tiba-tiba anda menanyakan itu?
Aku tak mempercayai wanita.
Aku tak pernah mempercayai seorangpun lebih dari 30%.
Han Jae Hee seharusnya berbeda, kan?
Dia takkan mengkhianatiku, kan?
Bagaimana aku berani membuat penilaian mengenai nyonya?
Tapi cintanya pada anda...
Tampaknya ketulusan dan pengabdiannya tak bisa dibandingkan.
Kurasa anda tak perlu mengkhawatirkan apa-apa.
Eun Gee, tunggu sebentar!
Apa tidurmu nyenyak?
Kau benar-benar datang.
Bukankah kita sudah berencana bertemu pagi-pagi?
Aku sangat senang melihatmu.
Kau sudah menunggu lama?
Sama sekali tidak. Sekitar dua jam.
Kurasa aku melihatmu di depan pintu semalam.
Dia segera menikah dengan ayahku.
Aku pernah melihatmu di TV sebelumnya.
Kau berbicara tentang ketidakadilan dan ironi dari kesenjangan sosial...
Etika dan hati nurani yang tak boleh dikompromikan...
Aku mengingatmu sebagai seorang reporter yang antusias...
Apa benar dulu kau seperti itu?
Kau reporter itu, kan? Han Jae Hee.
Wow, kau hebat!
Bagaimana kau bisa mengingat nama seorang reporter yang sudah lama tak muncul?
Aku penggemar berat dia.
Kau pasti senang mendengarnya...
Masih ada penggemar yang mengingat dirimu.
Terima kasih.
Tapi, aku sudah bukan penggemar lagi.
No comments yet. Be the first to leave one.