200 ensimmäistä riviä.
Halo?
Maafkan aku. Aku tahu ini sudah larut.
- Kau baik-baik saja? - Ya. Aku baik-baik saja.
Hanya saja, aku bermimpi buruk.
Musim dingin dan aku di lapangan, pegangan tangan dengan gadis kecil.
Mungkin dia saudariku.
Salju mulai turun.
Aku senang sekali...
Jadi, kujulurkan lidahku untuk menangkap salju.
Tiba-tiba, tenggorokanku terbakar.
Ternyata itu abu.
Sayap dari pesawat jatuh ke tanah di dekat kami.
Aku berbalik, dan wajah adikku hilang.
Ibu.
Aku tak mau menceritakan sisanya.
Itu hanya akan membuatmu khawatir.
Jika aku khawatir, aku akan khawatir.
Kau tak perlu melindungiku dari perasaanku.
Apa aku boleh mencemaskanmu?
Apa maksudmu?
Maksudku, aku tidak menduga kau menjawab telepon selarut ini.
Aku tak punya penjelasan lain untuk belum tidur...
Selain "penderitaan"...
Momen tengah malam yang gila."
Observasi Duka. C. Lewis
N.W. Clerk...
Jika kau ingin mementingkan detail teknisnya.
Dia masalah Anglo-Anglikan...
Setidaknya begitu.
Tapi dia menulis beberapa karya bermakna tentang kehilangan.
Kau menangis?
Aku tidak bisa membayangkanmu menangis.
Aku juga sama.
Ingat gadis yang kubilang pernah kukencani?
Ya.
Dia punya tombol yang bisa dia tekan...
Untuk berubah, yang aku tidak punya.
Saat kami bertengkar dan seakan ada bendungan yang jebol.
Dia akan bersedu dan tangisannya tampak sangat bebas...
Seolah-olah dia pergi ke suatu tempat.
Suatu kali, dia bilang, "El...
Pernahkah kau berpikir mungkin kau seorang pria yang dingin?"
Tapi aku bukan orang yang dingin!
Tidak, Sayang. Jauh dari itu.
Aku bilang padanya, "Dengar, saat kau menangis...
Dan menangis tersedu-sedu...
Itulah yang kurasakan.
Aku ingin menekankan itulah yang kurasakan...
Tapi aku tidak tahu caranya bisa ke sana.
Aku tak pernah tahu dan...
- Sial. Maaf, aku harus pergi. - Tunggu sebentar.
Lakukan pernapasan dalam sebelum tidur.
Hela napas empat detik, tahan tujuh detik, embus delapan detik..
Aku tahu. Terima kasih, Bu. Kau yang terbaik.
Hai, James, ini Dokter Brooke Taylor.
Aku dapat pesanmu tentang penjadwalan ulang sore ini.
Aku ada jadwal kosong besok dan pekan depan.
Aku akan masuk sesi sekarang...
Tapi telepon aku dan kita akan membahas waktunya.
Dokter Paul Weston. Memeriksa Brooke.
Beri tahu aku jika perlu menjadwal ulang.
Aku mengikutsertakan...
Komunikasi Video pindah dari "Konferensi Video"
Tinjauan Pasien
Sesi Virtual Langsung, Eladio, Menghubungi
Sesi Virtual
Hei, Ibu. Bisa beri aku waktu sebentar?
Kami sedikit terlambat di sini.
Aku harus memberi Jeremy obat kejangnya.
- Tidak apa-apa? - Ya, tentu.
- Santai saja. - Baiklah. Bagus.
Eladio Pekan Pertama
- Sudah beres. Terima kasih. - Tidak masalah.
Pemilik rumah ini berpikir mereka mengelola Ritz-Carlton di sini.
Dapurnya?
Marmer di Vatikan tidak sebanyak di sini...
Dan mesin espresso-nya? Merek Victoria Arduino
Aku tidak tahu merek itu.
Harga mesin itu 20.000 dolar.
Dengan semua tagihan pengobatan untuk Jeremy...
Mereka masih punya cukup uang untuk mesin kopi.
- Rasanya enak. - Eladio, aku minta maaf kepadamu.
Kepadaku? Untuk apa?
Seharusnya aku tidak menjawab teleponmu semalam.
Tidak, aku senang kau menjawabnya. Mimpi seram itu dan lainnya.
Di momen itu, di kehidupan lain, aku akan menelepon ibuku.
Apa yang akan terjadi jika kau menelepon ibumu, bukan aku?
Itu berarti pukul 05.00 di Florida.
Dia masih menyusun belanjaan selama satu jam lagi.
Kapan kali terakhir kau bicara dengannya?
Sekitar empat, lima bulan lalu?
Dia terkena COVID.
Dokter dari RSU Tampa meneleponku dan berkata...
Ibumu sakit parah. Tidak perlu ventilator, tapi sakit...
Jadi, aku mulai mencari tiket pesawat.
Keluarga DeMarco tidak suka aku pergi, tapi...
Intinya aku tidak jadi pergi.
Kau tahu, saat akhirnya aku berhasil menelepon ibuku...
Dia bilang, "Jangan datang. Aku akan baik-baik saja."
- Dan dia memang membaik. - Pasti sulit...
Dia tidak menginginkan bantuanmu.
Aku ingin punya hubungan dengannya.
Dia ibuku, tapi hubungan harus berlaku dua arah.
Kami berdua harus menginginkannya.
Bagaimana hubungannya dengan saudarimu?
Kau belum pernah menyinggung dia. Dia lebih tua atau lebih muda?
Saudara perempuan?
Yang dari mimpiku?
Aku tidak punya.
Ibuku pernah keguguran sebelum dia melahirkanku.
Dia memberitahumu?
Tidak sampai beberapa tahun lalu.
Tapi suatu hari, usiaku enam tahun, aku masuk ke dapur...
Dan aku bertanya kepada ibuku di mana kakakku.
Dan ibuku bilang, "Kau tidak punya kakak."
Kubilang, "Aku baru ingat. Dia sudah meninggal."
- Apa yang membuatmu bilang begitu? - Aku sama sekali tidak tahu.
Kau tahu kata orang yang percaya paranormal. Mereka bilang...
Anak-anak lebih dekat dengan dunia lain?
Itu membuat ibuku takut.
Jadi, dia menjaga jarak sejak itu.
Kau pikir itu alasannya?
Maksudku...
Aku ingin berpikir alasannya adalah hal bodoh yang pernah kukatakan...
Bukan karena dia tidak menyukaiku.
Maksudku, saat kita masih kecil...
Kita tak selalu mengerti semua yang terjadi di dunia orang tua kita.
Jika seorang ibu menjauh dari anaknya...
Mungkin tak berkaitan dengan siapa anak itu...
Atau apa yang pernah dia lakukan.
- Aku bisa apa? - Dengar...
Ke depannya, hubungi aku di luar jadwal jika ada hal darurat...
Tapi jika darurat saja, mengerti?
Jangan lakukan itu.
Jangan lakukan apa?
Mengomeliku.
Kau menyuruhku untuk menelepon jika aku membutuhkanmu, dan kulakukan.
Kau benar. Sekali lagi, aku minta maaf.
Sebagai terapismu...
Aku yang menentukan batasan yang pantas...
Aku akan lebih baik ke depannya.
Kurasa aku butuh rujukan.
Kau pasti kenal psikiater bagus, 'kan?
Tentu, tapi kenapa kau butuh psikiater?
Insomnia, mimpi buruk, semuanya.
- Sudah enam hari aku tidak tidur. - Enam hari?
Bagaimana dengan semalam?
Kau sudah coba pernapasannya...
- Hela napas empat detik... - Ya. Ya, sudah kucoba.
- Sempat berhasil, lalu tidak lagi. - Baiklah.
Kita bisa coba cara lain.
Aku hanya ingin bisa bekerja.
Mengerti? Pekerjaanku penting.
Jika aku lupa pil Jeremy..
Atau aku berpaling saat dia tidak di kursinya.
Kurasa obat bisa membantu.
Maksudku, aku tidur.
Beberapa jam di sana-sini.
Tapi itu seperti kutipan saja.
Hanya potongan kecil.
Dan kau takut kurang tidur...
Akan memengaruhi kinerjamu?
Dengar, aku bisa bekerja sambil tidur. Mengerti?
Aku bisa mengajarimu melalui telepon...
Dari kafe internet di Pakistan.
Dengan Morpheus.
Bangun tidur, bangunkan Jeremy, bawa dia ke kursinya, sarapan...
Menonton Rick and Morty bersama...
Sampai ahli terapi fisik datang.
Aku tidak mengkhawatirkan tugasku.
Bukannya egois, tapi aku mencemaskan diriku.
Aku tidak enak badan.
Kau mungkin butuh obat.
Tapi setelah hanya dua sesi...
Aku belum punya gambaran yang cukup.
Artinya?
Untuk merujukmu ke psikiater...
Aku perlu tahu lebih banyak.
Ada sesuatu di jantung masalah sulit tidurmu.
Puitis.
Aku suka itu.
Katakan yang lain.
Kau mau yang puitis? Baiklah.
Jung bilang, "Tidak ada perjalanan menuju kesadaran tanpa rasa sakit."
Sial!
Menurutku, kutipan itu berkaitan dengan insomnia.
Mungkin ini bukan soal kesulitan tidur.
Mungkin kita tetap terjaga...
Untuk menghindari momen yang harus kita masuki dalam hidup kita...
Ketika dunia mimpi mulai hilang...
Dan dunia nyata hadir.
Sial.
- Maaf. - Semua baik-baik saja?
Ya. Ny. D ingin aku melihat kotak kabel setelah ini.
Entahlah. Entahlah, akan kupikirkan.
Apakah itu bagian dari pekerjaanmu?
Aku tahu kau pendamping Jeremy...
Tapi kupikir sebagian besar dalam kapasitas medis.
Benar, tapi mereka orang-orangku.
Mereka mengurusiku.
No comments yet. Be the first to leave one.