200 ensimmäistä riviä.
TERKUNCI MASUKKAN KODE KEAMANAN
Maafkan aku. Bisa membantuku? Ban mobilku...
Maaf, aku punya janji. Aku tak suka terlambat.
Kau lebih suka terlambat atau mati?
- Kau tak mau lakukan itu. - Keluar dari mobil.
Ayo teman-teman. Ayo, Sayang. Ya.
Hati-hati. Mobil itu masih baru.
- Tidak masalah, Teman. Aku mengerti. - Ayo kita jalan. Saatnya pergi.
- Orang tuamu tahu temanmu seperti ini? - Diam.
- Ini tak bekerja. - Mobil sudah dikode.
- Apa kodenya? - Aku tak bisa beri tahu.
Artinya kami harus memukulmu sampai diberi tahu. Keluar.
Ayo, apa yang kau punya untukku?
Akan kuhajar kau.
Tunggu dulu.
Jas ini baru diambil dari penatu.
Angkat tangan. Berhenti bergerak atau kutembak.
Apa kau tak punya pekerjaan rumah?
- Pergi dan kerjakan itu. - Baik. Aku minta maaf.
Terlambat.
- Permainan. - Apa peraturan masuk mobil pria?
- Hargai mobil, pria akan menghargaimu. - Peraturan kedua.
- Ucapkan salam. Selamat sore, Frank. - Selamat sore, Jack.
- Kita bisa main sekarang? - Kau terlalu letih setelah sekolah.
- Kau takut aku menang. - Nanti kau tak bisa kerjakan tugasmu.
- Sekarang Jumat. Aku tak punya tugas. - Kalau begitu, permainannya.
Tetapi pertama, apa peraturan ketiga di dalam mobil?
Bagus.
Lima poin. Aku putih dan bundar, tetapi tak selalu ada.
- Bola tenis? - Bola tenis warnanya kuning.
Empat poin.
Kadang setengah, Kadang penuh, kadang sepotong diriku yang kau tahu.
- Seiris roti? - Bukan.
Tiga poin.
Kadang terang, kadang gelap, kadang keduanya.
- Bohlam. - Bukan.
- Piza. - Bukan.
Audrey... Jangan pergi dariku. Kita harus selesaikan perbincangan ini.
Ke mana dia pergi?
Lihat aku. Petunjuk terakhir.
Semua ingin menginjakku, tetapi hanya sedikit yang bisa. Pikir baik-baik.
- Ini permainan. Aku sedang berpikir. - Maaf.
- Hei, Frank. Apa kabarmu hari ini? - Baik, Ny Billings.
- Aku bisa minta bantuan Ibu? - Tak ada dalam aturan.
Apa inti ada peraturan jika kau tak bisa membengkokkannya?
Hanya sekali ini saja.
Baiklah, beri aku petunjuk.
Bundar, tetapi tak selalu ada. Kadang terang, kadang gelap, atau keduanya.
Semua orang ingin menginjak, tetapi hanya beberapa yang bisa.
- Ini sulit. - Benar sekali.
- Bulan. - Benar.
Bagus. Ayo.
- Sampai hari Senin. - Selamat tinggal.
Simpan makanan ringanmu di dapur.
- Dia jadi dekat denganmu sebulan ini. - Begitu juga aku.
Sayang kau tak bisa tetap bekerja saat Tony kembali.
Ini hanya bantuan. Biasanya aku tak lakukan pekerjaan seperti ini.
Kupikir kau pengemudi profesional.
Jenis mengemudi yang berbeda.
Kami semua akan merindukanmu.
Dan terima kasih untuk tadi.
Untuk apa?
Untuk memutar mobil agar Jack tak melihat kami bertengkar.
- Kau sungguh tahu anak-anak ya? - Aku tahu bertengkar.
Sudah berbulan-bulan dia tak melihat Jack dan dia hanya menyalahkanku.
Kau pikir setelah berpisah selama setahun dia akan...
Maafkan aku. Kau tak perlu dengar itu.
Tidak apa.
Menurutku, kau membesarkan Jack dengan baik.
Kapan pun aku bisa membantu, jika ada yang kau perlukan.
Kau sangat baik. Aku mungkin akan menerima tawaranmu itu.
Aku hampir lupa. Seharusnya aku membawa Jack ke dokter besok pagi,
tetapi aku mengatur pesta kejutan, walau ulang tahunnya baru minggu depan.
...jadi saat aku mendekorasi dan temannya datang, apa kau tak keberatan...
- Aku akan antar. - Aku tak enak mengganggu akhir pekanmu.
Aku hanya akan jemput teman di bandar udara pada sore hari.
- Itu bagus. - Apanya?
Orang-orang keamanan bilang kau penyendiri.
- Jadi senang mendengar kau punya teman. - Dia sebenarnya bukan teman.
Dia orang Perancis.
Kuhubungi kau nanti.
Audrey, aku ingin selesaikan perbincangan kita.
Jika terjadi sesuatu, kau tahu nomor telepon genggamku.
- Takkan terjadi sesuatu, Ny Billings. - Audrey.
Konfirmasi untuk besok, jam sembilan pagi.
Besok jam sembilan pagi. Perubahan-supir yang antar, bukan ibunya.
Lebih baik lagi.
Vasily?
- Apa ini stabil? - Ya, itu stabil.
Dan obat penangkalnya?
Sampai jumpa besok.
Enam menteri satuan narkoba Amerika Latin tiba di Miami untuk pertemuan...
Ya. Frank Martin, 1156 Palmeadow.
Aku menunggu antaran ekspres. Itu yang kau katakan 45 menit yang lalu.
Tidak, aku tak perlu yang lain. Antarkan saja pizanya.
Aku takkan membayar itu...
Jadi, satu medium, tanpa mozzarella, ekstra zaitun dan ikan teri, $11,95.
- Kuharap kau lapar. - Andai kau tahu.
Maaf untuk penundaannya, Pak.
Ny Billings...
Audrey...
- Apa yang kau lakukan? - Kelihatannya apa?
- Apa kau habis minum? - Sedikit.
Kau bilang jika aku perlu apa pun.
- Aku tak bisa. - Mengapa? Karena siapa diriku?
Karena siapa diriku.
Aku merasa sangat tersesat, sangat bingung.
Siapa yang tidak begitu?
Terima kasih.
Untuk waktu, dan rasa hormatmu.
Kurasa itu yang paling aku perlukan.
- Apa aku akan disuntik? - Aku tak tahu.
- Kami belum buka. - Aku harus bertemu dokter secepatnya.
Dr. Koblin, tolong kemari. Ada masalah.
Kau harus isi formulir tentang masalahmu.
Sebenarnya, masalahku bukan medis. Masalahku adalah mental.
Apa masalahnya?
Aku.
Aku benci suntikan.
Pertama, belum pasti kau akan disuntik.
Jadi tak ada gunanya cemas akan hal yang belum tentu terjadi.
- Beri aku berita bagus. - Dokter bilang aku sembuh.
- Sakit sekali. - Aku takkan biarkan orang menyakitimu.
- Janji? - Kau tahu peraturan keempatku?
Jangan pernah buat janji jika tak bisa kau penuhi. Ayo.
Tutup pintu.
- Bisa kubantu? - Jack Billings janji dengan Dr. Koblin.
Dr. Koblin sakit hari ini. Dia akan diperiksa Dr. Tyberg.
- Aku suka Dr. Koblin. - Jangan khawatir. Dr. Tyberg sangat baik.
Bawa dia ke kamar 3.
- Di mana Laura? - Siapa?
- Kau di mejanya. - Dia juga sakit.
Ada banyak yang kena flu di sini. Ayo. Dokter sangat sibuk hari ini.
Ayo. Ini akan selesai dengan cepat.
Aku Dr. Tyberg.
- Apa aku tak bisa tunggu dokterku? - Dia sedang atasi masalah darurat.
- Suster bilang dia terkena flu. - Itu masalah daruratnya.
Dia terserang flu. Jadi semakin cepat kita mulai, semakin cepat selesai.
Ayo. Kutunjukkan sesuatu yang sangat keren.
Maaf, privasi antar dokter-pasien. Kau tunggu di ruang tamu, minum air...
Percayalah kepadaku, aku seorang dokter.
Teleponmu.
- Frank? Aku di sini. - Kau datang lebih awal.
Dorongan anginnya bagus. Liburanku tambah dua jam.
Sekarang, itu satu-satunya cara aku terbang.
- Hanya dorongan angin. - Senang kau sudah tiba.
KEMATIAN OLEH KELINCI
Dr. Dunietz tidak masuk hari ini. Telepon kembali hari Senin.
Aku sedikit sibuk. Kau bisa naik taksi? Kau punya alamatnya?
Aku dengar ikan di sini sangat lezat. Aku buatkan sup ikan. Kau suka itu bukan?
Aku harus pergi.
Mungkin kami tunggu dokter yang biasa menanganinya.
Sangat penting dia diimunisasi.
- Seminggu takkan berbeda. - Kita akan lakukan sekarang.
Pergilah.
Lihat aku.
- Ingat janjiku? - Ya.
- Ini aku. - Keluar.
Sial.
Pasien tidak bekerja sama. Siapkan kendaraan.
Cepat.
Semuanya akan baik-baik.
Berhenti. Jatuhkan senjatamu.
Mereka melarikan diri.
Rencana B?
Ya.
Kau datang.
- Apa itu? - Hadiah Jack.
Seragam bisbol, sepatu, sarung tangan dan pemukul.
- Ini olahraga kesukaannya. - Memang. Tahun lalu.
Sekarang dia di tim sepak bola. Dia hebat. Kau harus melihatnya.
- Tn. dan Ny. Billings, mereka datang. - Sembunyi semuanya.
- Selamat pagi, Tn. Supir. - Siapa ini?
Lihat kaca depanmu.
Aku tahu, kau pikir kaca anti peluru. Jadi katakan, dari pengalamanmu,
dinilai dari kejadian di kantor,
lebih dari sekadar mengantar anak ke sekolah,
apakah kaca anti peluru bisa hentikan peluru penembus perisai kaliber 7,62?
Mengapa kau menghentikan mobil?
Tak perlu mencari-cari, jaraknya lebih dari 91 meter.
Angkat teleponnya.
Kau merusak rencanaku, jadi aku katakan bagaimana kau memperbaikinya.
Seseorang akan muncul...
Biarkan dia masuk.
Supir.
Anak pintar.
Jangan matikan.
Jujur saja, aku benci anak-anak.
Aku tak tahu perasaanmu tentang itu, tetapi jika kau ingin punya anak,
jangan buat gerakan kecuali aku perintah.
Kini kau di tangannya. Tangannya lembut, tetapi bisa jadi tangan dari neraka.
- Percayai aku soal itu. - Percayai dia soal itu.
Sekarang menyetir.
Belok kiri.
Aku bilang kiri.
Kita teruskan caramu, kita ditangkap. Aku lakukan caraku, tak ada yang terluka.
- Di mana kesenangannya? - Simpan kesenangannya untuk nanti.
- Lumayan. - Apa ibumu tak mengajari berterima kasih?
Dia mencoba dan gagal total.
- Kupikir kita berhasil lolos. - Pikir lagi.
No comments yet. Be the first to leave one.