200 ensimmäistä riviä.
DENGAN BERKAT RESTU AYAH DAN IBU KAMI
SHRI KESRICHAND ZAVERI SHRI LAXMICHAND BHATIA
SMT PADMA BHATIA
SEDANG TAYANG MOTICHOOR CHAKNACHOOR
Permisi.
- Di mana Pak Awasthi tinggal? - Belok kiri berikutnya.
- Lewat sini? - Ya.
Aku pindah dari Gwalior beberapa tahun lalu
dan menemukan orang-orangku di sini.
- Bagus. - Aku memulai usaha sendiri
dengan menjual barang-barang persembahan. Usahaku berjalan lancar.
Aku menetap karena orang-orang di sini sangat penyayang.
- Wah. - Mereka orang-orang yang baik.
Yang membuat tempat ini hidup hanyalah nasi biryani.
Dan berisi cabai hijau.
Kenapa lama sekali? Bawa makanannya kemari.
Tidak apa-apa. Tak perlu repot-repot.
Kau benar, Pak Shukla. Itu jelas merepotkan.
Batalkan makanannya. Sudah kuberitahu padanya untuk tak memberimu apa pun.
Dia suka bercanda.
- Silakan. - Terima kasih.
- Silakan. - Tentu.
- Dan ini untukmu. - Silakan.
- Tehnya akan segera siap. - Baiklah.
Aku buatkan teh hijau untukmu, sama seperti yang kau minum di London.
Saudari Ipar, entah kau membuat teh biasa atau teh hijau,
kami ingin putrimu yang menyajikannya.
Tolong panggilkan putrimu.
- Ya. - Segera.
KAU MENANG LIHAT UNGGAHANKU
Lihat ini, Bibi.
Rupali mengunggah foto-fotonya di Kanada di jejaring sosial.
Ayahnya membayar 30 lakh rupee untuk tiket perjalanan ke Kanada.
Dia terbang ke Kanada.
Tapi ayahmu miskin.
Aku tahu dia miskin.
Itu mengapa aku mengandalkan kecantikanku untuk membawaku ke London.
Lihat kecantikanku, tubuhku...
Aku tak akan mengeluarkan uang untuk mahar dan aku akan pergi ke luar negeri.
- Aku akan segera pergi ke London. - London?
Kau akan pergi ke London saat bertemu pria itu.
Ini. Bersiaplah.
Bibi, bagaimana penampilanku?
Kau seperti penjahat.
Itu keren.
Tidak, Bibi. Aku seksi.
Hati-hati, kau bisa terkena flu.
Dan jangan menolak terlalu banyak pria atau akan berakhir menyendiri sepertiku.
Kau tahu kisah anjing yang kehilangan bagian rotinya
karena ingin memakan seluruh rotinya?
Apa maksudmu? Apa aku seekor anjing?
Kau wanita jalang, Sayang.
Cepat bersiap-siaplah atau ibumu akan...
- Gadis ini akan mempermalukanku. - Kau akan mempermalukanku!
Dengarkan aku baik-baik.
Orang-orang asing ini tak akan menerima kurang dari 25 lakh.
Dan kita hanya bisa menyerahkan enam lakh.
Kita sudah kehilangan beberapa lamaran yang bagus karena mahar.
Kita melakukan hal mustahil untuk meyakinkan mereka.
Jika kau membuat alasan untuk menolak pria ini.
Kau berlebihan, Ibu! Tolong hentikan.
Pria ini akan membawaku ke London.
Aku berkesempatan untuk mengunggah foto-fotoku ke jejaring sosial.
- Mengapa aku menolak? - Semuanya tahu motifmu
untuk menikah adalah untuk menetap di luar negeri.
Kau masih punya akal sehat?
Para tamu duduk di bawah dan kau membuang-buang waktu dengannya.
Tenanglah, Kakak.
Mengapa kau selalu mengeluh?
Akan kuantar dia ke bawah. Pergilah.
- Pergilah. - Tolong bujuk gadis ini.
Ceritakan dia pengalamanmu.
- Kelak dia akan membuatku malu. - Mengapa mengatakan itu?
Akan kuantar dia turun. Pergilah.
Ambil piamamu.
Kau berencana turun ke bawah memamerkan clamor ?
Glamor.
Jangan berlagak bijak. Bawa dia ke bawah secepatnya.
Ya.
Ini.
Putrimu sangat beradab.
Tapi "Ani" terdengar sangat modern.
Nama aslinya Anita.
Tapi dia menyukai negara-negara luar.
Nak.
Maukah kau mengajak Ani ke luar negeri setelah menikah?
Dia tak pernah mengajak orang tuanya dan kau berharap dia mengajak Ani?
Paman, dalam profesiku, tidak diizinkan membawa keluarga.
Tidak diizinkan?
- Aku tak bisa ikut denganmu? - Tidak...
Jika, kau tak diizinkan membawaku, mengapa kau datang ke sini?
Mengapa aku dipajang memakai gaun kuning ini?
Ibu, bukannya sudah jelas aku ingin menetap di luar negeri?
Kau kurang ajar sekarang.
Bibi, kau repot-repot datang tanpa hasil.
Kau buang-buang waktumu, juga waktuku. Kami menghabiskan banyak uang untuk ini.
Kacang mede ini seharga 1.000 rupee per kilo.
Aku hanya makan dua buah.
Kau makan selusin lebih. Tapi tak apa-apa.
Aku meminta bibi membeli manisan. Tetapi dia membeli kue yang mahal.
Tolong dihabiskan. Sudah setengah dimakan.
Ayo pergi. Kau menunggu lebih dipermalukan lagi?
Ayo pergi.
Tunggu apa lagi? Kau mau mempermalukan kami? Ayo.
Dengar.
Orang tuamu merasa tersinggung, kau tak perlu merasa.
Bila perusahaanmu sudah mengizinkan, datang kembali.
Ya.
- Kakak. - Itu tak diperlukan lagi.
Dia menolaknya.
Pikirnya ada artis yang akan menikahinya?
Dia menolak lebih dari 12 lamaran.
Jangan berbohong. Aku hanya menolak 10 lamaran.
Kau menunggu kondensator?
Maksudmu, "abad."
Jangan berlagak bijak.
Ini hidupku. Aku punya harapan.
Tolong jelaskan padanya.
Kurasa kau telah mencemari pikirannya.
Apa?
Berhenti menyalahkanku, Kakak.
Mengapa mencari pria yang tak bisa membawa dia?
- Dasar bodoh. - Benar.
Jadi, kami bawakan semua lamaran ini untukmu?
- Bodoh. - Itu alasan aku belum menikah.
Mereka seperti kondom yang tak berguna.
Diam, wanita tak tahu malu!
Lihat bagaimana bebasnya dia mengucapkan "kondom."
Maksudku mereka semua bodoh.
Makan sesuatu, Kakak.
Apa yang kau buat, Bibi? Tunjukkan padaku.
Manisan.
- Lezatnya! - Silakan, Kakak.
- Tidak, terima kasih. Aku mau pamit. - Ambil beberapa...
Putraku Pushpinder akan pulang dari Dubai setelah empat tahun.
Itu kabar baik, Kakak.
Aku ingin meminjam mobilmu.
Kau bersikap terlalu formal.
Putramu seperti keluarga.
Berikan padaku kuncinya.
Ini. Pakai mobilnya.
Jika butuh sopir, beri tahu aku.
Tidak, kami punya sopir. Sampai jumpa, Kakak.
Ini lezat.
Nak, berat badanmu turun.
Tapi jangan khawatir, kau akan kembali bugar dengan masakanku.
Ya, makan sepuasmu. Tapi, katakan padaku,
sudah kau beli sepatu bermereknya atau kau beralasan lagi?
- Dan ponsel baru untukku? - Tidak...
Dan permainan video untukku?
Kita pulang saja dahulu.
Kau akan meminta semuanya sekarang?
Nak, apa yang kau bawa untukku?
Aku membawa diri untukmu. Dan libur akhir pekan yang panjang.
Kau tak bisa berlibur akhir pekan yang panjang.
Mereka akan memotong gajimu.
Kami akan menikahkanmu
dan memberangkatkanmu dalam beberapa minggu.
Aku sudah mendengar ini selama enam tahun.
Mengapa tak mencarikan seseorang untukku?
Aku putus asa sekarang.
Ponsel baru ini luar biasa.
Kau akan terus bercermin? Kau harus menghubungi pamanmu.
Ingat putri pengacara yang ia bicarakan?
- Hubungi mereka. - Ya, akan kulakukan.
Jangan menuntut mahar yang besar.
Kau juga harus memikirkan Hema. Dia tumbuh seperti pohon kacang.
Uangnya bukan untukku.
Kita mencari keluarga kaya untuk Pushpinder.
Hasil dari pernikahan Pushpinder, akan digunakan untuk pernikahan Hema.
Hasil dari acara pernikahan Hakim akan dibayar untuk membayar surat gadai.
Dan kita akan gunakan mahar Ikka untuk masa depan.
Bibi, aku tak mau menerima mahar apa pun.
Guruku mengatakan menerima mahar adalah sebuah dosa.
Jangan berani bicara seperti itu tentang mahar.
Atau ibu akan memberhentikanmu dari sekolah.
Bibi! Aku akan menerima mahar.
Begitu lebih baik.
Cukup tingkah laku konyolnya.
Orang-orang akan menemuimu saat sarapan.
Hati-hati, Nak. Tunjukkan sikapmu. Seperti baru pulang dari Dubai.
Kenapa aku harus pamer?
Berhenti bicarakan Dubai.
- Itu tidak baik. - Kenapa?
Kau punya pekerjaan di Dubai. Kenapa tak dipamerkan?
Gadis-gadis belakangan ini mulai kurang ajar.
Mereka menolak pria secara langsung.
Putrinya Subha misalnya. Dia permalukan pria itu dan keluarganya dari Agra.
Dia juga menolak lamarannya?
Aku penasaran siapa yang akan meletuskan cerinya.
Bibi, apa itu ceri?
Abaikan mereka.
Ani bukan gadis yang buruk. Hanya sedikit pembual.
- Siapa Ani? - Dia temanku.
Putrinya Pak Awasthi.
Siapa Awasthi?
Mereka pindah ke sebelah rumah dua tahun lalu.
Rumah di sebelah?
Dia agak pembual.
Kakak, aku punya camilan untukmu.
No comments yet. Be the first to leave one.