Friends

Friends

Lataa Indonesian -tekstitys

Kausi 7

Julkaisutiedot

Friends 7x03-The One With Phoebe's Cookies - Bluray
Kommentaari Berumot
Menerjemahkan manual, bukan mesin.

Tunnisteet

BluRay
Julkaistu: 2017-09-12
Lataukset: 47
Kuulovammaisille: No

Indonesian tekstityksen esikatselu

146 ensimmäistä riviä.

Hai, teman-teman.

Apa pendapat kalian?

Soal?

Sungguh? Aku beri petunjuk.

Mata. Bukan, matamu. Bukan.

Mata Chandler!

Kacamata.

Kau kan memang pakai kacamata.

Tidak.

Kau yakin?

Kau dulu punya kan? Bundar, burgandi, membuatmu tampak...

Feminin.

Tidak.

Sayang, kacamatanya bagus. Kau jadi tampak seksi.

Benarkah? Kau tidak mengira aku dulu pakai kacamata kan?

Tentulah.

Aku baru tahu.

Alih Bahasa: Nisa Mardani

Kalian mau hadiah pertunangan apa?

Tak perlu, kami tidak mengadakan pesta jadi kau tidak...

Kalau ada yang mau menghadiahi kita, jangan menghalangi kebahagiaannya.

- Hadiahi mereka pemutar CD kecil. - Aku sudah punya.

Tapi ada yang meminjamnya dan tertinggal di ginekolog.

Iya, maksudnya Joey.

Aku tahu yang aku mau!

- "Kami" mau, sayang. - Tidak, kau pasti tak mau.

Aku menginginkan resep kue nenekmu.

Kue kering coklat? Yang nenekku...

...memintaku bersumpah di ranjang kematiannya agar aku tidak membocorkannya?

Ucapan orang sekarat memang gila.

Aku sudah lama menginginkannya. Aku ingin membuat kue untuk anak-anakku.

Aku tidak tega. Baiklah.

Aku akan jadi ibu pembuat kue terbaik sedunia.

Anak-anak kita pasti gendut ya.

Ahoy!

- Bagaimana kapalmu? - Aku mulai belajar berlayar.

Kau sudah mengeluarkannya dari pelabuhan?

Buat apa? Butuh 3 lelaki untuk membawanya ke sana.

Kalau tidak berlayar, apa yang kau lakukan di sana?

Itu tempat yang asyik untuk duduk, bersantai, minum bir, makan camilan.

Syukurlah akhirnya kau punya tempat untuk itu.

Aku bisa mengajarimu berlayar kalau kau mau.

- Benarkah? - Aku suka berlayar.

Saat aku 15 tahun, ayahku membelikanku kapal.

- Kapalmu sendiri? - Agar aku tidak sedih.

Kuda poniku sakit.

- Tahu yang sedang kupikirkan? - Apa?

Tidak ada. Aku cuma senang begini saja.

- Kau luang malam ini? - Kenapa, kau ada kuliah?

- Tidak, kenapa? - Luang sekali. Kenapa?

Ayahku mengajakmu main racquetball.

Itu bagus. Ayah pasti menyukaimu.

- Dia tidak sembarang mengajak orang. - Dia tidak mengajakmu si.

Dia mengajak "Chauncey." Asumsiku, itu kau.

- Kau mengoreksinya? - Tidak, lebih asyik begitu.

Ini bisa jadi kegiatan pekanan.

Atau kau bisa duduk di teras, memastikan tong sampah tidak tercuri.

Itu kegiatan pekanan Ayah juga.

Biarkan dia menang. Dia benci kalah.

Tidak masalah. Aku akan main dengan tangan kiri.

Kau tidak kidal?

Adakah yang mengenalku?

Ada apa?

Aku tadi ke apartemenku untuk mengambi resep.

Rupanya dia hangus saat kebakaran!

Kenapa kau tidak membuat salinan, simpan di kotak tahan api,

dan taruh setidaknya 100 m dari yang asli?

Karena aku normal.

Itu satu-satunya warisan nenekku.

Aku tahu kau menginginkannya sebagai kado pertunangan.

Kami harus memberi kalian kado pertunangan?

Tak usah repot.

Tidak ada yang memberiku kado pertunangan.

Resepnya tidak ada, tapi ini.

Semoga kalian sehat dan bahagia.

Kue yang sudah lama?

Inilah kalau kita tidak membuat daftar kado.

Aku buat satu kloter dan membekukannya. Tinggal ini sisanya.

- Kami tidak bisa menerimanya. - Kenapa tidak?

Karena menjijikkan.

Tunggu. Sepertinya aku bisa menebak resepnya dari kue ini.

Aku sering melakukannya saat bekerja.

- Benarkah? - Iya sepertinya bisa.

- Kami berhutang kado padamu. - Dua! Aku sudah bertunangan 2x.

Lihat si bodoh itu.

Mentang-mentang kapalnya lebih besar, dia seenaknya memenuhi sungai.

Menyingkirlah, bodoh!

Kok ada yang menamai kapal "Penjaga Pantai"?

- Itu memang Penjaga Pantai. - Kenapa mereka di sini?

Pantai kan jauh di sana.

Jangan mengurusi kapal lain. Pelajaran kita belum selesai.

Aku akan mengulangi yang penting.

Tidak perlu. Aku sudah mengerti. Ayo berlayar!

Aku mau ke kapal yang penuh gadis cantik itu.

Kau mau itu? Kau mau menyoraki cewek-cewek cantik?

Ayo lakukan, Pelaut Joe. Tapi sebelumnya, Ini apa namanya?

- Tali kapal? - Salah.

- Bagaimana cara menegakkan layar? - Dielus?

- Kalau kukatakan, "berbelok"? - Kukatakan, "Apa?".

Aku tahu yang ini.

- Waktunya habis. Kau mati. - Dan tuli!

Teruslah bercanda.

Jika kau tidak mengerti berlayar, kau akan mati. Kau mengerti, pelaut?

- Iya. - Jangan cuma iya.

Ini bukan main-main. Kau bisa terluka!

Kau mau memerhatikan, atau mau mati?

Aku mau menelfon Chandler.

- Aku merasakan pala. - Benarkah?

Kau tidak? Itulah perbedaan profesional dan orang awam

Itu dan kesombongan.

- Bagaimana berlayarnya? - Aku malas membahasnya.

Setidaknya sisakan aku kue utuh.

Perempuan memang galak!

Ya ampun. Warisan nenekku yang tersisa hanyalah remah ini.

Semoga pernikahan kalian langgeng dan bahagia.

Bagaimana tadi?

Aku si senang. Sedangkan Chauncey...

Aku saja yang bercerita.

Awalnya menyenangkan. Aku membiarkannya menang. Kami akrab.

Dia bahkan membolehkanku memanggilnya "Ayah".

Dia bilang jangan memanggilnya apa?

"Daddy."

Begini ceritanya.

Kami selesai bermain racquetball. Kami hendak mandi uap.

Aku masuk ke kamar uap. Uapnya sangat pekat.

Jadi kulepas kacamataku, dan terjadilah hal itu.

Di mana?

- Di sini. - Duduklah nak.

- Ya Tuhan. - Aku tahu.

Kau memberi ayahku tarian erotis.

Kenapa beruap sekali?

Kalau tidak, namanya cuma "kamar" kamar.

Kenapa? Kenapa itu harus terjadi?

- Itu bukan masalah. - Bukan masalah?

Ada bagian yang bersentuhan.

Aku tahu kau ingin akrab dengan ayahku, tapi haruskah akrab di bagian itu?

Aku yakin Ayah tak masalah. Buatnya mungkin lucu.

Dia akan terus menceritakannya.

Aku tidak ingin dia terus menceritakannya.

Tapi pasti.

Dia masih suka bercerita tentang Monica yang mau kabur dari perkemahan orang gemuk.

Bukan mau kabur.

Lantas, kenapa kau tersangkut di pagar kawat?

- Aku mau menolong tupai. - Kau mau memakannya.

Kalau itu ayahmu yang mau bercerita, maka pernikahannya batal!

Halo. Maaf, salah sambung.

Kommentit

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left