200 ensimmäistä riviä.
= Temperature of Love = =Brought to you by GoldenEto=
Di mana ini ?
Aku tidak membawa ponsel.
Menyeramkan.
Berapa banyak orang terbunuh di tempat ini ?
Ini titik buta.
Lalu ... tokoh utama memancing penjahat ke tempat ini ...
Aah, bukan yang ini juga.
- Di mana restoran siput lautnya ? - Aah, maaf
Kudengar dekat sini.
Aku sudah mau pulang. Kenapa ?
- Permisi ... -Sebentar lagi sampai.
Kami di depan istana Gyeongbok, nuna tidak ada. Dia juga belum pulang.
Bagaimana ini ? Ia mudah tersesat.
Ia bahkan lupa tempat sebelumnya.
Hebat sekali.
Bagaimana kau bisa keluar dari situ ?
Kau berusaha bertahan ?
Aku juga mirip denganmu.
Cantik.
Kau bisa merasa takut ?
Aduh kaget sekali !
Ini bukan apa-apa dibandingkan takutnya aku.
Kenapa sayang marah padaku ?
Karena sayang !
Bicara apa sih ? Maksudku bukan panggilan sayang begitu.
Lalu sayang bagaimana yang sayang maksud ?
Aku berkata "Sayang" yang artinya Kamu.
Aku tidak bilang "Sayang" seperti pasangan kekasih.
Sama denganku. Maksudku juga "kamu"
Kau ini kenapa ?
Kita baru saja bertemu, kenapa marah-marah ?
Aku sangking senangnya aku nyaris memelukmu !
Kau tahu betapa takutnya aku ?
Aku terus menerus jalan, tapi cuma berputar di tempat yang sama.
Kau tahu sudah berapa lama aku di sini ?
Kami mencarimu selama 3 jam.
Won Joon hyung dan Hong Ah juga menunggumu.
Berikan ponselmu.
Tidak punya.
Kenapa ?
Zaman sekarang masih ada yang belum punya ponsel ?
Aku tidak mampu memilikinya.
Sepatumu mungkin lebih mahal daripada satu ponsel.
Arlojimu juga bermerk.
Kita sepertinya tidak sama dalam cara menghabiskan uang kita. Jangan dibahas lagi.
Kau tahu, aku biasanya perduli dengan penilaian setiap orang.
Sungguh ? Lalu kenapa berkata begitu ?
Entah ya . / - Kau tidak tahu ?
Oh kau ini ... punya kebiasaan aneh
Tidak baik mempermainkan kata-kata orang.
Mari kita kita hentikan saling mengkritik penilaian masing-masing.
Omo, biasanya aku selalu menghargai penilaian orang.
Lalu kenapa berkata begitu ?
Ayo pergi. Ikut aku
Ikuti aku. Kita harus lakukan perenggangan sebelum berlari.
Bisakah kita jalan ?
Tidak bisa. / - Aduh ...
Hujan !
Cepatlah. Agar bisa menghindari hujan.
Aku melihatnya di "Curious World" basah karena jalan dan lari sama saja.
Bodoh sekali jika berlari hanya karena ingin menghindari hujan.
Aku penggemar berat "Curious World". Ini sudah pasti benar.
Tolong percayalah.
Kita jalan saja. Aku capek sekali.
Kau bodoh, ya ?
Kalau bisa tiba di tujuan lebih cepat, kau tidak akan basah.
Lalu, kau tidak pikirkan soal kecepatan dan waktu ?
Mungkin "Curious World" tidak mengajarimu hal itu.
Kau pandai. Ternyata tidak percaya.
Mendengar itu dari orang bodoh rasanya seperti umpatan.
Umurmu berapa ? Kau kelihatan lebih muda dariku.
Kenapa mendadak mengungkit soal umur ?
Mau aku ... pegang tanganmu ?
Tidak
Aku juga tidak mau memegang tangan orang asing sambil berlari.
Baiklah, ayo lari.
Satu-dua, satu-dua
Lima
Aduh, lebat sekali.
Di sini.
Malam yang tepat untuk membunuh.
Di sini tidak ada kamera CCTV.
Siapa yang mau kau bunuh ?
Ini pekerjaan rumah dari bos ku. Aku asisten penulis.
Mau pacaran denganku ?
Kau gila ?
Aku tidak gila.
Kalau mengajakmu pacaran, aku gila ?
Tentu gila. Kau tidak waras ?
- Kau mengajak pacaran wanita yang nyaris tak kau kenal ? - Aku harus tahu apa ? Usiamu ? Alma mater ?
Usiaku 23 tahun. Sudah wajib militer.
Sudah, sudah, sudah...
Kau masih muda, jadi hanya menilai wanita dari penampilan ...
jika ingin berpacaran.
Memang benar kalau kau cantik, tapi aku tidak akan mengajak pacaran karena wajah cantik.
Aku mengerti kau kaget karena tiba-tiba kuajak pacaran.
Tapi aku tidak menganggap enteng soal ini.
Jam berapa ini ?
Jam 12:37 pagi.
Kita bertemu di istana Gyeongbok sekitar jam 7:40 malam. Itu pertemuan pertama kita.
Kalau sekarang jam 12:37 pagi, berarti ...
Masih belum 5 jam ...
Selama 5 jam itu, kita baru bisa ngobrol selama 30 menit.
Tapi kau bilang serius ?
Aku hanya butuh beberapa menit untuk menentukan memasak sebagai panggilan hidupku.
Cinta pada pandangan pertama adalah cinta berdasarkan penampilan fisik. Itu berbahaya
Karena bahaya, makanya sulit.
Karena sulit, aku tidak menganggap enteng.
Aku tidak setuju denganmu soal penampilan fisik, karena tidak memahaminya.
Kau pandai sekali bicara. Padahal kukira aku bagus dengan kata-kata.
Kalau aku lebih muda pasti aku sudah jatuh hati.
Kalau begitu jatuh hatilah.
Lalu, kenapa ingin pacaran denganku ?
Katanya kau tidak berpacaran berdasarkan penampilan.
Karena aku jatuh hati.
Kenapa menggunakan bahasa banmal ?
Kau lebih dulu menggunakan banmal.
Aku memang lebih dulu menggunakannya.
Aku tidak memperhatikan.
Apa kau marah karena kuajak pacaran ?
Rasanya kau menganggapku gampangan.
Pria yang lebih muda mengajakku berpacaran.
Apa aku terlihat gampangan di depan semua orang ?
Jadi aku sudah jatuh sejauh ini ?
Apakah hebat punya usia lebih tua ?
Siapa bilang bagus ?
Umur tidak bisa dikendalikan.
Apa aku minta bantuan ? Aduh --
Kau sungguh tidak merasakan apapun ?
Bagaimana kau bisa mengajak pacaran wanita yang namanya saja kau tidak tahu ?
- Akhirnya kau temukan, Jung Seon. - Eonni, kau tak apa ?
Ya
Namaku Ohn Jung Sun.
Siapa namamu ?
Penawaranmu hari ini ... akan kutolak.
Kau basah.. Augh ...
Percaya dirilah.
Di dunia ini, tak ada yang bisa mengkritikmu.
Karena sudah lama tidak ke Korea, aku bersemangat.
Di sini kau tak punya keluarga ?
Aku punya putra
Hanya dia yang selalu di sisiku.
Waah, ikan halibut hari ini sangat segar.
Bagaimana yang ini?
Aku suka. Aku beli lima.
Kau selalu membeli secukupnya untuk satu hidangan.
Aku akan gunakan sebagai menu hari ini.
Baiklah. Sebentar
Idemu terpilih.
Terima kasih.
Aku suka adegan Ia terbunuh setelah memanjat besi.
Menurutku akan terlihat bagus.
Ini baru draf,
jadi kita perlu berikan ke sutradara setelah disunting.
Menurutku tak perlu banyak di sunting. Sejauh ini sudah bagus.
Idenya baru.
Ini lebih bagus karena dia bisa membalas dendam dengan kejam.
Ini sangat kartasis. / - Ya
Tapi, dia bukan pemeran utama.
Jadi ?
Sepertinya terlalu brutal.
Adegannya memang bagus, tapi sepertinya merusak tokohnya.
Logikanya adalah "Menjadi moster untuk mengalahkan monster"
zaman sekarang sedang sering digunakan dalam film dan drama.
Kesannya kita hanya mengikuti tren.
- Penulis sangat baik dalam ... - Kau ... makanya belum berhasil sampai sekarang.
Kita tidak mengikuti tren.
Kita hanya menggambarkan sifat manusia.
Jalan ceritanya berfokus pada itu.
Sejauh ini, tulisanmu selalu berdasarkan premis sifat alami manusia pada dasarnya baik.
Artinya, topik utamanya jadi berubah.
Kenapa topiknya penting ?
Yang terpenting adalah pemeran utama.
Apa aku perlu mengajari amatir sepertimu dalam proses penyelesaian pekerjaanku ?
Maaf.
Ada yang baru ?
Hari ini ada menu baru. Anda ingin mencoba ?
Biar kucoba.
Perlu lebih dibumbui
Aku sengaja membuatnya sedikit hambar untuk mengeluarkan rasa halibut.
Ini pelanggan VVIP. Ia nyaris selalu makan sendirian.
Ia tidak suka diganggu saat sedang makan.
Aneh sekali. Makanan akan terasa lebih baik jika sendirian.
Jangan bereksperimen dengan makanan. Ikuti saja yang biasa.
Tolong hormati caraku memasak, Chef
Aku menghormatimu, tapi ini semua demi bisnis.
Bagiku ini bukan bisnis.
Anda tak perlu membayar.
Kenapa ?
Anda tidak menghabiskan makanan.
Pasti anda tidak menyukainya. Sebenarnya, bukan aku yang memasaknya.
Aku tahu yang memasak adalah chef baru.
Anda tahu ?
Rasanya sangat enak.
Dia melakukan hal benar dalam mengeluarkan rasa asli halibut.
Aku menyukainya.
Lalu kenapa ...
Karena harga diriku terluka.
Aku tidak suka karena aku memakannya seperti babi.
No comments yet. Be the first to leave one.