The Deep End of the Ocean

The Deep End of the Ocean

Lataa Indonesian -tekstitys

Julkaisutiedot

The Deep End of the Ocean 1999 BluRay H264 AAC-RARBG
Kommentaari tedi
Retail NF Resync for BluRay

Tunnisteet

bluray
Julkaistu: 2026-01-19
Lataukset: 40
Kuulovammaisille: No

Indonesian tekstityksen esikatselu

200 ensimmäistä riviä.

Keluarlah, di mana pun kau berada.

Ayo, Ben.

Vincent! Cepat!

Vincent, kau sedang apa?

Vincent!

Baiklah, Ben. Kau menang!

Vincent.

Akuilah. Kau menantikan ini.

Ada kerumunan akhir pekan. Mereka tak akan sadar.

Biar kubawa.

Yang benar saja, Ben. Kaulah yang ingin pergi.

Vincent!

Vincent.

- Hai. - Ben. Dasar nakal.

- Kau masuk dan pintunya tertutup? - Ya.

- Kita pergi sekarang? - Ya, kita pergi sekarang.

Kau mungkin akan bermain biliar dengan Joey setelah menutup restoran.

Jika kau cukup bodoh membawa tiga anak ke reuni kelas,

- aku cukup pintar untuk bersenang-senang. - Pesta.

Pesta meriah.

Ben.

- Aku di bawah air. - Itu bagus.

Di mana kakakmu?

- Entahlah. - Bisa tolong cari Vincent, Sayang?

Vincent.

- Kau ingat roti lapisnya? - Vincent!

Tentu saja tidak.

Bethie, kalau kau terus lupa...

Kau akan menemukannya nanti di microwave.

Maka aku harus meneleponmu di Chicago.

Siapa yang butuh kepala di reuni SMA?

Aku ingin tetap bersama Ayah dan pergi ke restoran.

Aku tak mau ikut ke Chicago.

- Kau ikut. - Kau ikut.

Aku benci Ben, aku benci Kerry,

aku benci...

Sayang, biar kuhabiskan rol filmnya.

- Pat, harus sekarang? - Cuma dua foto.

Dekat bunga lilac itu. Sebentar saja. Ayo.

Baiklah, lihat ke arah Ayah.

Aku tahu, fotografer benci difoto.

Semuanya bilang...

bakso!

Bakso.

BARAT MILWAUKEE

Benbo, bologna untuk dimakan, bukan mencuci jendela mobil.

Sabuk pengamanmu longgar.

Ibu, nyanyikan lagu kelinci itu.

- Andai aku masih di rumah bersama Ayah. - Nyanyikan, Ibu.

Jika kelinci menangkap kelinci

Jika kelinci menangkap kelinci

- Melewati ladang gandum - Aku benci lagu itu.

Jika kelinci mencium kelinci

Dan membuat kelinci itu menangis

SELAMAT DATANG SMA LINCOLN PARKSIDE ANGKATAN 1973

SEMOGA REUNI KE-15 KALIAN MENYENANGKAN!

HOTEL ADDISON

Kau datang.

- Aku datang! - Ya!

- Tunggu, biar kugendong Kerry. - Tidak. Biar aku saja.

Lihat dia.

Awas kepalamu, Benbo.

Aku ibu baptismu, Kerry. Ingat aku?

Tuhan menyayanginya. Lihat dia.

- Astaga, apa ini Ben? - Ya.

Ben. Kau sudah besar.

Vincent, kau bisa berenang? Martha di dalam, menunggu kalian.

Ayo, Sayang.

Aku punya kejutan.

Di mana gigimu?

Gigiku tanggal.

Itu dia, panjang umur.

Beth, kau ingat Martha, pengasuh dari Tuhan.

Bagus! Bisa bantu dengan Kerry?

Tentu, Bu Cappadora.

Bu Cappadora. Ya ampun.

Apa ada meja pendaftaran?

Kau tidak usah. Kumasukkan ke kartuku.

Ellen, jangan lakukan itu.

Harganya 70 dolar. Siapa peduli?

Donna Trump, aku peduli.

Lagi pula, aku bisa membayarnya.

Aku ada pemotretan mode hari Minggu.

Butik di Jalan Oak.

Kalau begitu, kau yang urus sendiri ke sana.

Astaga.

Apa itu Michelle Pulliam?

Apa dia pernah menikahi pria itu?

Mereka putus. Lalu pacaran dengan...

- Elizabeth Kerry dan band riangnya! - Jimmy!

Apa kabar, Kawan-kawan?

Astaga, Vincent. Kau sudah sangat besar.

Mereka suka memeluk pria berlencana, aku juga.

Apa yang akan kau lakukan jika tahu aku detektif?

Selamat!

- Tebak siapa yang kulihat? - Siapa?

Cecil Lockhart.

Maksudmu Cecilia Lockhart?

Bintang panggung, layar kaca, dan iklan obat kumur.

Astaga. Itu dia.

Ingat kali pertama dia bercinta?

Saat usianya 15 tahun dan dia bilang...

"Aku tak bisa bayangkan sebulan tanpa itu".

Ibumu membicarakan soal piza.

- Hei, Beth. - Hai.

Astaga. Apa kabar?

- Lihat dirimu. Apa kabar? - Baik.

Ini anakmu?

Di mana Vincent kecil?

- Aku tidak kecil. - Memang tidak.

- Sandy. Dah... - Ibu, aku mau pergi.

Aku mau piza.

Tetap bersama kakakmu.

Martha, bisa urus mobilnya? Kau sudah lihat, 'kan?

- Aku saja. - Aku akan bayar.

Vincent.

Dengar. Pegang tangan Ben erat-erat.

Kalian bisa bermain di troli yang sangat keren ini, ya?

Ibu, leherku panas.

Leherku sakit sekali.

Vincent, dengar.

Ini hanya sebentar.

Tetap di sini dengan Ben sementara Ibu membayar wanita itu.

Saat Martha datang, dia akan mengajakmu berenang.

Baiklah.

Baiklah.

Terima kasih.

- Maaf butuh waktu lama. - Tidak apa-apa.

Di mana Ben?

Dia tidak mau dipegang tangannya. Lihat leherku.

Aku terkena ruam panas atau semacamnya.

Tunggu, Sayang.

Ben?

Hai, apa kabar?

Ellen.

Ben pergi. Bisa tolong...

Aku akan mencarinya. Sampai nanti.

- Tetap di sini. Jangan ke mana-mana. - Baik.

Ben?

Ben?

Kau lihat anak kecil?

Dia memakai topi bisbol merah, usia tiga tahun.

Tidak, maaf.

Terima kasih.

Ben?

Permisi.

Vincent, berpikirlah dengan keras.

Ke arah mana Ben pergi?

Entahlah.

Kau tidak lihat?

Aku tak bisa melihatnya.

Dia tidak ada di sana.

Kita harus panggil manajernya.

Entahlah.

Mungkin jika kita menunggu...

Berhenti!

Semuanya, tolong dengarkan sebentar.

Kita harus mencari putra Beth Kerry.

Namanya Ben. Usianya tiga tahun, dia memakai topi bisbol merah.

Tadi dia ada di sini.

Jadi, tolong lihat di sekeliling kalian.

Tunggu sebentar, Semuanya.

Kita akan menemukannya. Tenanglah.

Aku akan membagi ruangan di tengah.

Aku ingin kalian tetap di tempat dan melihat sekeliling.

Jika kalian melihat Ben, angkat dia dan panggil aku, ya?

Pat akan segera datang, 'kan?

Aku tidak meneleponnya.

Kukira kita akan segera menemukan Ben.

Mari kita telepon sekarang, ya?

Ini.

Silakan, Beth.

- Halo? - Patty.

Magill, bicaralah dengan wanita itu. Coleman, ikut denganku.

- Bu Cappadora? - Ya?

Aku Petugas Magill.

Kau membawa banyak petugas.

Kami menanggapi serius hilangnya seorang anak, Bu Cappadora.

Kau khawatir?

Kami akan menemukannya. Anak hilang, kami selalu menemukannya.

Mereka baik-baik saja.

- Mereka tak terluka. - Bagus.

Jika sampai lima jam, kami biasanya akan menganggap...

Pokoknya, kami akan menemukannya sebelum itu.

Temanmu Elaine bersamamu tadi?

Ellen? Dia menemuiku di depan.

- Dia menungguku. - Baiklah.

Selain Ellen, siapa orang pertama yang kau ajak bicara?

Pemandu sorak.

Apa ada anggota keluargamu mungkin datang untuk menjemput anak itu?

Orang tuaku sudah meninggal.

Tidak ada siapa pun.

Sidik jarinya pernah diambil?

Tidak.

Ya, pernah.

Distrik sekolah punya program itu.

Sudah empat jam.

- Semua orang sedang mencarinya. - Baik.

Ini bosku. Detektif Penyelia Bliss.

- Bliss? - Candy Bliss.

Kommentit

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left