200 ensimmäistä riviä.
NETFLIX MEMPERSEMBAHKAN
FILM ASLI NETFLIX
Aku belum lihat ini.
Aku suka kucing ini!
Astaga!
Astaga, Mai. Rapikan rambutmu.
Aku suka begini.
Segalanya harus robot bagimu?
Ayolah. Ini manis.
Kulakukan sendiri.
Kau harus menerima sedikit bantuan.
Kau tak hidup sendirian.
Ada yang butuh perubahan!
Jangan sentuh aku.
Jangan dramatis.
Aku bisa sendiri!
IQ ROBOTIC
PELUNCURAN
- Senang? - Terlihat manis, Mai.
Bagus. Kutunggu di mobil.
PIN
- Pergilah. - Sampai jumpa.
Halo.
Bisa lihat petarung monyet.
Selamat datang.
GEN 6 PELUNCURAN
Pengingat, anak harus ditemani orang dewasa.
Kau tak bersemangat?
Antreannya panjang sekali.
Ayolah, Mai. Gen 6 baru ini akan membuat semua ini usang.
Benar juga.
- Maaf. - Bukan masalah.
Layar lebih besar Gen 6 akan melengkapimu
sementara aku tak bisa.
Keren, kau lebih suka robot dari aku.
Aku sungguh paham.
Kau bilang apa?
Aku bersemangat soal robot hebatnya, Bu.
- Ibu. Molly. Ibu. - Ya?
- Boleh ke stadion? - Ada colokan penyuara jemala.
Maaf.
Sepatu bagus.
Maaf, sungguh.
Maaf.
Maaf, Nona. Kau turun lewat eskalator naik.
Sebaiknya kau naik lewat eskalator naik
turun lewat eskalator turun.
Tidak. Tidak, terima kasih.
Kumohon jangan lakukan itu. Jangan. Aduh.
Ini agak tak biasa.
- Bisa kita bicarakan? - Diam.
Ingin bicara dengan atasanku?
Hebat!
IQ Robotic Mempersembahkan
Aktivitas Tektonik, melawan...
AKTIVITAS TEKTONIK
- Tidak, tunggu. - Baik.
Bergerak. Ayolah.
Jika kau baca brosur kami,
kau bisa temukan model yang memberikan opsi transportasi.
Aku tak punya opsi itu.
Jatuh!
Sebagai pengingat, semua anak harus ditemani orang dewasa.
- Ikut denganku, Nona. - Apa?
Kau hanya mempersulit kita berdua.
Hei, kembalilah...
- Aku bilang... - Apa?
Kau tak boleh masuk.
Sial.
- Kecerdasan buatan pertama... - Bukan.
Ya, bukan yang pertama, tapi yang benar.
- Bawa keluar. - Jangan!
Dia harus belajar sebelum siap
melakukan tugasnya.
Kita harus pergi.
Kau harapan terakhir dan terbaikku. Proyek 77.
- Kau bilang perlu diingatkan... - Kau tak sempurna,
tapi sempurna ialah lawan kebaikan.
Begitu, 'kan?
- Sekarang pukul dua. - Tunggu sebentar.
Tunggu sebentar. Kau tahu betapa berbahayanya ini?
Ini masalah besar. Kulihat lagi. Masalah terbesar.
Bagaimana kalau berterima kasih?
Ya, terima kasih. Aku tahu.
Halo.
- Hei! - Siapa namamu?
Robot bodoh.
Bagus, Robot Bodoh. Ini untuk apa?
Bukan, kau yang bodoh.
Aku robot bodoh? Dr. Rice akan kembali?
- Lepaskan tasku. - Baiklah.
- Kau sedang apa? - Mengikutimu.
Itu sungguh mengerikan.
Sungguh, apa yang kau pikirkan?
Kita ngobrol, berteman, kuasai dunia,
berbagi perjalanan spiritual bersama.
- Baik. - Kau pasti berkhayal.
Hei. Kau tak boleh masuk, Nak.
- Aku bukan... - Jangan melawan.
- Aku harus ambil tasku. - Ayo.
Para hadirin, anggota pers,
sambutlah pendiri dan CEO IQ Robotic di panggung,
Justin Pin!
Tampilkan kemeriahan.
Ibu, bisa pergi sekarang?
Ibu harus lihat ini, Nak.
Kalian bisa dengar aku? Apa kabar?
Bagus!
TERKEREN DAN TERCEPAT PROSESOR SQF-1
Hei, lihat spesifikasinya.
Walau bekerja di sini, aku pun kagum.
Bisa kubilang, produk tahun ini agak sempurna.
Sungguh. Tapi aku punya pertanyaan.
Kalian siap lihat yang terbaru?
Ya?
Kalau begitu, biar kukatakan ini, yang sudah lalu hanyalah awalnya.
Dan inilah awal dunia baru.
Dunia yang lebih baik.
Persembahan para genius di IQ Robotic
dan aku bangga akan pencapaiannya.
Menurutku,
ini Q-Bot terakhir yang kau butuhkan.
Mari kita lihat Gen 6 terbaru.
Ya.
Aku tahu.
Indah!
Ini dia, Kawan.
Inilah tujuan akhirku. Segalanya untuk momen ini.
Dan inilah Keajaiban Teknologi.
Inilah juaranya!
Kalian tahu siapa juara aslinya?
Kalian semua.
Ya, kita semua.
Aku suka dia.
Dia memahamiku.
Ayolah.
Para hadirin, kita memasuki zaman kemudahan
dan konektivitas, komunitas global, yang difasilitasi Q-Bot IQ Robotic.
Dan dengar... Aku tahu.
Jujur saja, aku mau kalian kecanduan mereka.
Kenapa tidak?
Mereka akan mengubah dunia.
Terima kasih!
Hadirin, Justin Pin berterima kasih atas dukungannya.
Sebagai tanda terima kasih, dia akan berikan kalian
Q-Bot Gen 6 gratis!
Ini hari terbaikku!
Bagus!
Dia menandatanganiku!
Gawat!
GEN 6 AKSES DITOLAK
Dr. Tanner Rice.
- Justin. - Kau tak datang.
Tidak.
Itu hari ini? Maaf.
Aku sedang memperbaiki.
Ya, ada bug di data, perangkat lunak, dan produknya.
Ya, sebaiknya jangan luncurkan Gen 6 lebih awal.
Hei, Ares. Apa kabar?
Maksudku...
Mungkin adakan pengujian produk demi keamanan.
Tidak, aku paham. Gen 6 ini proyekmu.
Maksudku...
Perbaruan darimu lebih banyak.
- Pastinya kau lebih... - Aku tahu kau perfeksionis.
Aku dukung. Tapi ketahuilah,
kita membuat sesuatu yang revolusioner.
Percayalah.
Sudah siap.
- Aku... - Katakanlah.
- Masalahnya... - Katakanlah.
Sudah siap.
Tak sesulit itu, 'kan?
- Baiklah. - Waktunya tak tepat?
Apa? Tidak. Boleh.
- Ini tak tepat. - Baik, ada kabar buruk.
Robot rahasia keluar dari lab rahasia...
Apa? Kau bercanda?
Tidak, bercanda itu... Kenapa robot menyeberang?
- Tidak lucu. - Nanti saja.
Tunggu, ada lagi. Tok, tok...
Astaga!
Tidak!
Kau tak apa-apa. Baik, akan kutinggalkan sendiri.
Zona merah untuk menaikkan
dan menurunkan penumpang dan robot.
Dilarang parkir.
Apa itu?
Zona merah untuk menaikkan
dan menurunkan penumpang dan robot.
Dilarang parkir.
Kau tak bawa tas, Nak?
Dengar, Bung. Kau dilarang keluar.
Tasnya tertinggal.
Kami ngobrol, berteman, lakukan
perjalanan spiritual bersama.
Bagaimana kalau kita ke dalam?
Itu protokolnya.
Ayo.
Ini menarik.
No comments yet. Be the first to leave one.