200 ensimmäistä riviä.
STATE OF GRACE
Apa kabar?
Untukmu.
Kau yakin kau siap untuk hal ini?/ Ya.
Kita akan bertemu malam ini, bukan?/ Ya.
Semuanya baik-baik saja?/ Ya.
Jadi kita akan bertemu malam ini./ Baik.
Apa yang terjadi padamu?/ Bagaimana kelihatannya?
Aku tak tahu.
Aku punya seekor anjing. Joe. Joe namanya.
Aku datang untuk memberinya makan. Kutaruh mangkuknya di bawah, dia bertingkah aneh.
Dia menggigit jempolku. 19 jahitan.
Aku di rumah sakit selama 3 hari.
Aku keluar. Kuambil pistolku.
Kudatangi dia, "Kau suka menggigit? Gigit ini." Kutodong pistol ke mulutnya.
Bam! Kuledakkan dia di apartemen itu.
Kau pernah melihat anjing meledak?/ Mereka datang.
Lingkungan di sini berbahaya. Aku tak tahu kenapa kau harus bertemu di sini.
Kita akan bertemu selanjutnya di Tavern di Green. Paham?
Apa kabar, Noonan?/ Aku kedinginan. Mari kita selesaikan.
Baik. Kita lihat barangnya./ Tunjukkan padanya.
Kita lihat uangnya./ Kami akan mengambilnya sebagai diskon.
Oh, bung, aku tahu ini akan terjadi./ Ini omong kosong.
Apa yang akan kau lakukan? Kau akan menembakku?
Aku akan menembaknya./ Jangan arahkan pistol itu padaku.
Kami akan pergi. Ini omong kosong.
Berikan barangnya. Aku tak akan menembakmu. Aku akan menembaknya.
Tak apa-apa, kau tembak dia. Kubawa barang ini dan...
Kau dengar yang kukatakan? Berikan kantong itu.
Jangan bodoh. Berikan kantong itu. Kau mau mati?
Diam./ Kau ingin menembaknya?
Aku tak perduli./ Akan kutembak kau.
Berikan kantong itu!
Ayo./ Kau ingin tertembak?
Berikan kantong itu!
Oh Tuhan.../ Apa yang terjadi di sana?
Apa?/ Tak ada apa-apa, bukan?
Aku tidak... Tidak! Tidak!
Kau kenal aku?/ Tidak, aku tidak kenal kau!
Baik, antar aku ke stasiun kereta bawah tanah. Cepat!
Dia mengenakan pakaian sutra. Dia memakai sepatu buaya.
Kukatakan, "Aku tak perduli sepatu yang kau pakai. Kau tetap seorang dealer."
Lalu dia mengatakan, "Aku tak tahu kita bertetangga, bung."
Seperti testis menyangkut di tenggorokannya.
"Jangan bertindak bodoh", kukatakan padanya. Lalu dia membuat lelucon.
Siapa ini?/ Apa maumu?
Apapun yang kau punya./ Persetan denganmu.
Kau coba melukai perasaanku? Kau tak ingin mengenalkan teman-temanmu?
Terry?/ Kau butuh waktu lama untuk menebaknya.
Terry Noonan. Terry.
Terry Noonan./ Hei, keparat.
Brengsek kau... Kemari, kemari.
Dari mana saja kau, bung? Oh, bung.
Senang bertemu lagi denganmu./ Hei.
Ini teman baikku. Lihat, aku suka pria ini.
Dari mana saja kau, kau dari Mars? Kau tampak baik-baik saja.
Aku harus mengajak tuanku berjalan-jalan.
Aku perlu bicara padamu./ Kau ingin pergi ke suatu tempat?
Ya./ Baik.
Hei, sampai nanti.
Pukul aku, pukul aku.
Brengsek kau.
Kemana pergi orang-orang di sekitar kita? Aku bahkan tak mengenal tempat ini.
Sekelompok kondominium yuppie. Mereka pindah 10 blok karena orang Irlandia.
Mereka bahkan tak ingin menyebutnya Dapur Neraka.
Menamainya dengan Clinton. Kedengaran seperti sebuah kapal uap.
Orang-orang yang kau tembak.
Orang yang bersamamu.../ Rekanku? DeMarco.
DeMarco? Kau pecaya padanya?
Mungkin saja dia melakukannya sendiri, Jack. Dia akan mengadu pada siapa?
Dia akan mengadu pada siapa? Siapa saja yang dia mau.
Terry, orang ini, DeMarco,
dia punya masalah dengan polisi, bukan?
Dia akan menukar apapun yang dia tahu tentangmu dengan sepotong pizza.
Kau harus sadari itu.
Bisa kau minta Mikey untuk memberiku sesuatu?
Mikey mengalami kecelakaan kecil.
Begitu juga Flynn. Kini Frankie yang menjalankan pertunjukan.
Frankie jadi bos?/ Abangku yang jadi bos.
Frank jadi bos?/ Ya.
Dia coba membuat kesepakatan dengan orang Italia. Namanya Borelli.
Joe Borelli?/ Kau mengenalnya?
Kami seperti ini.
Hei, kau mau bir?/ Tentu.
Bersulang.
Adikmu masih di sekitar sini?
Tidak, Kate pindah ke kota di dataran atas.
Kau tak akan mengenalinya./ Ya?
Terry.
Coba lihat.
Apa-apaan itu?/ Ini...
Ini idenya Frankie. Kau punya senjata favorit, bukan?
Dia lelah meninggalkan jejak dengan sempurna setelah setiap pekerjaan.
Kau ambil tanganmu,
dan kau ambil pistolmu.
Kau tempelkan sidik jarinya di pistol, lalu kau simpan.
Polisi menemukan pistolnya. Mereka mencari orang yang sudah meninggal.
Itu tangan milik orang lain?!/ Ya.
Untuk apa kau menyentuhnya?!/ Terry, kenalkan Flynn.
Jangan bercanda. Tidak, jangan bercanda.
Tidak! Tidak! Dasar kau...sial!
Itu tangan milik orang lain!/ Kau takut?
Berhenti...!/ Baik, angkat tangan.
Kembalikan./ Disimpan kembali.
Sidah disimpan./ Kau anjing gila.
Aku tahu./ Kau benar-benar anjing gila.
Apa ini? Coba lihat.
Bagus.
Kau lihat pistol yang kupegang? Aku suka pistol ini.
Aku biasanya menembak dengan tepat saat mabuk./ Maksudmu kau berniat mengenainya?
Terima kasih, Tuhan, kau kembali. Aku merasa seperti orang Irlandia terakhir di dapur.
Terry, kau sudah pergi terlalu lama. Kau harus bangkit.
Jangan pernah melakukan bisnis dengan montir. Jika polisi menangkapnya, mereka punya saksi mata.
Seorang saksi mata membuatmu tertangkap. Kecuali di sekitar sini.
Polisi tak bisa melakukan apa-apa di sekitar sini.
Aku dan Frankie menyeret seorang anggota serikat tahun lalu.
Membawanya ke jalan, memberinya pelajaran.
Ada sekitar 50 saksi mata di sana.
Polisi berada di seluruh Dapur mengajukan pertanyaan.
Ada seorang keparat mengacungkan tangannya.
Polisi menemukan kepalanya berputar dalam pengering mesin cuci di jalan no. 47.
Belum terdengar kabar selanjutnya dari polisi dalam setahun.
Ya?/ Ya.
Jackie, dari mana kau?/ Kate.
Aku menunggumu. Kau katakan kau ingin datang.
Kapan?/ Kau tak ingat?
Di apartemenku./ Kau tak seharusnya pindah jauh dari sini.
Dia pindah ke kota di dataran atas. Siapa yang bisa ke sana?
Oh, benar. Usiamu sudah di atas 50, kau mudah tersesat.
Halo, Kathleen.
Wah./ Ini Terry Noonan. Dia muncul kembali.
Coba lihat siapa yang datang./ Apa kabar?
Kupikir kau... Apa yang kita pikirkan tentang dia?
Tak ada yang tahu.
Jadi, kalian bernostalgia untuk kekacauan?
Ya, dia baru muncul.
Seolah ada malaikat terbang kemari, lalu mereka menurunkannya di sini.
Apa?/ Apa maksudmu, "apa"?
Cara kau memandangku. Apa yang kau pandangi?
Aku coba mengingat apa yang kurasakan tentangmu.
Itu menyiksamu?/ Ya, benar.
Kupikir aku seperti ditinggalkan./ Ya, kalian tahu kalian..., kalian tahu.
Muda. Masih muda.
Dia sering menangis setelah kau pergi. Adikku yang menyedihkan.
Dia menangis setiap malam, berdoa dengan rosario agar kau kembali.
Kau menghancurkan hatinya, Terry./ Kau memang brengsek, Jackie.
Apa yang kulakukan?/ Aku harus pergi.
Tetap di sini. Ayo kita minum kopi.
Kau baru saja datang./ Aku harus bekerja.
Ayolah. Aku tak pernah melihatmu. Cuma sebentar saja.
Terry bertanya tentangmu./ Oh ya? Apa yang dia ingin tahu?
Dia bekerja di Hotel Regent.
Harga asbak di lobinya lebih mahal dari mobilku.
Ini sebuah peristiwa supranatural dia hadir di tengah-tengah kita.
Jadi, apa yang kulupakan?
Kau katakan tak ada masalah saat kutanyakan padamu.
Mobilku menabrak taksi. Aku menggunakan semua uangku untuk membayarnya.
Aku tak punya apa-apa sampai gajian./ Aku bisa meminjamkanmu sekarang.
Dia suka uang kita, tapi tidak cara kita mendapatkannya.
Kenapa kau tak menyimpannya? Simpan uangmu.
Maaf. Maaf. Aku tak seharusnya mengatakannya.
Terkadang persaanku juga terluka, kau tahu? Cara kau menilai kami.
Ambil uangnya, Kathleen.
Ayo, ambillah./ Baik. Terima kasih, Jackie.
Sama-sama.
Jadi, Terry.
Kau hanya singgah kemari?/ Tidak. Dia pulang ke rumah.
Kami sedang mengusahakan sesuatu.
Jika usiamu sudah di atas 40, mungkin kau bisa menemuiku.
Itu bisa saja terjadi, bukan?
Itu tergantung pada para malaikat./ Persetan dengan mereka.
Senang bertemu denganmu./ Sama.
Ibu mertuaku punya penyakit di kakinya yang harus kubayar.
Ibu mertuanya sedang sakit./ Dia sedang di rumah sakit.
Ini bukan tergantung padaku. Paham?
Hei, Stevie! Aku punya kejutan untukmu!
Jangan ganggu aku. Aku sedang bernegosiasi.
Hei, negosiator!/ Tak bisa kupercaya!
Terry Noonan!
Dari mana saja kau?/ Lihat dirimu.
Scary Terry.Apa-apaan ini?
Kau pergi ke seminari? Kau tak memberi kabar./ Dia lebih besar dariku sekarang.
Sudah lama sekali./ 10 tahun.
12 tahun./ Kami sedang ada urusan di sini.
Hei, Stevie. Tiga ratus dolar, Stevie. Bahkan tak ada potongannya.
Di mana kau menemukan dua idiot ini?/ Mereka datang mencariku.
Mereka mengambil uangku. Aku bekerja keras mendapatkannya dan mereka mengambilnya.
Dengar. Si brengsek ini berhutang 8 ribu dolar pada Jimmy Cavello.
Cavello punya biaya manset lebih dari itu.
Delapan ribu dolar bisa membelikan Jimmy tiket Broadway. Mari bicarakan bisnis.
Mereka tak mendapat spumone, lalu kau menyalahkan pelayan?
Ada apa ini, topik lain untuk dibahas? Apa yang terjadi?
Kau dengar yang kukatakan./ Kau berasal dari mana?
Guinea terakhir di sini adalah Columbus. Itu cuma berlangsung seminggu.
Kau semacam orang brengsek, atau kau memberi pelajaran?
Hei, aku akan membunuhmu!
Kau mau mencari urusan denganku? Kau mau?!
Apa yang kau inginkan, brengsek? Memainkannya? Mari kita luruskan di sini.
Tommy! Tommy, sudah selesai!
Sudah selesai, bung!
No comments yet. Be the first to leave one.