The Claus Family

The Claus Family (De Familie Claus)

Lataa Indonesian -tekstitys

Julkaisutiedot

The Claus Family 2020 1080p NF WEB-DL DD 5 1 x264-iKA
Kommentaari Putra14
Netflix Retail.

Tunnisteet

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
1080
Julkaistu: 2021-11-01
Lataukset: 32
Kuulovammaisille: No

Indonesian tekstityksen esikatselu

200 ensimmäistä riviä.

NETFLIX MEMPERSEMBAHKAN

Penyelamat kita lahir di hari Natal

Malam ini, suhu di bawah titik beku dengan hujan salju kecil.

Ini menyedihkan.

Besok tetap dingin dengan awan tinggi.

Suhu maksimum antara empat dan nol derajat Celsius.

Sedikit angin dari barat daya.

Ya, pendengar, tampaknya tahun ini ada Natal putih

karena diperkirakan, makin banyak salju besok.

Makin banyak salju.

- Kau harus masuk ke sana. - Ke mana?

- Ke sana. - Kau yakin?

- Ya. - Sungguh?

Ya, Bu.

Astaga, ramai sekali.

Kita sudah sampai?

Nenek belum tahu, Sayang.

Hampir.

- Bu, kau membantu kami pindah. - Saat itu belum gelap.

- Hati-hati! - Kau hampir menabrak mereka.

Ya…

Jalan ini sangat sempit.

Apa kenangan Natalmu yang paling berharga?

Ceritakan di nomor…

Hei! Hati-hati.

Belok kanan di sini.

Ya, aku tahu.

Jules, Sayang, bisa bantu bawakan barang?

Ya.

Ini bukan rencana bagus.

Kenapa begini, Suzie?

Ibu, lihat!

Bagus, 'kan, Sayang?

Kenapa tak tinggal di Belanda saja?

Kenapa harus pindah ke Belgia?

Ini tak akan benar.

Bu, kita sudah membahas ini.

Ibu, aku lapar.

Ibu akan memasak sebentar lagi.

Suzie, Sayang…

Kenapa tak titipkan anak-anak padaku untuk merayakan Malam Natal?

Kita bisa merayakannya di sini.

Kau hanya memikirkan dirimu!

Apa maumu?

Aku menangis di pojokan Belanda?

Aku akan mulai dari awal di sini.

Kami akan melewati ini.

Ya.

Jangan khawatir.

- Pamitlah kepada Nenek. - Hei!

- Dah, Nek! - Dah, Sayang.

Sampai jumpa.

- Dah, Jules. - Dah.

Kau akan berubah pikiran.

Rumah baru kita.

Ini awal yang baru.

Bagi kita semua.

Mana dekorasi Natalnya?

Kita belum punya.

Hei.

Ibu akan membeli pohon Natal besok.

Ibu janji.

Lalu kita akan menghias rumah dan merayakan Natal seperti dahulu.

Tidak! Ibu tak mengerti?

Tak bisa seperti dahulu! Kita tak bisa merayakan Natal lagi!

Aku benci Natal!

Halo?

Kami ingin menyapa. Apa ibumu ada? Atau ayahmu?

Halo.

Maaf. Putraku…

Kita akan merayakan Natal, 'kan, Bu?

Ya, tentu saja, Sayang.

Jules hanya butuh waktu.

Aku Suzanne. Dan ini Noor.

- Hai, Noor. Aku Ella. - Aku Stef.

- Kami membawakan hadiah kecil. - Ya.

Selamat datang.

- Hadiah Natal. - Ya.

Benar? Ini Natal.

Bagus sekali, terima kasih.

Ya.

- Sayang. - Cantik.

Lihat, Sayang.

Kau lihat cahayanya, Jules?

Itulah cahaya matahari yang selalu kembali.

Itu sebabnya kita merayakan Natal.

Untuk merayakan cahaya yang selalu kembali.

Tak peduli seberapa gelapnya.

Baiklah. Kita harus pergi.

Aku mau di sini.

Maaf, Sayang, tapi tak bisa.

Kau terlalu muda untuk menjaga rumah.

Tak ada makanan di rumah.

Ya, baiklah. Sereal. Tak membantu pertumbuhanmu.

Selain itu, Kakek menantikan bertemu dengan kalian.

Kakek!

Ayolah, Jules. Ibu tak mau terlambat di hari pertama.

- Tambah lagi di atas. - Benar.

Bagus sekali.

Hei, Tetangga.

- Hei. - Halo.

Tetangga, sudah melihat ini? Lihat.

Kami belum punya dekorasi Natal.

Tapi Ibu akan membeli pohon Natal nanti.

Benarkah?

Keren sekali. Lihatlah.

Dekorasi kami masih banyak sisanya.

Mungkin kita bisa membuat dekorasi kita bersama?

- Kau mau? - Ya.

Selamat pagi.

- Halo. - Ayo, Noor. Kita akan menemui Kakek.

- Dah, Ella. - Dah!

Aku tahu jalannya!

Kakek!

Malaikat kecil Kakek.

Kakek, aku bukan malaikat.

Kami tiba.

Selamat pagi.

- Kakek? - Ya?

Kenapa belum menghias pohon?

Tentu saja Kakek menunggumu dahulu.

Ya!

- Hei, Jules. - Hei.

Jangan khawatir.

Jam kerjaku sampai pukul 18.00, nanti aku langsung ke sini.

- Jika butuh sesuatu… - Jangan khawatir.

Makin lama mereka di sini, aku makin senang.

Kau pasti bekerja dengan baik di pekerjaan barumu.

Kau pembuat kukis terbaik yang kukenal.

Berapa banyak pembuat kukis yang kau kenal?

Ibu akan membeli pohon Natal.

Tidak.

Benar.

- Jangan nakal. - Ya.

Dah, Jules!

Sampai nanti malam.

- Dah, Ibu. - Dah.

- Masuklah. Silakan melihat-lihat. - Terima kasih.

- Manis sekali. - Ya.

Kenapa beruang ini kakinya diperban?

Ini rusak.

Tapi apa pun yang rusak bisa diperbaiki.

Bagaimana dengan puzzle itu? Bagus sekali. Retro…

- Ya, lihat yang itu. - Ya, ini…

- Antik. - Bagus.

Apakah ini sudah selesai?

Hampir. Satu bagian hilang, tapi itu yang membuatnya menarik.

Bagian mana?

Kau tak akan tahu sampai itu selesai.

Ya. Kurasa itu benar.

- Tak mau. Maaf. - Kita tak akan membelinya.

Lihat, ini sangat kuno. Bagus.

- Ya. - Bagus, bukan?

Berapa harganya?

Itu tak dijual, maaf.

Semuanya dijual.

Banyak yang dijual. Tapi tak semuanya.

Baiklah. Kami pergi.

- Melihat-lihat tempat lain, mungkin. - Ya. Begitu.

Terima kasih.

Dah.

Aku mau cokelat panas.

Kakek juga.

- Jules? - Terserah.

Tiga cokelat panas.

Tiga.

Aku saja.

- Apa kau yakin? - Ya.

Baiklah.

Kakek akan membantu Noortje menghias pohon Natal.

- Ayo kita buat ornamennya dahulu. - Benar. Kemarilah.

Bagus.

Taksi!

"Untuk Sinterklas"?

Kakek?

Halo, Pak Claus. Kaukah itu?

Pak Claus, kau kembali.

Halo, siapa di sana?

Ya? Halo? Siapa itu? Bicaralah.

Perkenalkan dirimu. Siapa kau?

- Pencuri! - Teman-teman, ada pencuri!

- Pencuri? Jangan panik. - Siaga merah!

Ada pencuri!

Hei, Jules.

Apa cokelat panasnya siap?

Kau baik-baik saja, Nak?

Dari mana kau…

Apa Kakek Sinterklas?

- Kakek tak tahu… - Kakek.

Apa Kakek Sinterklas?

- Belum saatnya, Jules. - Apa Kakek Sinterklas?

Aku benci Natal.

Jules. Itu mustahil, Nak.

Kakek, yang ini harus ditaruh di atas.

Baik. Kakek ke sana.

Apa kau mau melakukannya?

Taruh di sini.

Kakek!

Kita selalu tepat waktu. Seragam kita bersih.

Tak ada perhiasan, jelas.

Kommentit

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left