200 ensimmäistä riviä.
KASTEL TERAKHIR
Perhatikan sebuah kastel, kastel mana saja.
Pikirkan bagian-bagian penting yang menyusun-nya.
Belum banyak yang berubah sejak dulu.
Pertama, lokasinya.
Tempat tinggi untuk mengawasi daerah sekitarnya sejauh mungkin.
Dua, perlindungan. Dinding yang tinggi,...
...cukup kuat untuk menahan serangan dari depan.
Tiga, garnisun. Prajurit terlatih dan siap untuk membunuh.
Empat, sebuah bendera.
Beri tahu orang-orangmu, "Kalian adalah prajurit...
...dan itu bendera kita."
Katakan, "Tak ada yang boleh merebut bendera kita."
Maju satu langkah.
Lalu kibarkan tinggi-tinggi, agar terlihat oleh semuanya.
Sekarang, kau punya sebuah kastel.
Satu-satunya perbedaan kastel ini dengan yang lain,...
...kastel lain dibangun untuk menahan orang dari luar.
Kastel yang ini dibangun untuk menahan orang yang di dalamnya.
- Adaptasi dari Retail oleh - * H@w-to-kiLL *
Ayo, kemarikan bolanya! Sini berikan bolanya, Bung!
Berikan bola sialan itu!
Pak?
Pak? Ada surat pindah yang baru sampai.
Berikan kepada Kapten Peretz.
Ya, berikan padaku, Sheila.
Ini perpindahan kategori A.
Biar aku lihat.
- Bola keluar! - Ayo, mainkan bolanya, Kawan!
Ayolah!
Jam 5 sore ini?
Tidak, kita sudah siap.
Ya, hanya begitu mendadak. Baiklah.
Baiklah. Kau yakin ini sudah benar?
Baiklah. Terima kasih.
Pak?
Pak?
Informasinya memang benar.
Dia akan tiba di sini jam 5 sore.
Jam 5 sore hari ini?
Itu kata mereka, Pak.
Aku tak mengerti. Sidangnya dimulai hari ini.
Sepertinya dia mengaku salah dan dihukum 10 tahun.
Perpindahannya dipercepat sebagai penghargaan.
Sebagai penghargaan?
Seharusnya namanya dipakai untuk pangkalan militer,...
...bukan mengirimnya ke sini.
Ya ampun, Eugene Irwin.
Ada vonis, ada hukumannya, kita punya seorang napi.
Kita lakukan pekerjaan kita, suka atau tidak suka.
Kita harus selalu siap untuk ini, 'kan?
Laporan pengawal ke Gerbang A untuk bertemu napi.
Pengawal untuk bertemu napi di Gerbang A.
Aku beri dia seminggu.
- Sampai apa? - Sampai dia bunuh diri.
Jika Mah-mil tak bisa membuatnya putus asa,...
...aku yakin penjara ini bisa.
- Seminggu? - Enam bungkus.
Enam bungkus? Ayo naikkan jadi 10.
- Baiklah, jadikan 10 bungkus. - Itu dia.
10 bungkus, Tn. Dellwo. Orang yang spesifik. Lainnya?
Kalian sama sekali tak tahu apa yang kalian bicarakan.
Ayolah. Kita buat seperti Perempat Final.
10 bungkus setiap pasangan. Siapa mau ikut?
Aku tak akan bertaruh untuk seseorang bunuh diri atau tidak.
Itu sangat mengerikan.
Lihatlah dia. Satu minggu? Dia lebih tangguh dari itu.
Seberapa tangguh, 8, 10, berapa?
Delapan.
Ada lagi yang lain?
Kau pria berengsek tanpa perasaan, Yates.
Hei, aku sendiri tak bertaruh, hanya mencatat taruhannya.
Bagaimana denganmu? Aku tahu kau ikut.
Aku bertaruh satu setengah minggu.
- Satu setengah minggu? - Wallace?
- Lanjutkan. - Aku bersama Transfer A...
...menuju PRU.
- Dimengerti. PRU bersiap. - Satu dompet, kulit.
- Foto keluarga? - Anak perempuanku.
- Cucu laki-laki. - Kau ingin menyimpannya?
Itu diperbolehkan.
Aku hargai itu.
Satu set kunci.
Kaca mata.
Aku harus meminta cincin-mu.
Terima kasih.
Sebenarnya, kau boleh menyimpannya.
Cincin akademi diperbolehkan.
Bintang tiga, dua set.
Sepertinya sudah semua. Jadi...
Pak, napi Irwin di luar.
Lima menit.
Lima menit.
Kau bisa meletakkannya kalau mau.
- Kau berbicara padaku? - Ya.
Aku tahu pikiranmu. Aku atau kau yang memberi hormat?
Jawabannya tidak kedua-duanya.
Anak buahku memberi hormat padaku dan yang lain sesuai pangkat.
Tapi tak ada saling beri hormat antar penghuni penjara.
- Pertama. Apa kau lapar? - Tidak.
Kau yakin? Senin kita ada hidangan steak Salisbury.
- Selalu ada yang dirayakan? - Ya.
Boleh kutawarkan limun?
Terima kasih.
Tunggu sebentar, Pak.
Kemarilah, akan kujelaskan sepintas tata letak tempat ini.
Gedung ini adalah Kantor Administrasi.
Bangunan di sana berisi sel-sel.
Di sanalah kau dan napi lainnya akan tinggal.
Gedung sebelahnya adalah penatu, kutugaskan kau di sana.
Itu dinding benteng militer lama.
Hanya itu yang tersisa dari penjara asli tahun 1870-an.
Aku bisa memindahkannya, tapi menurutku penting...
...untuk mempertahankan nilai sejarahnya.
Maka aku minta para napi untuk memugarnya.
Sepertinya mereka senang. Menjadi suatu kebanggaan.
- Pak? - Ya.
Tolong, letakkan di meja sana.
Silakan.
Ayo pergi.
Aku bertemu langsung dengan semua napi baru di penjara ini.
Biasanya di bawah.
Dan aku mengajukan satu pertanyaan.
Apa yang kau harapkan dari masa hukumanmu di Kastel ini?
Tak ada.
Hanya menjalani hukumanku lalu pulang.
Tepat. Itu jawaban yang tepat.
Kini aku punya permintaan yang tampak aneh dalam situasi ini.
Aku punya koleksi buku yang berpengaruh tentang perang.
Termasuk "Beban dari Komando".
Aku akan merasa terhormat jika kau mau menandatanganinya.
- Tentu saja. - Terima kasih.
Kapten Peretz.
- Ya, Pak. - Dua menit.
Sungguh mengesankan.
Ya, koleksi yang hebat, 'kan?
Ya, tentu.
Itu peluru kerucut dari Shiloh, digunakan dalam pertempuran.
Grant kehilangan 13.000 orang di Shiloh.
Mungkin salah satu terkena ini?
Entahlah. Menurutmu?
Maksudku, kau mengoleksi sesuatu?
Tidak. Hanya beberapa koin dari negara-negara yang kukunjungi.
Ayahku tak suka koleksi benda militer.
Sepertinya menurun padaku.
Siapa pun yang punya koleksi seperti ini...
...adalah seseorang yang tak pernah pergi ke medan perang.
Bagi dia peluru dari Shiloh hanya sekadar benda koleksi.
Tapi bagi seorang veteran,...
...sebutir logam ini menorehkan rasa sakit yang luar biasa.
Aku pasti salah meletakkannya, bukumu.
Kita lakukan lain kali saja.
Tidak, tolong. Biar aku saja.
Pak, lampu mati 5 menit lagi. Harus aku tunda?
Tidak, tidak. Kami...
Kami sudah selesai.
Napi Aguilar, apa yang kau lakukan?
Kau tak memberi hormat padanya. Dia tak berpangkat.
Dilarang memberi hormat pada sesama napi.
Ya, Pak. Tapi aku memberi hormat kepadamu.
- Bawa para napi ke sel mereka. - Ya, Pak.
Terima kasih atas keramahannya, Kolonel.
Sama-sama.
Para napi! Satu langkah ke belakang! Berhenti!
Ini blok-C.
Kau di sel 345.
Kau bisa mandi dua hari sekali.
Dasar berengsek! Akan kubunuh kau!
Jangan memotong garis kuning sewaktu dalam barisan.
Pada siang hari kau bebas di tempat ini.
Pancuran ada di kedua sisi. Kantor pos ada di kanan.
Kau boleh membawa satu buku selain Injil ke dalam sel.
Naik tangga, belok kanan.
Mari kita lihat.
Kunjungan, sekali seminggu. Pada hari Senin.
Baiklah. Di sini, 345.
Buka 345.
Baiklah, Jenderal.
- Panggilan pertama, jam 6. - Apa yang kau lakukan?
- Kenapa kau di sini? - Tutup 345.
Berapa yang kau bunuh?
Selamat datang di Kastel, Sayang!
Pak?
Pak?
Napi Irwin sudah di selnya.
Dia benar-benar hebat, 'kan?
Apa kau ingin laporan harian, Pak?
- Apa semuanya berjalan lancar? - Ya, Pak.
Kalau begitu, lewati saja laporannya.
Baik, Kolonel.
Masih ada lagi?
Besok, berikan hanya satu bola basket saja.
- Kau baru menabrak dinding. - Ada apa denganmu?
Jauhkan tangan kotormu dariku!
Ayolah, monyet! Ayo berkelahi!
Taruhan 3 - 1 untuk si kecil.
Bunuh dia!
Ayo! Ayolah, Kawan!
- Apa yang kau lakukan? - Kalau tak suka, pergilah!
- Kau memuakkan, Yates! - Kau mau ikut bertaruh?
No comments yet. Be the first to leave one.