200 ensimmäistä riviä.
Kami berpacaran enam tahun.
Aku mau muntah.
Aku yang gila.
Ya, dia gila.
Jadi, aku putus dengan dia.
Kami sangat bahagia,
jadi langsung menikah.
Wow, lihat dirimu!
Selamat!
Nara tampak cantik hari ini!
Kau cantik sekali.
Kapan giliran kita?
Benar!
- Ayo foto dulu. - Ya.
Pergi!
Nara pergi untuk menikah...
dan aku...
akan pergi ke neraka.
Ya.
Kau bisa pergi ke mana pun.
Tolong pergi dari barku.
Bagaimana dia bisa menikah dua bulan
setelah kencan buta?
Mantan pacarnya menikah hari ini.
Rupanya pria itu sangat kaya.
Takho sialan.
Temannya ingin pergi ke neraka,
dan dia malah menatap ponselnya semalaman.
Dia mempertaruhkan nyawanya pada kripto.
Bahkan berhenti kerja kemarin.
Sudah kubilang hati-hati soal putus!
Benar, 'kan?
Pria dewasa takut gagal
ujian pengacara!
Kak.
Kulakukan itu demi Nara.
Berhenti berkilah. Itu rasa rendah dirimu.
Bu? Kami siap.
Pergi...
Baiklah. Ayo pergi. Ke kelab, aku yang traktir.
- Kau cek dan blok. - Apa itu?
Wajahmu dicek dan diblok. Kau takkan bisa masuk.
- Lalu bagaimana? - Beli kelabnya.
- Beli? - Ayo beli.
Aku pergi!
Kau mau pergi ke mana?
Pernikahan. Pengantin.
Astaga...
Untuk menculik pengantin.
Terlambat, Bodoh.
Pernikahannya pasti sudah selesai!
Nara... Aku tak bisa hidup tanpamu..
- Aku akan kembali. - Hei!
- Kau terlambat! - Astaga.
- Hei! Bung! - Astaga, dasar bodoh.
Hei, kejar dia.
Terserah. Di luar hujan.
Hong...
Nara, Aku baru mau pergi untuk menculikmu...
Sopir taksi menunggu di luar.
Bayar dia.
Oke.
Dia sungguh akan menculikku?
Ya.
Dia ingin merusak pernikahanmu untuk menculikmu.
- Baru mau keluar. - Ya, sungguh.
Kebetulan sekali.
Kau takut juga?
Benarkah?
Nara.
Maafkan aku.
Jangan terlambat lain kali.
Oke!
Aku sudah bilang aku yang gila?
Jadi, pernikahan kalian lancar?
Ya, aku baru sampai.
Aku akan baik-baik saja, 'kan?
Tentu saja, jangan khawatir.
Ibu sudah memihak kita.
Aku tak akan disiram air, 'kan?
Apa maksudmu?
Ibuku manis, seperti anak sekolah.
Seperti ibu-ibu biasa.
Aku belum pernah melihat ibu-ibu seperti ini di lingkunganku.
Aku penasaran
siapa yang membuat putriku melarikan diri di altar.
Permisi.
Di depan semua tamu,
mempermalukan keluargaku seperti itu.
Aku penasaran...
siapa dia.
Maafkan aku!
Minumlah. Kau terlihat gugup.
Terima kasih!
Aku langsung saja.
Pekerjaanmu?
Aku sedang belajar untuk ujian pengacara.
Pengangguran.
Ada tabungan?
- Uang jaminan untuk kamarku... - Cukup.
Aku tak perlu dengar lagi.
Noh Jeongryeol, kau pria pintar.
Jadi, aku yakin kau tahu apa maksudnya.
Aku tak bisa mengambil uang ini.
Kumohon pikirkan lagi.
Gunakan uang ini untuk rumah baru kalian.
Apa?
Gunakan untuk apartemen
yang kuberikan untuk Nara.
Terima kasih, Ibu Mertua.
Tak enak didengar, 'ibu mertua'.
Hanya karena aku mengizinkannya...
...bukan berarti aku menganggapmu menantuku.
Aku mengerti.
Aku akan bekerja keras agar diterima sebagai menantumu.
Aku akan menganggapmu putraku.
Panggil aku 'Ibu'.
Aku punya pertanyaan terakhir.
Kau penuh kejutan...
Kau harus merayu Jenderal Hong.
Ayah mertua... Maksudku, Ayah, 'kan?
Mati, Anak Kurang Ajar!
Aku mencintai Nara!
Izinkan Hong Nara menikahiku!
Aku lebih cinta dia! Aku lebih cinta dia, Kurang Ajar!
Ayah kenapa?
Oke, kami mengerti. Hentikan.
Hentikan apa? Ayah takkan menghentikan omong kosong!
Ayah, jangan menyerah.
Orang-orang bodoh ini menodai
karier militer 40 tahun Ayah.
- Kau diam. - Kurang ajar!
Aku cinta Jeongryeol lebih dari aku cinta Ayah.
Gadis gila...
Berdiri.
Bawa ibumu masuk.
- Aku akan membunuhnya. - Ayah sudah gila?
Ayah! Ayah bersikap gila! Ayah!
- Tolong tembak aku! - Kurang ajar!
- Pulanglah! - Jika kau tak setuju...
- Ayah! - Hei!
Jangan bergerak, Kurang Ajar!
...lebih baik aku mati.
Buka matamu!
- Ayah! - Dor!
- Lepaskan jari picu Ayah! - Hei!
- Aku akan menembakmu! - Aku takkan pernah menyerah!
- Aku akan menarik pelatuknya! - Tembak aku!
- Dor! - Ini berpeluru!
Satu tembakan saja!
Aku tak keberatan!
- Nara, aku akan baik-baik saja! - Tidak!
- Jangan bergerak! - Ayah, kumohon.
Kau pikir aku takkan menembakmu?
- Ayah, hentikan! - Aku jenderal bintang tiga!
- Hentikan! - Aku akan menembak!
Ayah seharusnya menembaknya hari itu.
Dia bilang itu kosong.
Akhirnya, kami menikah.
Karena aku membatalkan satu pernikahan,
kami mengadakan resepsi kecil dengan keluarga saja.
Apa cucuku menikah lagi?
Dia tak menikah lagi,
ini upacara lain.
Pengantin prianya berbeda.
Siapa pun prianya sama saja.
Kudengar mereka kaya. Sepertinya begitu.
Apa dia memakai jaring nyamuk di kepalanya?
Diam!
- Itu jaring nyamuk. - Hentikan!
Jangan menyuruhku diam.
Humph...
Baiklah, ini dia.
Satu, dua!
Itu sungguh seperti film.
Masih terasa begitu.
Meskipun sekarang menjadi film seram.
Hampir.
Kau...
Kau mencoba membunuhku...
Itu pembunuhan!
Percobaan pembunuhan, Bodoh.
Kau mendapat lisensi pengacara dari tiket undian?
- Bodoh sekali. - Kurang ajar...
Sialan!
Action!
Kenapa kau melakukan ini pada jam kerja?
Pak...
Kau mulai terasa seperti pria bagiku.
Kau sungguh ingin tunjangan PHK?
Pilih.
Pecat aku sekarang...
atau cium aku.
- Cut! - Maaf.
- Cut. - Hentikan.
- Cut! - Astaga...
Berapa kali kita harus merekamnya?
Rekaman 13.
Aku tak meminta itu.
Aktor-aktor ini bahkan tak bisa berciuman dengan benar.
No comments yet. Be the first to leave one.