200 ensimmäistä riviä.
Sebelumnya di Bosch: Legasi...
Siapa lagi punya akses?
Stephen menyewa perusahaan baru, Orion.
Tidak ada Orion.
Stephen menagih perusahaannya sendiri untuk layanan yang tidak ada.
Di tempatku namanya penggelapan.
Dia yang memeras bisnis Gallagher?
Entah apa yang terjadi, tapi apa pun itu, tidak beres.
Saat ini sedang ada penyelidikan.
Aku diminta merahasiakan. Bahkan ke ayahku.
Kau dalam perjalanan menangkap ikan besar.
Pertemukan aku dengan Jaksa, kau akan dengar semuanya.
Saat kau ditinggalkan LAPD di acara baru-baru ini,
kau minta perlindungan siapa?
Pensiunan detektif. Harry Bosch.
Kau tahu saat menyewanya dia sedang diselidiki atas pembunuhan?
Aku tidak bicara ke siapa pun.
Detektif kasus ini pintar.
Sebentar lagi, dia akan tahu dan dia akan datang.
Aku jangan di rumah?
-Aku harus melapor ke pengawasku. -Setelah itu.
-Hieronymus Bosch? -Ya.
Surat panggilan untuk hadir di hadapan juri. Sudah kau terima.
Curtis Dignan. LAPD, kami ingin bicara.
Bicara saja. Tak akan kuhentikan.
Ayo jalan-jalan dengan kami.
Aku bingung. Ini soal apa?
Ayo. Masuk.
-Aku punya pilihan? -Kita semua punya pilihan.
Kalau mau bekerja sama, kau akan segera kembali ke jalanan.
Kalau menyesatkan,
-kami kembalikan ke Wasco. -Kenapa?
Karena kegiatanmu saat ini.
Kami tak mau repot minta surat penangkapan.
Mau bicara saja.
Ayo.
Kau pergi kelamaan, Kawan. Asah lagi kemampuanmu.
BERDASARKAN NOVEL KARYA MICHAEL CONNELLY
LEGASI
-Bing "Cherry" Crider. -Ceritakan.
Orang pribumi LA Timur. Anak liar.
Dia bisa lolos dari banyak kejahatan anak remaja.
Keberuntungannya habis saat dia dan gengnya menembak
pegawai toko kelontong dalam perampokan yang gagal.
Bing penembaknya?
Tak pernah diketahui. Tak ada yang mengaku.
Semuanya dihukum atas pembunuhan dan konspirasi.
-Dua lainnya? -Pada saat ini, sudah meninggal.
Kabari aku jika itu berubah.
Crider sedang mendekatkan diri kepada Yesus.
Bertobat,
dibebaskan saat hukum pembunuhan berubah
dan menjadi pengusaha bonafide.
Jual beli mesin curian?
Kabarnya. Tak pernah terbukti.
Pencucian uang, pemerasan juga.
Dilihat dari mana pun,
Bing meragukan untuk diajak berbisnis.
-Aku ingin bicara dengannya. -Akan kuatur.
Di tempat umum.
Aku membuat pernyataan memutuskan hubungan dengan Harry Bosch.
Jangan. Kita serang dengan keras.
Benar. Hantam balik.
Kusimpan untuk jaga-jaga.
Ada yang menelepon.
Dewan editor Times akan rapat untuk membahas dukungan mereka.
Sialan.
Times itu yang penting.
-Kapan rapatnya? -Besok siang.
Kita harus jaga jarak...
Bu, bagaimana mau Ibu?
-Pasti berpikir begitu. -Memang.
Bisa kalian beri aku waktu sebentar?
Keluarlah.
Ceritakan Preston Borders.
Aku tidak kenal.
Jawabanmu salah. Kau di lantai yang sama.
-Kau main dam dengan dia. -Dia memanggilmu Termite.
Kalian satu sel dengan Kurt Dockweiler.
Jadi, jangan bilang tidak kenal.
Nak, kau harus membuat pilihan.
Tahu kenapa kau tidak kami borgol,
bawa ke Jaksa?
Harry Bosch memperalatmu.
Dia rancang agar jika ketahuan, kau yang disalahkan.
Coba tebak. Sudah ketahuan.
Aku tidak kenal orang-orang ini.
Curtis...
Kau harus kerja sama dengan kami.
Aku tidak mau pakai penyadap. Sungguh. Tidak akan.
Bicaralah dengannya,
kami pantau percakapannya. Sederhana.
Jangan pakai penyadap.
Tidak ada pembebasan bersyarat. Cuma tiket ke Wasco.
Kalau bekerja sama?
Kau keluar hari ini sebagai orang bebas.
Sampai lain kali.
Andai aku bisa membantu kalian, tapi...
Persetan dengan kalian.
-Pasti tidak berhasil. -Tunda pembebasan bersyaratnya,
kurung 48 jam, awasi panggilan teleponnya.
Kami akan bawa Borders ke hadapan dewan juri.
Taruh bersebelahan di MDC.
-Sadap selnya. -Kau bisa memancing obrolan?
Seperti beo.
Ibuku suka mengatakan itu.
-Apa artinya? -Beo. Burung yang cerewet.
Ya.
-Porter. -Tn. Porter, ini Honey Chandler.
Bu Chandler, ada yang bisa kubantu?
Kau bisa pastikan dewan editormu tidak menarik dukungan mereka.
Dari mana dengar itu?
Times akan merusak reputasinya sendiri, juga reputasiku.
-Tak bisa dibalikkan. -Mungkin tak begitu.
Aku tak mengendalikan dewan atau keputusannya.
Jadi, aku perlu bicara dengan mereka saat mereka rapat.
Membela diri.
Maaf, tidak mungkin.
Dengar, ini akan menjadi kesalahan yang sangat besar.
Aku akan sampaikan kekhawatiranmu kepada dewan.
-Chandler? -Aku baru dengar dari orangku.
Archer punya catatan panggilan telepon antara kau dan Borders.
Itu omong kosong.
Aku tak pernah mengontak Borders. Sama sekali.
-Juga, ada bukti transaksi. -Itu juga konyol.
Mereka akan bawa Borders untuk bersaksi di depan juri.
Harry, ada yang ingin kau katakan?
Ya, aku tak melakukannya.
-Apa aku dipecat? -Kenapa aku memecatmu?
Akan kulakukan jika jadi kau.
Menjadikanku kambing hitam. Menyelamatkan kampanyemu.
Aku tidak akan menyerah di bawah tekanan. Kelihatan lemah.
Baik. Aku akan kabari lagi.
Aku sibuk. Tinggalkan pesan.
Hei, ini Ayah. Menanyakan kabar.
Ayah menyayangimu.
-Ayah? -Tahu dari mana?
Nada suaramu.
Panggilannya tidak kujawab.
Namun, ingin kau jawab. Aku tahu.
Aku masih marah kepadanya. Marah besar.
Makin kupikirkan, aku makin merasa dia terlibat.
-Tanya dia. -Aku ingin, tapi...
aku tidak yakin dia akan jujur.
Kalaupun jujur dan dia memang...
VERTEX TV - INTERNET - KEAMANAN RUMAH
ALAT_CRIDER MONITOR PERANGKAT
PERANGKAT MONITOR TOTAL KONEKSI
TIDAK ADA INTERNET
Serius? Apa-apaan ini?
-Wi-Fi mati? -Jaringan sedang bermasalah.
Namun, kau masih duduk di sini.
Koneksi kalian terputus di area ini.
Kuhubungi dari sejam lalu.
Aku di sini. Seperti jin keluar dari botol.
Kau beruntung.
Beberapa orang harus menunggu berhari-hari.
-Di mana perutemu? -Di sini.
Di sini ada sinyal.
Kuberi tahu, semua bermasalah.
-Boleh cek komputermu? -Silakan saja.
Aku harus lihat apa ada sinyal di titik akhirmu.
Kau benar. Tak ada sinyal.
Aku akan minta disetel ulang di gardu hubung kami.
Apa artinya itu?
Aku bisa perbaiki dengan cepat.
Aku akan segera kembali.
Mintalah, maka akan diberikan kepadamu. Ketuklah, maka pintu akan dibukakan.
Sudah beres.
-Sudah? -Aman.
Baiklah. Aku pergi dulu. Kantor akan kirim tagihannya.
Tunggu. Jangan buru-buru.
Beri kartu namamu.
-Siapa tahu ada masalah. -Kau tahu ke mana menghubungiku.
Kenapa kau terlihat senang?
Mereka...
Mereka bilang aku tidak akan pernah keluar lagi.
Namun, lihat saja sekarang.
Ke selatan, ke Kota Malaikat.
Los Angeles, Cabrón.
Kukira kau tak akan bicara sampai dipertemukan dengan Jaksa?
Benar sekali. Tidak akan.
Kami sudah bicara dengan teman main dammu.
Termite?
Kasus ini mulai bisa dipahami.
Apa yang terjadi, siapa yang terlibat...
Omong kosong. Termite bukan pengkhianat.
Begitukah? Ingat ponsel sekali pakai itu muncul di selmu?
Kata Dignan dia yang taruh.
Lidahmu kelu?
Jika ada pembunuhan, perlu tahu semua yang terlibat.
Pelakunya, orang yang menyuruh.
Siapa pun yang menjadi kaki tangan.
Dignan mungkin akan mendahuluimu.
Tidak. Sudah kukatakan.
Aku akan bicara saat bertemu Jaksa Negeri,
-tidak sebelumnya. -Jika kita tiba tepat waktu.
Dilayani sesuai kedatangan.
FINBAR PESAN BARU
Perlu bertemu
No comments yet. Be the first to leave one.