182 ensimmäistä riviä.
Kembali ke kantorku! Kembali!
- Kau bilang aku selalu telat? - Bukan itu intinya.
- Benarkah? - Aku bilang itu karena busnya...
Lupakan...
Ke kantorku!
- Kenapa kau bilang dia yang mengatakannya? - Bukan karena itu kau dipecat.
Kerjaku bagus apa tidak?
- Lalu kenapa aku disuruh pergi? - Karena masa magangmu sudah selesai.
- Kenapa aku dipecat jika kerjaku bagus? - Masa magangmu sudah selesai.
Ganti pakaian dan kembali ke kantorku.
Hentikan!
Keluar atau aku akan memanggil...
Tenanglah!
Buka, nona!
- Keluar! - Kau tak punya hak!
Kerjaku bagus, semua mengatakan begitu!
Buka pintunya atau aku akan membukanya dengan paksa!
Cukup!
Lepaskan aku!
Permisi!
Ada surat?
Ada rubah berkeliaran. Simpan makananmu baik-baik.
Kenapa kau menanamnya?
Kita tak menetap di sini.
Apa ini?
Bukan aku. Aku tak suka Martini.
- Bagaimana tutupnya sampai ada di sini? - Entahlah.
Nafasmu bau bir.
Dia membawakanmu minuman, supaya bisa bercinta denganmu?
Tidak benar! Aku ibumu, jaga mulutmu!
Bersumpahlah itu tak benar!
Bersumpahlah!
Ini baskomku.
- Tinggalkan aku sendiri. - Pergilah sadarkan dirimu.
Dapat dari mana?
- Dari mana? - Aku diberi.
- Dari lelaki itu? - Dari tempat aku mendapatkan pakaian.
- Pengemis! - Ini pemberian!
- Tolak saja! - Aku menerima pakaiannya...
Itu berbeda. Kau menjahitnya, aku menjualnya.
Buang.
Kita bukan pengemis.
Ini juga tidak.
- Tidak. - Kenapa?
Itu pakaian musim panas.
Aku ambil gaunnya.
Itu saja.
Semuanya 450.
- Kau tak butuh penjaga toko? - Untuk saat ini tidak.
Terima kasih.
"Grand Canyon", itu alamatmu?
Itu pondok? Atau karavan?
Karavan.
Aku tak bisa mendaftarkanmu karena kau pengangguran.
- Aku bekerja. - Tak begitu lama.
Pergi ke loket 8, kau mungkin bisa mendaftar untuk tunjangan.
Kenapa ini tak diambil?
Pakaian musim panas, Aku punya banyak.
- 500. - Terlalu mahal.
Berapa kau minta?
400.
300.
350.
Baik, 350.
Waffle 1 dan bir 6. 3 sedang, 3 kecil.
Kau menggantikan gadis itu?
Hai.
Ada masalah?
Kusisakan 2000 di mesin kas.
Pak! Apa kau membutuhkan orang untuk menjual waffle?
Tidak.
Apa ada lowongan lain?
Tidak ada, maaf.
Apa yang kau bicarakan dengannya?
Kau mencari pekerjaan?
Ambilkan aku air.
- Saat aku mendapat... - Aku tak peduli.
- Jika aku boleh mengatakan... - Kau sudah pernah mengatakannya.
Aku tidak sepertimu.
Bantu aku, angkat gelasnya.
- Ini belum jam 6. - Lalu kenapa, kau ada di sini.
Aku di sini karena dipecat, bukan untuk mengawasimu minum.
Berikan!
Berikan.
Kerjamu hanya mabuk dan bercinta saja.
Ijinkan aku minum satu saja.
Keluar!
- Kenapa kau membawakannya minuman? - Hanya segelas saja.
Dia sedang mencoba berhenti, kau tahu itu.
- Kembalikan! - Biarkan dia!
Kau berhutang 120 franc padaku!
Pergi ke lokalisasi jika kau ingin bercinta! Ibuku bukan pelacur!
Jangan ganggu dia!
Siapa yang memberitahumu aku tinggal di sini?
Ada pekerjaan. Bosku memecat seseorang.
Sekarang tambahkan dua liter air.
Ada ukurannya di bawah, ambillah.
Pegang seperti ini, dan perhatikan takarannya.
Sedikit lagi.
Cukup.
Tuangkan.
Kembalikan ke tempatnya semula.
Tepung 100 kilo, 4 kantong.
Kutunjukkan bagaimana membawanya.
Tarik menuju lututmu, tahan seperti ini.
Taruh di atas mesin pengaduk.
Sobek pada bagian ujungnya.
Tuangkan sambil berputar.
Tuangkan sambil berputar.
Dan kembali ke sini.
Kita akan tambahkan telur, 200.
6 kotak, 20 telur. Kau kerjakan yang 3 kantong lagi.
Kau lupa mencap form C4.
Benarkah?
Pegawai serikat kerja mengatakan jika ijinku beralasan, kau tak bisa memecatku.
Ijinmu tak punya alasan.
- Kau tahu bayiku sedang sakit. - Tak mungkin 10 kali dalam sebulan!
Terjepit di antara ban.
Sudah.
- Ada orang? - Sebentar!
Mau minum? Aku tutup jam 4.30.
Sampai jumpa besok.
Lihat.
Bagus.
Bisa kau membayarnya?
Katakan padanya dia tak bisa memutus air tanpa peringatan lebih dulu.
Keluar.
Uangnya.
Kuitansinya.
Nyalakan airnya dulu.
- Kau bayar, akan kunyalakan. - Aku membayar sewa, bukan airnya.
- Tak ada bedanya. - Ada.
Sisir rambutmu.
Bangun.
Dan pakailah sepatumu.
Dimana kartu identitasmu? Tak ada di lacimu?
Aku tak ingin pergi!
Tinggalkan aku sendiri!
Ayo.
Hanya itu jalan satu-satunya. Mereka akan merawatmu.
Aku tak ingin pergi.
Berdirilah.
Saat kau kembali, aku akan membelikanmu mesin jahit.
Berapa harganya?
Ibu!
Di sini banyak lumpurnya!
Ibu, di sini banyak lumpurnya!
Masuklah!
- Bagaimana kau menemukanku? - Aku bertanya pada bos.
Kau bisa masak di sini. Itu airnya.
Itu ruangan untuk pemanas.
- Sewanya tak mahal. - Berapa?
Lebih murah dari sewaku. Di bawah 5000.
Tempat mandinya di sana.
Sedikit rusak. Aku bisa memperbaikinya.
- Aku boleh minta sepatunya? - Dimana?
Di bawah.
Kau membuat waffle?
Ini hanya pemanggang yang sedang kuperbaiki.
- Mau bir? - Air putih saja.
Berikan sepatunya.
Kau memenangkannya?
Itu kejuaraan senam lantai.
Kejuaraan daerah.
Tunggu!
Kau sudah lama melakukannya?
- Apa? - Menjual waffle buatanmu.
Sejak awal bekerja.
Saat kau ke belakang toko, mau apa kau?
Tak ada.
Hanya melihatmu bekerja.
Mau tambah minumnya?
Bir.
Roti bakarnya lagi?
Terima kasih.
Suka musik apa?
Jenis musik apa?
Entahlah. Apa saja.
Mau mendengarku main drum?
Ini lagu yang kumainkan. Aku merekamnya untuk belajar.
Kau anggota band?
Aku pemula.
No comments yet. Be the first to leave one.