Orangutan

Orangutan

Lataa Indonesian -tekstitys

Julkaisutiedot

Orangutan 2026 DSNP WEB H264-EDITH
Kommentaari tedi
Retail ADSNP | 1h 21m Resync for DSNP

Tunnisteet

webdl
Julkaistu: 2026-04-22
Lataukset: 24
Kuulovammaisille: No

Indonesian tekstityksen esikatselu

200 ensimmäistä riviä.

Selamat datang di hutan Kalimantan dan Sumatra.

Saat pertama kali penjelajah datang ke sini,

mereka menemukan banyak kejutan di hutan.

Kejutan yang merayap.

Kejutan dedaunan.

Kejutan berwarna, hidung mancung… Itu mengejutkan.

Ada hal-hal baru dan menakjubkan di mana-mana.

Namun, jauh di atasnya, sangat tinggi,

adalah hal yang paling mengejutkan dan misterius.

Makhluk yang hanya bisa terdengar dan terkadang terlihat sekilas.

Mereka tanya penduduk lokal,

yang bilang puncak pohon adalah rumah "orang hutan".

Orang Hutan dalam bahasa mereka.

Penyendiri yang bersembunyi untuk menghindari pekerjaan.

Mereka benar bahwa kerabat dekat kita tinggal di atas sana,

tetapi salah tentang hal lain.

Puncak pohon ini penuh karakter besar yang suka bergaul dan bersosialisasi.

Jaga sikapmu, Kawan.

Aku raja dari semua yang berayun

Terhormat di hutan

Aku mencapai puncak dan harus berhenti

Itulah yang mengusikku

Ini kisah betina muda bernama Indah,

yang mulai menjelajahi hutan yang sibuk ini sendiri.

Aku ingin jadi sepertimu

Aku ingin berjalan Juga bicara sepertimu

Kau akan tahu benar

Kera sepertiku

Bisa belajar jadi manusia juga

Usia Indah sembilan tahun,

remaja dalam usia orang utan.

Tak seperti legenda, dia sangat pekerja keras.

Dia dan ibunya, Dian, serta adiknya, Bimo,

mencari apa pun yang bisa mereka makan.

Mereka paling suka buah,

tetapi saat tidak ada buah,

tanaman rotan berduri pun jadi.

Bimo yang berusia dua tahun akan mencobanya.

Makanan berduri ini tidak selezat susu Ibu,

tetapi dia harus belajar apa yang aman untuk dimakan.

Indah sudah cukup lama tidak minum susu,

tetapi dia tetap dekat dengan Ibu selama hampir sepuluh tahun

untuk belajar cara hidup di hutan…

demi keamanan dan kenyamanan hidup bersama keluarga.

Itu normal bagi orang utan, yang memiliki masa kecil terlama di alam.

Namun, Indah sudah belajar hampir semua yang dia bisa.

Dia baik-baik saja.

Dia akan membuat kesalahan…

tetapi lebih baik salah saat Ibu ada.

Keluarga mereka masih kuat,

tetapi bagi Indah, semua mulai berubah

setelah adiknya lahir.

18 BULAN SEBELUMNYA

Bagi Indah, tidak ada yang sama setelah Bimo lahir.

Tentu, Bimo sangat menggemaskan,

tetapi tiba-tiba, Bimo mendapatkan semua perhatian…

dan Indah hanya bisa melihat.

Orang utan cukup tak berdaya saat lahir.

Itu berarti Ibu harus membawa Bimo kecil ke mana-mana…

sementara dia hanya berpegangan pada bulunya dan berusaha tidak jatuh.

Kenapa dia sangat manis?

Namun, merawat bayi baru lahir di sini sangatlah sulit,

sehingga mulai sekarang, Dian harus banyak menghabiskan waktu dengan Bimo.

Indah harus terbiasa menjadi nomor dua.

MASA KINI

Seperti semua kakak,

Indah menyayangi Bimo.

Setelah cukup besar untuk melepaskan Ibu sementara

dan mulai bermain, Bimo jauh lebih menyenangkan.

Waktu dan tempat

Semuanya tergantung berbagi dengan siapa

Itulah hidup dan intinya adalah

Menikmati kau berbagi dengan siapa

Kebahagiaan adalah berbagi dengan siapa

Pada waktunya Yang kau temukan adalah

Waktu yang kau luangkan dengan siapa

Dian menarik Bimo kembali jika dia terkena masalah,

dan mempersiapkan dia untuk perjalanan hidupnya,

yang, sebagai jantan, akan sangat berbeda dengan Indah.

Kebahagiaan adalah berbagi dengan siapa

Masa-masa menyenangkan…

tetapi tak semua di lingkungan ini mau bersikap baik.

Sebagai betina berstatus tertinggi di sini,

Ruby dan putranya, Rafi, adalah naratama hutan sejati,

berhak mengambil pertama untuk segalanya…

sementara Dian dan keluarganya mendapatkan sisa.

Hanya beberapa pohon yang masih memiliki buah,

jadi, Ruby boleh memakan semuanya.

Dia dan putranya seperti bangsawan.

Rafi kecil pun berhak mengambil buah sebelum Dian.

Selalu seperti ini.

Cukup membuat hutan yang sulit menjadi lebih sulit bagi Indah.

Setelah buah ini habis,

entah kapan lagi akan ada…

serta kapan dia dan keluarganya akhirnya mendapat makanan yang layak.

Mengetahui apa yang boleh dimakan adalah proses belajar.

Juga mencari tahu cara meraihnya.

Tak seperti kebanyakan hutan tropis, hutan ini tak punya kanopi berkelanjutan.

Pepohonan terpisah jauh tanpa cabang atau tanaman rambat yang menghubungkan.

Itu membuat perjalanan di pepohonan sedikit seperti halang rintang.

Bisa turun dan berjalan melintasi lantai hutan…

tetapi, ya, sepertinya itu bukan ide bagus.

Kurang dari 400 ekor harimau Sumatra yang tersisa di alam liar…

tetapi cukup satu ekor saja untuk memakanmu.

Mungkin bukan ketakutan untuk dipekerjakan

yang membuat orang utan tetap di atas pohon.

Berjalan di darat bukanlah masalah bagi sebagian…

tetapi cara terbaik melewati pepohonan di sini adalah terbang…

atau versi lainnya,

seperti kedih ini.

Owa berayun melintasi celah dengan lengan yang panjang dan kuat.

Sangat mengesankan.

Lalu keadaan menjadi sangat aneh.

Apa yang akan dia lakukan?

Wah.

Hanya di hutan ini di dunia, ular bisa melayang.

Aku tidak mau

berdiri di bawahnya saat dia mendarat.

Untungnya, mereka jauh lebih tertarik

memburu cekibar daripada narator.

Namun, coba tebak.

Mereka juga bisa melayang…

dan bisa pergi lebih jauh.

Hanya perlu mendarat.

Itu diberi nilai 8,7.

Jadi, banyak gerakan keren di luar sana…

tetapi bagi orang utan, itu agak sulit.

Mereka tak hanya besar dan berat…

tetapi cabang tertinggi…

tak bisa diandalkan.

Apa pun ukuranmu…

jujurlah tentang berat badanmu.

Orang utan jatuh lebih keras daripada lebah…

jadi, perjalanan puncak pohon harus benar.

Tidak mudah mempelajarinya.

Ada lompat galah.

Ayunan terkendali.

Apa pun itu tadi.

Juga jembatan.

Kesukaan para ibu untuk membawa bayi.

Mereka yang menguasai seni perjalanan puncak pohon…

bisa mengambil rute lebih langsung…

menghemat waktu dan energi.

Meski Bimo bisa lebih kooperatif.

Jadi, di mana ayah Indah dalam hal ini?

Aku raja dari semua yang berayun

Terhormat di hutan

Aku mencapai puncak dan harus berhenti

Itulah yang mengusikku

Bintang.

Jantan dominan di area ini seberat 90 kg.

Dia punya cara lain untuk menghemat energi.

Panggilan panjangnya melintasi hutan, jadi, dia tak perlu pergi.

Itu memperingatkan jantan lawan dan menarik betina yang memuja.

Pertahankan, Kawan.

Betina ini jelas menyukainya.

Wajahnya yang berbentuk piring membantu mengarahkan panggilan ini,

tetapi yang lebih penting,

itu memberi tahu jantan lain bahwa dia raja di area ini.

Jika itu tidak cukup jelas,

dia juga bisa menyebarkan pesan jantannya

dengan mendorong pepohonan dengan mudah.

Hampir dengan mudah.

Gedebuk!

Memberi tahu seluruh hutan dia bukan penurut.

Dampak kerusakan Bintang juga membantu beruang madu.

Dia butuh sedikit bantuan.

Dia bisa memanjat pohon, tetapi lebih suka makanannya dikirim.

Kulitnya yang tebal melindunginya dari sengatan lebah yang marah

saat dia mencari larva atau bahkan madu mereka.

Dia tampaknya telah memberi Bintang sebuah ide.

Masalahnya, itu bukan lebah.

Itu tawon.

Tawon tidak menghasilkan madu.

Namun, rasanya enak juga.

Sedikit pedas, tetapi layak dilihat lebih dekat.

Ya, jelas tidak ada madu.

Juga agak sakit.

Sebagian salah sendiri.

Bintang mungkin adalah bos…

tetapi dia tidak akan sadar itu ide buruk, bahkan sudah jelas sekali.

Apa kau tak belajar apa pun dari ibumu, Bintang?

Dengan buah yang habis,

orang utan tersebar luas mencari makanan lain.

Indah menghadapi keputusan besar.

Dia siap meninggalkan rumah.

Namun, dengan makanan yang sangat langka, ini waktu terburuk untuk pergi.

Jika dia tidak pergi sekarang,

makanan yang ditemukan keluarga harus dibagikan.

Ibunya sudah berbagi dengan Bimo.

Jika Indah pergi,

dia harus percaya diri untuk mencari makanan sendiri.

Pada akhirnya, dia memutuskan untuk pergi.

Dia tak akan pergi jauh.

Hanya di seberang lembah.

Namun, ibunya belum pernah membawanya ke area itu.

Sekitar 800 meter jauhnya, Indah menemukan tempatnya sendiri.

Namun, hidup sendiri adalah langkah besar.

Dia hanya tahu hidup di sisi ibunya.

Dian telah menyiapkannya dengan baik, tetapi itu latihan…

Orangutan subtitles in other languages

Kommentit

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left